cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Penggunaan Serat Mesokarp Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Serat Sintetis Pada Pembuatan Komposit Fiberglass Prasanto Bimantio, Mohammad; Marturia Sembiring, Haris; Astuti Widyowanti, Reni
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i2.214

Abstract

Salah satu produk samping yang dihasilkan pabrik kelapa sawit dan pemakaiannya yang masih terbatas pada bahan bakar adalah serat mesokarp kelapa sawit. Produk samping ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan komposit fiberglass. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh variasi serat mesokarp kelapa sawit dan katalis (mepoxe) terhadap kualitas komposit, dan menganalisis komposisi yang menghasilkan kualitas produk paling baik. Penelitian ini menggunakan rancangan blok lengkap (RBL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu pemakaian katalis meliputi A1:0,5%, A2:0,75%, dan A3:1% dan faktor kedua yaitu penambahan serat mesokarp kelapa sawit meliputi B1:7,5%, B2:10%, dan B3:12,5%. Hasil terbaik terdapat pada komposisi katalis 1% dan serat kelapa sawit 10% (sampel A3B2) dengan ketebalan 4,61 mm, nilai kedap air 0,0019 gram, nilai porositas 2,51%, dimana memenuhi SNI No.03-1027-1995 dan pengujian bending maksimal (fM) sebesar 7,07 MPa/mm dan bending break (fB) sebesar 6,62 MPa/mm sehingga sampel tersebut memiliki kelenturan lebih baik diantara sampel lain, tetapi dibandingkan dengan sampel kontrol masih tergolong lemah. Hasil terbaik untuk sampel terkuat didapatkan pada komposisi katalis 1% dan serat kelapa sawit 10% (sampel A3B3) dengan ketebalan 5,37 mm, nilai kedap air sebesar 0,0027 gram, nilai porositas sebesar 2,79%, dan kekuatan kuat beban sebesar 208,7929 N.
Peningkatan Akurasi Identifikasi Penyakit Busuk Pangkal Batang di Perkebunan Kelapa Sawit Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Machine Learning Santoso, Heri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i2.218

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang (BSR) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma sp pada tanaman kelapa sawit masih menjadi penyakit utama dan belum ada tindakan pengendaliannya yang efektif. Perlakuan kultur teknis untuk memperpanjang umur tanaman masih menjadi tindakan utama dalam pengendalian penyakit BSR ini. Ketepatan identifikasi dan klasifikasi tanaman sehat dan terinfeksi penyakit BSR secara cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mendukung perlakuan kultur teknis. Penelitian ini melanjutkan penelitian Santoso (2020) untuk identifikasi dan klasifikasi tanaman kelapa sawit sehat dan terinfeksi penyakit BSR dengan menggunakan pendekatan remote sensing dari image yang direkam oleh kamera multispektral tiga band dan machine learning. Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan akurasi interpretasi tanaman sehat dan terinfeksi penyakit BSR dengan penambahan variabel berupa sepuluh indeks vegetasi yang memanfaatkan ketiga band dari kamera multispektral (merah, hijau, dan near infrared/NIR) dan penerapan enam belas machine learning classification model. Hasil penelitian menunjukkan model random forest dan stochastic gradient boosting mampu meningkatkan akurasi interpretasi menjadi 87.18 % dari 79.49 % dan kappa value menjadi 0.69 dari 0.48. Peningkatan akurasi ini tidak lepas dari variabel penting dalam fiting model yang digunakan dalam penelitian ini yang didominasi oleh variabel dari indeks vegetasi dan band merah. Model ini perlu diuji untuk mengidentifikasi tanaman sehat dan terinfeksi penyakit BSR dengan taraf insidensi rendah dan sedang.
Kuantifikasi Kontribusi Faktor Iklim Terhadap Variasi Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Pradiko, Iput; Hariyadi, Hariyadi; June, Tania
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i2.222

Abstract

The yield of oil palm is heavily influenced by various climatic conditions, including rainfall (RF), radiation (Qs), temperature, and humidity. To quantify the impact of these factors, a study was conducted on a 15-year-old palm located in an oil palm estate in Pangkalan Lima Puluh Kota, West Sumatra, Indonesia. The study used climate data from 2011-2019 and yield data from 2015 and 2019. To determine the contribution of RF, Qs, and VPD / vapour pressure deficit, which was estimated from temperature and humidity, a computer-intensive importance metric developed by Lindemann, Merenda, and Gold (LMG metric) was utilized. The results showed that RF, Qs, and VPD collectively accounted for 50.16% of yield fluctuations at the study site. Furthermore, the contribution of climate factors on yield followed the order of VPD > Qs > RF.
Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Hidayat, Fandi; Yudhistira, Yudha; Desika Putri Pane, Rizki; Sapalina, Fadilla; Listia, Eka; Amalia, Rizki; Muhayat, Muhayat; Winarna, Winarna
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i2.226

Abstract

Manajemen kesuburan tanah yang rutin dilakukan di perkebunan kelapa sawit cenderung tidak memperhatikan kesuburan dari aspek biologi tanah. Penggunaan pupuk anorganik menjadi praktik standar yang umum, akan tetapi dapat mempengaruhi kesuburan dan kesehatan tanah. Produk hayati yang mengandung konsorsium bakteri bermanfaat dapat menjadi alternatif untuk meminimalkan bahaya terhadap lingkungan dan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Penelitian pengaruh aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit telah dilakukan dengan sistem demo plot (demplot) pada tanaman menghasilkan TT 2008 yang berlokasi di Sumatera Selatan sejak tahun 2019. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri secara nyata mengalami peningkatan dan menunjukkan nilai yang lebih tinggi (menjadi >108 cfu/g-1) pada plot aplikasi pupuk hayati. Sementara itu, performa vegetatif tanaman meningkat sekitar 8,5-17,2% (luas daun) dan 8,6-14,9% (berat kering pelepah) terhadap kontrol (100% anorganik). Perlakuan pupuk anorganik (50% dan 75%) yang dikombinasikan dengan pupuk hayati dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan menghasilkan produktivitas tanaman kelapa sawit yang tidak berbeda nyata terhadap perlakuan standar (100% pupuk anorganik).
Pemetaan Kandungan Hara Daun Kelapa Sawit Menggunakan Citra Multispektral Berbasis Unmanned Aerial Vehicle Madiyuanto, Madiyuanto; Rahmawaty, Rahmawaty; Santoso, Heri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i2.236

Abstract

Kecukupan hara merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas kelapa sawit. Umumnya, pemenuhan kecukupan hara dilakukan melalui pemupukan yang ditentukan berdasarkan hasil analisis kandungan tanah dan daun. Pengukuran kandungan hara daun secara konvensional tidak memiliki fleksibilitas, tidak praktis, membutuhkan tenaga kerja intensif, serta perlu waktu dan biaya tinggi, sehingga penginderaan jauh dapat menjadi alternatif untuk mengatasinya. Dalam penelitian ini, digunakan ekstraksi nilai reflektan setiap saluran serta transformasi indeks vegetasi NDVI dan GNDVI dari 3 saluran kamera multispektal (red, green, near infrared) sebagai variabel bebas (predictor) untuk mengestimasi hara daun blok pengamatan pada perkebunan kelapa sawit. Model regresi polinomial berganda dibangun dari hasil analisis laboratorium daun kelapa sawit sebanyak 35 contoh yang digunakan sebagai variabel terikat. Model prediksi N, P, K, Ca, dan Mg menggunakan regresi polinomial berganda orde 4 menghasilkan nilai R2 berturut-turut 0,986; 0,975; 0,981; 0,970; dan 0,968, nilai Adjusted R2 berturut-turut 0,861; 0,761; 0,812; 0,710; dan 0,690, nilai RSE berturut-turut 0,065; 0,003; 0,076; 0,074; dan 0,036, serta nilai MAPE berturut-turut 5,23%; 3,22%; 10,38%; 13,40%; dan 16,59%. Nilai prediksi kandungan hara daun setiap pohon diolah dan diklasifikasikan secara spasial menghasilkan kandungan hara N, P, dan Ca yang didominasi kriteria sedang masing-masing 95,51%, 100%, dan 80,58%, sedangkan hara K dan Mg didominasi kriteria rendah masing-masing 77,86%, dan 90,39% dari jumlah pohon.
The Potensi Fumyco (Fungi Mikoriza Arbuskula) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Hazra, Fahrizal; Nur Istiqomah, Fatimah; Nurul Fadilla, Ardina
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i3.232

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman perkebunan penghasil minyak nabati yang menjadi komoditas unggulan di Indonesia. Pemberian pupuk hayati menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Nursery. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan 6 taraf perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pengujian pupuk hayati berdasarkan Peraturan Menteri No.1 Tahun 2019 yaitu Kontrol (A); Pupuk NPK standar (15-15-15) 2,5 g (B); 20 g pupuk hayati (C); NPK standar+20 g pupuk hayati (D); 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E); dan 1/2 NPK standar+20 g pupuk hayati (F). Pemberian pupuk hayati mikoriza baik tunggal maupun kombinasi dengan berbagai dosis NPK mampu meningkatkan tinggi, diameter, jumlah daun, bobot kering (BK) akar dan tajuk bibit kelapa sawit umur 12 minggu setelah tanam (MST) dibandingan dengan kontrol dan pupuk NPK standar. Nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) pada perlakuan 3/4 NPK+20 g pupuk hayati mikoriza menunjukkan hasil yang paling efektif secara agronomi dengan nilai RAE tinggi bibit 504,63%, diameter 758,82%, jumlah daun 504,62%, BK tajuk 378,33%, dan BK akar 291,81%.
Uji Infektivitas Dan Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dalam Meningkatkan Ketersediaan Unsur Hara P, Total Mikrob, Dan Respirasi Tanah Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Hazra, Fahrizal; Nur Istiqomah, Fatimah; Rizqi Novanto, Praditya; Nurul Fadilla, Ardina
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis infeksi akar dan jenis spora oleh mikoriza serta mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati dan kombinasi pupuk NPK terhadap sifat biologi dan kimia tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pengujian pupuk hayati yaitu Kontrol (A); Pupuk NPK standar (15-15-15) 2,5 g (B); 20 g pupuk hayati (C); 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D); 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E); dan 1/2 NPK standar+20 g pupuk hayati (F). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E) mampu membentuk kolonisasi pada akar bibit kelapa sawit sebesar 100%. Jumlah spora paling tinggi yaitu 94 spora/10 gr terdapat pada perlakuan 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D) dengan 6 jenis spora yaitu; Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Acaulospora sp1, Acaulospora sp2, dan Acaulospora sp3. Pemberian mikoriza dan berbagai dosis NPK pada bibit kelapa sawit menunjukkan adanya peningkatan ketersediaan fosfor, total mikrob, dan respirasi di dalam tanah. Perlakuan 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D) merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, yaitu 68,98 ppm. Total populasi mikrob tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk hayati mikoriza 1/2 NPK + 20 g pupuk hayati (E), yaitu 31,76 x 105 SPK/g. Respirasi tertinggi terdapat pada perlakuan 3/4 NPK + 20 g pupuk hayati (F), yaitu 7,94 g C/hari.
Implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Pada Produksi Benih Kelapa Sawit di Indonesia Isharyadi, Febrian; Ayuningtyas, Utari; Kristiningrum, Ellia; Prasetya, Bambang; Dulbert Tampubolon, Biatna; Tjahyo Eka Darmayanti, Nur; Budi Mulyono, Ary; Restu Wahono, Daryono; Aliyah, Novin; Dwi Susmiarni, Rika; Wulansari, Nuri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i1.240

Abstract

Penggunaan benih kelapa sawit unggul merupakan salah satu faktor yang menentukan produktifitas dan mutu buah kelapa sawit yang dihasilkan. Untuk memperoleh benih kelapa sawit yang bermutu diperlukan pula pengendalian mutu pada proses produksi benih kelapa sawit. Standar Nasional (SNI) nomor 8211:2015 tentang benih kelapa sawit merupakan standar yang berisi parameter mutu yang harus dipenuhi dalam setiap proses produksi benih kelapa sawit. Namun, informasi terkait implementasi SNI 8211:2015 pada saat produksi benih kelapa sawit belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi SNI 8211:2015 pada setiap proses produksi benih kelapa sawit, sehingga hal tersebut akan menjadi gambaran dan fakta terkait jaminan mutu yang dilakukan oleh produsen dalam menghasilkan benih kelapa sawit yang bermutu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan survei kepada produsen benih kelapa sawit sebagai responden terkait implementasi tolok ukur pada SNI 8211:2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 responden produsen benih kelapa sawit yang diperoleh, implementasi SNI 8211:2015 pada proses produksi sudah dilakukan dengan baik pada 4 (empat) tahapan utama yaitu pemuliaan, reproduksi benih, pemrosesan benih, dan pengemasan. Hal itu menunjukkan bahwa benih kelapa sawit yang dihasilkan terjamin mutunya. Penelusuran lanjutan perlu dilakukan terhadap titik kritis lain yang berpotensi menyebabkan beredarnya benih ilegitim di Indonesia, sehingga produktifitas kelapa sawit di Indonesia dapat meningkat dengan penggunaan benih kelapa sawit unggul.
Diagnosis Hara Makro pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menggunakan Metode DOP dan DRIS Fernando Sitorus, Alberth; Bagus Pulunggono, Heru; Anwar, Syaiful; Nugroho, Budi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i2.245

Abstract

Kelapa sawit adalah tanaman penting dan berharga di Indonesia. Manajemen yang baik harus dilakukan untuk untuk mendapatkan produksi kelapa sawit yang tinggi. Manajemen pemupukan yang dilaksanakan saat ini ditantang untuk meningkatkan keefektifan dan keefisienannya. Pengelolaan pupuk yang efisien dimulai dengan diagnosis unsur hara yang benar. Dua dari sekian banyak metode diagnosis hara adalah metode Deviation from optimum percentage (DOP) dan Diagnosis and Recommendation Integrated System (DRIS). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder, hasil analisis kadar hara, dan produksi dari beberapa kebun di Kalimantan. Penelitian terdiri dari berbagai tahapan yaitu pengumpulan data, peneraan produktivitas, penentuan norm, diagnosis hara, dan pengolahan data. Metode DOP dan DRIS menghasilkan nilai norm nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium masing-masing sebesar 2,63, 0,16, 1,01, 0,79, dan 0,29. Ca memiliki indeks hara paling negatif 61% dengan DOP dan 58% dengan DRIS. Sedangkan Mg memiliki indeks hara positif tertinggi, yaitu 55% dengan DOP dan 61% dengan DRIS, yang menunjukkan hal tersebut dari seluruh data. Ca merupakan unsur hara yang paling banyak pada kondisi kekurangan, sedangkan Mg paling banyak pada kondisi berlebih. DOP dan DRIS menunjukkan hasil diagnosis yang rata-rata urutan kebutuhan hara dan tanda sama.
Efisiensi Penggunaan Hara Kalium Dari Pupuk Kalium Berbahan Dasar Zeolit Alam Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menggunakan Media Tanah Gambut Anwar, Syaiful; Murtilaksono, Kukuh; Nugroho, Budi; Rahutomo, Suroso
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i3.246

Abstract

Kalium merupakan hara makro yang paling banyak dibutuhkan kelapa sawit. Di sisi lain efisiensi pemupukan kalium pada lahan gambut rendah dikarenakan pencucian. Salah satu upaya meningkatkan efesiensi pemupukan kalium adalah melalui ameliorasi tanah gambut sekaligus merekayasa teknologi pupuk agar hara dapat diserap tanaman lebih efisien. Penelitian ini bertujuan menguji efisiensi pupuk kalium yang telah dimodifikasi menggunakan zeolit alam (pupuk zeka) pada bibit kelapa sawit menggunakan media tanam tanah gambut. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah (1) K0 = Kontrol/(tanpa pupuk); (2) K1 = pupuk standar (urea + TSP + KCl + dolomit); (3) K2 = urea + TSP + zeka-1 + dolomit; K3 = Urea + TSP + zeka-2 + Dolomit; dan K4 = urea + TSP + zeka-3 + dolomit. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara umum pupuk zeka (K2-K4) menghasilkan pertumbuhan bibit, dan efisiensi penggunaan hara yang lebih tinggi dibanding perlakuan pemupukan standar (K1). Perlakuan terbaik (K3) menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi hara paling tinggi. Tinggi dan diameter batang bibit, perlakuan K3 lebih besar dibanding K1, berturut-turut 7,7% dan 9,2% lebih tinggi. Selanjutnya, biomassa kering tajuk dan akar yang dihasilkan perlakuan K3 lebih tinggi berturut-turut 39,2% dan 33,9% dibanding perlakuan K1. Nilai agronomic efficiency, Apparent Recovery efficiency, Physiologycal efficiency dan Partial Faktor Productivity perlakuan K3 lebih tinggi berturut-turut 59,91%; 33,23%; 18,57% dan 39,16% dibanding K1.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue