cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 124 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BALSEM STICK AROMATERAPI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata)
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.62378

Abstract

Minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) berpotensi sebagai senyawa aktif dalam sediaan aromaterapi karena mengandung senyawa linalool dan caryophyllene yang diketahui memiliki efek relaksasi. Aromaterapi minyak atsiri dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk sediaan topikal salah satunya adalah bentuk balsem stick. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan balsem stick aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga. Formulasi sediaan balsem stick aromaterapi menggunakan metode peleburan. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya lekat, titik lebur, pH, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi sediaan balsem stick aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga memenuhi syarat organoleptik (stick semi padat, berwarna putih dan berbau minyak atsiri bunga kenanga dengan sensasi mentol), homogen, daya lekat (4,33-6,63), titik lebur (57,67-62,67), pH (4,90-5,37), tidak mengiritasi kulit dan formulasi dengan konsentrasi 4% menjadi sediaan yang paling banyak disukai. Dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dapat diformulasikan menjadi sediaan balsem stick aromaterapi.
PEMANTAUAN KADAR OBAT ANTIEPILEPSI DALAM DARAH TERHADAP LUARAN KLINIS PASIEN EPILEPSI RAWAT JALAN: PENDEKATAN FARMAKOKINETIKA Deby Afriani Mpila; Weny Indayany Wiyono; Meilani Jayanti
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v9i1.64678

Abstract

Therapeutic drug monitoring is an important part of epilepsy therapy management. The correct dosage is essential for controlling epileptic seizures and avoiding side effects, toxicity and treatment failure. This study aims to determine the level of antiepileptic drugs in the blood using a pharmacokinetic model and its effect on the clinical outcomes of epilepsy ambulatory patients at Prof. Dr. R.D. Kandou General Hospital in Manado. This study is an analytical observational study with a cross-sectional design. Data was collected retrospectively from the medical records of epilepsy patients who used antiepileptic drugs between July 2024 and July 2025. Data collection was conducted from July to September 2025 on 75 medical records that met the inclusion and exclusion criteria. The data was analysed statistically using the bivariate Chi-Square Test. The results showed no significant effect between antiepileptic drug levels in the blood and the clinical outcome of seizure-free duration (p>0.05), both for valproic acid (p=0.753) and phenytoin (p=0.533). In conclusion, although blood drug levels varied (too low, within the therapeutic range, or too high), these differences did not significantly affect the length of time patients remained seizure-free. Thus, decisions regarding dose adjustment can be based on clinical response, such as the presence or absence of seizures, side effect, and treatment adherence. Keywords: therapeutic drug monitoring, antiepileptic, pharmacokinetics, clinical outcome
KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK TOTAL SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH SAGU (Metroxylon sagu Rottb) Muhammad Fathurrachman Mantali; Ahlan Sangkal; Febrianika Ayu Kusumaningtyas; Ezrani Tasiam; Priska Juanita Pakingki; Fauzia Saleh; Moh Hendra Dunggio; Sefriyanti Bolota; Fridly Manawan
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v9i1.68005

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb) memiliki potensi dikembangkan sebagai obat bahan alam, salah satunya sebagai antioksidan, salah satunya pada bagian daging buahnya. Untuk itu perlu diteliti kadar senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan seperti flavonoid dan fenolik. Penelitian ini menggunakan daging buah sagu yang diekstraksi dengan metode maserasi etanol 96%, kemudian dilakukan uji kadar flavonoid total dengan kesetaraan kuersetin dan fenolik total dengan kesetaraan asam galat menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah sagu memiliki kadar flavonoid total sebesar 14,088 mgQE/g dan kadar fenolik total sebesar 19,711 mgGAE/g serta memiliki IC50 sebesar 61,022 ppm dibanding vitamin C memiliki IC50 sebesar 2,392 ppm. Hal ini menunjukkan daging buah sagu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan didukung kadar senyawa bersifat antioksidan yang baik.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DAN ANTIBAKTER KRIM MINYAK ATSIRI DAUN ROSEMARY (Rosemarinus officinalis L alip desi suyono saputri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/d67ymv84

Abstract

Rosemary leaves contain essential oil compounds that have antibacterial and anti-inflammatory activities. The main components of essential oils are α-pinene, 1,8-cineole, camphene, kmafer, sabinene, bornyl acetate linalool. The cream formulation was chosen because of its more practical use. This study aims to obtain a formula for a rosemary leaf essential oil cream preparation as a treatment for rabbit back skin infections and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Isolation of essential oils was obtained using the water distillation extraction method. Anti-inflammatory activity testing was carried out by infecting the injured rabbit back skin and giving Staphylococcus aureus bacteria. After 24 hours, they were treated with rosemary leaf essential oil cream with concentrations of 5%, 10%, and 15%. The diffusion method was used to test the antibacterial activity of rosemary leaf essential oil cream. The results showed that the antibacterial activity of rosemary leaf essential oil cream was characterized by the formation of inhibition zones around the wells. Anti-inflammatory testing on rabbit backs showed that rosemary leaf essential oil cream with a concentration of 15% had more effective anti-inflammatory activity than concentrations of 5% and 10%.

Page 13 of 13 | Total Record : 124