cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 557 Documents
PELESTARIAN KEBUDAYAAN DAERAH MELALUI KESENIAN TRADISIONAL DODOD DI KAMPUNG PAMATANG DESA MEKARWANGI KECAMATAN SAKETI KABUPATEN PANDEGLANG Sahadi Sahadi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.774 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i4.3101

Abstract

Pelestarian Kebudayaan Daerah Melalui Kesenian Tradisional Dodod Di Kampung Pamatang Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang, yang menggambarkan tentang pelestarian kesenian tradisional dodo di masyarakat Kampung Pamatang. Dalam artikel ini terdapat beberapa kajian dalam artikel ini yaitu, Kebudayaan daerah, Kesenian tradisional dodod, Pementasan kesenian tradisional dodod, Kebanggaan masyarakat memiliki kesenian tradisional, dan Pelestarian kesenian tradisional dodod. Dalam menguraikan pembahasan artikel ini terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan upaya pelestarian antara lain: Mempelajari budaya sendiri, dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakulikuler dibidang seni sekolah-sekolah dan juga dengan mendirikan sanggar-sanggar seni sebagai tempat untuk mempelajari dan berlatih, Memperkenalkan kepada generasi muda, dengan cara memperkenalkan kembali agar semua pihak khususnya anak-anak muda lebih mengenal kesenian tradisional yang berada di daerahnya, Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain, Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki, dan Menumbuh kembangkan kesenian tradisional, agar tidak terkalahkan oleh kesenian modern.Kampung Pamatang merupakan salah satu kampung yang memiliki kesenian tradisional dodod yang berada di Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang.Kesenian ini memiliki keragaman baik dalam alat-alat, tarian dan aspek lainnya yang sangat unik untuk terus dikembangkan agar tidak punah. Kata kunci: Pelestarian, Kebudayaan Daerah, Kesenian Tradisional Dodod
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA BAYASARI KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS Indri Widianti
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.108 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i4.3090

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh kurang optimalnya kualitas pelayanan publik pada Kantor Kepala Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis. Adapun permasalahan yang penulis temukan: Terbatasnya sarana dan prasarana di Kantor Kepala Desa Bayasari, seperti jumlah komputer dan printer yang masing-masing hanya ada satu buah; Kurangnya kecermatan petugas dalam memasukan data penduduk, sehingga terjadi kesalahan pada data tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas pelayanan publik di Kantor Kepala Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Dari delapan belas indikator tentang ciri-ciri yang dapat menentukan kualitas pelayanan publik, ada empat indikator lainnya yang belum dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan petugas kurang cermat dalam memproses pelayanan, jumlah komputer dan printer hanya ada satu buah, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas tentang prosedur dan persyaratan pelayanan, serta petugas terlalu tergesa-gesa dalam memproses pengajuan dari masyarakat. Faktor penghambatnya adalah banyaknya masyarakat yang mengajukan permohonan pelayanan datang secara bersamaan sehingga terjadi antrian; data yang dilampirkan oleh masyarakat kurang jelas karena hasil foto copy; kurang pahammnya masyarakat tentang prosedur dan persyaratan pelayanan; terbatasnya jumlah anggaran untuk melengkapi komputer dan printer; terbatasnya jumlah komputer dan printer. Upaya-upaya yang dilakukan yaitu penggunaan nomor antrian; pemberitahuan kepada masyarakat yang datang secara langsung tentang prosedur maupun persyaratan dalam pengajuan pelayanan; adanya penganggaran untuk penambahan komputer dan printer; penggunaan komputer milik petugas; pelayanan tidak dilakukan dengan tergesa-gesa; petugas lebih cermat lagi dalam memproses pengajuan masyarakat; dan informasi tentang pelayanan disampaikan melalui Kepala Dusun masing-masing, sehingga masyarakat memahami bagaimana prosedur pelayanan yang tepat. Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan Publik, Desa.
PENGARUH PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN OLEH BADAN PERMUSYAWARATAN DESA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA OLEH PEMERINTAH DESA BUNISEURI KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS Yusi Nurdiati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.301 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i3.2815

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di Kantor Kepala Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis didapat permasalahan bahwa  pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Buniseuri yang selama ini dilaksanakan masih belum efektif, karena masih adanya beberapa permasalahan. Selanjutnya kondisi tersebut apabila ditelaah secara mendalam tentunya dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yang salah satunya diperkirakan dari kurangnya kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Bagaimana pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Badan Permusyawaratan Desa di Kantor Kepala Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis? 2). Bagaimana efektivitas pengelolaan Dana Desa oleh Pemerintah Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis? 3). Seberapa besar pengaruh pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Badan Permusyawaratan Desa terhadap efektivitas pengelolaan dana desa oleh Pemerintah Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis?Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan oleh penulis adalah sampling jenuh/sensus, dengan demikian sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 orang dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian angket dan wawancara kepada Ketua Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi: observasi, wawancara dan angket (kuesioner). Berdasarkan hasil analisis angket dan data diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Badan Permusyawaratan Desa terhadap efektivitas pengelolaan Dana Desa oleh Pemerintah Desa Buniseuri.
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRATIF DI KANTOR KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS Ilman Silmi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.401 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i3.2804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui bagaimana kualitas pelayanan administratif di Kantor Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis (2) Mengetahui hambatan-hambatan yang ditemuimengenai kualitas pelayanan administratif di Kantor Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis (3) Mengetahui bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan mengenai kualitas pelayanan administratif di Kantor Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.Desain atau jenis penelitian yang dipergunakan yakni metode analisis deskriptif. Penelitian ini hanya terdiri dari satu variabel, maka untuk keperluan pembahasan digunakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi : Observasi dan Wawancara. Adapun informan penelitian ini terdiri dari 6 (Enam) orang yang terdiri dari Camat Kecamatan Cipaku, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Staf Pelayanan dan Masyarakat. (1) Pelayanan administratif di Kantor Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis sebagian telah dilaksanakan dengan memenuhi standar kualitas, dan sebagiannya lagi belum memenuhi harapan masyarakat. Dari 12 indikator terdapat 6 indikator yang sudah memenuhi standar kualitas, sementara 6 indikator belum memenuhi standar kualitas, seperti : Keterbukaan pegawai untuk dapat memberikan informasi mengenai persyaratan pelayanan kepada masyarakat, kejelasan dari pegawai mengenai alur proses pelayanan tangung jawab petugas pemberi pelayanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, kepastian dan kejelasan waktu penyelesaian pelayanan, kemampuan dan pengetahuan dari petugas untuk dapat memberikan pelayanan, adanya kepastian dan keberadaan petugas yang memberikan pelayanan. (2) hambatan-hambatan yang ditemukan dalam kualitas pelayanan administratif di Kantor Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis diantaranya meliputi sikap pegawai yang kurang berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alur proses pelayanan, minimnya koordinasi, minimnya dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan, pemberian petunjuk teknis mengenai pelayanan belum dilakukan secara rutin dan berkala, minimnya keterampilan dan keahlian pegawai dalam mengoperasikan alat bantu dalam proses pelayanan, selain itu petugas pelayanan kurang memperhatikan kebutuhan dari penerima pelayanan. Adapun (3) upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemukan mengenai kualitas pelayanan administratif di Kantor Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis antara lain: Petugas berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alur proses pelayanan, melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait guna pelayanan yang lebih baik, meningkatkan dukungan sarana dan prasarana untuk dapat menunjang pelayanan yang optimal kepada masyarakat, adanya petunjuk teknis secara jelas mengenai alur proses pelayanan, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam hal ini kemampuan petugas baik kualitasnya maupun kuantitasnya untuk dapat melakukan sosialisai mengenai informasi persyaratan pelayanan secara lebih baik, selain itu mengedepankan kebutuhan dari penerima pelayanan.
E-GOVERMENT DALAM MEREALISASIKAN PELAYANAN YANG BERKUALITAS R. Didi Djadjuli
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v6i4.3097

Abstract

Dimanapun dan apapun yang namanya organisasi, tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai, yang sulit direalisasikan adalah bagaimana proses yang dilaksanakan organisasi tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dengan semakin majunya teknologi dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, organisasi mau atau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman kalau tidak, organisasi tersebut akan ditinggalkan oleh pengguna, karena sudah tidak sesuai dengan kondisi jaman yang sedang berjalan. Begitu juga organisasi yang besar dan menyangkut kebutuhan rakyat banyak yaitu organisasi negara atau pemerintah dengan kewenangannya yang begitu besar, harus menjadi pelopor dalam perubahan-perubahan yang terjadi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat sehingga perubahan-perubahan itu memberikan keamanan, kepastian, kenyamanan kepada masyarakat yang kita ketahui banyak sekali pelayanan-pelayanan yang sifatnya monopoly atau pelayanan yang hanya diselenggarakan oleh pemerintah dan tidak diselenggarakan oleh swasta. Kalau kita berbicara pelayanan, tentu terkait dengan para pelaku pelayanan atau yang melayani, Hardiyansyah (2018;73) berdasarkan penelitian yang dilakukan Hardiyansyah terhadap semua tesis dan desertasi pada perpustakaan Pascasarjana Unpad, diperoleh data dengan penelitian tentang pelayanan dengan tema “kualitas pelayanan publik”diperoleh hasil yang mempengaruhi pelayanan publik yaitu diantaranya “motivasi, pengawasan masyarakat, perilaku birokrasi, implementasi kebijakan, kinerja birokrasi, kontrol sosial, kemampuan aparatur, pengalaman, tanggungjawab, komunikasi, iklim organisasi, restrukturisasi birokrasi, perencanan fasilitas, pemberdayaan aparatur, kepemimpinan”. Di sisi lain yaitu mengenai E-Goverment berpendapat bahwa pada studi yang dilakukan oleh vittal (Suaedi dan Wardianto, 2010;78) mengatakan bahwa “kegagalan implementasi elektronic goverment  diberbagai instansi sering disebebkan ketidakmengertian implementor dalam membangun electronoc goverment, sebab para implementor yang sebagian besar adalah orang-orang teknik yang menganggap implementasi elektronic goverment hanya sebatas pada perangkat-perangkat teknologi informasi”. Kata Kunci: E-Goverment, Pelayanan, Kualitas
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Penyedia Air Bersih Oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Kabupaten Ciamis Neng Sandra
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.293 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i3.2814

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air pasal 5 disebutkan bahwa “Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kebutuhannya yang sehat, bersih, dan produktif”. Dalam implementasinya, penyediaan sebagian besar kebutuhan air bersih di Indonesia dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang terdapat di setiap Provinsi, Kabupaten, dan Kotamadya di seluruh Indonesia. Sasaran dalam penelitian ini yaitu masyarakat atau pelanggan yang berada di sebagian Kabupaten Ciamis yang memiliki beberapa kendala dalam pelayanan PDAM Tirta Galuh, diantaranya yaitu sebagian besar masyarakat di Kota Ciamis yang masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, penyediaan kebutuhan air bersih yang diberikan belum mampu memberikan pelayanan yang memuaskan, debit air yang mengalami fluktuasi serta tingkat kehilangan air yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi serta upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan peningkatan pelayanan penyedia air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, di mana peneliti dapat mendeskripsikan, menggambarkan, mencatat, menganalisis, menginterpretasikan kejadian-kejadian dan fakta-fakta yang ditemukan selama penelitian. Data yang diambil berdasarkan data primer berupa kata-kata dan tindakan yang diperoleh dari lapangan dan data sekunder berupa dokumen-dokumen dan laporan-laporan yang relevan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Kabupaten Ciamis. Teknik pengumpulan data dalam skripsi ini menggunakan teknik wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data peneliti melakukan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan peningkatan pelayanan penyedia air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Kabupaten Ciamis dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Ciamis pada umumnya telah dilaksanakan. Hambatan-hambatan yang dihadapi PDAM dalam strategi peningkatan pelayanan adalah belum terealisasinya pengajuan pelatihan dan pendidikan, kekurangan sumber daya manusia, kurangnya fasilitas penunjang seperti pompa air dan alat penyaringan, serta perlu peremajaan peralatan lainnya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pengajuan kepada Bidang Umum untuk segera memperbaiki serta meminimalisir hambatan-hambatan yang terjadi selama menerapkan strategi peningkatan pelayanan.
PENGELOLAAN ARSIP BERBASIS DIGITAL OLEH PEGAWAI DI KANTOR PENGADILAN AGAMA CIAMIS Linda Kalinda
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.982 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i3.2811

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Kantor Pengadilan Agama Ciamis ini berawal dari adanya permasalahan di lapangan seperti kurangnya pengetahuan pegawai bagian arsip dalam cara pengarsipan surat pada komputer. Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola arsip di ruangan kesekertariatan, sehingga mengakibatkan adanya keterlambatan dalam penanganan arsip, surat masuk dan surat keluar.  Sehingga kinerja pegawai dalam menyelesaikan tugasnya masih belum berjalan dengan optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  dengan jumlah informan sebanyak 4 orang yang terdiri dari 3 orang bagiankesekertariatan, 1 orang bagian resepsionis. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan            studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi dan            wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display        data, dan verifikasi data yang diinterpretasikan secara kualitatif yang bersumber     dari hasil observasi di lapangan serta hasil wawancara kepada 4 informan.        Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Pelaksanaan pengelolaan arsip berbasis digital oleh pegawai di Kantor Pengadilan Agama Ciamis belum berjalan secara optimal, hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa masih ditemukannya permasalahan seperti kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola arsip di ruangan kesekertariatan, sehingga mengakibatkan adanya keterlambatan dalam penanganan arsip, surat masuk dan surat keluar. Hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pengelolaan arsip berbasis digital meliputi sumber daya manusia masih minim, kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang serta fasilitas-fasilitas pendukung untuk mengelola arsip, kurangnya kesadaran dan pemahaman pegawai dalam melaksanakan kegiatan kearsipan baik dalam hal penciptaan, pemeliharaan maupun penyusutan arsip. Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan pengelolaan arsip berbasis digital meliputi pegawai yang bertugas sebagai arsiparis diikutsertakan dalam program magang tata kelola kearsipan yang baik dan benar, mengajukan permohonan pembuatan gedung arsip khusus dan fasilitas pengelolaan kearsipan, Mengajukan tambahan fasilitas pendukung dalam mengelola arsip.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MILIK DESA OLEH PEMERINTAH DESA RAJADESA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Syahrul Efendi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v6i4.3102

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh Pemerintah Desa Rajadesa Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis belum dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut ditunjukan dari Lemahnya pengelolaan modal, pengurus yang kurang objektif, tidak adanya usaha yang sesuai dengan potensi sumberdaya alam yang ada dan kurangnya inovasi yang efektif dalam menangani masalah BUMDes. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana Penerapan Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh Pemerintah Desa Rajadesa Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis, Apa saja faktor Pendukung Dan Penghambat Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Oleh Pemerintah Desa Rajadesa Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis, Upaya-Upaya Apa Saja Yang Dilakukan Untuk Mengatasi Hambatan Dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Oleh Pemerintah Desa Rajadesa Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa oleh Pemerintah Desa Rajadesa belum dilaksanakan degan baik, hal tersebut dikarenakan Pemerintah Desa Rajadesa tidak melakukan strategi yang tepat dalam mengembangkan BUMDes Desa Rajadesa dalam hal pengembangan potensi sumberdaya alam, kemampuan internal organisasi, dan  anggaran yang tidak sesuai. 2) Adanya hambatan-hambatan seperti BUMDes belum diberikan kewenangan dalam mengelola potensi eko wisata Shamida, Keterbatasan anggaran BUMDes, Tidak adanya evaluasi kinerja, Kurangnya kemampuan manajemen. 3)  Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yaitu Pemerintah Desa Rajadesa sudah menyerahkan  program pembuatan bumi perkemahan di bukit Shamida yang sedang melakukan proses pembenahan lahan, penetapan anggaran yang diberikan dalam musyawarah Desa Rajadesa dan melakukan pengajuan anggaran keintansi pemerintah lainnya. Kata Kunci: Strategi, pengembangan, Badan Usaha Milik Desa
PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAHAN DESA DI DESA SUKAJAYA KECAMATAN CIMERAK KABUPATEN PANGANDARAN Irma Linda
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.849 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i4.3093

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal bahwa penguatan kapasitas Pemerintahan Desa di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran belum terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan masih rendahnya tingkat pendidikan dari aparatur perangkat desa, lemahnya manajemen Pemerintah Desa, terkait dengan peningkatan kapasitas aparatur perangkat desa sehingga masih kurang mampu melakukan penempatan terhadap aparatur perangkat desa dalam struktur organisasi, Pemerintahan Desa kurang membangun kerjasama tim yang solid sehingga masih adanya salah pengertian diantara Pemerintahan Desa dan lembaga Pemerintahan Desa dalam penyusunan kebijakan atau Peraturan Desa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah : Bagaimana penguatan kapasitas Pemerintahan Desa di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penguatan kapasitas Pemerintahan Desa di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam penguatan kapasitas Pemerintahan Desa di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Penguatan kapasitas Pemerintahan Desa di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran belum dilaksanakan dengan optimal sesuai dengan pembangunan kapasitas menurut Haryono (2012:46) yaitu dimensi Pembangunan SDM, dimensi penguatan organisasi, reformasi kelembagaan. Adanya upaya-upaya yang dilakukan seperti memberikan teguran terhadap aparatur desa dan anggota lembaga desa untuk mengikuti bimbingan teknis, merangkul semua aparatur desa dan anggota lembaga desa untuk terlibat secara aktif dalam perencanaan program kerja, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dengan mengikuti seminar atau bimtek, berkoordinasi agar dapat melakukan pendapingan terhadap aparatur perangkat desa secara rutin dan berkelanjutan, komunikasi untuk membahas terkait dengan peraturan tentang pelaksanaan kerjanya. Kata Kunci : Penguatan, Kapasitas, Pemerintahan Desa
KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN SUBANG Rafelia Arista
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.025 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i4.3098

Abstract

Perpustakaan sebagai penyelenggara pelayanan publik bertugas untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, namun hal tersebut masih jauh dari harapan masyarakat karena adanya permasalahan fasilitas, koleksi buku,  sumber daya manusia, dan pelayanan yang diberikan oleh pustakawan. Maka dari itu penulis tertarik melakukan penelitian mengenai kualitas pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang dengan menggunakan metode kualitatif dan menggunakan dimensi kualitas pelayanan sebagai pedomannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang belum memenuhi dimensi kualitas pelayanan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Pelayanan Perpustakaan.