cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 95 Documents
Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam Di Rsud Raja Ahmad Tabib Yerlina; Syafitri, Dina Mulyana
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.53534

Abstract

Treatment of infectious diseases relies heavily on the use of antibiotics. The use of antibiotics triggers antibiotic resistance and is accelerated by inappropriate administration of antibiotics. It is hoped that wise use of antibiotics and optimal infection control can prevent antibiotic resistance from occurring. One way to reduce antibiotic resistance is to evaluate antibiotic use. The aim of the research is to look at the quantitative picture of antibiotic use, determine antibiotic Drug Utilization (DU) 90% and determine the percentage of total antibiotic consumption (DDD) based on the AWaRe (access, watch, reserve) category in Internal Medicine inpatients for the period January – August 2022. This research is a descriptive-analytic study with retrospective data collection which is then analyzed using the ATC/DDD method. The results of the study showed that the highest DDD/100 inpatient days were ceftriaxone (38.20), ceftazidime (13.13) and levofloxazin (6.59). Antibiotics included in the 90% DU are ceftriaxone, ceftazidime, levofloxazin, metronidazole, ampicillin sulbactam, vancomycin and meropenem. The use of antibiotics based on the AWaRe group was access 14.38%, wacth 81.50% and reserve 4.12%. Pengobatan penyakit infeksi sangat bergantung pada penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik memicu terjadinya resistensi antibiotik dan dipercepat dengan pemberian antibiotik yang tidak tepat. Penggunaan antibiotik yang bijak dan pengendalian infeksi secara optimal diharapkan dapat menghambat terjadi resistensi antibiotik. Salah satu cara untuk mengurangi terjadi resistensi antibiotik adalah dengan melakukan evaluasi penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian adalah melihat gambaran penggunaan antibiotik secara kuantitatif, menentukan antibiotik Drug Utilization (DU) 90% dan menentukan persentase total konsumsi antibiotik (DDD) berdasarkan kategori AWaRe (access, watch, reserve) pada pasien rawat inap Penyakit Dalam periode Januari – Agustus 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik dengan pengambilan data secara retrospektif yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai DDD/100 hari rawat inap terbanyak adalah seftriakson (38.20), seftazidim (13.13) dan levofloksazin (6.59). Antibiotik yang termasuk dalam DU 90% adalah seftriakson, seftazidim, levofloksazin, metronidazol, ampisilin sulbactam, vankomisin dan meropenem. Penggunaan antibiotik berdasarkan kelompok AWaRe adalah access 14,38%, wacth 81,50% dan reserve 4.12%.
UJI ANTIOKSIDAN JAMUR ENDOFITIK BJS-3 YANG BERASOSIASI DENGAN BIJI SAMBILOTO (Andrographis paniculata) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhirazil) PADA MEDIA PERTUMBUHAN KACANG HIJAU Yusnita, Rani; Oktria, Wandi; Silvani, Mauline Adia; Riga, Riga
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.55890

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah salah satu tanaman yang tergolong dalam famili Acanthaceae. A. paniculata dilaporkan mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan dan efektif dalam menetralisir radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis uji skrining fitokimia dan menguji aktivitas antioksidan (IC50) jamur endofitik BJS-3 yang berkolonisasi dalam biji sambiloto. Uji analisis fitokimia mengindikasikan ekstrak etil asetat (EtOAc) jamur endofitik BJS-3 positif mengandung senyawa alkaloid, steroid, terpenoid, dan fenolik. Hasil uji antioksidan yang diperoleh menunjukkan adanya kemampuan aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 = 70,82 ppm. Menariknya, aktivitas antioksidan jamur BJS-3 pada media pertumbuhan kacang hijau pertama kali dilakukan pada penelitian ini.
PENGARUH PEMBERIAN SUBKRONIK INFUSA ROSELLA TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIK ORGAN LAMBUNG DAN HEPAR TIKUS PUTIH Lebang, Julianri Sari; Datu, Olvie Syenni; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.57602

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdarifa) merupakan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat dan perlu diteliti data keamanan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian subkronik infusa kelopak bunga rosella terhadap lambung dan hepar tikus putih. Rosella diekstraksi menggunakan metode infus dengan 3 konsentrasi berbeda. Infusa selanjutnya diberikan kepada tikus selama 28 hari. Parameter pengamatan yaitu ada tidaknya kematian hewan, penurunan berat badan, nilai indeks organ dan abnormalitas organ yang diamati secara makroskopik. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan gejala toksik dan kematian hewan, peningkatan berat badan hewan pada setiap waktu pengukuran, tidak terjadi perubahan warna dan konsistensi organ lambung dan hepar pada ketiga kelompok hewan yang diberi infusa. Tetapi nilai indeks organ hepar pada pemberian infusa konsentrasi 12,5% dan 25% menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa Pemberian subkronik infusa rosella tidak menimbulkan abnormalitas organ lambung dan hepar tikus, tetapi pada konsentrasi 12,5% dan 25% terjadi penurunan indeks organ hepar.
Pengembangan dan Karakterisasi Gel Asam Salisilat Menggunakan Pati Sagu Pregelatinasi yang Dimodifikasi sebagai Agen Pembentuk Gel Mansauda, Karlah Lifie Riani; Suoth, Elly Juliana; Rumondor, Erladys M.
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Natural sago starch has limitations, including low solubility, weak structure, and poor storage stability. Modification through pregelatinization can improve the functional properties of starch, including its role as a gelling agent. This study aims to formulate and evaluate a salicylic acid gel using pregelatinized modified sago starch as a gelling agent. The pregelatinized starch was characterized and then formulated into a gel preparation and evaluated for its physical properties. The characterization results showed a starch content of 85.27% with amylose 27.42%, and amylopectin 57.84%. The swelling power was 20.22 g/g, solubility 61.19%, and the degree of gelatinization reached 61.83%. The physical tests of the gel showed good results, including pH (4.8-5.3), adhesion (1.47-4.70 seconds), and spreadability (4.67-7.29 cm). In conclusion, pregelatinized sago starch can function as an effective gelling agent in the formulation of salicylic acid gel. Keywords: Pregelatinization, Gelling agent, Sago Starch (Metroxylon sp.), Gel ABSTRAK Pati sagu alami memiliki keterbatasan, termasuk kelarutan yang rendah, struktur yang lemah dan stabilitas penyimpanan yang buruk. Modifikasi melalui pregelatinisasi dapat meningkatkan sifat fungsional pati, termasuk sebagai bahan pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi gel asam salisilat menggunakan pati sagu termodifikasi pregelatinasi sebagai agen pembentuk gel. Pati alami yang mengalami proses pregelatinisasi dikarakterisasi dan kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dan dievaluasi fisik gel. Hasil karakterisasi menunjukkan kadar pati sebesar 85,27% dengan kadar amilosa 27,42%, dan amilopektin 57,84%. Swelling power adalah 20,22 g/g, kelarutan 61,19%, dan derajat gelatinisasi mencapai 61,83%. Uji fisik gel menunjukkan hasil yang baik, termasuk pH (4,8-5,3), daya lekat (1,47-4,7 detik), dan daya sebar (4,67-7,29 cm). Kesimpulannya, pati sagu pregelatinisasi dapat berperan sebagai gelling agent yang efektif dalam formulasi gel asam salisilat. Kata kunci: Pregelatinasi, Agen Pembentuk Gel, Pati Sagu (Metroxylon sp.), Gel
PENGEMBANGAN FORMULA BODY LOTION EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) SEBAGAI PELEMBAB : UJI EFEKTIVITAS MENGGUNAKAN SKIN MOISTURE ANALYZER Siampa, Jainer; Papu, Adelfia; Jayanto, Imam
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.58948

Abstract

Nowadays, modern society's activities are mostly carried out outside, so the harmful effects of changes in temperature, exposure to UV radiation, pollution and air humidity, namely a decrease or even loss of skin moisture, cannot be avoided. If untreated, reduced moisture in the skin will not only make the skin scaly, but will also cause irritation or injury to the skin. This research aimed to test the moisturizing effect of the best body lotion formula and also test irritation and hedonics. This test had received ethical approval and was carried out on the same panelists and the moisturizing effect of the preparation was measured using a skin moisture analyzer. The results obtained show that the formulation could increase the moisture of the panelists' skin by 56% and irritation testing showed no redness and swelling. So it can be concluded that the cinnamon extract body lotion formula had a moisturizing effect and not irritating so it was harmless to apply on the skin.
STANDARISASI EKSTRAK MANGROVE Sonneratia ovata Backer. DARI DESA TONGKAINA, BUNAKEN, SULAWESI UTARA SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT TOPIKAL Jaya Edy, Hosea; Parwanto, edy; Sudewi, Sri; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.59468

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang tumbuh pada area pantai atau daerah pesisir, hingga membentuk ekosistem hutan mangrove. Mangrove memiliki kandungan metabolit sekunder yang sangat beragam dan sangat berpotensi sebagai bahan baku obat-obatan. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi dan standarisasi ekstrak daun mangrove Sonneratia ovata Backer. yang dikoleksi dari desa Tongkaina, Sulawesi Utara. Metode standarisasi ekstrak dengan melakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non-spesifik ekstrak serta pengujian sterilitas ekstrak etanol daun mangrove Sonneratia ovata Backer. dari desa Tongkaina. Nilai kadar sari ekstrak etanol terlarut air adalah 18,78 % dan nilai kadar sari ekstrak larut etanol adalah 25,44%. Nilai susut pengeringan dari ekstrak etanol daun S. ovata adalah 0,187 % dan nilai kadar air dalam ekstrak adalah 7,254 %. Nilai kadar abu ekstrak daun S. ovata adalah 3,940 % dan nilai kadar abu tidak larut asam adalah 0,410 %. Ekstrak etanol daun S. ovata bebas kontaminan mikroorganisme dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku zat aktif sediaan topikal berbasis bahan alami.
PENGARUH KONSENTRASI GLUKOMANAN TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN GEL ASAM ASKORBAT Abdullah, Surya Sumantri; Antasionasti, Irma; Rundengan, Gerald Edward; Tasiam, Ezrani; Abdullah, Rezky Putri Indarwati
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel preparations usually contain gelling agents which are critical factors that can affect the physical properties of the gel. The purpose to determine the appropriate variation of glucomannan concentration in the formulation of ascorbic acid gel on the physical characteristics of the gel. The research method began with the formulation of gel preparations using glucomannan as a gelling agent with variations in glucomannan concentrations at F1 (1%), F2 (1.5%) and F3 (2%). The gels were evaluated by their physical properties, including in the organoleptic, pH, homogeneity, adhesion, and spreadability tests. The research showed that in the pH and adhesiveness tests, increasing the concentration of glucomannan could increased the pH and adhesiveness of the gel. However, the spreadability of the gel decreased with increasing glucomannan concentration. The gel formula with 2% glucomannan concentration (F3) showed higher adhesion, as well as higher pH, although the gel spreadability decreased. From the evaluation results, all meet requirement for physically stable.
PEMBUATAN CUKA SALAK DAN PENGARUH PEMBERIAN CUKA SALAK TERHADAP KADAR ASAM URAT TIKUS PUTIH HIPERURISEMIA Datu, Olvie Syenni; Siampa, Jainer Pasca; Lebang, Julianri Sari
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh kelainan metabolisme purin, terutama karena peningkatan pembentukan atau penurunan ekskresi urat. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa terdapat 7,44 juta kasus hiperurisemia di seluruh dunia pada tahun 2017 dan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) pada tahun 2018, prevalensi penyakit sendi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 8,35%, di atas rata-rata nasional sebesar 7,3%, selain faktor genetik makanan tinggi purin juga menjadi faktor risiko asam urat. Salak merupakan salah satu buah yang potensial untuk dikembangkan menjadi produk farmasi. Cuka adalah produk yang diperoleh dari fermentasi bahan yang mengandung gula atau pati melalui proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan cuka salak dan untuk menguji efek pemberian cuka salak pada tikus putih hiperurisemia yang diinduksi dengan jus hati ayam. Cuka salak diperoleh dari fermentasi buah salak dengan menggunakan bakteri Saccharomyces cereviciae dan bakteri acetobacter aceti. Data menunjukkan bahwa cuka salak memiliki aroma khas buah salak dengan pH 3,46. Aktivitas antihiperurisemia menunjukkan bahwa cuka salak memiliki potensi untuk menurunkan kadar asam urat pada tikus putih hiperurisemia.
EVALUASI KEMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA IBU HAMIL PASIEN RAWAT JALAN POLI OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSU QUEEN LATIFA KULON PROGO Faizah, Nurul; Pramesti, Novita Ayu; Yogananda, Amrina Amalia
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.54727

Abstract

Penggunaan obat selama kehamilan perlu mendapat perhatian khusus. Tujuan penelitian ini untukmengetahui karakteristik subjek pasien, mengetahui penggunaan obat pada pasien, dan mengetahuikeamanan penggunaan obat pada ibu hamil di RSU Queen Latifa Kulon Progo. Penelitian ini merupakanpenelitian observasional deskriptif menggunakan data retrospektif. Subjek uji penelitian ini adalah pasien ibuhamil pada bulan Maret-Juni 2023 yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian bahwapasien ibu hamil paling banyak ditangani yaitu berumur 20-35 tahun sebesar 83,14%, umurkehamilan paling banyak ditangani yaitu pada trimester III sebesar 43,8%, tidak ada keluhansebesar 44%, dan diagnosis paling banyak ditangani adalah supervision of normal pregnancysebesar 42,86%. Penggunaan obat paling banyak diresepkan yaitu golongan vitamin dan mineralsebesar 67,04%. Evaluasi keamanan penggunaan obat pada ibu hamil menurut kategori FDA yaitukategori A sebesar 47,75%, kategori B sebesar 18,30%, kategori C sebesar 32,01%, kategori D, Xtidak ditemukan, dan belum dikategorikan (N) sebesar 1,85%.
UJI POTENSI ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) DENGAN METODE LIEBERMANN BURCHARD Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.62146

Abstract

The busy and hectic lifestyle of society leads people to often consume instant food. Instant foods that contain high levels of fat, cholesterol, and calories can trigger the occurrence of degenerative diseases, such as hypercholesterolemia, which is an increase in cholesterol levels in the blood. The compounds found in red guava fruit (Psidium guajava L.) include alkaloids, phenolics, saponins, and tannins, which are believed to help lower cholesterol levels. This study aims to evaluate the extract of red guava fruit as a cholesterol-lowering agent by measuring the EC50 value in vitro. The EC50 reduction activity was determined using the Lieberman-Burchard technique through UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 669 nm. Extracts from red guava fruit were used at concentrations of 50, 75, 100, 125, and 150 ppm, respectively. This study reveals that the extract of red guava fruit shows anti-cholesterol activity at a concentration of 113.59 ppm.

Page 9 of 10 | Total Record : 95