cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Dampak Peningkatan Produktivitas dan Kapasitas Produksi CPO Pada Industri Hilir CPO Terhadap Produksi Biodiesel Indonesia Adelina Siregar, Indah; Rifin, Amzul; Novindra, Novindra
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.247

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan minyak sawit. Berdasarkan kapasitas produksi, biodiesel menempati posisi kedua tertinggi produk turunan minyak sawit setelah minyak goreng, yaitu sebesar 11.4 juta ton, minyak goreng sebesar 15.3 juta ton, sabun dan detergen sebesar 3.6 juta ton, oleokimia dasar sebesar 1.7 ton dan margarin/shortening sebesar 0.8 juta ton (Ditjenbun, 2019). Dengan kapasitas industri hilir yang demikian, industri hilir minyak sawit domestik diperkirakan sudah mampu mengolah sekitar 32 juta ton CPO. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, produktivitas dan supply demand CPO serta supply demand Biodiesel; (2) Menganalisis dampak harga permintaan minyak mentah Indonesia terhadap industri biodiesel Indonesia; (3) Menganalisis dampak peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi CPO pada industri hilir CPO terhadap produksi biodiesel Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan kebijakan DMO melalui peningkatan permintaan minyak sawit oleh industri biodiesel sebesar 10% berdampak terhadap meningkatnya harga riil domestik minyak sawit sebesar 0.006% sehingga menyebabkan peningkatan terhadap permintaan domestik minyak sawit Indonesia sebesar 0.05% dengan peningkatan permintaan minyak sawit oleh industri biodiesel sebesar 0.007%, permintaan minyak sawit oleh industri lain sebesar 0.001%. Peningkatan kebijakan DMO berdampak juga terhadap peningkatan produksi biodiesel sebesar 0.85% sehingga penawaran domestik biodiesel Indonesia meningkat sebesar 16.7%, ekspor biodiesel meningkat sebesar 6.88% dan terjadi penurunan harga riil domestik biodiesel sebesar 2.34%. Dampak peningkatan kapasitas produksi biodiesel maka permintaan terhadap biodiesel akan meningkat sehingga produksi bahan baku biodiesel yaitu minyak sawit akan meningkat. Dengan peningkatan produksi minyak sawit tersebut maka akan berdampak terhadap penawaran minyak sawit dan pemerintah akan melakukan ekspor yang lebih tinggi lagi.
Penilaian Tingkat Keberlanjutan Usaha Perkebunan Sawit Rakyat dengan Aplikasi Metode RAPPO di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Nabila, Asma; Prima Sani Nasution, Zulfi; Akmal Agustira, Muhammad
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.291

Abstract

Eksistensi perkebunan sawit rakyat memegang peran sentral dalam pertumbuhan luas lahan perkebunan sawit di Indonesia. Namun, perkebunan sawit rakyat masih menghadapi tantangan besar terkait produktivitas dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan pekebun sawit rakyat bersertifikasi dan non-sertifikasi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan menggunakan metode Rapid Appraisal for Palm Oil (RAPPO). Analisis dilakukan berdasarkan empat dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekebun bersertifikasi memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan dengan pekebun non-sertifikasi. Skor keberlanjutan kumulatif untuk pekebun bersertifikasi adalah 67,71 (kategori cukup berkelanjutan), sedangkan pekebun non-sertifikasi hanya mencapai 47,45 (kategori kurang berkelanjutan). Dimensi kelembagaan menjadi faktor pembeda, di mana pekebun bersertifikasi mendapatkan manfaat dari kelompok tani dan koperasi dalam bentuk penyuluhan, akses pasar, dan penerapan teknik budidaya berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya penguatan kelembagaan melalui peningkatan partisipasi dalam kelompok tani dan koperasi, serta penyuluhan berkelanjutan, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Simalungun.
Respon Morfologi Bibit Kelapa Sawit Terhadap Pemberian Pupuk Fadli Pangaribuan, Ikhwan; Diah Setiowati, Retno; Wening, Sri; Rahma Pratiwi, Dian; Novandi Ginting, Eko; Mardiana, Cut; Ernayunita, Ernayunita
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.294

Abstract

Kelapa sawit memerlukan pasokan nutrisi yang seimbang dan cukup untuk mencapai hasil yang optimal. Unsur-unsur seperti nitrogen (N) dan kalium (K) adalah makronutrien yang paling penting dibutuhkan oleh tanaman. Biaya aplikasi pupuk relatif tinggi, yang menimbulkan peluang dan tantangan dalam merakit bahan tanaman yang efisien dalam pemanfaatan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respons berbagai populasi tanaman kelapa sawit terhadap perlakuan aplikasi pupuk. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan split-split plot dengan tiga faktor: jenis pupuk [nitrogen (N1) dan kalium (N2)], dosis pupuk [0% (P0), 100% (P1), 75% (P2), dan 50% (P3) dari dosis yang dianjurkan], dan bahan tanaman [populasi 1-6 (V1-V6)], diulang sebanyak enam kali. Perlakuan dengan rata-rata tinggi tanaman tertinggi diamati pada P2, dimana pupuk diaplikasikan sebesar 75% dari dosis yang dianjurkan. Sebaliknya, kombinasi jenis pupuk dan dosis terbaik diperoleh dari N1, yang mengacu pada tanaman yang diperlakukan dengan 75% pupuk nitrogen yang dianjurkan. Berdasarkan populasi yang digunakan, populasi V1 menunjukkan rata-rata tinggi tanaman terendah, berbeda signifikan dari populasi lainnya. Ketika mengamati populasi, rata-rata jumlah daun populasi V2 dan V6 berbeda signifikan dari yang lain dan memiliki rata-rata tertinggi. Namun, ketika mengamati interaksi dengan jenis pupuk, interaksi N2V6 yang melibatkan populasi enam yang diperlakukan dengan pupuk kalium menunjukkan rata-rata jumlah daun tertinggi dan berbeda signifikan dari interaksi lainnya. Mengenai diameter batang, populasi V3, V2, V4, dan V6 memiliki rata-rata diameter batang terbesar dan berbeda signifikan dari V5 dan V1. Kombinasi perlakuan N2P2V6 (populasi enam yang diperlakukan dengan 75% pupuk kalium) dan N1P3V2 (populasi dua yang diperlakukan dengan 50% pupuk nitrogen) memiliki rata-rata diameter batang terbesar, masing-masing 8,14 cm dan 8,07 cm, dan berbeda signifikan dari 46 interaksi lainnya. Di sisi lain, rata-rata diameter batang terkecil ditemukan pada tanaman dengan interaksi N2P3V1, yang berukuran 5,33 cm, dan berbeda signifikan dari 47 interaksi lainnya.
Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Keparahan Penyakit Bercak Daun Curvularia oryzae pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Priwiratama, Hari; Wijayanti, Eka; Wiyono, Suryo; Toding Tondok, Efi; Hendrastuti Hidayat, Sri; Wening, Sri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.308

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan bibit kelapa sawit. Kekeringan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan kerentanan kelapa sawit terhadap penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekeringan terhadap pertumbuhan vegetatif dan keparahan penyakit bercak daun Curvularia. Cekaman kekeringan disimulasikan dengan membatasi pemberian air terhadap bibit kelapa sawit berumur tiga bulan pada level kapasitas lapang (KL), 75% KL, 50% KL, dan 25% KL. Perlakuan penyiraman dengan standar pembibitan digunakan sebagai pembanding (K). Pada masing-masing perlakuan, inokulasi Curvularia oryzae dilakukan dengan cara menyemprotkan suspensi spora (1 x 105 konidia/mL) secara merata pada permukaan daun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bibit terinfeksi bercak daun yang mengalami cekaman kekeringan berat (25% KL) memiliki tinggi dan lebar bonggol yang lebih rendah dibandingkan perlakuan K dan KL. Tingkat keparahan penyakit bercak daun Curvularia pada tanaman yang mengalami cekaman air berat (25% KL) lebih rendah dibandingkan perlakuan standar pembibitan, KL dan 75% KL. Secara umum dapat disimpulkan bahwa cekaman kekeringan memberikan dampak yang bertolak belakang antara variabel pertumbuhan tanaman dan keparahan penyakit bercak daun.
Pengeluaran R&D dan Kinerja PerusahPengeluaran R&D dan Kinerja Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 2019–2023aan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 2019–2023 Yuliansyah, M. Roby; Sembel, Roy; Haymans Manurung, Adler
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i2.323

Abstract

This study investigates the impact of R&D expenditure and firm characteristics on the financial performance of Indonesian plantation companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023, using quantile regression analysis. Return on Equity (ROE) serves as the performance metric across the 25th, 50th, and 75th quantiles. The results show that R&D expenditure has a significantly negative effect at the median quantile, while Debt to Equity Ratio (DER) negatively affects ROE at both lower and median quantiles. Capital Intensity and Firm Size do not show significant effects, whereas Firm Age has a slight positive effect in the upper quantile. These findings suggest that while R&D investments may burden short-term profitability, they remain essential for long-term performance if managed strategically. The study highlights the importance of partnerships with credible R&D institutions, technological adoption, and government support to overcome sector-specific limitations. Limitations include the sector-specific focus and lack of qualitative dimensions, indicating the need for broader and mixed-method research in the future. Moreover, given the five-year observation period and limited sample size, the findings should be interpreted cautiously and are not intended to be generalized beyond the observed context.
Peran Media dalam Agenda Setting: Diskursus Dampak Lingkungan Industri Kelapa Sawit Indonesia Nabila, Asma; Prima Sani Nasution, Zulfi; Akmal Agustira, Muhammad; Nurkhoiry, Ratnawati
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.272

Abstract

Pengelolaan dampak lingkungan pada industri kelapa sawit di Indonesia telah menjadi topik diskursus publik yang signifikan. Di satu sisi, industri ini memainkan peran penting bagi perekonomian nasional melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, serta Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Namun, di sisi lain, industri ini kerap dikaitkan dengan degradasi lingkungan. Media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan menetapkan agenda kebijakan melalui framing isu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan framing isu lingkungan terkait industri kelapa sawit di berbagai tingkat media (internasional, nasional, lokal, dan media LSM). Penelitian menggunakan metode analisis konten terhadap 470 artikel berita yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014–2023, dengan pendekatan Media Coverage Review dan sistem kategorisasi berbasis tema isu dan atribusi penyebab. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebab dan penekanan isu antar jenis media. Media internasional dan LSM cenderung mengaitkan industri kelapa sawit dengan deforestasi, sementara media nasional lebih menyoroti kontribusi sektor lain terhadap degradasi lingkungan. Diskrepansi ini mencerminkan ketimpangan informasi yang dapat memengaruhi proses perumusan kebijakan berbasis bukti. Temuan ini menekankan pentingnya harmonisasi informasi media untuk mendukung pengambilan kebijakan yang adil dan berkelanjutan di sektor kelapa sawit.
Dugaan Nilai Daya Gabung dan Keragaan Progeni DxT Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fadhilah Sitepu, Annisa; Sobir, Sobir; Bayuardi Suwarno, Willy
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.296

Abstract

Best linear unbiased prediction (BLUP) adalah metode yang dirancang untuk menduga nilai genetik dari data yang tidak seimbang. Analisis BLUP yang memanfaatkan informasi kekerabatan dapat mengurangi bias akibat ketidakseimbangan data. Penelitian ini bertujuan untuk estimasi parameter genetik dan daya gabung umum tetua melalui pengujian progeni dan validasi model prediksi persilangan-persilangan yang tidak diuji (untested crosses). Progeni ditanam tahun 2008 dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan 5 ulangan. Pengamatan dilakukan pada 10 karakter pada tahun 2015 - 2017. Hasil analisis ragam menunjukkan karakter mesokarp/buah dan inti/buah lebih dikendalikan oleh tetua tenera. Berdasarkan pendugaan nilai daya gabung tetua dura, BJ5686D dan BJ5678D dapat digunakan untuk merakit varietas dengan karakter unggul produktivitas dan rendemen yang baik. Tetua tenera AP141T dapat digunakan untuk merakit varietas unggul yang memiliki kandungan oil related trait yang baik. Tetua BJ5819T dan BJ5817T dapat digunakan untuk menghasilkan varietas dengan laju pertumbuhan meninggi yang lambat dan oil related trait tinggi. Daya gabung khusus tidak nyata untuk semua karakter. Hasil 2-fold cross-validation menunjukkan ketepatan untuk jumlah tandan, tandan buah segar, hasil CPO, panjang rachis, inti/buah, minyak/mesokarp kering, dan minyak/tandan sebesar 0,52 – 0,88. Informasi ini dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan berikutnya.
Respon Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaesis guineensis Jacq.) Fase TM 1 Terhadap Pemberian Kompos Tankos Kelapa Sawit dan Asam Humat Az Zahra, Fatimah; Ariyanti, Mira; Soleh, Mochamad Arief; Suherman, Cucu; Rosniawaty, Santi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.319

Abstract

Penggunaan pupuk kimiawi yang berlebihan dapat merusak ekosistem dan menurunkan kesuburan tanah sehingga berdampak negatif pada produksi tanaman. Penambahan bahan organik ke tanah seperti kompos tandan kosong dan asam humat dapat meminimalisir dampak negatif tersebut. Kandungan hara pada kompos tankos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, sedangkan asam humat dapat meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi dosis kompos tankos kelapa sawit dan asam humat yang optimal untuk menghasilkan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di fase TM 1. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada Februari - Juni 2024, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: pupuk NPKMg (12:12:17:2) 2,5 kg/tanaman; kompos tankos 50 kg/tanaman; kompos tankos 30 kg/tanaman + 300 mL asam humat/tanaman; dan kompos tankos 10 kg/tanaman + 300 mL asam humat/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak ada beda nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan yang diamati. Perbedaan nyata hanya terjadi pada jumlah pelepah kelapa sawit, khususnya pada 2 dan 4 MSP, dengan perlakuan 10 kg/tanaman kompos tankos + 300 mL/tanaman asam humat memberikan hasil terbaik.
The Keanekaragaman Burung di Lanskap Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sebagai Model Konservasi Ramadhan, Gilang Fajar; Buchori, Damayanti; Sahari
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.321

Abstract

Data dan informasi mengenai keanekaragaman jenis burung di perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mempelajari keanekaragaman jenis burung yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Minti, Pasangkayu, Sulawesi Barat. Komunitas burung diamati dengan metode point count pada 126 titik yang tersebar di delapan lokasi yang mewakili tipe habitat berbeda: hutan sekunder (4 lokasi), kebun kelapa sawit (2 lokasi; dikelola perusahaan dan masyarakat), dan riparian (2 lokasi). Kemiripan komposisi spesies antar titik pengamatan dianalisis menggunakan indeks Bray-Curtis, dan hasilnya divisualisasikan melalui Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS). Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk membandingkan jumlah individu dan spesies antar lokasi. Sebanyak 82 spesies burung dari 36 famili teridentifikasi di lanskap perkebunan kelapa sawit DAS Minti. Hutan sekunder memiliki keanekaragaman spesies dan jumlah individu tertinggi, sedangkan kebun kelapa sawit didominasi oleh spesies burung pemakan serangga. Analisis klaster dan NMDS menunjukkan bahwa tipe habitat mempengaruhi komposisi spesies burung. Kepingan hutan dan habitat riparian memiliki peran penting dalam mendukung keanekaragaman burung di lanskap perkebunan DAS Minti. Oleh karena itu, strategi konservasi burung di wilayah ini perlu melibatkan pendekatan multi-habitat yang mengintegrasikan pengelolaan hutan sekunder, kebun kelapa sawit, dan riparian.
Optimasi Produksi Selulosa Mikrokristal dari Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Metode Respon Permukaan Harahap, Serarifi Elagin; Michelle, Michelle; Latisya, Silva; Dimawarnita, Firda; Herawan, Tjahjono; Faramitha, Yora
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.330

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah biomassa yang melimpah dengan kandungan selulosa tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aplikasi konvensional seperti sebagai mulsa di perkebunan kelapa sawit. Padahal, TKKS berpotensi dikembangkan menjadi produk turunannya yang bernilai tinggi, seperti mikrokristalin selulosa (mycrocrystalline cellulose/MCC) yang memiliki aplikasi luas di berbagai industri, termasuk farmasi, makanan, dan material komposit. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi produksi MCC dari selulosa TKKS melalui hidrolisis asam menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) untuk mencapai yield tertinggi. Optimasi dilakukan terhadap tiga variabel utama, yaitu konsentrasi asam klorida/HCl (1,2,3 M), waktu hidrolisis (20, 40, 60 menit), dan rasio massa selulosa terhadap volume HCl (25, 50, 75 g/L), dengan rancangan eksperimen Box-Behnken. Hasil menunjukkan bahwa yield MCC tertinggi sebesar 84,41% tercapai pada konsentrasi HCl 1,77 M, waktu hidrolisis 36,57 menit, dan rasio massa selulosa terhadap volume HCl 58,33 g/L. MCC yang diperoleh berdasarkan kondisi optimum memiliki kandungan alpha selulosa 71,42%; hemiselulosa 14,36%; dan lignin 0,59%. Analisis Forier Transform Infrared (FT-IR) dan X-Ray Diffraction (XRD) mengkonfirmasi profil spektral dan kristalinitas yang sesuai dengan tipikal MCC. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa optimasi produksi menggunakan RSM berhasil meningkatkan efisiensi produksi MCC dengan yield dan kandungan selulosa yang tinggi.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue