cover
Contact Name
Yoga Achmad Ramadhan
Contact Email
mubarrakplp@yahoo.co.id
Phone
+6281239553012
Journal Mail Official
motivajurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.80, Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Motiva: Jurnal Psikologi
ISSN : 26156687     EISSN : 26213893     DOI : -
Jurnal ini memuat tulisan-tulisan berupa hasil penelitian Psikologi di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Konsumen, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
PENGARUH MEANINGFUL WORK TERHADAP WORKPLACE DEVIANCE BEHAVIOR KARYAWAN HOUSEKEEPING HOTEL X DI BOGOR Stefanie, Anastasha; Novanto, Yusak
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7645

Abstract

Penting bagi industri perhotelan di daerah Bogor sebagai daerah pariwisata untuk menyediakan kualitas kamar yang baik, dan hal ini merupakan tanggung jawab utama karyawan dalam departemen housekeeping. Mereka juga diharapkan untuk melakukannya dengan moral yang tinggi, namun terdapat karyawan housekeeping Hotel X di Bogor yang melakukan berbagai perilaku yang tidak sejalan dengan peraturan perusahaan, yang mengacu pada workplace deviance behavior. Salah satu faktor yang diyakini dapat meminimalisir workplace deviance behavior adalah meaningful work. Permasalahannya adalah terdapat beberapa karyawan housekeeping di Hotel X yang mempersepsikan diri bahwa mereka mempunyai tingkat meaningful work yang tinggi, namun ternyata mereka masih saja menampilkan workplace deviance behavior. Studi ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari meaningful work terhadap workplace deviance behavior karyawan housekeeping Hotel X di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah quantitative correlational dengan desain penelitian cross-sectional non-experimental. Hasil yang diperoleh dari 45 karyawan housekeeping menggunakan alat ukur Work as Meaning Inventory dan Workplace Deviance, menunjukkan meaningful work tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap workplace deviance behavior. Namun ditemukan mereka yang berada pada rentang usia 46 tahun sampai dengan di atas 61 tahun mempunyai tingkat meaningful work yang lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang berada pada rentang-rentang usia di bawahnya.
PENERIMAAN DIRI DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN SALATIGA Tanesib, Melani Wasti; Huwae, Arthur
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6814

Abstract

Remaja yang tinggal di panti asuhan masih memandang bahwa hidup mereka kurang beruntung yang mengakibatkan ketidakbahagiaan, perasaan tidak berharga dan berbagai persoalan psikologis ketika tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari penerimaan diri terhadap kebermaknaan hidup pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan Salatiga. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasi Pearson. Sebanyak 61 remaja berusia 15-18 tahun yang tinggal di panti asuhan Salatiga lebih dari 3 tahun dijadikan partisipan penelitian dengan menggunakan teknik kuota sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Skala Penerimaan diri (α = 0.894) dan Meaning in Life Questionnaire (α = 0.801). Hasil penelitian membuktikan bahwa penerimaan diri berhubungan positif signifikan dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan Salatiga (r = 0,423 dengan sig. = 0,000), yang berarti bahwa semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi kebermaknaan hidup, dan sebaliknya, semakin rendah penerimaan diri maka semakin rendah kebermaknaan hidup. penerimaan diri berkontribusi sebesar 17,9% terhadap kebermaknaan hidup. penerapan penerimaan diri pada remaja yang tinggal di panti asuhan dapat membantu meningkatkan kebermaknaan hidup pada hidup yang mereka jalani.Kata kunci : Penerimaan Diri, Kebermaknaan Hidup, Remaja, Panti Asuhan
KONSEP DIRI, OPTIMISME, DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMA NEGERI 3 PALEMBANG Mika Biagi; Muhamad Uyun
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6731

Abstract

Setiap siswa tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang memiliki rasa kepercayaan yang tinggi dan ada juga rasa kepercayaan diri yang rendah. Kemudian beragam motivasi yang membuat mereka optimis maupun tidak optimis bahkan ada juga siswa yang kesulitan untuk mengartikan bagaimana konsep diri mereka sendiri ini tentu saja menjadi satu persoalan dan satu hambatan bagi sekolah dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan bakat dan minat maupun kemampuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan optimisme dengan kepercayaan diri siswa. Populasi penelitian ini adalah 440 siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 195 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Analisis data menggunakan teknik regresi ganda dan korelasi parsial. Uji hipotesis pertama menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri dan optimisme dengan kepercayaan diri dengan R=0,977 dan Fhitung =3993,231, signifikansi 0,00 (p<0,01). Hipotesis kedua memberikan nilai rx1y= 0,953 dengan signifikansi 0,00 (p<0,01), ada hubungan positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri. Hasil ini menunjukkan hipotesis kedua diterima. Hipotesis ketiga memberikan nilai rx2y=0,986 dengan signifikansi 0,00 (p<0,01), menunjukan bahwa ada hubungan positif antara optimisme dengan kepercayaan diri. Hasil ini menunjukan bahwa hipotesis ketiga diterima
PENERIMAAN DIRI, KEPERCAYAAN DIRI, DAN HARGA DIRI TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL Sakinah, Durrah; Habibi, Mhmd.; Miftahurrahmi, Miftahurrahmi
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7524

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menyelidiki pengaruh penerimaan diri, kepercayaan diri, dan harga diri terhadap kesejahteraan emosional remaja menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat analisis SmartPLS. Melibatkan 43 responden, penelitian ini menyoroti pentingnya aspek psikologis dalam membentuk kesejahteraan emosional remaja selama periode transformasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor psikologis seperti penerimaan diri, kepercayaan diri, dan harga diri memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan emosional remaja. Penerimaan diri tanpa syarat diidentifikasi sebagai pondasi krusial dalam menjaga kesehatan mental remaja, sementara harga diri yang rendah dapat menyebabkan masalah emosional kompleks. Kepercayaan diri remaja terbukti memainkan peran kunci dalam membentuk pandangan positif terhadap hidup dan membantu mereka mengatasi tantangan hidup. Analisis lebih lanjut menggunakan SEM mengungkapkan bahwa identitas sosial juga berkontribusi pada kesejahteraan emosional. Implikasi praktis dari temuan ini melibatkan pengembangan program intervensi yang berfokus pada memperkuat penerimaan diri, kepercayaan diri, dan harga diri untuk meningkatkan kesejahteraan emosional remaja.Kata Kunci: Penerimaan diri, Kepercayaan diri, Harga diri, Kesejahteraan Emosional
PERAN HOPE (AL-RAJA’) TERHADAP GRIT PADA MAHASISWA PENGHAFAL AL-QUR’AN Ahmad Nur Fuadi; Denisa Apriliawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v5i2.6679

Abstract

Mahasiswa penghafal Al-Qur’an setiap harinya dituntut untuk disiplin menyelesaikan target setoran hafalan ditambah harus menyelesaikan tugas kuliah. Grit sendiri merupakan salah satu trait yang penting bagi individu yang menggambarkan kegigihan dalam mencapai sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dengan Grit pada mahasiswa penghafal Al Qur’an. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Subjek yang diteliti berjumlah 88 dengan kriteria; 1) mahasiswa aktif S1 UIN Sunan Kalijaga, 2) berusia 18-25 tahun, dan 2) mempunyai hafalan minimal 3 Juz. Alat ukur yang digunakan adalah skala harapan dan skala Grit yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori yang sudah ada. Analisis regresi sederhana dilakukan melalui JAMOVI versi 2.2.5 dengan hasil yang menunjukkan ditolaknya hipotesis null (F(1;86) = 80,7; p < 0,001; R2 = 0,48). Pengaruh harapan terhadap Grit diketahui positif dengan sumbangan efektif sebesar 48%. Harapan dapat digunakan sebagai prediktor Grit mahasiswa penghafal Al Qur’an dengan rumus prediksi Y = 19,31 + 0,86 X; artinya ketika skor harapan naik 1 maka Grit akan mengalami kenaikan skor sebesar 0,86
PENGARUH RELIGIOSITAS DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP OPTIMISME PENYANDANG TUNADAKSA Damra, Hanny Rufaidah; Rahmalia, Renny; Izzah, Lailatul
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6722

Abstract

Kondisi cacat fisik (tunadaksa) menyebabkan gangguan dan hambatan dalam kemampuan motorik sehingga akan membatasi setiap kegiatan dan ruang gerak yang mereka miliki. Hal tersebut juga akan memberikan pilihan yang lebih berat dalam menjalani kehidupan sehingga seringkali memunculkan perasaan rendah diri dan putus asa. Optimisme terhadap masa depan yang ingin diraih akan memberikan harapan positif untuk meningkatkan usaha serta kerja keras dalam menjalani kehidupan meski dalam keterbatasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji religiositas dan dukungan sosial yang dimiliki oleh penyandang tunadaksa serta mengevaluasi dampak atau pengaruhnya terhadap optimisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel non probability sampling. Populasi dan sampel yaitu para penyandang tunadaksa yang berjumlah 106 orang di empat panti sosial tunadaksa yang terdiri dari penyandang cacat fisik sejak lahir ataupun penyandang cacat yang diakibatkan karena sakit atau kecelakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/skala yang terdiri dari dua jenis, yaitu forced choice dan model skala Likert. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga yaitu Attributional Style Questionaire (ASQ), Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan MOS social support survei. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara religiusitas dan dukungan sosial terhadap optimisme, dengan R square sebesar 0.265 atau 26.5%. Artinya proporsi varians dari optimisme yang dijelaskan oleh semua independent variable (IV) adalah sebesar 26.5%Kata Kunci: Optimisme, Religiusitas, Dukungan Sosial, Tunadaksa
KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL GURU SMA / SMK DI JAWA TENGAH SAAT PANDEMI COVID-19 Putri Megawati; Citra Hanwaring Puri; Maria Rini Indriarti; Adriesti Herdaetha; Setyowati Raharjo; Dedy Ariwidiyanto; Muhammad Arif Wicaksono; Imas Rizky Novitasari
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6609

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan, baik aspek kesehatan, perekonomian dan pendidikan. Pada aspek pendidikan menyebabkan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara Daring. Kenyataannya pembelajaran Daring memiliki kendala, seperti koneksi internet sulit, Guru sulit mengontrol siswa, siswa tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran, dan tidak semua siswa memiliki alat Daring. Kondisi demikian tentu sangat mempengaruhi kondisi kesehatan mental emosional para guru. Peneliti tertarik untuk mengetahui kesehatan mental guru pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei terhadap 4015 Guru SMA/SMK di wilayah Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan SRQ-20 yang disebar dalam bentuk formulir google. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif dan uji beda. Dari 4.105 responden, terdapat 5% atau 205 responden yang mengalami gangguan. Gejala terbanyak yang dilaporkan adalah mudah lelah, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak enak di perut, tidur tidak nyenyak, dan cemas, tegang atau khawatir. Selain itu ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru PNS dan nonPNS (p<0,005), serta antara guru di sekolah Negeri dan guru di sekolah Swasta (p<0,005). Sementara itu tidak ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru laki-laki dan perempuan (p>0,005), serta antara guru usia 20-39 dan guru usia 40-60 (p>0,005). Sebaiknya dilakukan intervensi psikologis berupa konseling terhadap 205 guru yang mengalami gangguan kesehatan mental emosional dan memperkuat sistem support system di sekolah
DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM MENYELESAIKAN TUGAS KULIAH DARING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA Marcellyna Purede; Christiana Hari Soetjiningsih
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v5i2.6465

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial orang tua dengan prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan tugas kuliah daring pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKSW Salatiga berjumlah 93 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala prokrastinasi akademik (Pratama, 2020) dan skala dukungan sosial (Rayyan, 2016). Analisis data menggunakan metode korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan prokrastinasi akademik dengan nilai r = -0,355 dan signifikasi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin rendah prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah, dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial orang tua maka prokrastinasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah semakin tinggi
Peran Psychological Empowerment Terhadap Workforce Agility Pada Karyawan Startup Yusuf, Rahadatul Aisy; Yuniasanti, Reny
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i2.7983

Abstract

Menghadapi lingkungan yang serba cepat di mana peran pekerjaan cenderung dinamis, workforce agility menjadi penting untuk dimiliki sebab karyawan dituntut menggunakan keterampilan dalam menghadapi tuntutan yang terjadi. Berdasarkan beberapa faktor pendorong, psychological empowerment memiliki peranan penting yang mampu meningkatkan workforce agility pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility. Instrumen pada penelitian ini menggunakan psychological empowerment scale dan workforce agility scale. Subjek penelitian ini sebanyak 105 karyawan startup. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho dan menunjukkan terdapat hubungan antara variabel psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Implikasi pada penelitian ini dapat memberikan pengetahuan maupun perancangan pelatihan bagi tiga pihak, yaitu perusahaan, karyawan, dan bagi peneliti selanjutnya mengenai psychological empowerment dan workforce agility dalam lingkungan kerja yang serba cepat ini.Kata Kunci: pemberdayaan psikologis, ketangkasan tenaga kerja, startup
Relasi Anak dan Orang Tua Pada Remaja Akhir Dengan Indikasi Depresi Awali, Azizah Nur Arifah; Nurlita, Wa Ode; Baroroh, Dwi Nurul
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i2.7683

Abstract

Abstrak: Kasus Depresi pada Remaja di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, faktor yang paling berpengaruh terhadap risiko depresi salah satunya adalah keluarga, kondisi keluarga yang tidak harmonis, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan masalah ekonomi diduga menjadi salah satu pemicu masalah depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran relasi anak dan orang tua pada remaja akhir yang terindikasi mengalami gejala depresi. Subjek dalam penelitian ini adalah  5 remaja akhir yang terindikasi mengalami gejala depresi yang telah diukur melalui skala BDI (Beck Depression Inventory). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 5 subjek menunjukkan relasi anak dan orang tua yang buruk mereka jarang berkomunikasi, berkomunikasi hanya ketika dibutuhkan dan membutuhkan saja, orang tua kurang tau kondisi anak sehingga saat berkomunikasi tidak merespon dengan baik yang menyebabkan penilaian yang buruk oleh anak kepada orang tua, dan kurangnya kedekatan baik secara fisik maupun emosional antara keduanya. Hanya satu remaja yang menunjukkan komunikasi dan kedekatan yang harmonis dengan orang tuanya.  Remaja akhir sangat membutuhkan kehadiran orang tua untuk memberi dukungan dan membimbing anak menghadapi masa-masa krisis di fase remaja akhir.Kata Kunci: Relasi, komunikasi, depresi, remaja akhir, orang tua