cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Matriconditioning Sebagai Metode Invigorasi Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis L. Jacq) Arif, Mohamad; Retno Palupi, Endah; Ilyas, Satriyas; Widajati, Widajati; Qadir, Abdul; Suprianto, Edy
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.249

Abstract

Deteriorasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari meski penyimpanan benih dilaksanakan pada kondisi penyimpanan terbaik. Benih kelapa sawit tergolong sebagai benih intermediat yang hanya dapat disimpan pada periode sekitar satu tahun. Penelitian ditujukan untuk melihat pengaruh matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih kelapa sawit, khususnya yang telah disimpan lebih dari 1 tahun. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah lot benih yaitu benih yang telah disimpan pada penyimpanan terkendali kurang dari 12 bulan (tiga ulangan, masing-masing telah tersimpan pada penyimpanan terkendali selama 3, 4, dan 9 bulan) dan benih yang telah disimpan pada penyimpanan terkendali lebih dari 12 bulan (tiga ulangan, masing-masing telah tersimpan pada penyimpanan terkendali selama 13, 14, dan 41 bulan). Faktor kedua adalah matriconditioning yang terdiri atas dua belas taraf yang merupakan kombinasi antara tiga media (zeolit, vermikulit, dan arang sekam) dengan empat larutan matriconditioning (emulsi Trichoderma sp., 2% KNO3, 2% KH2PO4, dan air). Perlakuan matriconditioning meningkatkan kelembapan udara (relative humidity, RH) secara nyata (98,3-99,9%) dibanding RH pada kontrol (75,33%), dan meningkatkan kadar air benih dari 15,7% (kontrol) menjadi 16,13-16,48% yang sesuai untuk tahap pematahan dormansi. Tidak terjadi peningkatan daya berkecambah (DB) yang signifikan pada perlakuan matriconditioning dibanding kontrol, namun peningkatan DB yang terjadi (4,3-12,6%) pada perlakuan matriconditioning menunjukkan aplikasi ini dapat diterapkan pada pengecambahan benih kelapa sawit yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan air dinilai cukup untuk aplikasi matriconditioning.
Pengukuran Kadar Air Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis L. Jacq) yang Lebih Efektif dan Efisien Nurhermawati, Renica; Ivanka, Nabhila; Arif, Mohamad
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.257

Abstract

Metode gravimetri oven dalam penentuan kadar air (KA) benih kelapa sawit membutuhkan waktu yang lama (48 jam pemanasan) dan bersifat destruktif menyebabkan benih uji tidak dapat dimanfaatkan, sehingga menentukan waktu pengovenan pada metode gravimetri dan penggunaan alat pengukur KA yang lebih praktis menjadi suatu kebutuhan. Penelitian ini bertujuan mencari waktu yang efektif untuk penetapan KA dengan metode gravimetri oven dan mencari metode yang lebih praktis sebagai alternatif gravimetri oven. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, Sumatera Utara pada Mei 2023 dengan menggunakan benih kelapa sawit varietas DxP PPKS 540. Perancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan 14 taraf (GMM P1 – P8, MT P10, MT P13, MT P14, MT P19, gravimetri oven dengan benih pecah dan gravimetri oven dengan benih utuh sebagai kontrol) masing-masing diulang 6 kali. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa waktu yang efisien untuk penetapan KA benih kelapa sawit dengan metode gravimetri adalah 22 jam, jauh lebih cepat dibanding 48 jam yang biasanya diterapkan oleh produsen benih kelapa sawit. Selain itu, MT P10 dan MT P19 berpotensi untuk menjadi alternatif dalam pengukuran KA secara cepat dan praktis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meningkatkan kuantitas pengukuran yang lebih banyak pada berbagai tingkat KA benih agar menghasilkan model pengukuran KA benih dengan menggunakan moisture tester (MT) untuk menggantikan gravimetri oven yang memerlukan waktu lebih lama.
Risiko Produksi dan Pendapatan Pekebun Kelapa Sawit Rakyat Bersertifikasi dan Nonsertifikasi RSPO Syahputra, Agung Rahmat; Nurkhoiry, Ratnawati; Amalia, Rizki; Prima Sani Nasution, Zulfi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.265

Abstract

Perkebunan kelapa sawit sering kali dikritik karena praktik tata kelola yang buruk yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Sertifikasi keberlanjutan muncul sebagai solusi untuk mengatasi isu-isu ini, menawarkan jaminan keberlanjutan dalam rantai pasokan kepada para stakeholder, termasuk pekebun rakyat. Tanpa sertifikasi, pekebun menghadapi risiko yang signifikan, termasuk volatilitas pasar dan kerugian produksi, yang dapat mempengaruhi pendapatan dan keberlanjutan usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan risiko produksi dan pendapatan antara pekebun bersertifikasi dan nonsertifikasi. Metode penelitian menggunakan perhitungan nilai koefisien variasi untuk mengukur risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekebun bersertifikasi menghadapi risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pekebun nonsertifikasi, dari sisi produksi maupun pendapatan. Hal ini mencerminkan manajemen risiko yang lebih baik terutama pada alokasi tenaga kerja yang lebih efisien dan keuntungan finansial yang lebih tinggi, meskipun dengan biaya yang lebih besar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan RSPO dan koperasi, yang berperan vital dalam mewujudkan komitmen untuk mencapai tujuan yang diuraikan dalam Teori Perubahan (ToC).
Penerapan Analisis Keputusan Multi Kriteria Dengan Metode Promethee Dalam Seleksi Awal Calon Pohon Induk Kelapa Sawit Dura: Studi Kasus Data Pengamatan Lapangan Di Kebun Percobaan PPKS BJ43S (DXD), Bah Jambi, Sumatera Utara Prima Sani Nasution, Zulfi; Nazhri Simamora, Arfan; Rinanda Filsofi Siregar, Kurnia; Yenni, Yurna
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.274

Abstract

Pengambilan keputusan yang didasarkan pada multi-kriteria memerlukan metode yang komprehensif agar dapat diambil keputusan yang tepat. Salah satu cara yang digunakan adalah mengaplikasikan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations (PROMETHEE) adalah salah satu metode dalam MCDA yang sudah umum digunakan di bidang bisnis, finansial, teknologi, dan lain-lain, namun masih sangat jarang digunakan di bidang pemuliaan tanaman. Pada tulisan ini, metode PROMETHEE digunakan untuk seleksi awal calon pohon induk melalui pemeringkatan pohon-pohon yang diuji pada kebun percobaan PPKS BJ43S (DxD), Kebun Bah Jambi, Sumatera Utara. Analisis ini menggunakan data pengamatan lapangan dari 1.395 pohon yang diuji, dan dipilih 10% atau sekitar 140 pohon terbaik berdasarkan metode PROMETHEE. Pemilihan pohon-pohon tersebut telah mempertimbangkan banyak kriteria antara lain bobot tandan, rasio buah per tandan, rasio mesokarp per buah, dan juga karakter minyak. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini terbukti cukup efektif digunakan dalam seleksi awal calon pohon induk karena mampu memberikan wawasan mengenai kontribusi relatif masing-masing kriteria yang mempengaruhi pemeringkatan (ranking) pohon. Urutan pohon-pohon berdasarkan hasil analisis ini dapat menjadi pertimbangan dalam memilih pohon-pohon sebagai tetua berdasarkan banyak karakter untuk tujuan pengembangan bahan tanaman maupun komersial.
Pengaruh Bakteri Pelarut Fosfat Dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) TM I Henriawaty, R Dwi Puspita; Suherman VZ, Cucu; Ariyanti, Mira
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.282

Abstract

Ruangan terbuka yang tersedia pada fase tanaman menghasilkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui pola tanam tumpangsari salah satunya dengan tanaman jagung. Tanah Inceptisol memiliki kesuburan kimia yang rendah khususnya kandungan P, salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan kimia yaitu dengan mengaplikasikan pupuk hayati seperti bakteri pelarut fosfat (BPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh BPF dan berbagai dosis pupuk P dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada pertanaman kelapa sawit fase tanaman menghasilkan 1. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Januari sampai April 2023. Percobaan dilakukan dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari tujuh perlakuan dan diulang empat kali. Perlakuan terdiri dari 100% dosis SP-36, 50 kg/ha BPF + 25% dosis SP-36, 50 kg/ha BPF + 50% dosis SP-36, 50 kg/ha BPF + 75% dosis SP-36, 75 kg/ha BPF + 25% dosis SP-36, 75 kg/ha BPF + 50% dosis SP-36, 75 kg/ha BPF + 75% dosis SP-36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian BPF dan pupuk P berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot pipilan kering 100 biji, bobot per tanaman, bobot per petak, dan bobot per hektar. Dosis 50 kg/ha BPF dan 25% pupuk P merupakan dosis yang paling efisien dan penggunaan BPF dapat mengurangi kebutuhan pupuk P hingga 75%.
Analisis Sikap, Preferensi, dan Kepuasan Konsumen Terhadap Kecambah Kelapa Sawit Pusat Penelitian Kelapa Sawit Silaban, Burju; Amalia, Rizki; Nurkhoiry, Ratnawati; Prima Sani Nasution, Zulfi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i1.261

Abstract

Kecambah unggul merupakan hal yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit di Indonesia, khususnya petani rakyat. Produsen yang menghasilkan bahan tanam kelapa sawit sangat berperan penting dalam menyediakan benih yang berkualitas dan dapat dilegitimasi kemurniannya. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) adalah satu-satunya produsen benih kelapa sawit milik negara. Varietas unggul yang dihasilkan PPKS dalam upaya meningkatkan produksi kelapa sawit, akan berdampak terhadap perilaku konsumen dalam pemilihan benih kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap, preferensi dan kepuasan konsumen terhadap penggunaan kecambah kelapa sawit varietas unggul PPKS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 44 petani. Metode analisis yang digunakan adalah metode Fishbein, Konjoin, Importance and Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut kecambah varietas unggul PPKS dengan metode Fishbein, berada pada kategori sangat suka dengan skor 24.04. Sementara preferensi petani dengan analisis konjoin yang sangat disukai yaitu pada atribut potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 38 ton/ha/tahun, laju pertumbuhan meninggi sebesar 62.5 – 65 cm/tahun, toleran terhadap Ganoderma sp., kerapatan tanaman 130 pohon/ha, kemasan kardus, pembelian dengan datang langsung, diskon 10%, dan harga Rp.8000. Analisis IPA menunjukkan kesesuaian varietas dengan kerapatan tanaman dan kesesuaian varietas dengan tipe lahan masuk dalam kaudran I, maka kedua atribut tersebut belum memuaskan petani, dan menjadi prioritas utama dalam melakukan perbaikan. Sementara kepuasan konsumen terhadap keseluruhan atribut pada varietas unggul PPKS menunjukkan nilai CSI sebesar 81%. Hal ini menunjukkan bahwa indeks kepuasan petani terhadap kecambah PPKS berada pada kategori sangat puas.
Pemanfaatan Mekanisasi dalam Proses Pengangkutan Hasil Produksi di Perkebunan Kelapa Sawit Rinanda Filsofi Siregar, Kurnia; Nurkhoiry, Ratnawati; Prima Sani Nasution, Zulfi; Akmal Agustira, Muhammad; Amalia, Rizki
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i1.262

Abstract

Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia meningkat dari 14,0 juta ha pada tahun 2017 menjadi 16,8 juta ha pada tahun 2022, yang berimplikasi pada bertambahnya kebutuhan tenaga kerja panen dan pemeliharaan. Saat ini, di Indonesia semakin sulit mencari tenaga kerja lapangan yang terlatih khususnya pada kegiatan panen dan muat Tandan Buah Segar (TBS) di industri kelapa sawit. Pada masa industri 4.0, pemanfaatan mekanisasi menjadi solusi potensial untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian dan perkebunan. Mekanisasi dalam manajemen panen melibatkan penggunaan alat-alat seperti: tractor scissor lift grabber, quick tractor, crawller dump, along-along, wintor dan truck bin system yang berfungsi mengevakuasi TBS dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) hingga pengiriman ke pabrik kelapa sawit (PKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari penggunaan mekanisasi dalam proses pengangkutan hasil produksi serta menganalisis kelayakannya dari segi finansial melalui metode analisis NPV, IRR, B/C dan PP. Hasil perhitungan menunjukkan truck bin system memperoleh nilai NPV Rp 424 juta, IRR 21,38%, B/C 1,21, PP 5 tahun. tractor scissor lift grabber memperoleh NPV Rp 433 Juta, IRR 22,5%, B/C 1,28, PP 5 tahun, quick tractor memperoleh NPV Rp 39 juta, IRR 23,91%, B/C 1,11, PP 3 tahun, wintor mencapai NPV Rp 45 juta, IRR 26,05%, B/C 1,27, PP 3 tahun, dan Along-along mencatat NPV Rp 78 juta, IRR 212,1%, B/C 1,49, PP 1 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara teknis dan ekonomi, mekanisasi layak untuk diterapkan pada perkebunan kelapa sawit.
Pengaruh Aplikasi Mikoriza dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre dan Main Nursery Istiqomah, Fatimah Nur; Novanto, Praditya Rizqi; Janati, Rahayu Ning
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i1.273

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit. Terdapat 3 jenis pupuk yang biasa digunakan untuk budidaya kelapa sawit, yaitu pupuk organik, pupuk anorganik, dan pupuk hayati. Salah satu jenis pupuk hayati adalah mikoriza, yaitu pupuk yang terbuat dari jamur/fungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mikoriza dan berbagai dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit. Metode penelitian pada pre nursery menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan; kontrol (A), 100% pupuk NPK (B), 30 g mikoriza (C), 30 g mikoriza + 25% pupuk NPK (D), 30 g mikoriza + 50% pupuk NPK (E) 30 g mikoriza + 75% pupuk NPK dengan 25 ulangan. Metode penelitian di main nursery menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan; kontrol (A), 100% pupuk NPK (B), 40 g mikoriza (C), 40 g mikoriza + 25% pupuk NPK (D), 40 g mikoriza + 50% pupuk NPK (E) 40 g mikoriza + 75 pupuk NPK % dengan 20 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mikoriza 30 g pada bibit kelapa sawit pre-nursery dapat meningkatkan tinggi bibit sebesar 73,75% lebih baik dari kontrol dan aplikasi mikoriza 30 g + pupuk NPK 50% dapat meningkatkan tinggi bibit sebesar 59,57%. Pada bibit kelapa sawit main-nursery, aplikasi mikoriza 40 g + pupuk NPK 75% dapat meningkatkan tinggi sebesar 71,97% dan diameter sebesar 54,26% terhadap kontrol. Aplikasi mikoriza 30 g di pre nursery mampu mengefisiensi pupuk NPK sebesar 50% dan aplikasi mikoriza 40 g di main nursery mampu mengefisiensikan pupuk NPK sebesar 25%.
Identifikasi Mikroorganisme Kontaminan Pada Kultur Jaringan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Ilham, Muhammad; Ernayunita, Ernayunita; Yuli Rahmadi, Hernawan
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i1.279

Abstract

Salah satu kendala kultur jaringan kelapa sawit yaitu adanya risiko kontaminasi mikroorganisme pada setiap prosesnya. Kontaminasi mikroorganisme pada proses kultur dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan eksplan bahkan kegagalan tumbuh. Jenis – jenis kontaminasi yang sering ditemukan dalam kultur jaringan adalah bakteri dan jamur. Mikroorganisme kontaminan dapat tumbuh dengan baik pada media kultur jaringan karena terdapat kandungan nutrisi didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kontaminasi mikroorganisme pada kultur jaringan kelapa sawit sehingga dapat ditentukan pengendalian kontaminasi yang sesuai dan tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan metode purposive samping yang meliputi kriteria sampel, seleksi sampel, verifikasi sampel yang selanjutnya dilakukan isolasi, pemurnian, serta identifikasi dan pengamatan mikroskopik/makroskopik. Hasil penelitian menunjukan dua genus teridentifikasi dari isolat fungi yaitu Aspergillus sp. dan Penicillium sp. melalui pengamatan mikroskop dengan perbesaran 1000x. Selain itu, isolat bakteri teridentifikasi 4 isolat Gram negatif dan 1 isolat Gram positif melalui uji gram menggunakan KOH 3%. Kelimpahan tertinggi isolat bakteri terdapat pada sampel 3 dengan nilai 2,9 x 105 CFU/mL. Morfologi mikroskopik teridentifikasi bulat (coccus), batang (basil) dan spiral. Pengendalian mikroorganisme dilakukan dengan penggunaan antibiotik yaitu Tetracycline, Ciprofloxacin, dan Kanamycin serta penggunaan antifungal yaitu fluconazole dan ketoconazole. Pencegahan mikroorganisme dilakukan dengan sterilisasi alat dan bahan, pemilihan zat sterilan, teknik sterilisasi, kondisi ruang kultur yang bersih, pemantauan dan pemisahan kultur terkontaminasi secara berkala.
Analisis Single Nucleotide Polymorphism (SNP) Gen Laccase-24 (EgLCC24) dalam Ketahanan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Ganoderma boninense Nugroho, Syarul; Yuli Rahmadi, Hernawan; Syukur, Muhamad; Widodo, Widodo; Bayuardi Suwarno, Willy; Sri Wening, Sri Wening; Faizah, Rokhana; Diah Setiowati, Retno; Adriwan Siregar, Heri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i1.285

Abstract

Ganoderma boninense attack and its rapid spread in oil palm plantations have caused significant economic losses. The use of Ganoderma resistant plant materials can be a solution, but the allelic segregation that occurs causes not all DxP progeny obtained have the nature of resistance to Ganoderma. The role of molecular markers is needed to assist initial selection of Ganoderma resistant DxP progenies in nurseries. This study aims to identify targeted SNP markers from the Laccase-24 gene (EgLCC24), which is thought to play a role in oil palm resistance to Ganoderma. Three oil palm DxP populations were used in this study, namely populations A, B, and C. Ganoderma screening in nurseries was carried out on these three populations to obtain progeny samples with resistant and susceptible phenotypes, which were then further analyzed. The methods used include SNP analysis and the use of SNAP primers for marker development. The SNP differences obtained from this study led to amino acid changes, but did not cause stop codons. The validation results using SNAP primers on the Laccase-24 gene showed that DxP progeny from populations A, B, and C relatively have moderate allele characteristics of Ganoderma resistance.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue