cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA KETON DAN ALDEHID PADA ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS Tri Wahyuni; Badrul Ainy Dalimunthe; Dini Hariyati Adam; Hilwa Walida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3280

Abstract

Liquid smoke has the result of condensation from compounds that vaporize simultaneously and the heated reactor through pyrolysis techniques with heat decomposition and condensation in the cooling system which causes the formation of cellulose, hemicellulose, and lignin. Liquid smoke contains a large number of phenolic, carbonyl, and acid group compounds. The purpose of this study was to identify the chemical constituents contained in liquid smoke from coconut shells. The location of this research was carried out at the Labuhan Batu University Laboratory, Faculty of Science and Technology. This study used the pyrolysis method. This study was to examine the chemical test results of aldehydes and ketones. The results of this study showed negative results (not found) for the presence of aldehydes and ketones from liquid smoke from coconut shells. It can be concluded that in the implementation of the research, there were still lacking procedures resulting in a negative chemical test.INTISARI                  Asap cair memiliki hasil kondensasi dari senyawa-senyawa yang menguap  secara simultan  dan reaktor panas melalui  teknik pirolisis  penguraian dengan panas dan  kondensasi pada sistem  pendingin yang menyebabkan terbentuknya selulosa, hemigselulosa dan lignin. Asap cair mengandung sejumlah besar senyawa kelompok fenol, karbonil, dan asam. Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi kandungan  kimia yang terdapat dalam asap cair dari tempurung kelapa. Tempat penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Labuhan Batu, Fakultas Sains Dan Teknologi. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis, Penelitian ini untuk menguji hasil uji kimia dari Aldehid dan Keton. Hasil dari penelitian ini menunjukan hasil yang negatif(tidak ditemukan) adanya aldehid dan keton dari asap cair yang berasal dari tempurung kelpa. Dapat disimpulkan  bahwasannya dalam pelaksanaan penelitian masih ada prosedur yang kurang sehingga menghasilkan uji kimia yang negatif.
RESPON MORFOFISOLOGI PADI HITAM SENAKIN AKIBAT FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN JERAMI PADI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Safriadi Safriadi; Iwan Sasli; Fadjar Rianto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3301

Abstract

The study aimed to determine Arbuscular Mycorrhizal Fungi and rice straw and their interactions independently in increasing the growth and yield of black rice in rain-fed rice fields. The experiment was conducted in Tebas District, Sambas Regency, from July to December 2022. The experiment was arranged using a split-plot and randomized block design pattern. The main plot was AMF treatment (without AMF and AMF administration), and the subplots were rice straw dose (tons/ha) (0, 5, 10, 15). The experiment was repeated 3 times and consisted of 16 observed plant samples. The results showed that AMF and rice straw interaction affected root volume and grain weight per plot. AMF independently affects plant height, the number of productive tillers, and the percentage of filled grain. The applied rice straw plays a role in influencing plant height, the number of productive tillers, and the rate of filled grain. Keywords: arbuscular mycorrhizal fungi, rice straw, black rice, ricefield INTISARITujuan penelitian yaitu untuk mengkaji peran FMA dan jerami padi serta interaksi keduanya masing-masing secara mandiri dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi hitam di sawah tadah hujan. Percobaan dilaksanakan Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas pada bulan Juli sampai Desember 2022. Percobaan disusun menggunakan rancangan split plot dengan pola rancangan acak kelompok. Petak utama yaitu perlakuan FMA (tanpa FMA dan pemberian FMA), anak petak yaitu dosis jerami padi (ton/ha) (0, 5, 10, 15). Percobaan diulang sebanyak 3 kali dan terdiri atas 16 sampel tanaman amatan. Hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi FMA dan jerami padi berpengaruh terhadap volume akar dan berat gabah per petak. FMA secara mandiri berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi. Jerami padi yang diaplikasikan berperan dalam mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi. Kata kunci: fungi mikoriza arbuskula, jerami padi, padi hitam, sawah 
BAURAN PEMASARAN (4P) DI KAFE QUOKKA COFFEE SURABAYA (STUDI KASUS) Ainul Yaqin; Sri Tjondro Winarno; Eko Nurhadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3508

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of the 4P marketing mix on the level of customer satisfaction at the Quokka coffee cafe. The data analysis method is SEM-PLS analysis. The results showed that the variables that affected Quokka Coffee customer satisfaction were products and promotions. This could be seen from the results of the analysis which showed that the product variable had a T-Statistics value of 4,516 > 1.96 and a p-value of 0.024 <0.05. Meanwhile, the promotion variable has a T-Statistics value of 2,393 > 1.96 and a p-value of 0.017 <0.05. Whereas the price and place variables do not have a significant effect on Quokka Coffee customer satisfaction. This can be seen from the results of the analysis which show that the price variable has a T-Statistics value of 0.888 <1.96 and a p-value of 0.375 > 0.05. Whereas the place variable has a T-Statistics value of 0.575 <1.96 and a p-value of 0.565 > 0.05. Keywords: Cafe, Marketing Mix, Consumer Satisfaction. INTISARITujuan riset ini untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran 4P terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Kafe Quokka coffe. Metode analisis data berupa analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Quokka Coffe adalah produk dan promosi hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan bahwa pada variabel produk nilai T-Statistics 4.516 > 1,96 dan nilai p-value 0,024 < 0,05. Sedangkan pada variabel promosi memiliki nilai T-Statistics 2.393 > 1,96 dan nilai p-value 0,017 < 0,05. Sedangkan pada variabel harga dan tempat tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan Quokka Coffe, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan bahwa pada variabel harga nilai T-Statistics 0.888 < 1,96 dan nilai p-value 0,375 > 0,05. Sedangkan pada variabel tempat memiliki nilai T-Statistics 0.575 < 1,96 dan nilai p-value 0,565 > 0,05. Kata Kunci: Kafe, Bauran Pemasaran, Kepuasan Konsumen
RESPON PEMBERIAN TANAH INKUBASI KOMPOS LIMBAH SAYUR DAN BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L) Andre Prasetyo; Hilwa Walida; Kamsia Dorliana Sitanggang; Ika Ayu Putri Septyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3318

Abstract

The aim of the study was to determine the growth and production of mustard greens (Brassica juncea L) when given media in the form of compost incubation of soil from vegetable and fruit residue. The research was conducted in Menang Sari Hamlet, Sukadame Village, Silangkitang District, Labuhan Batu Selatan District. This research was conducted in early December 2022 to April 2023, the study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 repetitions, namely P0 = 1 kg of Ultisol soil, P1 = 1 kg of Ultisol soil + 500 grams of compost , and P2 = 1 kg of soil Ultisol + 1 kg of compost. The results showed that the application of incubation soil for compost of vegetable and fruit residues had no significant effect on the parameters of plant height and number of leaves of mustard greens, but on the parameters of plant weight, fresh weight of plant roots, and dry the weight of plant roots had a significant effect on the application of compost incubation soil. leftover vegetables and leftover fruit. Keywords: Mustard greens (Brassica juncea L), growing media, Incubation INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L) ketika di beri media berupa tanah inkubasi kompos sisa sayur dan sisa buah. Penelitian dilakukan di Dusun Menang Sari, Desa Sukadame, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan Desember 2022 s/d bulan April 2023, penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 ulangan yaitu P0 = 1kg tanah Ultisol, P1 = 1kg tanah Ultisol + 500 gram kompos, dan P2 = 1kg tanah Ultisol+1kg kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tanah inkubasi kompos sisa sayur dan sisa buah berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman sawi hijau, namun pada parameter berat tanaman, berat basah akar tanaman, dan berat kering akar tanaman berpengaruh nyata terhadap pemberian tanah inkubasi kompos sisa sayur dan sisa buah.Kata Kunci: Sawi hijau (Brassica juncea L), media tanam, Inkubasi.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN Alocasia baginda ASAL RHIZOME Dian Asmarawati; Agustina Listiawati; Asnawati Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3507

Abstract

Alocasia baginda is an endemic Alocasia of Kalimantan that has the potential to be developed into a superior ornamental plant. Plant propagation from rhizome cutting is constrained by dormancy, so it needs to be overcome by the use of growing media and GA3. The aims of this research was to obtain the appropriate composition of growing media and GA3 concentration for the growth of Alocasia baginda from a rhizome. The research was conducted at the Paranet House, North Pontianak District, Pontianak City, from November 2022 - April 2023. This research used a split-plot design in a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. The first factor is the composition of the growing media mixture of charcoal husk, bamboo leaf humus, and malang sand as the main plot with 3 levels. The second factor is the concentration of GA3 as a subplot with 3 levels, from these two factors, 9 treatment combinations were obtained and was repeated 3 times. The result showed The composition of the husk charcoal planting media: bamboo leaf humus: poor sand (2: 1: 1) is a suitable planting media composition for the growth of Alocasia baginda from rhizome, because it is able to accelerate the time of emergence of shoots and produce more roots. GA3 concentration of 5 ppm produced the fastest time of bud emergence, the highest number of buds and leaves, as well as a greater number of roots. The interaction between the composition of growing media 3:1:1 and GA3 concentration of 5 ppm produced the highest number of leaves. Keywords: Growing media composition, GA3 Concentration, Alocasia baginda INTISARIAlocasia baginda merupakan Alocasia endemik Kalimantan yang berpotensi dikembangkan menjadi tanaman hias unggul. Perbanyakan tanaman dari pemotongan rimpang terkendala dormansi sehingga perlu diatasi dengan penggunaan media tanam dan GA3. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi GA3 yang sesuai untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang. Penelitian dilaksanakan di Rumah Paranet Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak pada bulan November 2022 – April 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam campuran arang sekam, humus daun bambu, dan pasir malang sebagai petak utama dengan 3 taraf. Faktor kedua adalah konsentrasi GA3 sebagai anak petak dengan 3 taraf, dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi media tanam arang sekam : humus daun bambu : pasir malang (2:1:1) merupakan komposisi media tanam yang cocok untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang, karena mampu mempercepat waktu kemunculannya. tunas dan menghasilkan lebih banyak akar. Konsentrasi GA3 sebesar 5 ppm menghasilkan waktu munculnya tunas tercepat, jumlah tunas dan daun terbanyak, serta jumlah akar lebih banyak. Interaksi antara komposisi media tanam 3:1:1 dan konsentrasi GA3 5 ppm menghasilkan jumlah daun terbanyak. Kata Kunci: Komposisi Media Tumbuh, Konsentrasi GA3, Alocasia baginda
PEMANFAATAN POC BONGGOL PISANG DAN PASIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KABUPATEN LABUHANBATU UTARA Ali Syahrul Munthe; Yusmaidar Sepriani; Siti Hartati Yusida Saragih; Novilda Elizabeth Mustamu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3317

Abstract

Chili plants are very important vegetables for the community and have high economic value and are suitable for development. The aimed of this research was to investigate the utilization of liquid organic matter from banana weevil and psamments to improving growth of chili in North Labuhanbatu. This research was conducted on Apryl to June 2023 on Silumjang Village Na IX-X, North Labuhanbatu regency. This research used blocked randomized design from 3 combination those are P0 = psamments, P1=banana weevil LOM, P2 = banana weevil LOM+psamments. Each of treatments contained 3 replication so this research consisted 9 units. The result of this study was investigated with ANOVA on 5%. The result showed that the used of LOM from banana weevil could improving the growth of chili. The best treatment was to P2 caused of given the highest the length of plant by 31.60 cm, leaves total by 19 units, leaves diameter by 12.66 cm and branch by 17.33 cm, fruit diameter by 15.66 cm and fruit weight by 2.58 g. From this research the used of banana weevil LOM was recommended as soil amandement. Keywords: Chili, Growth, Fertilizer, OrganicINTISARITanaman cabai adalah sayuran yang sangat  penting bagi masyarakat dan memiliki nilai yang cukup ekonomis yang  tinggi serta cocok untuk  bisa dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi pemanfaatan POC bonggol pisang dan pasir dalam meningkakan pertumbuhan cabari rawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian telah dilaksanakan dari April-Juni 2023 di Desa Silumjang Kec.Na XI-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Riset ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 3 kombinasi yaitu P0 = pasir, P1= POC bonggol pisang dan P2= POC bonggol pisang+pasir. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga diperoleh 9 satuan percobaan. Hasil data diuji dengan ANOVA dengan tingkat kesalahan 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian POC dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai rawit. Perlakuan terbaik terdapat pada P2 karena memperoleh hasil seperti tinggi tanaman sebesar 31.60  cm, jumlah daun sebanyak 19 helai, diameter daun 12,66 cm dan jumlah cabang 17,33 cm, diameter buah 15.66, dan berat buah 2,58 g. Dari penelitian ini direkomendasikan penggunaan POC bonggol pisang dan pasir sebagai bahan pembenah tanah. Kata kunci : Cabai, Pertumbuhan, Pupuk, Organik
PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Riksandi Putra Nainggolan; Novilda Elizabeth Mustamu; Khairul Rizal; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3344

Abstract

The utilization of tea residue in agriculture has gained attention as a means to reduce waste and promote sustainable farming practices. This article aims to evaluate the potential of tea residue as an alternative growing medium for the growth of pakchoi plants (Brassica rapa subsp. chinensis). The study was conducted by collecting tea residue from various sources and using it as a growing medium to cultivate pakchoi seedlings. The results of the study indicate that tea residue possesses characteristics that make it an effective growing medium. Furthermore, pakchoi plants grown in tea residue demonstrated good growth in terms of plant height, leaf count, and fresh weight. Qualitative analysis revealed the presence of essential nutrients such as nitrogen, phosphorus, and potassium in tea residue, which can support plant growth. Additionally, tea residue exhibited good water retention capacity, maintaining moisture in the growing medium, and enhancing air circulation. Based on these findings, it can be concluded that tea residue holds potential as an effective and sustainable growing medium for pakchoi plant growth. The use of tea residue in agriculture can also aid in waste reduction and improve agricultural environmental performance. Further research is warranted to explore the full potential and applications of tea residue in modern farming practices.Keywords: Tea residue, Growing medium, Pakchoi, Plant growth. INTISARIPemanfaatan sisa-sisa ampas teh dalam pertanian menjadi topik yang menarik perhatian dalam upaya mengurangi limbah dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ampas teh sebagai media tanam alternatif untuk pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis). Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan ampas teh dari berbagai sumber dan menggunakannya sebagai media tanam untuk menumbuhkan bibit pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas teh memiliki karakteristik yang memungkinkannya untuk digunakan sebagai media tanam yang efektif. Selain itu, tanaman pakcoy yang ditanam dalam ampas teh menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam hal tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. Analisis kualitatif menunjukkan adanya nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dalam ampas teh yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, ampas teh juga memiliki kemampuan menyimpan air yang baik, mempertahankan kelembaban media tanam, dan meningkatkan sirkulasi udara. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ampas teh memiliki potensi sebagai media tanam yang efektif dan berkelanjutan untuk pertumbuhan tanaman pakcoy. Penggunaan ampas teh dalam pertanian juga dapat membantu mengurangi limbah dan meningkatkan kinerja lingkungan pertanian. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut potensi dan aplikasi ampas teh dalam pertanian modern. Kata Kunci: Ampas teh, Media tanam, Pakcoy, Pertumbuhan tanaman.
UJI LIMBAH KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr) DAN PUPUK KANDANG KAMBING SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH SALIN (Studi Kasus di Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya) Detta Anugrah Heni; Kemal Wijaya; Purnomo Edi Sasongko
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An increase in the amount of land in Indonesia submerged by sea water will cause an increase in the amount of salt-stressed land (saline land), one of the disturbances is the absorption of nutrients. Pineapple peel waste (Ananas comosus L. Merr) found in Surabaya has not been used properly by the community. The purpose of the research was to determine the superiority of pineapple peel waste to be used as liquid organic fertilizer. The method used is the experimental design method, after the manufacture of liquid organic fertilizer is complete, followed by testing the nutrient content there are 4 types of parameters, namely pH meter, EC meter, nitrogen (N), total phosphorus (P2O5) and potassium oxide (K2O). This research was carried out in the front yard of the house, testing and calibration laboratory. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD), the factors tested were pineapple peel waste and goat manure consisting of 5 treatments. Each treatment was repeated 4 times to obtain 20 experimental polybags. Factorial (mass of pineapple peel waste and goat manure) for each treatment mass (1 : 1): NK0 formula without pineapple peel waste and goat manure, NK1 formula + pineapple peel waste and goat manure 250 g/ml (1 : 1), NK2 formula + pineapple peel waste and goat manure 500 g/ml (1 : 1), NK3 formula + pineapple peel waste and goat manure 750 g/ml (1 : 1), NK4 formula + pineapple peel waste and goat manure 1000 g/ml (1 : 1). Notes : N Pineapple peel waste (Ananas comosus L. Merr) ; K Goat manure. The data obtained were analyzed by Sidik Variety analysis (ANOVA). If the results of the study show a significant effect, it will be continued with the Honest Significant Difference (BNJ) test at the 5% level. The data obtained were analyzed by Sidik Variety analysis (ANOVA). If the results of the study show a significant effect, it will be continued with the Honest Significant Difference (BNJ) test at the 5% level.INTISARIPeningkatan jumlah daratan di Indonesia yang terendam air laut akan menyebabkan jumlah lahan tercekam garam (lahan salin) meningkat, salah satu gangguan adalah penyerapan unsur hara. Limbah kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr)  yang terdapat di Surabaya belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Tujuan penelitian yang dilakukan  adalah untuk mengetahui keunggulan limbah kulit buah nanas untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Metode yang digunakan adalah metode desain eksperimen, setelah pembuatan pupuk organik cair selesai, dilanjutkan pengujian kandungan unsur hara terdapat 4 jenis parameter yaitu pH meter, EC meter, nitrogen (N), phospor total (P2O5) dan kalium Oksida (K2O). Penelitian ini dilaksanakan di pekarangan depan rumah, laboratorium pengujian dan kalibrasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, faktor yang diujikan adalah limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing terdiri atas 5 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga memperoleh 20 polybag percobaan. Faktorial (Massa limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing) masing-masing massa perlakuan (1 : 1) : NK0 formula tanpa limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing, NK1 formula + limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing 250 g/ml (1 : 1), NK2 formula + limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing 500 g/ml (1 : 1), NK3 formula + limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing 750 g/ml (1 : 1), NK4 formula + limbah kulit buah nanas dan pupuk kandang kambing 1000 g/ml (1 : 1). Keterangan : N Limbah kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) ; K Pupuk kandang kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis Sidik Ragam (ANOVA). Apabila hasil penelitian menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata  Jujur (BNJ) pada taraf 5% 
PENGARUH PEMBERIAN POC DAUN LAMTORO DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Dandy Stiawan; Dini Hariyati Adam; Kamsia Dorliana Sitanggang; Yusmaidar Sepriani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3330

Abstract

Purple eggplant is one of the important vegetable crops in Indonesia. The use of liquid organic fertilizer can be an alternative in suppressing the use of inorganic fertilizers and is able to improve environmental conditions around it. This study aims to determine the effect of applying liquid organic fertilizer from goat manure and lamtoro leaves on the growth of eggplant plants. purple (Solanum Melongena L ). This research was conducted in Titi Panjang sub-district, Negerilama from December to April 2023. The randomized block design (RAK) research design consisted of 2 factors, namely the first factor was POC lamtoro leaves and the second factor was goat manure with 3 replications so that several trials were obtained. namely L0 (Control), L1 = (100 ml liquid fertilizer + 900 ml/L water), L2 = (200 ml liquid fertilizer + 800 ml/L water), L3 = (300 ml liquid fertilizer + 700 ml/L water) The second factor was the concentration of goat manure (K) with 3 levels, namely K0 = (Control), K1 = 500 gr/plant, K2 = 1000 gr/plant. The parameters observed were plant height, number of leaves, stem diameter. The average eggplant height using POC lamtoro leaves and goat manure obtained at 2 WAP was 3.48 cm. At 4 MST it was 5.04. at the age of 6 MST obtained that is 8.48 cm. while at the age of 8 MST it was 14.78 cm. the average number of eggplant leaves using POC lamtoro leaves and goat manure obtained 2 WAP was 5.58 strands. At 4 MST it was 6.17 strands while at 6 MST it was obtained 7.41 strands. At the age of 8 MST, it was 11.88 strands, the average stem diameter of the eggplant using POC lamtoro leaves and goat manure obtained 2 WAP, which was 0.15. At the age of 4 MST, it was 0.23 strands. whereas at the age of 6 MST it was obtained 0.28. It is assumed that the available nutrients are also not enough and can also be caused by environmental factors that can also affect the elongation of the purple eggplant plant. Keywords: Purple eggplant , liquid organic fertilizer, benefits of lamtoro leaves INTISARITerung ungu merupakan salah satu tanaman sayuran penting di Indonesia Penggunaan pupuk organik  cair  dapat menjadi alternatif dalam menekan penggunaan pupuk anorganik dan mampu memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar , Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari kotoran kambing dan daun lamtoro terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum Melongena L ). Penelitian ini dilaksanakan di  kelurahan Titi panjang, Negerilama pada bulan Desember sampai April 2023. Rancangan percobaan penelitian rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu faktor pertama POC daun lamtoro dan faktor kedua pupuk kotoran kambing  dengan 3 kali ulangan sehingga diadapatkan beberapa percobaan yaitu L0  (Kontrol), L1 =  (100 ml pupuk cair + 900 ml/L air), L2 =  (200 ml pupuk cair + 800 ml/L air), L3 =  (300 ml pupuk cair + 700 ml/L air).Faktor  kedua adalah  konsentrasi pemberian pupuk kotoran kambing (K) dengan 3 taraf yaitu  K0 =  (Kontrol), K1 = 500 gr/tanama, K2 =1000 gr/ tanaman Parameter yang diamati  yaitu tinggi tanaman,jumlah daun, diameter batang. rataan tinggi tanaman terung dengan menggunakan pemberian POC daun lamtoro dan pupuk kotoran kambing yang diperoleh 2 MST yaitu 3,48 cm.Pada umur 4 MST yaitu 5,04 . pada umur 6 MST diperoleh yaitu 8,48 cm. sedangkan  pada umur 8 MST yaitu 14,78 cm. rataan jumlah daun terung dengan menggunakan pemberian POC daun lamtoro dan pupuk kotoran kambing yang diperoleh 2 MST yaitu 5,58 helai.Pada umur 4 MST yaitu 6,17 helai sedangkan pada umur 6 MST diperoleh yaitu 7,41 helai. Pada umur 8 MST yaitu 11,88 helairataan diameter batang terung dengan menggunakan pemberian POC daun lamtoro dan pupuk kotoran kambing yang diperoleh 2 MST yaitu 0,15.Pada umur 4 MST yaitu 0,23 helai. sedangkan pada umur 6 MST diperoleh yaitu 028. Pada umur 8 MST yaitu 0,43 cm.ini bisa di sebabkan karena lambatnya unsur hara tersedia bagi tanaman sehingga mempengaruhi pelebaran dan penebalan lingkar Batang tanaman terung ungu. Unsur hara yg tersedia diasumsikan juga tidak cukup banyak dan bisa juga di sebabkan oleh faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi pemanjangan tanaman terung ungu Kata Kunci : Tanaman terung ungu , pupuk organik cair , manfaat daun lamtoro.
PEMBERDAYAAN GABUNGAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI PETANI Dewi Maryam; Shonhaji Shonhaji; Fauzi Fauzi; Lutfi Zaimuddin; Tontowi Jauhari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3174

Abstract

Empowerment in the field of agriculture is one of the important sectors in Indonesia's development efforts to combat poverty. According to the regulations of the Ministry of Agriculture, farmers are organized and structured within farmer groups in each hamlet and farmer group cooperatives (Gapoktan) at the village level. This study aims to obtain a deep understanding of the empowerment activities in the "Gapoktan Rukun Agawe Sentosa" cooperative and to analyze the stages of economic empowerment in the "Gapoktan Rukun Agawe Sentosa" cooperative in improving the welfare of farmers. This study is a qualitative research. Data collection techniques include interviews, documentation, and observation. The results of the study show that economic activities carried out by the cooperative include providing capital, implementing plantation, agriculture and livestock programs, handling livestock waste, and building cooperation with other parties. Every community empowerment activity needs to be based on appropriate work strategies for successful achievement of desired goals. Empowerment activities are carried out through three stages, starting from the awareness stage, capacity building stage, and empowerment stage. This forms the basis for the empowerment strategy in the "Gapoktan Rukun Agawe Sentosa" cooperative in Pekon Wonoharjo to improve the economic welfare of the community.INTISARIPemberdayaan pada bidang pertanian merupakan salah satu sektor penting pembangunan di Indonesia dalam upaya pemberantasan kemiskinan. Berdasarkan peraturan Mentri Pertanian, petani diatur dan ditata dalam wadah kelompok tani di tiap dusun dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kegiatan pemberdayaan pada Gapoktan rukun agawe sentosa serta untuk menganalisis tahapan pemberdayaan ekonomi pada Gapoktan rukun agawe sentosa dalam meningkatkan kesejahtraan petani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dokumentasi, dan observasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan diantaranya Gapoktan berfungsi sebagai sarana penyedia modal, menjalankan program perkebunan, pertanian dan peternakan, berperan dalam penanganan limbah ternak serta membangun kerjasama dengan pihak lain. Setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu dilandasi oleh strategi kerja yang tepat demi keberhasilannya mencapai tujuan yang diinginkan. Kegiatan pemberdayaaan dilakukan melalui tiga tahap mulai dari tahap penyadaran, pengkapasitasan hingga pada tahap pendayaan. Hal tersebut juga yang menjadi basis strategi pemberdayaan pada Gapoktan Rukun Agawe Sentosa Pekon Wonoharjo dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Page 80 of 139 | Total Record : 1386