cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 124 Documents
Pemanfaatan Bawang Merah (Allium cepa L) Sebagai Antibakteri di Indonesia
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i1.41894

Abstract

Salah satu tanaman holtikultura dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia adalah bawang merah (Allium cepa L). Pemanfaatan yang paling umum dalam kehidupan keseharian dari bawang merah adalah sebagai bumbu masakan. Bawang merah memiliki potensi sebagai bahan baku obat tradisional karena kandungan kimianya. Kandungan kimia dari berbagai ekstrak bawang merah diantaranya adalah quersetin, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, polifenol dan alkaloid. Berbagai tipe pelarut seperti aquadest, etanol 80 dan 96%, serta methanol digunakan untuk menyari zat aktif dari bawang merah. Berbagai macam ekstrak dengan pelarut yang berbeda terbukti memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona hambat yang jernih pada area sekitar pengujian. Berbagai macam bakteri yang mampu dihambat pertumbuhannya oleh ekstrak bawang merah adalah Propionibacterium acne,  Staphylococcus aureus,  Staphylococcus epidermidis, Streptococcus mutans Salmonella thypi dan Eschericia coli. Kemampuan atau aktivitas antibakteri dari bawang merah berspektrum luas karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram negative dan gram positif.
STUDI PENGGUNAAN SEFTRIAKSON DAN GENTAMISIN BERDASARKAN LAMA TERAPI PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : STUDY OF THE USE OF CEFTRIAXON AND GENTAMICYN BASED ON LONG THERAPY OF CHILD PNEUMONIA IN PATIENTS HOSPITAL Mumfasiroh Saputri mumfasiroh; Farah Bidara; Dyah Ariyani Perwitasari; Muhammad Ardhani; Intan Fatah Kumara
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.48733

Abstract

Pneumonia is a disease that is a problem in various countries in the world, including Indonesia. Pneumonia in children requires appropriate antibiotic therapy, some of the antibiotics used include Ceftriaxone and Gentamicyn. The aim was to compare the duration of therapy between Ceftriaxone and Gentamicyn. Samples were taken from Yadika Pondok Bambu Hospital, East Jakarta and Mitra Paramedika Hospital, Yogyakarta in the period 2017 to 2020. This research method is descriptive research with retrospective data collection. Data taken from medical records are patient demographic data, patient characteristics, type of antibiotic, length of stay, duration of antibiotic therapy. The results of the study showed that the duration of Ceftriaxone and Gentamicyn therapy at Mitra Paramedika Hospital Yogyakarta was 2.0 days and 2.6 days shorter compared to Yadika Pondok Bambu Hospital, East Jakarta, which was 3.7 days and 4.3 days. From the results of this data, it shows that the trend of using antibiotics is equally effective for both long and short durations of therapy. Keywords: antibiotics; pneumonia; child; studies; duration of therapy
GRANUL EKSTRAK DAGING BUAH PALA SEBAGAI SUPLEMEN IMUNOMODULATOR YANG DIUJI SECARA IN VITRO Putri Margaretha Glaudy Pani; Amanda Putri Pratikto; I Dewa Ayu Accyuta Kirana; Tamariska Putri Pratikto; Brigitte Dominique Lalujan; Jelly Angelia; Julianri Sari Lebang
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.58439

Abstract

Nutmeg fruit flesh contains secondary metabolites that are beneficial to health. The secondary metabolites contained in nutmeg fruit flesh are flavonoids and alkaloids. This study aimed to formulate nutmeg fruit flesh extract into granules as an immunomodulatory supplement and test its phagocytosis activity in vitro. The methods used include the extraction of nutmeg fruit flesh using 70% ethanol maceration, granule formulation with three variations of extract concentration (10%, 15%, 20%), in vitro testing of macrophage phagocytosis activity, and evaluation of the granule formulation. The results showed that the test solution with a 20% concentration exhibited a high phagocytosis value of 69.01%. Increasing the extract concentration resulted in increased phagocytosis activity values, indicating that the immunomodulatory effect of the extract stimulates macrophage cells to phagocytose the test bacterial cells. Therefore, it can be concluded that nutmeg fruit extract granules can serve as an immunomodulatory supplement to enhance the immune system.
UJI NILAI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) SEDIAAN HAND AND BODY LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR Fadilah Qonitah; Salsabila Fathin; Ahwan; Reni Ariastuti
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.58784

Abstract

Tabir surya merupakan sediaan yang berfungsi sebagai pelindung dari radiasi sinar ultraviolet yang bekerja dengan cara menyerap, memantulkan, dan menghamburkan sinar ultraviolet. Daun kelor (Moringa oleifera L) diketahui memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi mutu fisik sediaan, dan mengetahui nilai SPF. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hand and body lotion ekstrak etanol daun kelor memenuhi syarat mutu fisik organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas, namun tidak memenuhi daya lekat pada formula 2, 3, dan tidak memenuhi syarat daya sebar. Hasil uji nilai SPF menunjukkan bahwa sediaan hand and body lotion ekstrak etanol daun kelor memiliki nilai SPF paling tinggi pada F3 sebesar 10,837 ± 1,063 (proteksi maksimal). Hasil statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas tabir surya yang signifikan antar formula.
KARAKTERISASI EKSTRAK KULIT BAJAKAH KUNING (Unicaria nervosa) Arman Rusman; Baso Didik Hikmawan; Maria Almeida; Hifdzur Rashif Rijai; riki riki; Haeruddin Haeruddin; Herman Herman
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.61327

Abstract

Bajakah is often used by Dayak people as a traditional medicine. This plant belongs to the genus unicaria. Plants in the genus unicaria are known to contain many secondary metabolite compounds which have many pharmacological activities. This research was conducted to look at the characteristics of extracts from yellow bajakah including organoleptic examination, drying shrinkage test, water content test, measurement of extract pH, ash content, heavy metal contamination, microbial contamination. The research results showed that the organoleptic examination met the FHI requirements, the drying loss of the extract was 9.56%, the water content was 4.71%, the pH of the extract was 6.41, the ash content was 6.49%, heavy metal contamination with Pb content parameters <0.0172 mg/ L, Cd <0.0084 mg/L, As <0.0002 mg/L, microbial contamination below normal limits. Based on this, yellow bajakah bark extract has extract characteristics that are in accordance with those specified in the Indonesian Herbal Pharmacopoeia (FHI)
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTI NYAMUK MAT ELEKTRIK EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH DURIAN (Durio Zibenthinus L.): FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTI NYAMUK MAT ELEKTRIK EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH DURIAN (Durio Zibenthinus L.) Rose Intan Perma Sari Rose; Havis Arya Perdana; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.61363

Abstract

ABSTRACT The composition of electric mosquito repellent contains the active ingredient d-allethrin which is a group of pyrethroids, metofluthrin, cyphenothrin which are very dangerous for health if used for a long period of time. Durian skin extract is a natural insecticide that can be an alternative ingredient as a substitute for chemicals from mosquito repellent products. This study aims to formulate an electric mosquito repellent preparation and to determine the ability of the preparation as a repellent. The preparation is made in four formulas, namely, F0 (0%), F1 (25%), F2 (35%) and F3 (45%). The preparation was then tested for physical properties including organoleptic, water content, density, weight uniformity, burning time test and repellent effectiveness. The results showed that the preparation met the parameters for testing physical properties. The effectiveness test using 25 mosquitoes exposed for 1 hour to the electric mat mosquito repellent preparation at F0, F1 and F2 did not meet the effectiveness value as a repellent because it was <80%, while at F3 it met the effectiveness value as a repellent of 82.7%. Keywords: Durian Fruit Peel, Extract, Mosquito Repellent, Electric Mat ABSTRAK Komposisi anti nyamuk elektrik mengandung bahan aktif d-allethrin yang merupakan golongan dari pyrethroid, metoflutrin, sifenotrin yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Ekstrak kulit durian merupakan bahan insektisida alami yang bisa menjadi bahan alternatif sebagai pengganti bahan kimia dari produk pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan anti nyamuk mat elektrik dan untuk mengetahui kemampuan sediaan sebagai repellent. Sediaan dibuat dalam empat formula yaitu, F0 (0%), F1 (25 %), F2 (35%) dan F3 (45 %). Sediaan kemudian dilakukan pengujian sifat fisik meliputi organoleptis, kadar air, kerapatan, keseragaman bobot, uji lama bakar dan efektivitas repellent. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan memenuhi parameter pengujian sifat fisik. Uji efektivitas menggunakan 25 ekor nyamuk yang dipaparkan selama 1 jam pada sediaan anti nyamuk mat elektrik pada F0, F1 dan F2 tidak memenuhi nilai efektivitas sebagai repellent karena < 80%, sedangkan pada F3 memenuhi nilai efektivitas sebagai repellent 82,7%. Kata kunci: Kulit Buah Durian, Ekstrak, Anti Nyamuk, Elektrik Mat
PENGARUH VARIASI PELARUT PADA EKSTRAK DAUN INSULIN (Smallanthus sonchifolius) SEBAGAI ANTIOKSIDAN alip desi suyono saputri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.61698

Abstract

Free radicals can damage body cells through the oxidation process. Antioxidants are compounds that can neutralize free radicals and prevent cell damage. One that has antioxidant activity is the insulin plant (Smallanthus soncifolius) with compounds that act as antioxidants, namely flavonoids and phenols. This study aims to determine the effect of solvents on the antioxidant activity of insulin leaves. The method of testing antioxidant activity is DPPH and ABTS with aquadest, 50% ethanol, and 96% ethanol solvents for the extraction process. Samples of DPPH Aquadest (DA), DPPH ethanol 50% (DE50), DPPH Ethanol 96% (DE96), ABTS Aquadest (AA), ABTS Ethanol 50% (AE50) and ABTS 96% (AE96) were obtained. The test results obtained were AA (12.13 ppm), AE50 (16.24 ppm), AE96 (18.91 ppm), DA (21.40 ppm), DE50 (22.29 ppm), and DE96 (25.06 ppm). It can be concluded that the selection of solvents affects the antioxidant activity of insulin leaves (Smallanthus sonchifolius). Aquadest solvent has the best antioxidant activity (p <0.05)
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN DAUN JERUK PURUT (Cytrus hystrix DC.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Salmonella typhi DAN Staphylococcus aureus
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.62171

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) dan jeruk purut (Citrus hystrix DC.) memiliki potensi sebagai obat tradisional dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek kombinasi ekstrak etanol daun alpukat dan jeruk purut terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus, serta menentukan konsentrasi yang menghasilkan zona hambat terbesar. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan kontrol positif antibiotik kloramfenikol 250 mg, kontrol negatif DMSO 10%, dan kombinasi ekstrak pada konsentrasi masing-masing (25%, 30%, dan 35%) dengan perbandingan ekstrak 1:1. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak pada konsentrasi 25%, 30%, dan 35% efektif terhadap kedua bakteri, dengan diameter zona hambat terhadap Salmonella typhi masing-masing 12,06 mm, 12,9 mm, dan 13,81 mm (kategori kuat), serta untuk Staphylococcus aureus sebesar 9,46 mm, 10,41 mm (kategori sedang), dan 11 mm (kategori kuat). Pada penelitian ini, peningkatan konsentrasi ekstrak menunjukkan semakin besar diameter zona hambat pertumbuhan bakteri.
ANALISIS KADAR VITAMIN E PADA KRIM WAJAH TIDAK TERNOTIFIKASI YANG BEREDAR DI PASAR BERSEHATI MANADO
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i1.62182

Abstract

Peredaran krim wajah tidak ternotifikasi yang mengklaim mengandung vitamin E semakin meningkat. Namun, belum ada kepastian mengenai kandungan vitamin E dalam produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin E dalam krim wajah tidak ternotifikasi yang beredar di Pasar Bersehati Manado menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis dengan teknik derivatisasi. Analisis kualitatif (KLT) menunjukkan bahwa hanya sampel kontrol dan sampel A yang memiliki nilai Rf sebesar 0,733, sesuai dengan nilai Rf baku vitamin E. Analisis kuantitatif (Spektrofotometri UV-Vis) menunjukkan kadar vitamin E sebesar 20,18 µg/gram ± 0,0142 pada sampel kontrol dan 12,32 µg/gram ± 0,0155 pada sampel A. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar krim wajah tidak ternotifikasi di Pasar Bersehati Manado tidak mengandung vitamin E seperti yang diklaim, sehingga dapat dikategorikan sebagai produk overclaim. Kata kunci: Vitamin E, Krim Wajah, Tidak Ternotifikasi, Pasar Bersehati Manado.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR β-KAROTEN DALAM BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS BERDASARKAN TINGKAT SUHU PEMANASAN Lizha Melinda Rangan; Irma Antasionasti; Meilani Jayanti
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v9i1.62237

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung senyawa β-karoten yang bersifat termolabil, sehingga proses pengolahan dengan suhu tertentu dapat mempengaruhi kadar senyawa tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur kadar β-karoten dalam buah labu kuning dan mengetahui pengaruh perbedaan tingkat suhu pemanasan terhadap kadar β-karoten. Jenis penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode pemanasan menggunakan oven pada suhu 500 C, 1000 C serta tanpa pemanasan. Pengukuran kadar β karoten menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan analisis data dengan menghitung kadar β-karoten dan nilai standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar β-karoten yang diolah dengan pemanasan pada suhu 500 C sebesar 27,7 ± 0,552 mg/gram, pemanasan suhu 1000C sebesar 15,9 ± 0,495 mg/gram dan tanpa pemanasan sebesar 47,5 ± 0, 158 mg/gram. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi suhu pemanasan maka semakin besar penurunan kadar β-karoten, sehingga dapat disimpulkan metode pengolahan dengan pemanasan pada suhu ≤500 C dan tanpa pemanasan dapat mengurangi penurunan kadar β-karoten dalam labu kuning. Kata kunci: Labu Kuning, Suhu Pemanasan, β-karoten, Spektrofotometer UV-Vis.

Page 12 of 13 | Total Record : 124