cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Dampak Peningkatan Produktivitas dan Kapasitas Produksi CPO Pada Industri Hilir CPO Terhadap Produksi Biodiesel Indonesia Adelina Siregar, Indah; Rifin, Amzul; Novindra, Novindra
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.247

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan minyak sawit. Berdasarkan kapasitas produksi, biodiesel menempati posisi kedua tertinggi produk turunan minyak sawit setelah minyak goreng, yaitu sebesar 11.4 juta ton, minyak goreng sebesar 15.3 juta ton, sabun dan detergen sebesar 3.6 juta ton, oleokimia dasar sebesar 1.7 ton dan margarin/shortening sebesar 0.8 juta ton (Ditjenbun, 2019). Dengan kapasitas industri hilir yang demikian, industri hilir minyak sawit domestik diperkirakan sudah mampu mengolah sekitar 32 juta ton CPO. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, produktivitas dan supply demand CPO serta supply demand Biodiesel; (2) Menganalisis dampak harga permintaan minyak mentah Indonesia terhadap industri biodiesel Indonesia; (3) Menganalisis dampak peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi CPO pada industri hilir CPO terhadap produksi biodiesel Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan kebijakan DMO melalui peningkatan permintaan minyak sawit oleh industri biodiesel sebesar 10% berdampak terhadap meningkatnya harga riil domestik minyak sawit sebesar 0.006% sehingga menyebabkan peningkatan terhadap permintaan domestik minyak sawit Indonesia sebesar 0.05% dengan peningkatan permintaan minyak sawit oleh industri biodiesel sebesar 0.007%, permintaan minyak sawit oleh industri lain sebesar 0.001%. Peningkatan kebijakan DMO berdampak juga terhadap peningkatan produksi biodiesel sebesar 0.85% sehingga penawaran domestik biodiesel Indonesia meningkat sebesar 16.7%, ekspor biodiesel meningkat sebesar 6.88% dan terjadi penurunan harga riil domestik biodiesel sebesar 2.34%. Dampak peningkatan kapasitas produksi biodiesel maka permintaan terhadap biodiesel akan meningkat sehingga produksi bahan baku biodiesel yaitu minyak sawit akan meningkat. Dengan peningkatan produksi minyak sawit tersebut maka akan berdampak terhadap penawaran minyak sawit dan pemerintah akan melakukan ekspor yang lebih tinggi lagi.
Penilaian Tingkat Keberlanjutan Usaha Perkebunan Sawit Rakyat dengan Aplikasi Metode RAPPO di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Nabila, Asma; Prima Sani Nasution, Zulfi; Akmal Agustira, Muhammad
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.291

Abstract

Eksistensi perkebunan sawit rakyat memegang peran sentral dalam pertumbuhan luas lahan perkebunan sawit di Indonesia. Namun, perkebunan sawit rakyat masih menghadapi tantangan besar terkait produktivitas dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan pekebun sawit rakyat bersertifikasi dan non-sertifikasi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan menggunakan metode Rapid Appraisal for Palm Oil (RAPPO). Analisis dilakukan berdasarkan empat dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekebun bersertifikasi memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan dengan pekebun non-sertifikasi. Skor keberlanjutan kumulatif untuk pekebun bersertifikasi adalah 67,71 (kategori cukup berkelanjutan), sedangkan pekebun non-sertifikasi hanya mencapai 47,45 (kategori kurang berkelanjutan). Dimensi kelembagaan menjadi faktor pembeda, di mana pekebun bersertifikasi mendapatkan manfaat dari kelompok tani dan koperasi dalam bentuk penyuluhan, akses pasar, dan penerapan teknik budidaya berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya penguatan kelembagaan melalui peningkatan partisipasi dalam kelompok tani dan koperasi, serta penyuluhan berkelanjutan, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Simalungun.
Respon Morfologi Bibit Kelapa Sawit Terhadap Pemberian Pupuk Fadli Pangaribuan, Ikhwan; Diah Setiowati, Retno; Wening, Sri; Rahma Pratiwi, Dian; Novandi Ginting, Eko; Mardiana, Cut; Ernayunita, Ernayunita
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.294

Abstract

Kelapa sawit memerlukan pasokan nutrisi yang seimbang dan cukup untuk mencapai hasil yang optimal. Unsur-unsur seperti nitrogen (N) dan kalium (K) adalah makronutrien yang paling penting dibutuhkan oleh tanaman. Biaya aplikasi pupuk relatif tinggi, yang menimbulkan peluang dan tantangan dalam merakit bahan tanaman yang efisien dalam pemanfaatan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respons berbagai populasi tanaman kelapa sawit terhadap perlakuan aplikasi pupuk. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan split-split plot dengan tiga faktor: jenis pupuk [nitrogen (N1) dan kalium (N2)], dosis pupuk [0% (P0), 100% (P1), 75% (P2), dan 50% (P3) dari dosis yang dianjurkan], dan bahan tanaman [populasi 1-6 (V1-V6)], diulang sebanyak enam kali. Perlakuan dengan rata-rata tinggi tanaman tertinggi diamati pada P2, dimana pupuk diaplikasikan sebesar 75% dari dosis yang dianjurkan. Sebaliknya, kombinasi jenis pupuk dan dosis terbaik diperoleh dari N1, yang mengacu pada tanaman yang diperlakukan dengan 75% pupuk nitrogen yang dianjurkan. Berdasarkan populasi yang digunakan, populasi V1 menunjukkan rata-rata tinggi tanaman terendah, berbeda signifikan dari populasi lainnya. Ketika mengamati populasi, rata-rata jumlah daun populasi V2 dan V6 berbeda signifikan dari yang lain dan memiliki rata-rata tertinggi. Namun, ketika mengamati interaksi dengan jenis pupuk, interaksi N2V6 yang melibatkan populasi enam yang diperlakukan dengan pupuk kalium menunjukkan rata-rata jumlah daun tertinggi dan berbeda signifikan dari interaksi lainnya. Mengenai diameter batang, populasi V3, V2, V4, dan V6 memiliki rata-rata diameter batang terbesar dan berbeda signifikan dari V5 dan V1. Kombinasi perlakuan N2P2V6 (populasi enam yang diperlakukan dengan 75% pupuk kalium) dan N1P3V2 (populasi dua yang diperlakukan dengan 50% pupuk nitrogen) memiliki rata-rata diameter batang terbesar, masing-masing 8,14 cm dan 8,07 cm, dan berbeda signifikan dari 46 interaksi lainnya. Di sisi lain, rata-rata diameter batang terkecil ditemukan pada tanaman dengan interaksi N2P3V1, yang berukuran 5,33 cm, dan berbeda signifikan dari 47 interaksi lainnya.
Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Keparahan Penyakit Bercak Daun Curvularia oryzae pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Priwiratama, Hari; Wijayanti, Eka; Wiyono, Suryo; Toding Tondok, Efi; Hendrastuti Hidayat, Sri; Wening, Sri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.308

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan bibit kelapa sawit. Kekeringan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan kerentanan kelapa sawit terhadap penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekeringan terhadap pertumbuhan vegetatif dan keparahan penyakit bercak daun Curvularia. Cekaman kekeringan disimulasikan dengan membatasi pemberian air terhadap bibit kelapa sawit berumur tiga bulan pada level kapasitas lapang (KL), 75% KL, 50% KL, dan 25% KL. Perlakuan penyiraman dengan standar pembibitan digunakan sebagai pembanding (K). Pada masing-masing perlakuan, inokulasi Curvularia oryzae dilakukan dengan cara menyemprotkan suspensi spora (1 x 105 konidia/mL) secara merata pada permukaan daun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bibit terinfeksi bercak daun yang mengalami cekaman kekeringan berat (25% KL) memiliki tinggi dan lebar bonggol yang lebih rendah dibandingkan perlakuan K dan KL. Tingkat keparahan penyakit bercak daun Curvularia pada tanaman yang mengalami cekaman air berat (25% KL) lebih rendah dibandingkan perlakuan standar pembibitan, KL dan 75% KL. Secara umum dapat disimpulkan bahwa cekaman kekeringan memberikan dampak yang bertolak belakang antara variabel pertumbuhan tanaman dan keparahan penyakit bercak daun.
Pengeluaran R&D dan Kinerja PerusahPengeluaran R&D dan Kinerja Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 2019–2023aan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 2019–2023 Yuliansyah, M. Roby; Sembel, Roy; Haymans Manurung, Adler
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.323

Abstract

This study investigates the impact of R&D expenditure and firm characteristics on the financial performance of Indonesian plantation companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023, using quantile regression analysis. Return on Equity (ROE) serves as the performance metric across the 25th, 50th, and 75th quantiles. The results show that R&D expenditure has a significantly negative effect at the median quantile, while Debt to Equity Ratio (DER) negatively affects ROE at both lower and median quantiles. Capital Intensity and Firm Size do not show significant effects, whereas Firm Age has a slight positive effect in the upper quantile. These findings suggest that while R&D investments may burden short-term profitability, they remain essential for long-term performance if managed strategically. The study highlights the importance of partnerships with credible R&D institutions, technological adoption, and government support to overcome sector-specific limitations. Limitations include the sector-specific focus and lack of qualitative dimensions, indicating the need for broader and mixed-method research in the future. Moreover, given the five-year observation period and limited sample size, the findings should be interpreted cautiously and are not intended to be generalized beyond the observed context.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue