cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS USAHA TERNAK ITIK BERTELUR DI DESA TANJUNG MEDAN LABUHAN BATU SELATAN Sanzae Nova; Dini Hariyati Adam; Yusmaidar Sepriani; Hilwa Walida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3351

Abstract

Duck farming needs to pay attention to the problems encountered in the process of raising ducks and efforts to deal with them need to be done. The purpose of this research is to analyze the business of laying ducks in Tanjung Medan, South Labuhanbatu Regency. This research was compiled based on a purposive survey method and primary data acquisition using questionnaires for duck breeders. This research found that in one period the farmer needs to spend IDR 20,000,000 capital with a livestock population of 150 heads. Income for 4 months ranges from IDR 21,450,000 Keywords: analysis, ducks, business, raising, laying eggsINTISARIBudidaya itik perlu diperhatikan masalah yang dihadapi dalam proses beternak dan perlu dilakukan upaya penanganan. Tujuan riset ini adalah melakukan analisis usaha ternak itik petelur di desa tanjung medan labuhanbatu selatan. Riset ini disusun berdasarkan metode survey secara purposive dan perolehan data primer dengan kuisioner kepada peternak itik. Riset ini memperoleh hasil bahwa dalam satu periode peternak perlu mengeluarkan modal Rp 20.000.000 dengan populasi ternak sebanyak 150 ekor. Penghasilan selama 4 bulan berkisar RP 21.450.000 Kata Kunci: analisis, itik, usaha, berternak, bertelur
WILLINGNESS TO PAY TANAMAN HIAS MONSTERA (Monstera adansonii DAN Monstera obliqua) PASCA PANDEMI Amelira Haris Nasution; Aldon MHP Sinaga; Veronice Veronice
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3200

Abstract

During the pandemic, monstera was a booming floriculture which had a high selling price. Then, it became interesting and became a question when Monstera was not as hype as before. How do consumers see this? Because, one of the psychological factors such as emotions, personality and situational factors that influence consumers to buy products or services impulsively are no longer influential. And it becomes a question, how much was the willingness to pay for this monstera during normal times. This research was conducted online by distributing questionnaires on social media such as Facebook and Instagram as well as whatsapp and telegram for 1 month in Medan City, North Sumatera. This research was descriptive research. This research used primary data obtained from direct observations and questionnaires by monstera plant owners. Secondary data was obtained from literature book and articles as well as related to floriculture, especially monstera. The sampling method used quota sampling of 30 respondents. The Data was collected by online-based questionnaire (Qualtrics) used list of questions which had been prepared to find out the WTP of the owner (consumer/lovers) of the monstera by utilizing the bidding game system and open-ended questions in formulating the price, that respondents are willing to pay. The WTP analysis method was used the CVM (Contingent Valuation Method) on Microsoft Excel 2010 software. The results showed that the bidding games method was chosen as the method used to estimate the WTP value on Monstera adansonii and monstera obliqua. The average willingness of respondents to pay for Monstera adansonii is Rp. 34,017 for a medium size and Rp. 31,463 for a medium-sized monstera obliqua. Meanwhile, the optimal price for the bidding game method for Monstera adansonii is IDR 38,829.27 and IDR 35,044.44 for monstera obliqua.INTISARIPada masa pandemi, monstera merupakan tanaman hias yang booming dan memiliki harga jual yang tinggi. Kemudian menjadi menarik dan menjadi pertanyaan ketika monstera sudah tidak hype seperti sebelumnya. Bagaimana konsumen melihat hal ini? Mengingat salah satu faktor psikologis seperti emosi, kepribadian dan faktor situasional yang mempengaruhi konsumen untuk membeli produk atau jasa secara implusif sudah tidak lagi berpengaruh. Sehingga menjadi sebuah pertanyaan, seberapa besar kesediaan konsumen dalam membayar (Willingness to pay) monstera ini pada masa normal. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan di Kota Medan, Sumatera Utara yang dilakukan secara online dengan melakukan penyebaran kuisioner pada media sosial seperti facebook dan Instagram serta Whatsapp dan Telegram. Tipe penelitian ini penelitian deskriptif (descriptive research). Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dan  pengisian kuesioner oleh pemilik tanaman monstera. Data sekunder diperoleh dari literatur yang diambil dari buku dan artikel serta lembaga atau instansi terkait topik tanaman florikultura khususnya tanaman monstera. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah quota sampling sebanyak 30 orang responden. Data dikumpulkan melalui pengisian kuisioner berbasis online (Qualtrics) dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan untuk mengetahui WTP dari pemilik (konsumen/ pencinta) tanaman monstera dengan memanfaatkan sistem bidding game dan open ended question dalam merumuskan harga yang sanggup dibayar oleh konsumen (reponden).  Metode analisis WTP dilakukan dengan metode analisis CVM (Contingent Valuation Method) dengan menggunakan software Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bidding games dipilih sebagai metode yang digunakan untuk mengestimasi nilai WTP pada tanaman Monstera adansonii dan monstera obliqua. Rata-rata kesedian responden membayar Monstera adansonii adalah sebesar Rp 34.017 untuk ukuran sedang dan membayar sebesar Rp 31.463 untuk monstera obliqua ukuran sedang. Sedangkan untuk harga optimal dari metode bidding game untuk Monstera adansonii adalah Rp 38,829,27 dan Rp 35,044,44 untuk monstera obliqua.
KOMODITAS SAMBILOTO SEBAGAI “OBAT HERBAL” DALAM PERSPEKTIF KONSUMEN Fariz Hammad Alfansyah; Syarif Imam Hidayat; Mirza Andrian Syah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3388

Abstract

The COVID-19 pandemic has brought major changes in the order of people's lives, including the economic aspect. causing people to have to manage spending and even have to stop using a product or suppress habits that have to issue a budget. The purpose of this study is to analyze the factors that influence consumers in buying and consuming processed Sambiloto. The research method used is a non-probability sampling technique with primary and secondary data collection techniques. The data analysis method used to analyze Identification, Consumer Perceptions, and Efforts is descriptive qualitative, and the influencing factors use multiple linear regression analysis. Research results The results of the research on the variables Knowledge (X_1), Benefits (X_2), Habits (X_3), Price (X_4) and Easy to Obtain (X5) as well as Efforts to increase sales, namely aspects of product, price, promotion, and place. Keywords: Business Analysis, Sambiloto and Herbal MedicineINTISARIPandemi COVID-19 ini membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat termasuk di dalamnya aspek ekonomi. menyebabkan masyarakat harus mengatur pengeluaran bahkan harus berhenti menggunakan suatu produk atau menekan kebiasaan yang harus mengeluarkan budget. Tujuan dalam penelitian ini adalah Menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi olahan sambiloto. Metode penelitian yang digunakan adalah Teknik sampling non probability dengan Teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis Identifikasi, Persepsi Konsumen, dan Upaya adalah deskriptif kualitatif, dan factor-faktor yang mempengaruhi menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian Hasil penelitian terhadap variabel Pengetahuan ( ), Manfaat ( ), Kebiasaan ( ), Harga ( ) dan Mudah diperoleh (X5) serrta Upaya dalam meningkatkan penjualan yaitu Aspek produk, Harga, Promosi, dan Tempat. Kata Kunci: Sambiloto, Obat Herbal, dan Konsumen 
DAMPAK AKTIVITAS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS AIR DI DESA NAGA TIMBUL, KABUPATEN DELI SERDANG Sari Anggraini; Sandra Cecilia Natasha Lombogia; Bayu Pratomo; Suratni Afrianti; Husnin Nahry Yarza
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3256

Abstract

The expansion of palm plantations led to soil removal from forests into plantations, resulting in biophobic damage to the environment. Over time the environment naturally becomes polluted, as water is caused by human activity. This is seen from the growing area of palm oil plantations in both rural areas and District, one of which is correlated to the Naga Timbul village. Environmental pollutants can cause a variety of impact on water environments such as industrial waste or in the process of agriculture, so to know the quality of the water used by communities should be known to affect the quality of palm plantations in Naga Timbul village, District Deli Serdang. The water quality assessment in Naga Timbul village is adjusted according to government rule number 82 on water quality management and water pollution control. As for the results of a test, the ph of the homes of citizens close to the plantation of palm oil was 6,3, Bod 2 mg/ L, Cod 8mg/ L, Do 6,7 mg/ L, Ammonium 0.3 mg/L, NO3 as n 1,15, the sample had no distinct color and potentially no scent. The impact of coal- palm plantation activity on the quality of the water far from the plantations (cities) and upstream, central, downstream rivers has been found.INTISARIPerluasan perkebunan kelapa sawit mengakibatkan pemindahan lahan dari hutan menjadi perkebunan, sehingga mengakibatkan rusaknya lingkungan secara biofisik. Seiring berjalannya waktu lingkungan secara alami mengalami pencemaran seperti air yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Hal ini dilihat dari semakin luasnya perkebunan kelapa sawit pada wilayah antar desa dan Kecamatan di Kabupaten deli Serdang salah satu nya pada Desa Naga Timbul. Pencemaran lingkungan dapat menyebabkan berbagai pengaruh pada lingkungan perairan misalnya limbah industri pangan ataupun dalam proses perkebunan, oleh karena itu untuk mengetahui kualitas air yang digunakan oleh masyarakat perlu diketahui dampak aktivitas perkebunan kelapa sawit terhadap kualitas air di Desa Naga Timbul, kabupaten Deli Serdang. Penilaian kualitas air di desa nagatimbul disesuaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Adapun hasil pengujian nya yaitu pH pada sampel rumah warga yang dekat dengan perkebunam kelapa sawit adalah 6,3, BOD 2 mg/L, COD 8mg/L, DO 6,7 mg/L, Amoniak 0,3, NO3 sebagai N 1,15, Sampel tidak memiliki warna yang khas dan berpotensi racun serta tidak memiliki bau. Oleh karena itu ditemukan adanya dampak dari aktivitas perkebunan kelapa sawit terhadap kualitas air dengan pembanding air yang jauh dari perkebunan (kota) dan air sungai bagian hulu, tengah, hilir.
PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA DI KABUPATEN SRAGEN Retna Dewi Lestari; Rahmawati Setiyani; Nastiti Winahyu; Sari Fajeri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3412

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of KWT on village economic empowerment. Qualitative and quantitative research was conducted by statistically examining the role of farmer groups in village economic empowerment. The number of respondents determined by the researcher was 50 female farmer respondents assuming they had met the normal distribution statistically. The technique of taking respondents purposively (deliberately) with several criteria including 50 peasant women are members of the farmer women group from KWT Tani Mulyo and KWT Sari Rejeki. The research instrument in the form of questions using the Guttman scale was then categorized qualitatively and tested using the Spearman Rank Correlation. The results showed that the role of KWT in village economic empowerment in Sragen Regency was qualitatively categorized into high and moderate high categories. The role of KWT in village economic empowerment in Sragen Regency in the high category (High Association) is shown by the increase in the ability of farmer women to manage their farms through vegetable cultivation with a hydroponic system. The role of KWT in improving the family economy, helping to open new productive business opportunities through the production of herbal medicine, and helping to empower mothers to be independent and independent in the moderate high category (moderately high association). The role of KWT on village economic empowerment was also analyzed by quantitative methods using the Spearman Rank correlation test. The results show that there is a relationship between the role of KWT on village economic empowerment in Sragen Regency (0.005 value less than 0.05) so that the results of hypothesis testing are reject Ho and accept Ha. The value of Spearman's Rho is 0.388. The value shows that the direction of the relationship between the role variable of KWT and the variable of village economic empowerment is positive, and shows the strength of the weak relationship. This is because not all women farmer members participate in KWT activities and are able to adopt the knowledge and knowledge gained from KWT. Keywords: KWT; Farmer Women; Village EmpowermentINTISARITujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa. Riset penelitian kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menguji secara statistik peran kelompok tani terhadap pemberdayaan ekonomi desa. Jumlah responden yang ditetapkan oleh peneliti adalah 50 responden wanita tani dengan asumsi telah memenuhi distribusi normal secara statistika. Teknik pengambilan responden secara purposive (sengaja) dengan beberapa kriteria diantaranya adalah 50 wanita tani merupakan anggota kelompok wanita tani dari KWT Tani Mulyo dan KWT Sari Rejeki. Instrument penelitian berupa pertanyaan dengan menggunakan skala Guttman kemudian dikategorikan secara kualitatif dan diuji dengan menggunakan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan  Peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Sragen secara kualitatif dikategorikan menjadi kategori tinggi dan moderate tinggi. Peran KWT dalam pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Sragen dalam kategori yang tinggi (High Association) ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan wanita tani dalam mengelola usahataninya melalui budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Peran KWT dalam menaikkan perekonomian keluarga, membantu membuka peluang usaha baru yang produktif melalui produksi jamu herbal, dan membantu memberdayakan ibu-ibu agar mandiri dan berdikari dalam kategori moderate tinggi (moderately high association). Peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa juga dianalisis dengan metode kuantitatif menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara peran KWT terhadap pemberdayaan ekonomi desa di Kabupaten Sragen (nilai 0.005 kurang dari 0.05) sehingga hasil pengujian hipotesis adalah tolak Ho dan menerima Ha. Nilai Spearman’s Rho yaitu sebesar 0.388. Nilai tersebut menunjukkan bahwa arah hubungan variabel peran KWT dan variabel pemberdayaan ekonomi desa bernilai positif, dan menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini disebabkan karena anggota wanita tani tidak semua yang berpartisipasi dalam kegiatan KWT dan mampu mengadopsi pengetahuan dan ilmu yang didapatkan dari KWT. Kata kunci: KWT, wanita tani, pemberdayaan desa
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM PENGEMBANGAN PRODUKSI SAPI POTONG PADA USAHA PETERNAKAN RAKYAT Igniosa Taus; Umbu A. Hamakonda
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3451

Abstract

Indonesian cattle farming has the potential to support national food security. Beef produced domestically comes from people's farms, using a household-scale rearing system with various ownership strata. Cattle farming management needs to be studied further so that it can survive and increase production and produce quality beef cattle. The aim of this research is to select important attributes in formulating a strategy for developing and improving cattle farming by analyzing system requirements, use case diagrams and Business Process Model and Notation (BPMN). System analysis in research using the BPMN business flow diagram shows that the important important variables are the calculation of tillers and feed mixing with a support value of 0.500 with a ratio of 1.714. It is hoped that this research can describe the design and model for developing the productivity of smallholder cattle farming based on existing environmental conditionsKeywords: ARM, BPMN, Relief, Rural AreaINTISARI           Peternakan sapi Indonesia berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional. Daging sapi yang diproduksi di dalam negeri berasal dari peternakan rakyat, menggunakan sistem pemeliharaan skala rumah tangga dengan strata kepemilikan beragam. Pengelolaan peternakan sapi perlu dikaji lebih lanjut agar dapat bertahan dan dapat meningkatkan produksi serta menghasilkan sapi potong yang berkualitas. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk memilih atribut-atribut penting dalam merumuskan strategi pengembangan dan peningkatan peternakan sapi dengan menganalisis kebutuhan sistem, use case diagram dan Business Process Model and Notation (BPMN). Analisis sistem pada penelitian  mengunakan  diagram alur bisnis BPMN menunjukkan bahwa variabel peting yang berpengaruh  adalah perhitungan anakan dan pencampuran pakan dengan  nilai dukung sebesar 0,500 dengan rasio sebesar 1,714. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan desain dan model  pengembangan produktivitas peternakan sapi rakyat berdasarkan kondisi lingkungan yang ada. Kata Kunci : ARM, BPMN, Relief, Peternakan Rakyat
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KULIT KOPI (CASCARA) DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Studi Kasus pada UMKM Binaan Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan) Wati, Dewi Ratna; Handayani, Sri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.3253

Abstract

This study intends to analyze the profit levels and value-added in coffee skins processing (Cascara) into tea at the Micro, Small, and Medium enterprises assisted by KBQ Baburrayyan, Berawang Dewal Village, Aceh Tengah. The data sources used were primary data obtained by observation and direct interviews with business owners through a list of questions prepared, and the secondary data attained from reports, literature studies, written sources, and the institutions at the research place. The method used in this research was a case study method with a quantitative descriptive analysis over the analysis of total costs, revenues, income, and R/C ratios. The results indicated the total cost of producing Cascara products was IDR 4,450,734/month, with a total return of IDR 33,000,000/month, while the received income was IDR 28,549,266/month. The analysis result of the R/C ratio for Cascara products showed a value of 7.41. It defined that this business is feasible since the R/C value attained is greater than 1. The higher the R/C ratio of an enterprise, the higher the profit level obtained. This product processing business provided a value-added of IDR 83,000/kg with a ratio of 55 percent from the margin achieved of IDR 81,000/kg which 31 percent is distributed from the workers, while from the other input was 80 percent, and from the coffee skin tea workers' profit as much as 98 percent.INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan, nilai tambah pada usaha pengolahan kulit kopi (Cascara) menjadi teh di UMKM binaan KBQ Baburrayyan di Desa Berawang Dewal, Aceh Tengah. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pemilik usaha melalui daftar pertanyaan yang sudah disusun, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan, studi literatur, sumber tertulis dan instansi ditempat penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif kuantitatif dan , melalui analisis total biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi pada produk Cascara adalah sebesar Rp 4.450.734/bulan, dengan total penerimaan sebesar Rp 33.000.000/bulan, sedangkan pendapatan yang diterima adalah sebesar Rp 28.549.266/bulan. Hasil analisis R/C ratio pada produk Cascara menunjukkan nilai sebesar 7.41 hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut layak untuk dijalankan karena nilai R/C yang didapat lebih besar daripada 1. Semakin tinggi nilai R/C dari sebuah usaha maka tingkat keuntungan yang akan didapatkan suatu usaha juga akan semakin tinggi. Pada usaha pengolahan produk ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 83.000,- /kg dengan rasio 55 persen dari marjin yang diperoleh sebesar Rp 81.000/kg yang terdistribusi dari tenaga kerja sebesar 31 persen sedangkan dari input lain sebesar 80 persen dan dari keuntungan pekerja teh kulit kopi sebesar 98 persen.
PENGARUH SENYAWA PENGIMBAS DAN EKSPRESI GEN TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA CASSAVA (Manihot esculenta Crantz.) Nur Aisyah Amini; Endang Nurcahyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3302

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz.) is the sixth most important crop based on annual production. Its ability to survive and produce in unfavorable environments is one of the reasons cassava has major constraints in drought and soil fertility. In cassava plants experiencing drought stress will inhibit cell division which will further inhibit the development of young leaves. Breeding of cassava plants needs to be done to maintain cassava productivity, both on dry land. The most effective breeding technique for cassava plants is by using molecular techniques and also applying compounds that are tolerant to drought stress. The purpose of this review journal is to find out what types of genes and compounds can be used by plants to proect cassava from drought stress. Reviews in various journals indicate that PEG 6000 and Atonic Growth Regulatory Substances (ZPT) are compounds that are tolerant to drought stress and the genes that play an important role for drought resistance in cassava are the WIN1 gene (Wax Inducer1) and the MeRAVs gene which functions to increase efficiency use of water by modifying the diffusive properties of the leaves because of the accumulation of wax in large amounts.Keywords: cassava, drough stress; inducer compound, PEG 6000, resistance gene INTISARI Cassava (Manihot esculenta Crantz.) merupakan tanaman terpenting keenam berdasarkan produksi tahunan. Kemampuannya untuk bertahan hidup dan berproduksi di lingkungan yang tidak menguntungkan menjadi salah satu alasan mengapa cassava penting sebagai tanaman pangan pokok. Cassava memiliki kendala utama berupa kekeringan dan kesuburan tanah. Pada tanaman cassava yang mengalami cekaman kekeringan akan menghambat pembelahan sel yang selanjutnya akan menghambat perkembangan daun muda. Pembibitan tanaman cassava perlu dilakukan untuk menjaga produktivitas cassava , baik di lahan kering. Teknik pemuliaan yang paling efektif untuk tanaman cassava adalah dengan teknik molekuler dan juga pemberian senyawa yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Tujuan dari jurnal review ini adalah untuk mengetahui jenis gen dan senyawa apa saja yang dapat digunakan tanaman untuk melindungi cassava dari cekaman kekeringan. Ulasan di berbagai jurnal menunjukkan bahwa PEG 6000 dan Zat Pengatur Tumbuh Atonic (ZPT) adalah senyawa yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan gen yang berperan penting untuk ketahanan kekeringan pada singkong adalah gen WIN1 (Wax Inducer1) dan gen MeRAVs yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan memodifikasi sifat difusi daun karena akumulasi lilin dalam jumlah banyak.Kata kunci: cassava, cekaman kekeringan, senyawa pengimbas, PEG 6000, gen ketahanan
PENGARUH PEMANGKASAN STOLON DAN APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN STROBERI (Fragaria chiloensis L.) Yelfi Yana Linda Br Jabat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3486

Abstract

This research aims to determine the effect of stolon pruning and the application of growth regulators on the growth and production of strawberry plants (Fragaria chiloensis L.). This research was located in Barus Jahe Village, Barus Jahe District, Karo Regency, North Sumatra, with an altitude of 1,367 meters above sea level from March 2023 to May 2023. This research used a split plot design (RPT) consisting of a main plot; Stolon pruning consists of 4 levels, namely P0 = pruning all stolons, P1 = pruning 1 remaining stolon, P2 = pruning 2 remaining stolons, P3 = without pruning stolons. Subplot; The concentration of growth regulators consists of 4 levels, namely; K0 = Without giving ZPT, K1 = 1 cc/L water, K2 = 3 cc/L water, K3 = 5 cc/L water. The research results show that stolon pruning has a significant effect on the number of fruits per plant. The concentration of growth regulators had no significant effect on the number of fruits per plantKeywords: Stolon, (ZPT) growth regulator, strawberries.INTISARIPenelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemangkasan stolon dan aplikasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman stroberi (Fragaria chiloensis L.). Penelitian ini berlokasi di di Desa Barus jahe, Kecamatan Barus jahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara,  dengan ketinggian tempat 1.367 meter dpl pada bulan Maret 2023 sampai dengan Mei 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (RPT) yang terdiri dari petak utama;  Pemangkasan Stolon terdiri dari 4 taraf, yaitu P0 = Pemangkasan seluruh stolon,  P1= Pemangkasan stolon sisa 1 P2 = Pemangkasan stolon sisa 2,  P3 = Tanpa pemangkasan stolon. Anak petak; Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terdiri dari 4 taraf, yaitu; K0 = Tanpa pemberian ZPT, K1= 1 cc/L air, K2 = 3 cc/L air, K3 = 5 cc/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemangkasan stolon  berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman. Konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah per tanaman. Keywords: Stolon, Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), stroberi.
NILAI TAMBAH OLAHAN BUAH MARKISA (Passiflora edulis Sims) (STUDI KASUS HOME INDUSTRI ANUGRAH MARKISA) Nadja, Rahmawaty A.; Halimah, Andi Sitti; Afif, M. Khaerun; Hikmawaty, Hikmawaty
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3512

Abstract

Passion fruit has the potential to be developed by several home industries in an effort to increase added value while increasing its shelf life and making it easier for people to consume. This study aims to determine the amount of added value obtained by Anugrah Markisa home industry. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The collected data is processed using the added value calculation template using the Hayami method. The results of this study indicate that the added value generated from the processing of passion fruit into passion fruit syrup provides a positive added value of IDR 12,510,000 per production, with a ratio of 35% which means that the value added ratio in the process of processing passion fruit into syrup Passion fruit can be categorized as medium. Keywords: Passion Fruit, Value Added, Home Industry INTISARIMarkisa memiliki potensi untuk dikembangkan oleh beberapa home industri dalam upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus menambah daya simpan dan membuatnya lebih mudah untuk dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran nilai tambah yang diperoleh home industri Anugrah Markisa.  Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan template penghitungan nilai tambah melalui metode Hayami. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan buah markisa menjadi sirup markisa memberikan nilai tambah positif yaitu Rp.12.510.000 per sekali produksi, dengan rasio sebesar 35% yang dimana dapat diartikan bahwa rasio nilai tambah pada proses pengolahan buah markisa menjadi sirup markisa dapat dikategorikan sedang. Kata Kunci : Markisa, Nilai Tambah, Home Industri

Page 81 of 139 | Total Record : 1386