cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
subhan@iainpalopo.ac.id
Phone
+6287865093669
Journal Mail Official
jurnaltunascendekia@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Palopo Jalan Agatis Balandai Kota Palopo, Indonesia, Postal Code 91914
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini is a double-blind peer-reviewed open access journal. This journal provides publication of articles covering the results of early childhood education research, including; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education. The aim is to provide a platform for researchers, academics and practitioners to share, discuss and enrich knowledge and innovation in the field of early childhood education, in order to support the development of more effective and innovative educational policies, practices and theories.
Articles 209 Documents
Integrasi Metode Bermain Peran dan Mendongeng untuk Menanamkan Nilai Moral Keagamaan pada Anak Usia Dini: Penelitian Tindakan Kelas di TK Mentari Kota Malang Rabiatul Adawiyah; Joko Pamungkas
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12287

Abstract

Pendidikan moral keagamaan pada anak usia dini seringkali disampaikan melalui metode ceramah yang berpusat pada guru, sehingga kurang melibatkan anak secara aktif dan kurang efektif dalam menanamkan nilai-nilai abstrak seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan saling menghormati. Data awal di TK Mentari menunjukkan rata-rata capaian nilai moral keagamaan anak hanya sekitar 30% dari seluruh indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh integrasi metode bermain peran dan mendongeng terhadap peningkatan pemahaman nilai moral keagamaan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5-6 tahun di kelompok B TK Mentari. Pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan penjaminan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator: kejujuran dari 31% menjadi 83%, empati dari 27% menjadi 76%, tanggung jawab dari 22% menjadi 71%, dan saling menghormati dari 34% menjadi 88%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator saling menghormati. Faktor pendukung keberhasilan meliputi penggunaan cerita lokal, penguatan diskusi reflektif, serta keterlibatan orang tua dalam penguatan nilai di rumah. Dapat disimpulkan bahwa integrasi metode bermain peran dan mendongeng efektif menanamkan nilai moral keagamaan secara kontekstual dan menyenangkan, serta layak diadopsi sebagai alternatif strategi pembelajaran di PAUD.
Peningkatan Pemahaman Belajar Matematika tentang Konsep Pembagian melalui Papan Jurang Strategi Concrete Pictorial Abstract untuk Siswa Berkesulitan Belajar Asmiati; Mumpuniarti
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung pembagian matematika pada siswa Kelas V SDN 012 Sangkulirang, dengan fokus utama mengeliminasi hambatan kognitif pada lima siswa yang berisiko mengalami kesulitan belajar matematika (diskalkulia), melalui penerapan strategi Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) berbantuan media Papan Jurang (Papan Laju Kurang). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilakssiswaan dalam dua siklus tindakan. Subjek penelitian adalah 23 siswa Kelas V, di mana analisis mendalam diarahkan secara khusus pada 5 siswa target berisiko kesulitan belajar. Pengumpulan data menggunakan teknik tes (pre-test dan post-test) serta nontes (observasi dan dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep pembagian yang signifikan baik secara klasikal maupun pada subjek target. Secara klasikal, nilai rata-rata kelas meningkat dari 43,13 (pre-test) menjadi 87,22 pada Siklus I dengan tingkat ketuntasan 100%, dan meningkat menjadi 92,65 pada Siklus II. Sementara itu, analisis khusus pada 5 siswa berisiko kesulitan belajar menunjukkan lompatan perkembangan baseline yang sangat progresif; nilai rata-rata kelompok target ini melonjak tajam dari hanya 1,60 pada kondisi awal (pre-test) menjadi 76,00 pada Siklus I (mencapai batas ketuntasan minimum). Pada Siklus II, melalui strategi pemantapan kemandirian proses kognitif (fading scaffolding), nilai rata-rata kelompok target berhasil ditingkatkan menjadi 85,20 dengan rentang nilai individual berkisar antara 78 hingga 95. Penerapan strategi CPA berbantuan media Papan Jurang berbasis konteks lokal terbukti efektif menjembatani transisi mental siswa dari representasi konkret menuju simbolis-abstrak serta menginternalisasi pemahaman konsep secara mandiri.
Manajemen Budaya Pendidikan Inklusif Melalui Implementasi Program Pembelajaran Individual (PPI) Dedy Ermanto; Lantip Diat Prasojo
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12331

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen budaya pendidikan inklusif melalui implementasi Program Pembelajaran Individual (PPI) pada sekolah dasar di daerah terpencil dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian difokuskan pada aspek perencanaan adaptif, implementasi modifikasi kurikulum dan PPI, serta kepemimpinan dalam mengatasi keterbatasan kompetensi guru, fasilitas, dan resistensi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri 005 Busang, Kabupaten Kutai Timur. Informan dipilih secara purposive sebanyak lima orang, terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelas reguler, dan dua orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan inklusif berkembang secara adaptif melalui penyederhanaan target kurikulum menjadi kemampuan fungsional dan penyusunan PPI bersama orang tua. Implementasi layanan dilakukan melalui debirokratisasi PPI menjadi “Catatan Saku PPI”, supervisi klinis yang empatik, dan pengorganisasian tutor sebaya (peer-pairing). Kepemimpinan berbasis resiliensi diwujudkan melalui penguatan efikasi guru, pemanfaatan benda di lingkungan sebagai media pembelajaran, serta pengembangan empati siswa reguler untuk mengurangi resistensi sosial. Penelitian menghasilkan konsep Micro-Level Inclusive Management yang menunjukkan bahwa fleksibilitas tata kelola, kolaborasi, dan efikasi pendidik menjadi elemen penting dalam mempertahankan layanan inklusif pada kondisi keterbatasan sumber daya. Sekolah disarankan mengembangkan prosedur operasional internal Catatan Saku PPI sebagai instrumen keberlanjutan layanan.
Peran Guru PAUD dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam melaui Media Digital pada Anak Usia Dini Rusi Novi Safitri; Istikomah; Mela Asih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12333

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengintegrasikan berbagai media digital dalam proses pembelajaran. Namun, sebagai besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada efektivitas penggunaan teknologi dalam meningkatkan aspek kognitif dan ketrampilan digital anak, sementara kajian mengenai peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaean digital masih terbatas. Padahal, anak usia dini memerlukan pendampingan yang tidak hanya mengembangkan literasi digital, tetapi juga membentuk karakter religius sebagai landasan dalam menggunakan teknologi secara bijak. Oleh sebab itu, penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan peran guru PAUD dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam guna memperbaiki literasi digital pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif Kualitatif di TK Istiqomah Loning dan TK Pertiwi Karangmoncol randudongkal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Hubermen. Hasil Penelitian mennjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing dan teladan dalam penggunaan teknologi digital. Integrasi nilai-nilai Islam dilakukan dilakukan melalui game Edukasi berbasis Islami, kegiatan menulis huruf hijaiyah pada layar Interactive Flat Panel (IFP), serta storytelling digital yang memuat tentang akhlak mulia dan nilai-nilai karakter Islami. Implementasi tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan anak mengenal dan menggunakan teknologi digital, tetapi juga menanamkan sikap religius, tanggung jawab dan etika dalam pemanfaatan teknologi. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran digital dapat menjadi model pembelajaran yang mendukung pengembangan literasi digital dan karakter anak usia dini secara holistik.
Experiential Learning sebagai Pendekatan Preventif dalam Pencegahan Bullying pada Anak Usia Dini: Studi Literatur Fepi Triminur Haryanto Haryanto; Elindra Yetti Yetti; Iva Sarifah Sarifah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12343

Abstract

Bullying pada anak usia dini merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian karena pengalaman interaksi sosial pada masa awal perkembangan berkontribusi terhadap pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan perkembangan emosional anak. Perilaku seperti mengejek, mengucilkan, merebut mainan, mendorong, dan menyakiti teman sering kali dianggap sebagai konflik biasa, padahal apabila dilakukan secara sengaja, berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi bullying. Artikel ini bertujuan menganalisis karakteristik bullying pada anak usia dini serta mengkaji relevansi Experiential Learning sebagai pendekatan preventif dalam membangun perilaku prososial dan lingkungan pembelajaran yang aman. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengintegrasikan literatur pendukung yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik melalui identifikasi konsep bullying, bentuk bullying, faktor penyebab, dampak, konsep Experiential Learning, serta bentuk implementasinya dalam pencegahan bullying. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying pada anak usia dini bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh faktor individu, keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya, media dan teknologi, serta faktor sosial-budaya. Dampaknya mencakup aspek emosional, sosial, kognitif-akademik, moral, dan perkembangan karakter. Experiential Learning memiliki relevansi kuat karena proses belajar berlangsung melalui empat tahapan, yaitu concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation. Keempat tahapan tersebut dapat diterapkan melalui bermain peran, simulasi sosial, storytelling, diskusi reflektif, dan kegiatan kolaboratif. Pendekatan ini memungkinkan anak tidak hanya mengetahui bahwa bullying merupakan perilaku negatif, tetapi mengalami, merefleksikan, memahami, dan mempraktikkan perilaku sosial yang positif. Kajian ini menyimpulkan bahwa Experiential Learning berpotensi menjadi pendekatan preventif yang integratif untuk mengembangkan empati, kerja sama, penghargaan terhadap teman, dan budaya kelas yang aman sejak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa pada Operasi Hitung Pecahan dengan Media Maniputalif untuk Siswa Speech Delay di Kelas II SDN 014 Sangatta Utara Catur Wahyu Saputra; Suparno
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12350

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana upaya guru dalam peningkatan Kemampuan Belajar Siswa Pada Operasi Hitung Pecahan Dengan Media Manipulatif Untuk Siswa Speech Delay Di Kelas II SDN 014 Sangatta Utara. Adapun sub masalah yang diangkat adalah Pertama, penggunaan media manipulatif pada pembelajaran matematika bab pecahan di kelas II SDN 014 Sangatta Utara. Kedua, upaya guru dalam peningkatan kemampuan belajar siswa pada operasi hitung pecahan matematika di kelas II SDN 014 Sangatta Utara. Ketiga, hasil peningkatan kemampuan belajar siswa pada operasi hitung pecahan dengan media manipulatif untuk siswa speech delay di kelas II SDN 014 Sangatta Utara. Jenis penelitian ini adalah merupakan  penelitian  tindakan  kelas (PTK),  maka  prosedur penelitian ini sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam proses berdaur/ siklus. Teknik pengumpulan data dengan cara, observasi, Dokumentasi, Pre Tes(Tes Awal), dan Pre Tes(Tes Akhir, ). Teknik analisis data menggunakan mode interaktif dari Miles And Huberman yang dimulai dari Data reduction, Data display, and Conclusion Drawing/ verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan pembahasan yang telah dipaparkan bahwa rata-rata aktivitas dan peningkatan kemampuan belajar siswa kelas II SDN 014 Sangatta Utara pada pembelajaran bab pecahan dengan menggunakan media manipulatif pada observasi  Siklus  I  rata-rata  aktivitas  belajar  siswa  adalah  58%  dan mengalami peningkatan pada Siklus II yaitu 79%. Dalam hal ini dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan persentase dari siklus I dan siklus II yaitu 21%. Untuk hasil belajar pada Post Test Siklus I rata-rata ketuntasan diperoleh yaitu 56% sebanyak 10 siswa melebihi KKTP pada siklus II rata rata ketuntasan Post Test adalah 78% sebanyak 14 siswa melebihi KKTP. Dalam hal ini dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan persentase dari siklus I dan siklus II yaitu 22%.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Membaca Berulang Berbasis Differentiated Instruction pada Siswa Lamban Belajar Lilis Winduwati; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12351

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. Siswa yang terindikasi lamban belajar membutuhkan intervensi yang lebih intensif dan sesuai dengan karakteristik serta kecepatan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar melalui penerapan metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tiga hingga empat pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah tiga siswa kelas II yang terindikasi lamban belajar. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes kemampuan membaca permulaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase serta disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction mampu meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa. Peningkatan terlihat secara bertahap dari kondisi pra-siklus hingga pelaksanaan Siklus I dan Siklus II. Pada Siklus I, persentase ketuntasan kemampuan membaca permulaan mencapai 53%, kemudian meningkat menjadi 82% pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pemberian latihan membaca secara berulang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individual siswa dapat membantu memperkuat keterampilan membaca permulaan. Dengan demikian, metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa lamban belajar di kelas II sekolah dasar.
Peningkatan Keterampilan Prakarya Melalui Penggunaan Media Visual Kontras Pada Siswa Low Vision Mersianti Sampe Lantang; Iis Prasetyo
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan media visual kontras dalam meningkatkan keterampilan prakarya, mengetahui aspek keterampilan prakarya yang mengalami peningkatan, menganalisis efektivitas penggunaan media visual kontras, serta mendeskripsikan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran prakarya pada siswa low vision kelas VIII di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VIII yang mengalami hambatan penglihatan kategori low vision di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan didukung penyajian data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual kontras mampu meningkatkan keterampilan prakarya siswa secara bertahap pada setiap siklus. Kemampuan awal siswa mencapai 47,5%, meningkat menjadi 65% pada Siklus I, 75% pada Siklus II, dan mencapai 82,5% pada Siklus III. Peningkatan terjadi pada aspek mengenali alat dan bahan, memahami langkah kerja, menggunakan alat sesuai prosedur, menghasilkan produk yang lebih rapi, serta meningkatnya kemandirian dalam menyelesaikan tugas praktik. Penggunaan media visual kontras juga terbukti membuat proses pembelajaran lebih efektif karena siswa lebih mudah mengamati objek pembelajaran, memahami instruksi, dan mempertahankan konsentrasi selama kegiatan praktik berlangsung. Selain itu, terjadi perubahan positif pada perilaku guru, yaitu lebih terampil dalam merancang pembelajaran yang adaptif, memanfaatkan media sesuai kebutuhan visual siswa, memberikan pendampingan yang lebih sistematis, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual kontras efektif dalam meningkatkan keterampilan prakarya siswa low vision kelas VIII di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Media ini mampu membantu siswa memanfaatkan sisa penglihatannya secara lebih optimal sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami, lebih aktif, dan lebih bermakna.
Efektivitas Metode VKAT dengan Bantuan Media Video Animasi Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa dengan Hambatan Intelektual Qory Lisdayanti; Riana Nurhayati
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas metode VKAT (Visual, Kinestetik, Auditori, Taktil) berbantuan media video animasi interaktif dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa dengan hambatan intelektual kelas III SDN 006 Karangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR) melalui desain A-B-A. Penelitian ini dilakukan di SDN 006 Karangan. Subjek penelitian adalah seorang siswa perempuan kelas III dengan hambatan intelektual yang disertai gangguan koordinasi visual-motorik dan kesulitan diskriminasi bentuk huruf. Pengumpulan data dilaksanakan selama 12 pertemuan yang terbagi menjadi tiga fase: Fase Baseline 1 (A1) sebanyak 3 pertemuan, Fase Intervensi (B) sebanyak 6 pertemuan, dan Fase Baseline 2 (A2) sebanyak 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, tes perbuatan (performance test), dan dokumentasi. Pengujian keabsahan efek intervensi dianalisis melalui deskriptif visual dan perhitungan persentase tumpang tindih data (overlap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal menulis permulaan subjek pada fase Baseline 1 (A1) berada pada kategori "perlu bimbingan" dengan perolehan nilai sebesar 25. Setelah diberikan intervensi (B) menggunakan metode VKAT berbantuan video animasi interaktif, kemampuan menulis subjek mengalami peningkatan dengan perolehan nilai berkisar dari 37,5 hingga mencapai skor tertinggi sebesar 75 (kategori "berkembang sesuai harapan"). Pada fase Baseline 2 (A2), kemampuan subjek terbukti menetap tinggi pada nilai stabil 75. Berdasarkan analisis antar-kondisi, diperoleh nilai persentase tumpang tindih (overlapping data) sebesar 0% antara fase baseline 1 (A1) dan fase intervensi (B). Nilai overlap 0% ini membuktikan bahwa Hipotesis Kerja (Ha) diterima, sehingga disimpulkan bahwa metode VKAT berbantuan media video animasi interaktif sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis tugas-tugas yang menantang secara intelektual.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Multisensori Pada Siswa Kesulitan Belajar Selmi Deri; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12354

Abstract

Kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar membutuhkan penanganan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan dengan metode multisensori pada siswa kesulitan belajar siswa kelas II di salah satu SD Negeri Sangatta Utara Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dibagi menjadi 2 siklus. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa kesulitan belajar kelas II. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes, panduan observasi partisipasi siswa, dan observasi kegiatan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar kelas II sekolah dasar. Peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 40%, kemampuan awal 20% menjadi 60%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan tindakan pemilihan gambar pada kartu kata dengan gambar konkret atau nyata, menelusuri huruf, dan kata yang familiar bagi siswa. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan meskipun masih memerlukan bantuan. Hasil siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan. Peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 75%, kemampuan awal 20% menjadi 95%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan memberikan perbaikan berupa pemberian pengulangan 2-3 kali, penegasan kontrak belajar dan perubahan setting pemberian kartu huruf. Hasil siklus II memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 80%.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia Vol. 7 No. 1 (2024): Tunas Cendekia Vol. 7 No. 1 (2024): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2023): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2023): Tunas Cendekia Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Cendekia Vol. 5 No. 2 (2022): Tunas Cendekia Vol. 5 No. 2 (2022): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Tunas Cendekia Vol. 5 No. 1 (2022): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2022): Tunas Cendekia Vol. 4 No. 1 (2021): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2021): Tunas Cendekia Vol. 4 No. 1 (2021): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2020): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2020): Tunas Cendekia Vol 2, No 2 (2019): Tunas Cendekia Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2018): Tunas Cendekia More Issue