cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 25497928     EISSN : 26211017     DOI : -
Core Subject : Education,
Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya dikelola oleh Pusat Penjaminan Mutu STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dijadikan referensi dan kajian ilmiah dalam menganalisis serta memecahkan berbagai masalah pendidikan, Agama Hindu dan budaya yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN KARANGASEM Ni Nyoman Lisna Handayani
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.145 KB) | DOI: 10.55115/purwadita.v3i1.159

Abstract

This study aims to determine the magnitude of the influence of cooperative learningmodel peer tutors assisted audio visual media on learning activities and learning outcomes ofscience. This research is a quasi-experimental study with the design of The Posttest-Only ControlGroupDesign.ThestudypopulationisallstudentsofclassVSDClusterVDistrictKarangasemconsistingof9classeswithapopulationof219students.Atotalof46studentswereselectedasasampledeterminedbygrouprandomsamplingtechnique.ThecollectedwerelearningactivitiesusingobservationsheetsandIPAlearningresultsusingmultiplechoicetests.DatawereanalyzedusingMANOVAwithSPSS16.00forwindows.Theresultsofthestudyshowedthat:Firstly,thelearningactivity between the students who followed the cooperative learning model of peertutor with audio visual aid was better than the students who followed the conventional learningmodel (F of 10.78 and Sig = 0,000; p <0.05). Second, the learning outcomes of science betweenstudents who followed the cooperative learning model of peer tutors with audio-visual aid werebetter than students who followed the conventional learning model (F of 13.94 and sig = 0,000;p <0.05). Thirdly, simultaneously learning activity and science learning outcomes among studentswho follow cooperative learning model of peer tutor with audio visual aid are better than studentsfollowing the conventional learning model (F value 26,98 is smaller than 0.05).
Menciptakan Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah Dengan Berorientasi Pembentukan Karakter Untuk Mencapai Tujuan Higher Order Thingking Skilss (HOTS) Pada Anak Sekolah Dasar Kadek Hengki Primayana
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.367

Abstract

Kehidupan manusia di abad 21 dicirikan dengan cepatnya arus perubahan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin hari semakin bertambah canggih menyesuaikan mobilitas dan kebutuhan manusia. Keterampilan berpikir yang perlu dikembangkan oleh peserta didik dibagi menjadi dua macam yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) dan keterampilan berpikir tingkat rendah (lower order thinking). Melalui informasi yang sudah tersimpan di dalam ingatannya dan menghubung-hubungkannya dan/atau menata ulang serta mengembangkan informasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan ataupun menemukan suatu penyelesaian dari suatu keadaan yang sulit dipecahkan. Ciri utama berpikir tingkat tinggi adalah mampu berpikir kritis dan mampu berpikir kreatif. Model pembelajaran yang dapat diterapkan yang sejalan dengan HOTS yakni Problem solving merupakan pemusatan pada keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Problem solving merupakan suatu keterampilan yang meliputi keterampilan untuk mencari informasi, menganalisis situasi, dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran
Analisis Perbandingan Ajaran Yoga Oleh Maharsi Patanjali dan Ajaran Yoga Oleh Vrhasapati Tattwa Made Adi Nugraha Tristaningrat
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.358

Abstract

Yoga merupakan salah satu cara untuk mencapai kebahagian lepas dari segala penderitaan. Yoga merupakan penghubungan atau pengaitan dengan Tuhan yang Maha Tunggal. Gagasan tentang yoga bertolak dari adanya satuan – satuan individu yang sadar dan biasanya terkenal sebagai “diri rendah”, “diri sejati”, dan “jiwa” yang umumnya berhasrat untuk dihubungkan dengan Tuhan yang Maha Esa dan tak terhingga. Perpisahan diri sejati bersifat sementara dan disebabkan oleh ketidaktahuan atau Avidya. Yoga sebagai sebuah cara atau jalan untuk mengendalikan pikiran yang terobyektifkan serta kecendrungan alami pikiran dan mengatur segala kegelisahan-kegelisahan pikiran agar tetap tak terpengaruh sehingga bisa mencapai penyatuan antara kesadaran unit dan kesadaran kosmik. Dalam melaksanakan yoga dibutuhkan suatu disiplin yang tinggi mengabaikan salah satu tingkatan berarti sama dengan merusak tingkatan selanjutnya. Yoga bukan hanya berarti hanya duduk diam dan memejamkan mata. Tetapi yoga dapat terealisasi dari kehidupan sehari-hari, hal ini terdapat dalam ajaran Vrhaspati tatwa dan juga Yoga Sutra Rsi patanjali. Melaksanakan yoga hendaknya selain memahami dan mengetahui ajaran yoga seseorang harus menyesuaikan dengan kemampuan spiritual yang dimilikinya, hal ini karena tingkat spiritual yang dimiliki manusia itu berbeda-beda
PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Kadek Ari Wisudayanti
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.642 KB) | DOI: 10.55115/purwadita.v1i2.200

Abstract

Human resources are the greatest wealth owned by a nation. Quality human resources will certainly improve the welfare of society and advance the country. Education is one of the efforts that can be done to improve quality human resources. Simple games like plasticine, gunning and paper temples can help improve the fine motor skills of children. When your child holds the plasticizer, he will move his hands swiftly, such as squeezing, stretching, rolling and pressing. Choose characters or objects around children that are easily shaped, such as forming a round ball, a triangular cake container, or a rectangular television. The game can be continued with easy tools and materials, such as paper and scissors.Keywords: Fine Motor, Early Childhood, Industrial Revolution 4.0
HARMONI SOSIAL DI TENGAH PLURALITAS BERBANGSA DAN BERNEGARA I Ketut Widnya
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.39 KB) | DOI: 10.55115/purwadita.v3i1.155

Abstract

In the history of multiculture in Indonesia, religion as the main multicultural formation,has never been the main factor that caused the conflict. Both before independence, such as theShiva Buddhist period, and after independence. From our historical perspective there are actuallymany data that reveal social harmony rather than conflicts that occur in a multicultural society.Lately, politics has always brought religion. On the one hand, politics commits violence in thename of religion. On the other hand, it is strongly criticized in the name of religion. In bothcases there is a hidden politics that sells religion at cheap prices. Finally, religion got its sap asa trigger for conflict. In fact, religion has become social cohesion among multiculturalcommunities. The emergence of radicalism and terrorism in Indonesia has become the biggestthreat to multicultural development in Indonesia. Even within the country, Indonesia is actuallya producer of radicalism and terrorism, so it does not need to infiltrate from abroad. As a result,the task of realizing social harmony will be heavier with the presence of radicalism and terrorismin the country.
Menggagas Kepemimpinan Berlandaskan Ajaran Asta Brata dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Guru Ketut Bali Sastrawan
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.363

Abstract

Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan (Gaffar, 1999). Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan guru dalam masyarakat Indonesia tetap dominan, sekalipun teknologi yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang sangat cepat. Hal ini disebabkan karena dimensi-dimensi dalam proses pendidikan, atau lebih khusus lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. wujud perilaku guru adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran, yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai hasil belajar. Dalam mewujudkan kinerja guru yang sesuai dengan harapan, banyak faktor yang mempengaruhinya. Di Bali, kepemimpinan juga disebut sebagai suatu seni dan teknik dalam rangka meyakinkan dan menggerakkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu ataupun tujuan bersama. Sebagaimana tujuan hidup menurut konsep Hindu adalah yaitu Moksartham Jagad Hita, maka kepemimpinan Hindu bertujuan untuk mengantarkan kelompok, masyarakat atau Negara yang dipimpinnya mencapai keadaan bahagia lahir dan bathin. Seorang pemimpin Hindu di Indonesia kita kenal dengan istilah Ratu atau Datu, Sang Wibhu, Murdaning Jagad yang pada dasarnya memiliki arti yang sama dengan seorang pemimpin, namun ada beberapa perbedaan secara termonologis
Sampul, Halaman Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi . .
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.354

Abstract

Sampul, Halaman Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi
KETERAMPILAN BELAJAR DAN BERINOVASI ABAD 21 PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Putu Eka Sastrika Ayu
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.251 KB) | DOI: 10.55115/purwadita.v3i1.160

Abstract

Fundamentaly, industrial revolution 4.0 can change our way of life, work and relationamong us. One of the govermet effects in order to enhance student comprehension in facing theindustrial revolution 4.0 is to revitalize curriculum in to so called K13 national curriculumwitch adapted from 21st century’s eduction concept. The 21st century competeciens demind ofeducation word to integrated knowledge comprehension skill and attitude as well as ablity oninformation and communication technologi. Our education world was to required to bad studentin order to face global threats. There are three core subjects of the 21st centurys educationnamely: (1) life and career skills, (2) learning and innovation skills, (3) information, medias andskills. Specially in case of leaning and innovation skills there are some aspects, namely: (1)critical thingking and problems solving: students be able to use various reasons such as inductiveor deductive reasons in varians situations to use way of thingking system, to make decision andto solve problems; (2) communication and collaboration: student be able to communicationeffectively and to collaborate with ather grup member; (3) creativity and innovation: studentsbe able to conduct creative thinking and working creatively.
Penerapan Metode Pemberian Tugas Individu Dalam Kerja Kelompok untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Kelas III SD Negeri 1 Sudaji Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 Ni Ketut Nadi Asih
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.368

Abstract

Pendidikan pada dasarnya adalah hendak mewujudkan tujuan hidup manusia. Tujuan hidup tersebut adalah dapat berkembang secara optimal perikehidupan sesuai hakekat manusia, dimensi kemanusiaan dan pancadaya. Pengembangan suasana pembelajaran yang memungkinkan maju berkelanjutan bagi peserta didik sangat memerlukan penerapan kewibawaan dan kewiyataan oleh pendidik (Prayitno, 2009: 44). Masalah sering dihadapi guru dalam proses pembelajaran dikarenakan apa yang disampaikan tersebut tidak dijalankan secara optimal. Terkadang akibat suasana hati yang tidak nyaman karena permasalahan keluarga membuat tugas guru tidak dijalankan dengan baik. Akibatnya, seperti yang sedang dihadapi saat ini di kelas III di SD Negeri 1 Sudaji betul-betul merupakan masalah pembelajaran dimana siswa di kelas ini belum aktif belajar. Alternatif pemilihan strategi dan metode pembelajaran yang akan diterapkan guru sesuai dengan materi ajar yang diampu adalah dengan menerapkan metode pemberian tugas individu dalam kerja kelompok. Model tersebut pada kenyataannya mampu untuk mengantarkan siswa agar mengerti dan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru
Pentingnya Pemahaman Bahasa Tubuh Bagi Para Guru Pendidikan Anak Usia Dini Putu Eka Sastrika Ayu
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.359

Abstract

As an educator in today's work, the teacher's job is to provide mentoring, guidance and assistance as well as training to students covering a vast task of transforming knowledge, as well as exercising skills that fit Their profession needs. In this context, the teacher is not expected to convey a lot of information verbally. Teachers need to use body language or non-verbal communication as a means of providing motivation and support to students during the learning process. Body language can always reveal something, than you want to convey, until it is covered though. Feelings of accepting, rejecting, being attracted, bored, hate, can all be revealed through gestures and cues secreted by body language. By understanding the meaning of body language, the teacher is able to increase confidence, improve the relationship with the children. Likewise, in the students, when the language of his body is able to understand by the teacher, he will feel cared for, dear and feel the support from his teacher

Page 6 of 15 | Total Record : 142