cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
subhan@iainpalopo.ac.id
Phone
+6287865093669
Journal Mail Official
jurnaltunascendekia@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Palopo Jalan Agatis Balandai Kota Palopo, Indonesia, Postal Code 91914
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini is a double-blind peer-reviewed open access journal. This journal provides publication of articles covering the results of early childhood education research, including; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education. The aim is to provide a platform for researchers, academics and practitioners to share, discuss and enrich knowledge and innovation in the field of early childhood education, in order to support the development of more effective and innovative educational policies, practices and theories.
Articles 209 Documents
Peningkatan Kemampuan Literasi Dini dan Regulasi Diri Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar Membaca melalui Implementasi Media Digital Qreatif Edukatife Sopiah; Ibnu Syamsi
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dini dan regulasi diri murid kelas I yang mengalami kesulitan belajar membaca di SDN 001 Teluk Pandan melalui implementasi media digital 'Qreatif Edukatife'. Pemanfaatan media digital interaktif ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi hambatan membaca pada anak, sekaligus menstimulasi kemampuan mengontrol dan mengarahkan perilaku belajar mereka secara mandiri sejak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini bertempat di SDN 001 Teluk Pandan dengan subjek penelitian murid kelas I yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar membaca. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari aktivitas murid, kinerja guru, dan hasil evaluasi perkembangan belajar. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi teknik observasi, tes kemampuan membaca, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi regulasi diri, instrumen tes literasi dini, dan pedoman wawancara. Sementara itu, teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk data proses hasil observasi serta wawancara, dan deskriptif kuantitatif untuk menghitung persentase ketuntasan nilai tes membaca murid. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media digital 'Qreatif Edukatife' terbukti secara signifikan dapat meningkatkan literasi dini dan regulasi diri murid kelas I yang mengalami kesulitan belajar membaca. Murid menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenal huruf, merangkai suku kata, serta memperlihatkan fokus dan kemandirian yang lebih baik selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi guru untuk memanfaatkan media digital interaktif ini sebagai variasi metode pembelajaran di kelas. Sekolah diharapkan dapat mendukung ketersediaan fasilitas teknologi yang memadai, dan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan media ini pada subjek atau kompetensi dasar yang lebih luas.
Peningkatan Akurasi Membaca Kata Berpola KVKV Melalui Metode Multisensori Berbasis Media Kontekstual pada Siswa dengan Hambatan Low Vision Sri Hastuti Handayani; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12357

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akurasi membaca kata berpola konsonan-vokal-konsonan-vokal (KVKV) pada seorang siswa berinisial AR kelas II Sekolah Dasar Inklusi (SDI) dengan hambatan low vision. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akurasi membaca kata berpola KVKV melalui metode multisensori berbasis media kontekstual yang disesuaikan dengan kebutuhan akses visual siswa. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tindakan menerapkan pendekatan Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile (VAKT) melalui kegiatan mengamati huruf dan kata berukuran besar dengan kontras tinggi, menyimak dan mengucapkan bunyi huruf, menelusuri huruf bertekstur, menyusun suku kata, serta membaca kata yang dekat dengan pengalaman siswa. Media yang digunakan meliputi kartu huruf bergambar, papan kata bertekstur, dan flashcard kata bergambar kontekstual. Data dikumpulkan melalui tes akurasi membaca dan observasi keterlaksanaan tindakan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi membaca meningkat dari 40% (24/60) pada prasiklus menjadi 65% (39/60) pada Siklus I dan 85% (51/60) pada Siklus II. Pemahaman makna kata meningkat dari 20% menjadi 45% dan 70%, sedangkan proporsi kata yang dibaca benar secara mandiri meningkat dari 30% menjadi 50% dan 77%. Keterlaksanaan tindakan juga meningkat dari 86% menjadi 100%. Dengan demikian, metode multisensori berbasis media kontekstual efektif meningkatkan akurasi membaca kata berpola KVKV pada siswa dengan hambatan low vision.
Analisis Faktor Pendukung, Penghambat dan Strategi Penguatan Pembelajaran dalam Implementasi Pendidikan Olahraga Adaptif Sekolah Inklusif Theofilus Hekron Juman; Hedi Ardiyanto Hermawan
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan Strategi guru dalam Penguatan Pembelajaran dalam Implementasi Pendidikan Olahraga Adaptif Sekolah Inklusif. (2) Mengetahui faktor pendukung dalam Penguatan Pembelajaran dalam Implementasi Pendidikan Olahraga Adaptif Sekolah Inklusif. (3) Mengetahui faktor penghambat dalam Penguatan Pembelajaran dalam Implementasi Pendidikan Olahraga Adaptif Sekolah Inklusif di SD Negeri 001 Kombeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Penelitian ini berlokasi di SD Negeri 001 Kombeng dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2026. Penelitian ini menggunkan teknik observasi, wawancara guru dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Uji Keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu, dan bahan referensi. Teknik analisis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi penguatan pembelajaran PJOK adaptif menerapkan rekonstruksi Tri-Modifikasi Instruksional, pendekatan sosio-emosional, dan sistem dukungan kolaboratif. Strategi ini berhasil menggeser paradigma PJOK konvensional menuju pemenuhan hak bergerak (right to move) yang mengutamakan keselamatan (safety), kenyamanan (comfortability), dan kegembiraan (joyfulness) siswa. (2) Faktor pendukung meliputi komitmen manajerial sekolah, tingginya akseptabilitas serta empati lingkungan sebaya melalui peer tutoring, dan keterbukaan data medis dari orang tua yang kooperatif untuk manajemen risiko. (3) Faktor penghambat mencakup kesenjangan sarana olahraga khusus ABK sehingga guru melakukan modifikasi seadanya, minimnya pelatihan formal guru PJOK, tingginya rasio kepadatan kelas, tidak menentunya kehadiran GPK yang memecah fokus instruksional, serta ketidakstabilan psiko-fisik internal siswa ABK (mood fluktuatif dan tantrum).
Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa dengan Hambatan Intelektual Ringan melalui Role Play berbasis Bimbingan Kelompok di SMP Inklusif Tri Agustina; Mumpuniarti
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12359

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan di jenjang sekolah menengah, dimana metode konvensional satu arah dianggap kurang tetap untuk mengakomodasi interaksi sosial yang dimiliki siswa hambatan intelektual ringan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan melalui penerapan role play berbasis bimbingan kelompok di SMP inklusif. Melalui kegiatan memainkan peran berdasarkan skenario yang berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menjalin hubungan sosial secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 1 Long Mesangat. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa dengan hambatan intelektual ringan yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat perkembangan kemampuan interaksi sosial siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan role play berbasis bimbingan kelompok mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan secara signifikan. Pada pra siklus siswa memiliki kemampuan interaksi sosial dengan skor 16 dan 16, sedangkan pada siklus III siswa memiliki skor 40 dan 41 dari hasil tersebut sudah terlihat peningkatan pada kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sosial. Selain itu, kegiatan role play juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berbahasa, penambahan kosakata, serta peningkatan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, role play berbasis bimbingan kelompok dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan interaksi sosial siswa dengan hambatan intelektual ringan di sekolah inklusif.
Social Capital and the Sustainability of Early Childhood Education Institutions in Cingcin Village Fitriani Fitriani; Syifa Tsamrotul Faizah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12369

Abstract

In rural communities, the sustainability of early childhood education (ECE) institutions depends on ability of schools to build and maintain strong social relationships with families and communities. This study examines the role of social capital in sustaining an early childhood education institution at TK Al Istiqomah IV, located Cingcin Village, through theoretical framework of James Coleman. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with the school principal, teachers, and parents, complemented by observations, and analyzed using thematic analysis. The findings show that institutional sustainability is supported by three forms of social capital. First, obligations and expectations are developed through reciprocal relationships between the schools, families, and communities. The school fulfills community expectations by providing quality educational services, and parents and community members contribute through active social participation. Second, information channels are strengthened through the Parents–Teachers Association (PPMG), parenting programs, parent classes, and continuous communication between schools and families, enhancing coordination and community engagement. Third, social norms and effective sanctions are reflected in collaborative activities, including parent teaching programs, cooking classes, outing classes, community service, art performances, and using of the local environment as a learning resource, fostering collective responsibility for sustaining the school. These findings demonstrate that social capital functions as an institutional mechanism that strengthens community participation and supports the sustainability of early childhood education institutions in rural area.
Bermain Peran sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Kelompok B TK Giardinni Bangodua Siti Juliah; Andi Ali Kisai; Irfan Fauzi Rahmat
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12373

Abstract

Keterampilan sosial merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak berinteraksi dan menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial. Berdasarkan observasi awal di Kelompok B TK Giardinni Bangodua, ditemukan bahwa beberapa anak masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menaati aturan serta sabar menunggu giliran dalam kegiatan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial anak melalui metode bermain peran di Kelompok B TK Giardinni Bangodua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B dengan rentang usia 5–6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketercapaian pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial anak setelah penerapan metode bermain peran. Pada kondisi pra tindakan, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada indikator memahami dan menaati aturan serta sabar menunggu giliran masing-masing sebesar 6,67%. Pada Siklus I pertemuan ketiga, capaian BSB meningkat menjadi 53,33% dan 60,00%. Selanjutnya, pada Siklus II pertemuan ketiga, kedua indikator mencapai 86,67%, sehingga melampaui indikator keberhasilan penelitian sebesar 80%. Dengan demikian, metode bermain peran dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini, khususnya dalam memahami dan menaati aturan serta sabar menunggu giliran.
Desain Ruang Kelas Berbasis Child-Friendly School pada Pendidikan Anak Usia Dini: Studi di TK Negeri Ngaliyan Dalila Adani; Rista Sundari
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12404

Abstract

Desain ruang kelas menjadi salah satu komponen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak usia dini. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mewujudkan ruang kelas yang aman, nyaman, dan menarik sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan perkembangan anak adalah dengan menerapkan prinsip Child-Friendly School (CFS). Namun, implementasi prinsip tersebut pada desain ruang kelas di lembaga pendidikan anak usia dini masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip Child-Friendly School pada desain ruang kelas di TK Negeri Ngaliyan berdasarkan aspek estetika, kenyamanan, dan keamanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informasi penelitian diperoleh melalui kombinasi observasi terhadap lingkungan fisik ruang kelas, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta kajian dokumentasi. Seluruh data kemudian diolah melalui tahapan reduksi, penyusunan hasil dalam bentuk penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjadikan indikator prinsip Child-Friendly School sebagai acuan analisis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan prinsip estetika diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan kelas yang menarik, antara lain dengan menghadirkan kombinasi warna cerah, mural edukatif, media visual pembelajaran, pajangan karya peserta didik, area bermain, serta tata ruang yang bersifat fleksibel. Pengelolaan tersebut menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong anak untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Aspek kenyamanan ditunjukkan oleh pencahayaan yang memadai, ventilasi yang baik, serta penataan ruang yang memberikan keleluasaan bergerak sehingga mendukung aktivitas belajar dan bermain. Sementara itu, aspek keamanan diwujudkan melalui penggunaan furnitur yang sesuai dengan karakteristik anak, kondisi lantai yang aman, jalur sirkulasi yang memadai, ketersediaan kotak P3K, serta pengawasan aktif guru selama proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi aspek estetika, kenyamanan, dan keamanan telah mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sesuai dengan prinsip Child-Friendly School. Berdasarkan hasil penelitian, desain ruang kelas tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar, tetapi juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, menarik serta mendukung kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Pembelajaran Pertanian Berbasis Potensi Lokal bagi Anak di Wilayah Pertambangan Timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Kajian Literatur Integratif Subri Rahmadani; Frans Tory Damara Pradipta
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12435

Abstract

Wilayah pertambangan timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki karakter sosial dan lingkungan yang khas, sehingga pendidikan perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan potensi serta kondisi lokal masyarakat. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran adalah pertanian, terutama untuk memberikan pengalaman konkret kepada anak dalam mengenali lingkungan, tanaman, pangan, dan potensi daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan pembelajaran pertanian, pendidikan berbasis potensi lokal, karakteristik pembelajaran anak, dan konteks sosial-ekologis wilayah pertambangan timah sebagai dasar perumusan kerangka konseptual pembelajaran pertanian berbasis potensi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan desain integrative literature review. Literatur yang relevan dikaji untuk mengidentifikasi konsep, pendekatan pembelajaran, karakteristik aktivitas pertanian bagi anak, serta konteks sosial dan lingkungan Bangka Belitung. Sintesis dilakukan melalui pengelompokan tematik untuk menemukan keterkaitan antarkonsep dan merumuskan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan konteks lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran pertanian dapat menjadi pengalaman pendidikan yang menghubungkan anak dengan lingkungan melalui kegiatan mengenal tanaman, mengamati pertumbuhan, menanam, merawat, dan mengenali hasil pertanian. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian merumuskan kerangka konseptual yang menghubungkan konteks sosial dan lingkungan Bangka Belitung, potensi pertanian lokal, pembelajaran berbasis pengalaman dan eksplorasi, aktivitas yang sesuai dengan karakteristik anak, serta pengenalan lingkungan dan potensi lokal. Kerangka ini dapat menjadi dasar bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis potensi lokal serta menjadi pijakan bagi penelitian empiris selanjutnya di wilayah Bangka Belitung.
Implementasi Psikologi Pendidikan dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran: Studi Kualitatif pada Guru Salafiyah Ula Bin Baz Yogyakarta Hana Auliya Mufidatul Rahman; Shofiya; Tesa Febrina; Inayah Muna Wahab; Naziihah 'Alya Tsabita Yustina Waled; Ririn Dwi Wiresti
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12442

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi psikologi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di Salafiyah Ula Bin Baz serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru yang terlibat dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan 4 guru kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengimplementasikan psikologi pendidikan melalui penyesuaian metode pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, pemberian motivasi, penerapan penguatan (reinforcement), serta penyesuaian strategi dengan perkembangan kognitif dan gaya belajar peserta didik. Implementasi tersebut menciptakan pembelajaran yang lebih kondusif, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran. Adapun kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan motivasi peserta didik, keberagaman gaya belajar, pengelolaan kelas, serta keterlibatan orang tua yang belum optimal. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam psikologi pendidikan dan kolaborasi antara sekolah dengan orang tua menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Efektivitas Penggunaan Metode Bermain Peran Dalam Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Anak Usia Dini Alya Rizky Febriani; Asep Kurnia Jayadinata; Dhea Ardiyanti
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12470

Abstract

Keterampilan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi, menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan kepada orang lain. Dalam praktik pembelajaran, masih ditemukan anak yang kurang aktif berkomunikasi sehingga diperlukan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara langsung dalam interaksi sosial. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode bermain peran karena memungkinkan anak berkomunikasi melalui situasi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bermain peran dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak usia dini serta memberikan gambaran mengenai penerapannya sebagai alternatif pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan komunikasi sebelum dan setelah penerapan metode bermain peran dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan berdasarkan indikator keterampilan komunikasi anak. Data selanjutnya dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan keterampilan komunikasi sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh anak mengalami peningkatan keterampilan komunikasi setelah penerapan metode bermain peran, yang ditunjukkan oleh 15 positive ranks, tanpa adanya negative ranks maupun ties. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Z = -3,413 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan komunikasi anak sebelum dan setelah penerapan metode bermain peran. Temuan ini menunjukkan bahwa bermain peran dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi melalui pengalaman sosial yang bermakna. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan alternatif bagi pendidik PAUD untuk mengembangkan keterampilan komunikasi anak melalui kegiatan yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia Vol. 7 No. 1 (2024): Tunas Cendekia Vol. 7 No. 1 (2024): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2023): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2023): Tunas Cendekia Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Cendekia Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2022): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2022): Tunas Cendekia Vol 5, No 1 (2022): Tunas Cendekia Vol. 5 No. 1 (2022): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Tunas Cendekia Vol. 4 No. 1 (2021): Tunas Cendekia Vol 4, No 1 (2021): Tunas Cendekia Vol. 4 No. 1 (2021): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2020): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2020): Tunas Cendekia Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia Vol 2, No 2 (2019): Tunas Cendekia Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2018): Tunas Cendekia More Issue