cover
Contact Name
Nurul Marfu'ah
Contact Email
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285336431175
Journal Mail Official
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
University Of Darussalam Gontor Gontor For Girls Campus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, East Java, Indonesia, 63257
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmasipha
Core Subject : Health, Science,
Clinical Pharmacy; Biology Pharmacy; Natural Product Pharmacy; Drug, food and cosmetics analysis; Chemistry Pharmacy; and Islamization of Pharmacy
Articles 186 Documents
FORMULASI GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum) DAN MADU TRIGONA DENGAN BASIS NA-CMC Indah Tri Lestari; Riga Prillia Yativa; Yulisa Raras Dewi
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6521

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai penyembuhan luka masih menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan. Kulit pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tannin, alkaloid, saponin dan glikosida yang dapat berfungsi sebagai antimikroba alami. Sementara itu, madu sudah lama dikenal sebagai agen anti mikroba karena kandungan gula yang tinggi. Kombinasi ekstrak kulit pisang dan madu menjadi gel merupankan teroboson dalam pemanfaatan zat aktif alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi dengan evaluasi fisik terbaik dari gel ekstrak kulit pisang ambon dan madu trigona dengan basis Na-CMC. Evaluasi fisk meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, penentuan nilai pH, penentuan viskositas dan pengukuran daya sebar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistic SPSS-24 dengan Shapiro-Wilk dan dilanjutkan ANOVA atau Kruskal-Wallis. Hasil keselurahan didapatkan bahwa sediaan gel berdasarkan uji organoleptis menghasilkan warna coklat kuning, aroma khas madu pisang, teksturnya kental, pH 4,8-5,5, viskositas 7162,6-10589 dan daya sebar 5,5-7. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pada Formula III merupakan formula yang terbaik diantara keempat formula sediaan gel dengan konsentrasi 15% ekstrak kulit pisang ambon dan 15% madu trigona. Evaluasi fisik berdasarkan Standar Nasional Indonesia bahwa sediaan gel diperoleh hasil uji organoleptis bau khas pisang dan madu, berwarna coklat kuning, bentuk kental, homogenitas yang stabil, pH antara 5,0-5,3, viskositas antara 6,2-6,7 mengalami penurunan dan daya sebar 7566,3-86699 mengalami kenaikan dilihat dari lama penyimpanan.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGOBATAN SISTEM PENCERNAAN DAN SISTEM PERNAPASAN PASIEN STROKE DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN PERIODE 2018 Amal Fadholah; Dinni Aulia Safitri; Nadia Saptarina
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.7409

Abstract

Pasien stroke mendapatkan berbagai perawatan obat dan pemberian obat untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, manajemen pemberian obat untuk pasien stroke rentan terhadap kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan sistem pencernaan dan pernapasan selama rawat inap pada pasien stroke, dan untuk mengevaluasi masalah terkait pengobatan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif evaluatif yang retrospektif, dengan melacak data dari catatan rekam medis. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa 17 rekam medis pasien. Jenis pasien stroke yang diteliti di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada tahun 2018 meliputi jenis stroke stroke iskemik yang mana penderitanya lebih banyak dari stroke hemoragik, dengan total stroke iskemik 13 pasien dan stroke stroke hemoragik 4 pasien. Stroke iskemik yang paling umum diderita menurut jenis iskemik ialah dengan jenis kelamin perempuan. Lama perawatan minimum adalah 12 hari untuk stroke hemoragik dan paling lama 15 hari untuk stroke iskemik. Profil penggunaan obat-obatan sistem pencernaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ranitidine, ciprofloxacin, omeprazole, ondansetron, levofloxacin, sucralfat, laxadyn, ondansetron, urdafalk. Profil penggunaan obat-obatan sistem pencernaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ambroxol, ciprofloxacin, dan levofloxacin. Jumlah Drug Related Problems pada pasien stroke yang mendapatkan pengobatan sistem pencernaan dan sistem pernapasan, tidak ditemukan kasus obat yang salah, tidak ada kasus dosis terlalu rendah, kasus dosis terlalu tinggi ditemukan pada 1 pasien, 4 kasus efek samping obat reaksi dan interaksi obat ditemukan pada 2 pasien.
UJI DAYA HAMBAT EKTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Nurul Marfu'ah; Sha’sha’ Luthfiana; Ichwanuddin Ichwanuddin
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6650

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa gangguan pada kulit. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan antibakteri yaitu sirih hijau yang mengandung senyawa fenol dan turunannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi antibakteri Staphylococcus aureus dari ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.). Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan 6 perlakuan yaitu K- (CMC-Na 0,5%), K+ (kloramfenikol 50 µg/50 ml), serta ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Proses ekstraksi daun sirih hijau dengan metode maserasi dan di uji antibakteri dengan paper disk dan metode difusi. Uji parametrik One Way ANOVA digunakan untuk menganalisis data berupa diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau memiliki potensi sebagai antibakteri Staphylococcus aureus (P<0,05). Kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus paling optimal dimiliki oleh ekstrak etanol daun sirih konsentrasi 40%, dengan rata-rata zona hambat sebesar 3,01 mm (daya hambat lemah).
Identifikasi Asam Lemak dari Minyak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan Uji Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Wardah Fitria Tanjung; Reh Malem br Karo; Windi Wildani; Afri Abdiansyah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i1.7384

Abstract

The cause of infectious diseases that often occur in humans can be caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus. The high rate of resistance caused by Staphylococcus aureus makes scientists continue to try to find secondary metabolites for safe medicinal ingredients. This study aims to identify fatty acids and determine the potential of avocado seed oil (BA) against Staphylococcus aureus. This type of research is a laboratory experimental research. The identification of fatty acids that make up BA oil is carried out by gas chromatography (GC) analysis, resulting in several free fatty acids (ALB) in the identified BA oil, such as saturated fatty acids and unsaturated fatty acids. The highest percent of three ALB components of BA oil were found in linoleic acid (26.182%), oleic acid (17.05%), and palmitic acid (12.21%). While the antibacterial activity test was carried out using the disc diffusion method, the variations in the concentration of BA oil used were 25%, 50%, 75%, and 100% with dimethyl sufoxide as K(-) and ciprofloxacin as K(+). Based on the antibacterial activity test, it is known that BA oil can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria with a weak category of <10 mm.
Aktivitas Antibakteri dan Antifungi Ekstrak Etil Asetat dengan N-Heksan Daun Nyirih ( Xylocarpus granatum) Suhaera Suhaera; Mawardi Badar; Nurelita Nurelita
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i1.7396

Abstract

Medicinal plants are very popular among Indonesian people as ingredients for traditional medicine. One of the medicinal plants is Nyirih (Xylocarpus granatum) from the Meliaceae family which is empirically used as a diarrhea medicine and wound cleanser. This study aimed to determine the antibacterial activity of ethyl acetate and n-hexane extract of Nyirih (Xylocarpus granatum) against Pseudomonas aeruginosa, Sthapylococcus aureus bacteria and the fungus Candida albicans. The method used is the paper disc diffusion method with a concentration of Nyirih leaves at 50%, 75%, and 100%. The results of antibacterial activity of the ethyl acetate extract of Nyirih leaves against Pseudomonas aeruginosa and Sthapylococcus aureus bacteria resulted in a DDH value (diameter of the inhibition zone) 9.83 mm - 21.28 mm, but for n-hexane extract did not produce a DDH value. The test results for antifungal activity of extract ethyl acetate and n-heksan of Nyirih leaves against Candida albicans did not produce a DDH value (diameter of the inhibition zone). Ethyl acetate extract of Nyirih leaves has potential as an antibacterial.
ISOLASI SENYAWA ALKALOID DARI TUMBUHAN MAHONI (Switenia mahagoni Jacq) Muhammad Taupik; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Moh Adam Mustapa
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa Alkaloid yang terkandung didalam biji buah mahoni (Switenia mahagoni Jacq). Senyawa target hasil isolasi diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Proses pengambilan senyawa menggunakan metode refluks hingga diperoleh ekstrak kental berwarna hijau gelap sebanyak 27 gram. Identifikasi awal dilakukan dengan skrining fitokimia pada ekstrak kental methanol, meliputi skrining senyawa alakaloid, flavonoid, dan saponin. Proses fraksinasi dilakukan dengan sistem partisis cair-cair menggunakan n-heksanaa dan metanol dan selanjutnya hasil partisi dipekatkan dengan rotary evaporator. Fraksi metanol dielusi pada plat KLT (Kromatografi Lapis Tipis) guna mendapatkan formulasi eluen terbaik untuk dilanjutkan pada Kromatografi Cair Vakum (KCV) dan diperoleh formula eluen terbaik n-heksanaa:metanol (4:1). Proses pemisahan menggunakan KCV dengan silica gel 60 PF254, dengan system eluen n-heksana:metanol bergradien. Isolat dievaluasi kemurniannya menggunakan KLT. Isolat diidentifikasi menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dan serapan diperoleh pada panjang gelombang gelombang 208, 240, 286 nm. Nilai absorbansi berturutturut 0,318; 0,852; dan 0,443 A. Hasil interpretasi data mengkonfirmasi bahwa terdapat ikatan rangkap terkonjugasi dikarenakan serapan terbentuk pada panjang gelombang 250-800 nm. Diduga terjadi transisi nπ* yang mengindikasikan gugus N-H dengan abrosbansi pada rentang ultraviolet kuarsa (200-400 nm).
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan Ekstrak Metanol Daun Kerai Payung (Filicium decipiens) terhadap Staphylococcus epidermidis Windi Wildani; Reh Malem br Karo; Wardah Fitria Tanjung; Afri Abdiansyah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i1.7382

Abstract

Kerai Payung (Filicium decipiens) belongs to the Sapindaceae family, which contains several active compounds that can be used as antibacterial. This study aims to determine secondary metabolites contained in the parasol leaf and the antibacterial activity of n-hexane fraction of the parasol leaf against Staphylococcus epidermidis bacteria. Identification of compound components in the n-hexane fraction of Kerai Payung leaves was carried out qualitatively by TLC using a solvent ratio of n-hexane: ethyl acetate (9:1), (8:2) and (7:3). The best separation result was using nhexane:ethyl acetate (7:3) solvent to produce 7 spots visible at 366 nm UV. The antibacterial activity was tested using the disc diffusion method (Kirby and Bauer diffusion). The concentration variations of the n-hexane fraction were 25%, 50%, 75%, 100%, control (+) cifroploxacin and control (-) DMSO (Dimethyl sulfoxide). The results of the antibacterial test against Staphylococcus epidermidis showed that the average value of the largest inhibition zone diameter was obtained at a concentration of 75%, which was 12.77 mm. The concentration groups of 25%, 50%, and 100% were 9.77 mm, 11.42 mm, 10.75 mm, respectively. Meanwhile, the K(+) group, namely Cifrofloxacin, was 31.95 mm.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb ) pada BakteriStaphylococcus aureus Angraini Siregar; Maya Sari Mutia; Ali Napiah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i1.7403

Abstract

Pegagan leaves are one of the plants used as medicine with the latin name Centella asiatica (L.) Urb. The results of phyitochemical screening that have been carried out show that pegagan leaves contain tannin, steroid and flavonoid hich have an antibacterial function by inhibiting bacterial action in cell formation and even growth. The purpose of this study was to determine the activity of extract of pegagan leaf in inhibiting Staphylococcus aureus. This type of research is in experiment with 6 treatments, namely DMSO as a negative control, an chloramphenicol as positive control and pegagan leaf extract at concentrations 25%, 50%, 75% and 100%. Extraction process of pegagan leaf by maceration method and in the antibacterial test using disc diffusion. Based on the results of the study show that pegagan leaf has antibacterial effect against Staphylococcus aureus which at concetration 25% is 7.7 mm, 50% is 10.37 mm, 75% is 12.4 mm and 100% is 12.18 mm.
FORMULASI DAN EVALUASI KRIM LIDAH BUAYA (ALOE VERA Linn) SEBAGAI PELEMBAB KULIT Benni Iskandar; Mira Janita; Leny Leny
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5774

Abstract

Lidah Buaya (Aloe vera Linn) mengandung polisakarida yang berperan dalam meningkatkan kadar air pada kulit, merangsang fibroblas untuk meningkatkan produksi kolagen serta elastin unutk menjadikan kulit lebih elastis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah lendir lidah buaya dapat dibuat menjadi bentuk sediaan krim yang memenuhi persyaratan evaluasi seperti pada Farmakope Indonesia (FI) ataupun buku standar lainnya. Merupakan penelitian eksperimental, dibuat dengan 2 jenis formula, FI (20%,80%) dan FII (30%, 70%). Pengujian fisik sediaan meliputi organoleptis, penentuan nilai pH, daya sebar, homogenitas, pengamatan stabilitas penyimpanan berdasarkan suhu, tipe emulsi krim serta pengujian iritasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kedua variasi konsentrasi dapat memenuhi kriteria krim sesuai dengan persyaratan Farmakope Indonesia (FI) dan buku standar lainnya.
EVALUASI FISIK SEDIAAN KONDISIONER DENGAN VARIAN EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum.) Solikah Ana Estikomah; Anugerah Suciati; Vita Kaunia
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6648

Abstract

Rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) jenis tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai obat herbal.  Rimpang lengkuas merah mengandung minyak atsiri terdiri dari metilsinamat, eugenol, senyawa flavonoid, alkaloid, steroid yang dapat berfungsi sebagai antijamur dan antibakteri, yang dapat berfungsi sebagai sediaan kondisioner. Sediaan kondisioner memiliki keunggulan lebih praktis dan merupakan salah satu sediaan semi padat yang digunakan untuk pemakaian luar dengan cara dioleskan pada bagian rambut setelah penggunaan shampo. Tujuan penelitian ini untuk mendapakan formulasi sediaan kondisioner dengan konsentrasi ektrak rimpang lengkuas 5%, 10%, dan 15%  pembanding yang digunakan dalam penelitian ini yaitu formulasi sediaan kondisioner tanpa zat aktif. Evaluasi fisik yang dilakukan dalam penelitian ini berupa uji stabilitas dengan metode cycling-test selama 6 siklus yaitu 12 hari yang mencakup uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji ketahanan krim. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa formula 2 merupakan formula yang terbaik dengan konsentrasi 5% ekstrak rimpang lengkuas merah. Berdasarkan uji organoleptik menunujukkan kondisioner pada penelitian ini memiliki bau khas rimpang lengkuas merah, berwarna coklat, berstektur lembut, kental, homogenitas yang stabil, nilai pH antara 5,6-6,3, nilai viskositas antara 5.061,0-18.398,0. Semua formulasi menunjukkan mengalami kenaikan dan penurunan selama waktu penyimpanan.

Page 8 of 19 | Total Record : 186