cover
Contact Name
Nurul Marfu'ah
Contact Email
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285336431175
Journal Mail Official
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
University Of Darussalam Gontor Gontor For Girls Campus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, East Java, Indonesia, 63257
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmasipha
Core Subject : Health, Science,
Clinical Pharmacy; Biology Pharmacy; Natural Product Pharmacy; Drug, food and cosmetics analysis; Chemistry Pharmacy; and Islamization of Pharmacy
Articles 186 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT KEMOTERAPI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RSUP DR. SEORADJI TIRTONEGORO PERIODE 2018 Juwita Putri Arisanti; Nadia Saptarina; Yulia Dwi Andarini
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.151 KB) | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4960

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang banyak diderita oleh kaum wanita. Kanker atau karsinoma adalah suatu penyakit yang menyebabkan sel tubuh berubah dan membelah secara tidak terkendali. Terapi yang diberikan yaitu operasi, radiasi, kemoterapi, terapi hormon dan terapi target. Apabila kanker telah mencapai stadium lanjut, terapi yang diberikan adalah kemoterapi. Kemoterapi bersifat paliatif, yaitu bersifat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghambat pertumbuhan kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan obat kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2018. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif non-eksperimental yang bersifat retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2018. Penelitian menunjukkan hasil bahwa pasien kanker payudara menerima kemoterapi dengan regimen CAF ( Cyclofosfamid – Andriamicin / Doxorubicin - Fluouracil ) dengan dosis yang telah ditetapkan yaitu 500 mg/m2 – 50 mg/m2 – 500 mg/m2, yang diberikan pada hari pertama secara intravena dengan pengulangan siklus setiap 3 minggu dan sejalan dengan Kemenkes tahun 2017 menyatakan bahwa regimen CAF termasuk regimen first line pada kanker payudara. Efek samping yang diderita pasien pasca kemoterapi yaitu nyeri sebanyak 31,55% dan obat yang diberikan untuk mengurangi efek samping yang diderita pasien pasca kemoterapi yaitu Ondansetron sebagai Antiemetik sebanyak 34,58% kasus.
FORMULASI SEDIAAN GEL SEMPROT EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN UJI DAYA HAMBAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes Solikah Ana Estikomah; Andi Sri Suriati Amal; Sri Fathiyah Safaatsih
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5705

Abstract

Kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tumbuhan liar yang belum dimanfaatkan secara optimal.Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dengan memanfaatkan daun atau buahnya. Penelitian ini bertujuan  untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun kersen dengan metode maserasi menjadi sediaaan gel semprot sebagai antijerawat serta mengetahui karakteristik fisik gel semprot ekstrak etanol daun kersen dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap 3 bakteri penyebab jerawat, yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes. Analisis Data satistik menggunakan one way anova. Penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak etanol daun kersen dapat diformulasikan sebagai gel semprot dan memiliki karakteristik yang stabil secara penampakan fisik, viskositas, pH dan pola penyemprotan.  Perbedaan konsentrasi karbopol 940 1%, 1,5% dan 2% pada formulasi gel semprot ekstrak etanol daun kersen berpengaruh pada nilai viskositas, pH, daya sebar dan bobot semprot sediaan. Uji formulasi gel semprot dengan konsentrasi karbopol 1,5% merupakan konsentrasi terbaik karena memiliki nilai viskositas, pH, dan pola penyemprotan sesuai dengan rentangan sediaan gel semprot yang baik. Formulasi Gel dengan karbopol 940 1%, 1,5% dan 2% stabil secara sentrifugasi, penampakan fisik, homogenitas dalam pengujianya 21 hari penyimpanan. Sediaan gel semprot ekstrak etanol daun kersen mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus, S. epidermidis, dan P. acnes ditunjukkan dengan adanya  zona bening yang menunjukkan adanya zona hambat.
PEMANFAATAN Rhizopus oryzae DALAM PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN SUSU (KEJU) HALAL BERBASIS BIOTEKNOLOGI Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.018 KB) | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.5268

Abstract

Pertumbuhan industri pangan halal semakin pesat seiring pertambahan jumlah populasi Muslim dunia. Permintaan produk pangan halal oleh negara-negara non-muslim juga meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat umum tentang proses-proses ketat untuk mencapai status halal. Bioteknologi mengalami perkembangan yang pesat hingga saat ini. Peranan bioteknologi sangat luas dalam aspek pemenuhan kebutuhan manusia salah satunya yaitu dalam industri makanan. Beberapa proses bioteknologi baik konvensional maupun modern tidak terlepas dari peranan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini guna mengetahui pemanfaatan Rhizopus oryzae dalam  produk olahan pangan susu (keju) halal yang berbasis bioteknologi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu tahap pertama pembuatan produk bioteknologi pangan. tahapan kedua adalah pembuatan diagram alir proses produksi produk. Tahap ketiga yaitu identifikasi resiko titik kritis kehalalan produk. Dari hasil penelitian menunjukkan Rhizophus oryzae  berpotensi sebagai starter dalam pembuatan keju berpotensi menggantikan rennet. Rennet mengandung enzim renin yang berperan menggumpalkan susu. Rennet dikategorikan halal, jika rennet berasal dari hewan halal dan proses penyembelihan sesuai dengan syariat islam.Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sehingga dalam penyediaan pangan sangat memperhatikan aspek kehalalan.
FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK BEKATUL PADI BERAS MERAH (Oryza nivara) Ava Zaujah; Andi Sri Suriati Amal; Nurul Marfu'ah
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i1.3946

Abstract

Ekstrak bekatul padi beras merah dapat dimanfaatkan dalam formulasi sediaan masker gel peel-off. Kandungan senyawa bioaktif yang terdapat dalam bekatul seperti flavonoid, fenolik, gamma oryzanol, dan antosianin merupakan senyawa yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Bekatul padi beras merah merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi efek buruk yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan bekatul padi beras merah dalam bentuk sediaan masker gel peel-off. Ekstraksi bekatul padi beras merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan perarut etanol 96%. Formulasi masker gel peel-off ekstrak bekatul padi beras merah terdiri dari polivinil alkohol (PVA) 8%, Hidroxy Propyl Methyl Cellulose HPMC 1%, madu 3%, propilenglikol 2%, nipagin 0,02%, air suling dan penambahan ekstrak bekatul padi beras merah dengan konsentrasi berbeda pada masing-masing formula (F) yaitu F1 (5%), F2 (10%) dan F3 (15%). Ketiga formula masker gel peel-off ekstrak bekatul padi beras merah berwarna kuning kecoklatan, merah kecoklatan hingga coklat kemerahan, beraroma madu, dan berbentuk cairan kental dengan rata-rata nilai viskositas 2974,9-15000 Cps, pH 5,4-5,1, daya sebar 5,4-5 cm, waktu mengering 30 menit dan elastisitas 8,8-6 cm.
POTENSI ANTIBAKTERI ESKTRAK ETANOL DAUN Evodia suaveolens TERHADAP Staphylococcus aureus Khoirul Ngibad; Raymond Ferdinand Runtu
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5073

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun tanaman zodia (Evodia suaveolens) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Zodia berasal dari Pulau Irian/Papua yang dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun zodia sebagai antibakteri secara in vitro dengan metode difusi agar. Serbuk daun zodia dimaserasi menggunakan pelarut etanol kemudian filtrat dipekatkan menggunakan rotary evaporator vacuum. Uji aktivitas antibakteri ektrak etanol terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dilakukan pada konsentrasi larutan uji (5, 10, 20, 40, 60, 80% b/v). Uji ANOVA satu arah pada data diameter zona hambat digunakan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol zodia pada berbagai konsentrasi. Data penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol zodia dengan konsentrasi 20% lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan diameter zona hambat 8,74 mm. Dengan demikian, ekstrak etanol daun zodia berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai antibakteri
STUDI POLA FRAGMENATASI JAMU TERKONFIRMASI PARASETAMOL MENGGUNAKAN LIQUID CHROMATOGRAPHY MASS SPECTROSCOPY (LCMS) Muhammad Taupik; Endah Djuwarno; Muhamad Handoyo Sahumena
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.223 KB) | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4558

Abstract

Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu adalah parasetamol karena obat ini merupakan obat analgetik-antipiretik. Sampel terdiri atas 6 sampel jamu  dengan merek berbeda. Analisis kualitatif dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksan:etil asetat (1:1) diperoleh tiga sampel yang positif mengandung parasetamol yakni sampel D, E, dan F. Ketiga sampel yang positif mengandung parasetamol dihitung kadarnya dengan metode LCMS. Analisis kuantitatif dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril:air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0.2 mL/menit dan volume injeksi 5 gL. Berdasarkan data kromatogram LCMS diperoleh waktu retensi (Rf) parasetamol 1,038 menit. Rata-rata waktu  retensi  sampel  jamu  mendekati   waktu  retensi parasetamol. Pendekatan selanjutnya berdasarkan pola fragmentasi dari Spektroskopi Massa. Berdasarkan data spektrum massa diperoleh fragmentasi dari parasetamol (152 m/z) membentuk  fragmen yakni p-aminofenol (109 m/z) dan asetalaldehid (44 m/z). Ion p-aminofenol,  menghasilkan subfragmen aldehyde (32 m/z) dan cyclopentadienylidene  (81 m/z). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode LCMS diperoleh empat sampel yang mengandung parasetamol, Sampel D. E dan F. Seharusnya ketiga sampel tersebut tidak diperbolehkan diperjualbelikan dan dikonsumsi karena  berdasarkan Peraturan  Menteri  Kesehatan  No. 006 Tahun 2012 pasal 33 dan pasal 37 tentang industri dan usaha obat tradisional bahwa obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat. Meski kandungan parasetamol dalam tergolong sedikit, tetapi menurut Permenkes RINo. 007 tahun 2012 bahwa bahan kimia obat mutlak tidak diperbolehkan terdapat dalam obat tradisional.
ANALISIS KEPUASAN AKSEPTOR KB SUNTIK TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DI PUSKESMAS KOTA SURABAYA Ayu Tri Wahyuning Tyas; Oki Nugraha Putra; Effendi Rachmat
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5247

Abstract

Salah satu tempat dilakukan layanan program Keluarga Berencana (KB) ialah puskesmas. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis tingkat kepuasan akseptor KB suntik terhadap pelayanan informasi obat di beberapa puskesmas di Surabaya dengan metode serqvual. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross-sectional dengan akseptor KB suntik sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang telah tervalidasi selama Desember 2019 hingga Maret 2020. Gap dari kelima dimensi servqual didapatkan dengan mengurangi skor kinerja dengan skor harapan. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 100 akseptor KB suntik, rata-rata kesenjangan antara harapan dan kinerja ialah -0,08 dengan nilai kesenjangan terbesar pada dimensi empathy yaitu -0,14. Uji Mann-Whitney digunakan untuk melihat perbedaan skor kesenjangan dari kelima dimensi servqual dan didapatkan hasil bahwa hanya dimensi empathy yang memberikan perbedaan signifikan antara skor kinerja dan skor harapan (p-value=0.002). Kesimpulannya ialah tingkat harapan akseptor KB suntik lebih besar dibandingkan tingkat kinerja layanan informasi obat yang diberikan oleh pihak Puskesmas kota Surabaya dengan tingkat kepuasaan pasien dalam kategori sangat baik.
STUDI HEPATOPROTEKTOR GULMA SIAM (Chromolaena odorata) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.
PENGARUH EKSTRAK METANOL BIJI OKRA (Abelmoschus esculantus L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH MENCIT HIPERKOLESTEROLEMIA Cisilliya Tandraini; Rahmat A Hi Wahid; Nurul Marfu’ah
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i1.3951

Abstract

Pola hidup dan pola makan yang buruk mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit hiperkolesterol di Indonesia. Senyawa dalam biji okra yang berpotensi menurunkan kolesterol adalah senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, protein, terpenoid, tannin, dan sterol (Kumar, 2014). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol biji okra terhadap penurunan kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan hewan coba mencit jantan, berat badan awal 27 – 30 gram dan usia 2 – 3 bulan.  Perlakuan yang diberikan meliputi P1 (kontrol negatif menggunakan aquades), P2 (Kontrol positif menggunakan simvastatin), P3 (ekstrak metanol biji okra 500 mg/kgBB), P4 (ekstrak metanol biji okra 1000 mg/kgBB) dan P5 (ekstrak metanol biji okra 2000 mg/kgBB). Perlakuan dilaksanakan selama 14 hari, kemudian kadar kolesterol total darah mencit diukur sebanyak dua kali yaitu setelah pemberian MDTL (Makanan Diet Tinggi Lemak menggunakan lemak sapi dan minyak jelantah) pada hari ke-14 dan setelah pemberian ekstrak metanol biji okra pada hari ke-28. Kadar kolesterol total darah mencit diukur menggunakan strip kolesterol Easy Touch GCU 3 in 1. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 5% dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc menggunakan Least Signifficant Different (LSD). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kolesterol total pada P1 yaitu -53,75 mg/dL, rata-rata kadar kolesterol total pada P2 yaitu 49 mg/dL, rata-rata kadar kolesterol total pada P3 yaitu 20,5 mg/dL, rata-rata kadar kolesterol total pada P4 yaitu 18 mg/dL dan rata-rata kadar kolesterol total pada P5 yaitu 24,5 mg/dL. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ektrak metanol biji okra berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia. Konsentrasi ekstrak metanol biji okra yang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia yaitu 2000 mg/kg BB.
UJI DAYA HAMBAT FRAKSI N-HEKSAN, KLOROFORM, DAN ETANOL EKSTRAK DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora (Wild.) Presl.) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei Muthiah Rabbaniyyah; Solikah Ana Estikomah; Lija Oktya Artanti
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5631

Abstract

Bakteri Shigella sonnei (golongan Shigella sp) merupakan bakteri patogen penyebab penyakit disentri basiler (shigellosis). Penyakit infeksi saluran pencernaan umumnya diobati antibiotik, tetapi seiring berjalannya waktu resistensi terhadap antibiotik sintesis ditemukan. Hal ini membuat pencarian bahan alam dengan efek antibakteri sebagai alternatif mulai dikembangkan. Salah satu bahan alam yang memiliki senyawa metabolit sekunder dengan efek antibakteri adalah daun kitolod (Isotoma longiflora (Wild.) Presl.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat fraksi n-heksan, fraksi kloroform, dan fraksi etanol ekstrak daun kitolod terhadap bakteri Shigella sonnei. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dan selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan ketiga pelarut dengan konsentrasi 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, dan 40% v/v. Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media MHA, serta diukur zona hambat yang terbentuk. Skrining senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode KLT . Hasil penelitian diketahui bahwa seluruh fraksi dari ekstrak daun kitolod memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella sonnei, sedangkan fraksi teraktif didapatkan dari fraksi etanol dengan konsentrasi 40% v/v. Uji skrining menyatakan ekstrak daun kitolod mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid.

Page 6 of 19 | Total Record : 186