cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SIWALAN DI EDU WISATA LONTAR SEWU KABUPATEN GRESIK (Studi Kasus di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik) Andhu Ismail Aziza; Hamidah Hendrarini; Mirza Andrian Syah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3327

Abstract

This study was aimed : (1) to analyzed the added value of Siwalan into a product Dawet Siwalan and Legen Siwalan in Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency, (2) to compared the added value Siwalan into Dawet Siwalan and Legen Siwalan in Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency. The location of the research was determined purposively in Hendrosari Village, Menganti District, Gresik Regency. This research used a descriptive method. The type of data used was quantitative data. The sources of data used were primary data and secondary data. The data collection methods used interview techniques, observation, and documentation. The data analysis used the Hayami Method. The results showed that the added value of Dawet Siwalan was IDR 73.411,-/production, while the added value of Legen Siwalan was IDR 7.773,-/production. Based on the calculation of added value analysis, the added value of Dawet Siwalan are higher than Legen Siwalan. The added value ratio generated by Dawet Siwalan was 73% which categorized as high, while Siwalan Legen was 31% which categorized as medium. It was caused by several factors, such as: production capacity, amount of raw materials used, number of workers, output prices, raw material prices and the other cost of donation contributedKeywords:Added Value, Dawet Siwalan, Legen SiwalanINTISARIPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis nilai tambah siwalan menjadi produk dawet siwalan dan legen siwalan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, (2) membandingkan nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan siwalan menjadi produk dawet siwalan dan legen siwalan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah dawet siwalan sebesar Rp 73.411,-/produksi, sedangkan nilai tambah legen siwalan sebesar Rp 7.773,-/produksi. Berdasarkan perhitungan analisis nilai tambah, produk dawet siwalan lebih tinggi dibandingkan legen siwalan. Rasio nilai tambah yang dihasilkan dawet siwalan sebesar 73% di sini >40% dikategorikan tinggi, sedangkan legen siwalan sebesar 31% dikategorikan sedang. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kapasitas produksi, jumlah bahan baku yang digunakan, jumlah tenaga kerja, harga output, harga bahan baku dan biaya sumbangan input lainnya. Kata kunci: Dawet Siwalan, Legen Siwalan, Nilai Tambah
ANALISIS TINGKAT KONSUMSI DAN PREFERENSI KONSUMEN BAWANG PUTIH SEGAR DI KOTA MEDAN Sukri Mulia; Supriadi Surbakti; Yusra Yurizki
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3206

Abstract

The consumption of garlic; in North Sumatra Province in the last 5 years was 192.139 tons and the highest amount of consumption occurred in 2022, namely 41,670 tons. Garlic production in North Sumatra in the last 5 years has only reached 25,265 tons. This is a problem and a threat to the fulfillment of garlic consumption;, especially in Medan City. The level of consumption of fresh garlic is the volume of garlic consumed by consumers in units per time. So it is necessary to look at the level of consumption and consumer preferences for fresh garlic both in terms of price, size, humidity, flavour which is the final choice of consumers to decide to consume fresh garlic according to their needs. Consumption of fresh garlic in the city of Medan is 8.7 grams / cap / day;. Consumer preference for buying and consuming fresh garlic, which has a good value combination composition, shows that the most important attribute levels are price (0.423);, size (0.243), aroma (0.214), humidity (0.164) and color (0.104). This means that consumers prioritize garlic price attributes more than other attributes. The combination model that is preferred by fresh garlic consumers in general is combination number 8;, namely fresh garlic with a combination composition of small size attribute levels, not sharp flavour, prices ranging from <Rp.20,000 / kg and the humidity / dryness level is in the moist category and has a dark white color.INTISARIKonsumsi bawang putih; di Provinsi Sumatera Utara 5 tahun terakhir adalah192.139 ton dan jumlah konsumsi tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu 41.670 ton. produksi bawang putih di Sumatera Utara 5 tahun terakhir hanya mencapai 25.265 ton, Hal ini menjadi masalah dan ancaman bagi pemenuhan konsumsi; bawang putih khususnya di Kota Medan. tingkat konsumsi bawang putih segar merupakan volume bawang putih yang di konsumsi oleh konsumen dalam satuan per waktu. Sehingga perlu dilihat tingkat konsumsi dan preferensi konsumen terhadap bawang putih segar baik dari sisi harga, ukuran , kelembaban , aroma yang menjadi pilihan akhir konsumen untuk memutuskan mengkonsumsi bawang putih segar sesuai kebutuhannya. Konsumsi bawang putih segar di kota medan sebesar 8,7 gram/kap/hari;. Preferensi Konsumen membeli dan mengkonsumsi bawang putih segar yaitu memiliki komposisi kombinasi yang bernilai baik menunjukkan pada level atribut yang paling penting yaitu atribut harga(0.423);, ukuran (0.243), aroma (0.214), kelembaban (0.164) serta warna (0.104). Artinya konsumen lebih mengutamakan atribut harga bawang putih dibandingkan atribut lainnya. Model Kombinasi yang disukai konsumen bawang putih segar secara umum adalah kombinasi nomor 8 ;yaitu bawang putih segar dengan komposisi kombinasi level atribut ukuran kecil, beraroma tidak tajam, harga berkisar <Rp20.000/kg dan tingkat kelembaban/kekeringannya kategori lembab serta memiliki warna putih gelap. 
METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) SEBAGAI PENENTU STRATEGI PEMASARAN ROTI AL MUMTAZ (ROTAZ) PONDOK PESANTREN AL MUMTAZ KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Mukhammad Imam Sibawayh; Nurlina Harli; Marlianasari Putri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3244

Abstract

products. This research was conducted at Bumpes Al Mumtaz, with eight partners of Rotaz as respondents. Primary data was obtained from respondent interviews using a questionnaire and secondary data was obtained from literature studies. The data obtained was then analysed using the Analitychal Hierarchy Process (AHP) method with the help of Microsoft Excel. There are four criteria used in this study: price, taste, quality and packaging. The results showed that the priority factor causing the return of Rotaz products was price (0.47), then second place packaging (0.27), third taste (0.19) and fourth quality (0.07).INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab jumlah pengembalian produk Rotaz (Roti Al Mumtaz). Penelitian ini dilakukan di Bumpes Al Mumtaz, dengan responden delapan mitra dari Rotaz. Data primer diperoleh dari wawancara responden dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Analitychal Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan Microsoft Excel. Ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu harga, rasa, kualitas, dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi faktor prioritas penyebab pengembalian produk Rotaz adalah harga (0,47), lalu di posisi kedua pengemasan (0,27), ketiga rasa (0,19) dan keempat kualitas (0,07).
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA PRAI PAHA KECAMATAN NGGAHA ORI ANGU KABUPATEN SUMBA TIMUR Berta Hida Banju Oru; Elsa Christin Saragih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3295

Abstract

This research was conducted with the aim of analyzing the level of income and feasibility of lowland rice farming in Prai Paha Village, Nggaha Ori Angu District, East Sumba Regency. The research location was conducted in Prai Paha Village with the consideration that the amount of paddy rice production in that village was the largest compared to other villages in Nggaha Ori Angu District. The number of samples used in this study were 82 people who were paddy rice farmers in the village of Prai Paha. The analytical method used in this study is income analysis to determine the average income, and R/C Ratio analysis to determine the feasibility of lowland rice farming in Prai Paha Village. The results of the income analysis explained that the average farming cost was IDR 3,529,445 per hectare, the average income was IDR 14,592,319 per hectare, and the average income was IDR 11,062,874 per hectare. The result of the feasibility analysis is the value of the R/C ratio of 4.13 where the value is greater than 1, so that it is stated that lowland rice farming in Prai Paha Village is feasible to develop Keywords: Feasibility, Paddy Field, Income.INTISARIPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan dan kelayakan usahatani padi sawah di Desa Prai Paha Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Prai Paha dengan pertimbangan jumlah produksi padi sawah di desa tersebut paling besar dibandingkan desa lain di Kecamatan Nggaha Ori Angu. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 82 orang yang merupakan petani padi sawah di Desa Prai Paha. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan untuk mengetahui rata-rata pendapatan, dan analisis R/C Ratio untuk mengetahui kelayakan usahatani padi sawah di Desa Prai Paha. Hasil analisis pendapatan menjelaskan rata-rata biaya usahatani sebesar Rp3.529.445 per hektar, rata-rata pendapatan sebesar Rp14.592.319 per hektar, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp11.062.874 per hektar. Hasil analisis kelayakan diperoleh nilai R/C rasio sebesar 4,13 dimana nilainya lebih besar dari 1, sehingga dinyatakan bahwa usahatani padi sawah di Desa Prai Paha layak untuk dikembangkan. Kata Kunci : Kelayakan, Lahan Sawah, Pendapatan
PENGARUH SEGMENTING, TARGETING DAN POSITIONING ( STP) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN KOPI EXCELSO DI CABANG JALAN MERR SURABAYA Humairatus Shaliha; Hamidah Hendrarini; Mubarokah Mubarokah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3391

Abstract

A strategy is needed to increase and expand the market by means of Segmenting, Targeting and Positioning (STP) as well as an analysis to determine the extent to which people are satisfied as consumers with excelso coffee products. The purpose of this research is to 1) find out how segmenting, targeting and positioning excelso coffee is. 2) analyze how segmenting, targeting and positioning affect customer satisfaction of excelso coffee. The sample used was 50 respondents, collecting data using a questionnaire. The Partial Least Square analysis technique is in the form of the WrapPLS 8.0 program which is used to analyze the Structural Equition Model (SEM). The results of this study indicate that segmenting, targeting and positioning have a significant effect on customer satisfaction Keywords : Segmenting, Targeting, Positioning,Kopi Excelso, consumer satisfaction INTISARISebuah strategi diperlukan untuk meningkatkan dan memperluas pasar dengan cara Segmenting, Targeting dan Positioning (STP) serta suatu analisa untuk mengetahui sejauh mana kepuasan masyarakat sebagai konsumen terhadap produk kopi excelso. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui bagaimana segmenting, targeting dan positioning kopi exelso 2) menganalisis bagaimana pengaruh segmenting, targeting daan positioning terhadap kepuasan konsumen kopi excelso. Sampel yang di gunakan sebanyak 50 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis Partial Least Square berupa program WrapPLS 8.0 yang dunakan untuk menganalisis Structural Equition Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmenting, targeting dan Positioning berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Kata Kunci : Segmenting, Targeting, Positioning, Kepuasan konsumen, Kopi Excelso
SISTEM BAGI HASIL ANTARA TOKE DAN NELAYAN ANAK BUAH KAPAL (ABK) DI DESA KETAPANG INDAH KECAMATAN SINGKIL UTARA KABUPATEN ACEH SINGKIL Nur Rahmat; Hendra Sunarso
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3484

Abstract

Cooperation is an activity carried out by a community or group of people to complete or achieve a common goal.  To utilize fish resources, coastal communities cooperate in fishing.  The reasons underlying the cooperation in this case are due to the lack of skills and capital by fishermen and the inability of ship owners to develop capital.To know how system cooperation between ship owner with Fishermen Crew (the crew) Ketapang Indah Village, Singkil Utara District, Aceh Singkil Regency and To know how distribution result offort which 13 conducted between owners with Fishermen Crew (the crew) Ketapang Indah Village, Singkil Utara District, Aceh Singkil Regency. The researcher used observation research methods, and interviews (questionnaires).  And used the data analysis technique with  = TR-TC, TR = P.Q, TC = FC + VC.In Ketapang Indah Village, North Singkil District, Aceh Singkil Regency.  In practice, the cooperation agreement by sharing the results in the village of Ketapang Indah between the ship owner (toke) and the crew (crew) is carried out verbally.  There is no binding written agreement.  In profit sharing, the catch of fish is first auctioned at the TPI (Tempat Pelelangan Ikan) after deducting the cost of going to sea.  Then, the distribution of owner and crew is 97% with 48.5% crew division and 48.5% owner.  each crew gets 9.7% the remaining 3% for operational costs. Keywords : Cooperation Agreement Fisherman, Profit Sharing System Between Toke and Fishermen Crew, Boat. INTISARIKerjasama merupakan aktivitas yang dilakukan komunitas atau sekumpulan orang untuk menyelesaikan atau mencapai sebuah tujuan bersama. Untuk memanfaatkan sumberdaya ikan masyarakat pesisir menjalin kerjasama dalam hal penengkapan ikan. Alasannya yang mendasari terjadinya kerjasama bagi hasil ini adalah minimnya kemampuan maupun modal yang dimiliki nelayan dan ketidakmampuan pemilik kapal untuk mengembangkan modalnya. Adapun Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuai bagaimana sistem kerja sama antara pemilik kapal dengan Anak Buah Kapal (ABK) di Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil dan untuk mengetahui pembagian hasil usaha yang dilakukan antara pemilik kapal dengan Anak Buah Kapal (ABK) di Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Obsevasi, dan wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (quisioner). Dan  teknik analisis data, dimana rumus Di Desa  Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil. Dalam praktik, perjanjian  kerjasama bagi hasil di Desa Ketapang Indah antara pemilik kapal (TOKE)  dengan  anak buah kapal (ABK)  dilakukan secara lisan, tidak adanya perjanjian tertulis yang mengikat. Dalam pembagian hasil, terlebih dahulu hasil tangkapan ikan dilelang di TPI (Tempat Pelelang Ikan).  Setelah dipotong biaya-biaya saat melaut maka, pembagian toke dan ABK sebesar 97% dengan pembagin ABK sebesar 48,5% dan toke sebesar 48,5%. Masing-masing  ABK mendapat 9,7% sisa 3% di jadikan biaya oprasional. Kata Kunci : Perjanjian Kerjasama Dengan Nelayan, Sistem Bagi Hasil Antara Toke Dan ABK, Kapal.
PENGARUH FAKTOR BIOTIK DAN ABIOTIK PADA KEANEKARAGAMAN MAKROBENTOS DI KAWASAN MANGROVE Fatina Azhar; Tugiyono Tugiyono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3305

Abstract

Human activities that often occur in coastal areas affect biota such as mangrove ecosystems and macrobenthos. Benthic biodiversity reflects the slow-growing and sensitive nature of mangrove ecosystems. This study aims to determine the influence of the biotic and abiotic environment on macrobenthos in Cendi Manik Village, Sekotong District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Data on macrobenthos, biotic and abiotic environments in natural and restored mangrove forests were collected, and multiple regression was used to analyze macrobenthic species diversity and biotic and abiotic environmental variables. The main plants are Rhizophora mucronata Lam and Avicennia marina Forssk. The native and restored mangroves have a higher macrobenthic biodiversity index (H' 1.207). The macrobenthos similarity between the two places reached 84.6%. The results of the multiple regression test showed that mud thickness and brightness had the greatest effect on macrobenthos. Keywords: beach, macrobenthos, mud thickness, brightness INTISARIAktivitas manusia yang sering terjadi di wilayah pesisir mempengaruhi biota seperti ekosistem mangrove dan makrobenthos. Keanekaragaman hayati bentos mencerminkan sifat ekosistem mangrove yang tumbuh lambat dan sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan biotik dan abiotik terhadap makrobentos di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Data makrobentos, lingkungan biotik dan abiotik di mangrove alami dan restorasi dikumpulkan, dan regresi berganda digunakan untuk menganalisis keanekaragaman spesies makrobentos dan variabel lingkungan biotik dan abiotik. Vegetasi utamanya yaitu Rhizophora mucronata Lam dan Avicennia marina Forssk. Mangrove alami dan yang direstorasi memiliki indeks keanekaragaman hayati makrobentos yang lebih (H’ 1,207). Kemiripan makrobentos antara kedua tempat tersebut mencapai 84,6%. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa ketebalan dan kecerahan lumpur memiliki dampak tersebesar pada makrobentos.Kata kunci: pesisir, makrobentos, ketebalan lumpur, kecerahan
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS MIKROORGANISME LOKAL BUAH PEPAYA DAN POPULASI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Lukman Fajar Juniawan; Sri Ritawati; Abdul Hasyim Sodiq; Endang Sulistyorini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3506

Abstract

This research was conducted to investigate the effects of papaya fruit local microorganisms (MOL) dosage and plant population on growth and yield of long beans (Vigna sinensis L.). The experimental design employed in this research was a Factorial Randomized Complete Block Design consisting of two factors; MOL dosage and plant population. The first factor, MOL dosage (M), included four levels: 0 ml, 37,5 ml, 75 ml and 112,5 ml. The second factor, plant population (P) included 3 levels: 1, 2 and 3 plants per polybag. The research results showed that a MOL dosage of 112,5 ml gave the best effect on the number of pods and pod weight of long beans. The population of 1 plant per polybag gave the best effect on plant height, number of leaves, number of pods, pod weight as well as fresh and dry weight of the crown. There was an interaction between treatments on the height of long beans at 4 weeks after planting with the M1P1 treatment combination and the number of pods at the second harvest with the M3P3 treatment combination. Keywords: local microorganism, plant population, long beans INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikroorganisme lokal (MOL) buah pepaya dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang (Vigna sinensis L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu dosis MOL dan populasi tanaman. Faktor pertama yaitu dosis MOL (M) terdiri dari 4 taraf, diantaranya dosis 0 ml, 37,5 ml, 75 ml, dan 112,5 ml. Sedangkan faktor kedua yaitu populasi tanaman (P), terdiri atas 3 taraf diantaranya 1, 2 dan 3 tanaman per polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis MOL buah pepaya 112,5 ml (M3) memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah polong dan bobot polong tanaman kacang panjang. Populasi 1 tanaman per polybag (P1) memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman kacang panjang, jumlah polong, bobot polong, bobot segar dan kering tajuk. Terdapat interaksi antara dosis MOL buah pepaya dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kacang panjang saat 4 MST dengan kombinasi perlakuan M1P1 dan jumlah polong pada pemanenan kedua dengan kombinasi perlakuan M3P3. Kata kunci: mikroorganisme lokal, populasi tanaman, kacang panjang
ANALISIS USAHATANI TANAMAN SAMBUNG NYAWA (Gynura Procumbens) DI DESA WISATA JAMU GENDONG KIRINGAN, CANDEN , YOGYAKARTA AM. Abshon Muluki; Nur Saudah Al Arifa Dewi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3314

Abstract

This research aims to analysis farming practices and business prospects of the resurrection plant in Jamu Gendong Kiringan Tourist Village, located in the Kiringan hamlet, Canden sub-village, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. The resurrection plant, Gynura procumbens, is a herbal plant indigenous to Southeast Asia. This research utilizes a mixed-method approach, combining quantitative and qualitative methods. Purposive sampling was used to select a sample of 30 members from the Berkah Mandiri Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani - KWT). Data collection techniques included interviews, observations, and direct engagement with KWT members. The results of this study indicate that the profits generated from farming activities exceeded the costs, with a Revenue/Cost Ratio (R/C Ratio) of 1.5, indicating the efficiency of farming the resurrection plant. The one-year analysis of farming activities demonstrated that the profits outweighed the costs, confirming the viability of farming the resurrection plant and its potential for development as an alternative source of income, contributing to the welfare of the members of the Berkah Mandiri KWT. The findings of this research are expected to serve as a reference for the development of farming the resurrection plant.  Keywords: Gynura procumbens, economic analysis, Business prospects INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani dan prospek usaha tanaman sambung nyawa di Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan yang berlokasi di dukuh Kiringan, dusun Canden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanaman sambung nyawa merupakan tanaman herbal yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman sambung nyawa memiliki prospek usaha yang dapat dikembangkan di desa Kiringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif (mix method), teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah mandiri. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan praktek langsung dengan anggota KWT. Hasil Penelitian ini menunjukkan keuntungan yang dihasilkan melebihi biaya yang dikeluarkan, dengan rasio R/C (Revenue/Cost Ratio) sebesar 1,5 yang mengindikasikan efisiensi usahatani tanaman sambung nyawa. Hasil analisis usahatani selama satu tahun menunjukkan keuntungan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, sehingga usahatani tanaman sambung nyawa layak dilakukan dan memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai alternatif sumber pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan bagi anggota KWT Berkah mandiri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi terkait pengembangan usahatani tanaman sambung nyawa. Kata Kunci: Sambung Nyawa, Usahatani, Prospek usaha
PEMBERIAN DOSIS BIOURIN SAPI DAN PUPUK MAGNESIUM SULFAT DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) VARIETAS GOLDEN YURIKA I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Made Suarsana; Putu Suwardike
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3129

Abstract

global warming can cause shifts in seasons, extreme temperatures, this causes many pests and diseases to attack plants, causing disruption to the growth of melon plants and reducing the production and quality of melons. Biourin or Liquid Organic Fertilizer (POC). Is a fertilizer made with organic materials that are no longer used or organic remains that can still be processed and fermented to produce compounds and minerals needed by decomposing microorganisms which are then used by plants in the soil. Melon plants require high levels of nutrients. in the generative and reproductive phases so that it is susceptible to deficiencies of macro and micro elements in the distribution of nutrients and their photosynthetic results. Thus in this study to obtain good growth and yield of quality melons were given magnesium sulfate (MAG-S) dose treatment. The aims of this research were as follows: To determine the effect of doses of Cow Biourine (POC) on the growth and quality of melons and to determine the effect of doses of Magnesium sulfate (MAG-S) fertilizer on the growth and quality of melons. This research method is a field experiment in polybags with a non-factorial Randomized Group Design (RAK), namely: Dosing (Bio cow urine) with MAG-S (magnesium Sulfur): (PS0), 0.pot-1, (PS1) 15 ml. and 1 g., (PS2) 30 ml. Beef Biourine .pot-1 and 2 g., (PS3) 45. ml. 3 g (PS4) 60. ml. 1 and 4 g. magnesium sulfate. pot-1, (PS5) 75. ml. and 5g. and (PS5) 90. ml. and 6g. The results of statistical analysis showed that the treatment of Biourin and Magnesium sulfur (MAG-S) doses had no significant effect on the 5% F test level on growth variables except for plant height at 35 days after planting (dap), number of leaves aged 14 after planting and had a very significant effect real F 1%. plant height 14 hst. The treatment of the doses of Biourin and Magnesium sulfur had a very significant effect on the F1% test on the outcome variables except for the thickness of the fruit and the thickness of the skin which had no significant effect on the 5% F test.INTISARIPemanasan dan perubahan  suhu secara global merupakan tantangan terbesar dalam budidaya melon karena pemanasan global dapat menyebabkan bergesernya musim, suhu yang ekstrim, hal ini menyebabkan banyak hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sehingga menyebabkan gangguan  pertumbuhan tanaman melon dan menurunkan produksi serta kwalitas buah melon. Biourin atau Pupuk organik Cair (POC ). Merupakan pupuk yang dibuat dengan bahan-bahan organik yang sudah tidak digunakan atau sisa-sisa organik yang masih dapat diolah dan difermentasi sehingga menghasilkan senyawa-senyawa dan mineral yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pengurai selanjutnya dimanfaatkan oleh tanaman dalam tanah.. Tanaman melon membutuhkan unsur hara tinggi dalam fase generative dan fase reproduktif sehingga  rentan  terhadap kekurangan unsur makro dan mikro dalam distrubusi unsur hara dan hasil fotosintatnya dengan demikian pada penelitian ini untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik dan hasil melon yang berkwalitas diberikan perlakuan dosis magnesium sulfat (MAG-S). Tujuan penelitan ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis Biourine Sapi (POC) terhadap pertumbuhan dan kwalitas buah melon dan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Magnesium sulfat (MAG-S ) terhadap pertumbuhan dan kwalitas Buah Melon.Metode Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dalam dalam polybag dengan rancangan Acak Kelompok   (RAK) non faktorial , yaitu: pemberian  Dosis (Bio urine Sapi) dengan MAG-S (magnesium Sulfur) : (PS0), 0.pot-1 , (PS1) 15  ml. dan 1 g., (PS2)  30 ml. Biourine Sapi   .pot-1 dan 2 g.  , (PS3)  45. ml. 3 g.  , (PS4) 60. ml. 1 dan 4 g.  magnesium sulfat.pot-1, ( PS5)  75. ml. dan 5 g. dan (PS5)  90. ml. dan 6 g. Hasil analisis statistika menunjukan bahwa perlakuan dosis Biourin dan Magnesium sulfur (MAG-S) berpengaruh tidak nyata pada taraf  uji F 5% terhadap variable pertumbuhan kecuali pada tinggi tanaman pada umur 35  Hari setelah tanam (hst) , jumlah daun umur 14 hst dan berpengaruh sangat nyata F 1%.  tinggi tanaman umur 14 hst . Perlakuan dosis Biourin dan Magnesium sulfur berpengaruh  sangat nyata uji F1 % terhadap  variable hasil kecuali terhadap tebal buah dan tebal kulit berpengaruh tidak nyata uji F 5 %..

Page 82 of 139 | Total Record : 1386