cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Respons Pertumbuhan dan Serapan Hara Fosfat Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Media Gambut Yang Diaplikasi Amelioran dan Pupuk Hayati Rizky Utami, Nanda; Rauf, Abdul; Sembiring, Mariani
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian amelioran dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan, hara P ditanah serta serapan hara pada tanaman. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca, Fak. Pertanian Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan tanah gambut, abu vulkanik, zeolit, mikoriza dan bakteri pelarut fosfat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama pupuk hayati : kontrol, bakteri pelarut fosfat (BPF), fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan kombinasi BPF dengan FMA. Faktor kedua amelioran : kontrol, abu vulkanik, zeolit dan kombinasi abu vulkanik dengan zeolit : dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tinggi bibit kelapa sawit dimana perlakuan terbaik pada pemberian FMA (1.97% - 7.88%) dan perlakuan terbaik pada pemberian Abu vulkanik (4.27% - 7.07%), pada pengamatan pH tanah pemberian amelioran berpengaruh nyata (3.53% - 4.5%) pada keseluruhan bahan sedangkan dari pemberian pupuk hayati juga berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH tanah (1.41% - 3.84%) pada keseluruhan bahan yang diberikan, pada pengamatan P tersedia tanah pemberian pupuk hayati berpengaruh terhadap peningkatan nilai P tersedia tanah dimana nilai terbaik pada pemberian BPF (10.31%) sedangkan pemberian amelioran juga memberikan pengaruh nyata dimana perlakuan terbaik pada pemberian abu vulkanik (30.63%) dan pada pengukuran serapan hara P pemberian pupuk hayati memberikan pengaruh yang baik (meningkat) (13.41%) dibandingkan dengan kontrol namun pada pemberian amelioran terdapat penurunan hasil serapan P dibandingkan dengan kontrol dengan nilai terendah pada pemberian zeolit (-1.56%). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amelioran dan pupuk hayati dapat direkomendasikan untuk tanah marginal khususnya tanah gambut sebagai bahan pendukung media tubuh pada pembibitan kelapa sawit.
Dampak Ukuran Perusahaan, Beta, dan Peringkat ESG terhadap Efisiensi Perusahaan Kelapa Sawit yang Terdaftar di IDX Selama Periode Krisis Pritasari Wybawa, Erika; Yuliansyah, M. Roby
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.305

Abstract

The palm oil industry proves to be a resilient sub-sector of agriculture, particularly during the COVID-19 crisis, contributing significantly to Indonesia's national GDP and supporting financial recovery in the post-pandemic period. This research examines the influence of company size, Beta (stock volatility), and ESG ratings on the efficiency scores of palm oil companies. A total of 20 entities listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) are analyzed over a 5-year period (2019–2023), including 9 ESG-rated companies. A DEA double bootstrap with left-truncated linear regression at 1 is employed to estimate the model. The results show that company size does not significantly affect efficiency, while Beta negatively impacts efficiency, indicating that higher volatility reduces performance. ESG-rated companies consistently outperform non-rated counterparts, demonstrating the positive effects of sustainable practices. This study provides a novel contribution, as no previous research explores these variables in Indonesia's palm oil industry. The findings offer valuable insights for industry practitioners and policymakers, emphasizing the importance of ESG integration for improved efficiency and sustainable growth, and supporting the formulation of policies to enhance the sector's resilience in future crises.
Implementasi Model YOLOv5 untuk Estimasi Jumlah Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Sri Muna, Mukhes; Syarovy, Muhdan; Suwardi, Suwardi; Prima Nugroho, Andri; Setiyo, Yohanes; Surya Wirawan, I Putu
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.335

Abstract

Deteksi dan estimasi jumlah tanaman kelapa sawit merupakan aspek penting dalam pengelolaan perkebunan. Metode konvensional yang mengandalkan pencatatan manual memiliki kelemahan dalam hal efisiensi, akurasi, dan biaya. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplementasikan model YOLOv5 sebagai pendekatan berbasis deep learning untuk mendeteksi tanaman kelapa sawit dari citra udara. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari gambar hasil foto udara perkebunan kelapa sawit PT Kerry Sawit Indonesia (KSY) 1 dan telah melalui tahapan pra-pemrosesan, pelabelan, serta pelatihan menggunakan Google Colaborator. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan data uji dari gambar hasil foto udara kebun percobaan Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model YOLOv5 memiliki tingkat akurasi sebesar 96,85%, presisi 98,48%, recall 98,32%, dan F1-score 98,40%. Dibandingkan dengan metode sebelumnya, YOLOv5 menunjukkan keseimbangan antara kecepatan deteksi dan akurasi yang tinggi, menjadikannya solusi yang lebih efektif untuk estimasi jumlah tanaman kelapa sawit dalam skala besar.
Komposisi Umur Tanaman Ideal di Perkebunan Kelapa Sawit Pradiko, Iput; Agung Thirafi, Dhaffa; Sahputra, Desra; Muslim, M. Yusuf; Eko Prasetyo, Agus; Muhayat, Muhayat
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.348

Abstract

Komposisi umur tanaman merupakan salah satu aspek penting dalam sistem manajemen perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi umur tanaman yang ideal guna mencapai produksi tinggi yang stabil dalam jangka panjang. Melalui simulasi produksi selama satu siklus tanam (25 tahun) pada 13 skenario komposisi umur, dilakukan analisis menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan Metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT). Hasil analisis menunjukkan bahwa komposisi umur ideal terdiri dari 12% Tanaman Belum Menghasilkan (TBM, 0-3 tahun), 20% Tanaman Muda (TMD, 4-8 tahun), 20% Tanaman Remaja (TMR, 9-13 tahun), 28% Tanaman Dewasa (TDW, 14-20 tahun), 16% Tanaman Tua (TTA, 21-25 tahun), dan 4% Tanam Ulang (TU, >25 tahun). Komposisi ini mampu menghasilkan rerata umur tanaman (RUT) optimal sekitar 13,22 tahun dengan tingkat produksi tinggi dan fluktuasi yang rendah. Lebih lanjut, kajian ini juga menegaskan pentingnya perencanaan replanting yang sistematis dan berkelanjutan agar proporsi umur tanaman tetap seimbang, terutama bagi kebun dengan komposisi umur yang tidak ideal. Strategi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan efisiensi produksi usaha perkebunan kelapa sawit.
Dampak Air Terhadap Perubahan Sifat Fisik, Kimia, dan Struktur Mikro Biochar dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Hidayat, Benny; Mayly, Syarifa; Mufriah, Dini; Muhammad, Fachri; Sari, Kemala
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v34i1.366

Abstract

Water is essential to life, and immersion treatment has been shown to significantly alter the properties of biochar, particularly by converting its hydrophobic nature into a hydrophilic one and others. This transformation leads to various changes in the material's physicochemical characteristics. In this study, biochar produced through pyrolysis of oil palm empty fruit bunches (EFB) using a kiln method was analyzed to assess its physical properties before and after immersion in distilled water. Surface morphology and elemental composition were evaluated using Scanning Electron Microscopy coupled with Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDX), while specific surface area was measured using the Brunauer–Emmett–Teller (BET) method. Additional analyses, including pH, bulk density, water holding capacity, and moisture content, were conducted at the National Research and Innovation Agency (BRIN) and the Soil Biology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. The results demonstrated that water immersion induced notable changes in biochar characteristics. The pH of the biochar slightly decreased from 10.09 in dry EFB biochar to 9.54 in the soaked sample. While the soaked biochar exhibited higher concentrations of most nutrient elements, the carbon (C) content remained higher in the dry biochar at 65.06%. BET analysis revealed that the surface area of dry biochar (79.446 m²/g) was substantially greater than that of the soaked biochar (38.783 m²/g). Conversely, the soaked biochar showed superior performance in terms of bulk density (0.34 g/cm³), water holding capacity (10.51%).

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 34 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue