cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Karakteristik Kimia Tanah Sulfat Masam Pada Kedalaman Lapisan Sulfurik Yang Berbeda Serta Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Akar Tanaman Kelapa Sawit Noviandi Ginting, Eko; Sigit Sutarta, Edy
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i1.250

Abstract

Salah satu faktor pembatas pemanfaatan tanah sulfat masam untuk usaha budidaya tanaman kelapa sawit adalah keberadaan lapisan sulfurik yang berpotensi teroksidasi. Teroksidasinya lapisan sulfurik tersebut dapat menyebabkan pH tanah menjadi sangat masam dan melepaskan sejumlah unsur logam beracun yang dapat menghambar perkembangan akar tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kimia tanah pada blok tanaman kelapa sawit dengan beberapa kedalaman sulfurik dan pengaruhnya terhadap perkembangan akar kelapa sawit secara vertikal. Penelitian dilakukan di salah satu perkebunan kelapa sawit yang diusahakan pada lahan pasang surut di Kabupaten Aceh Tamiang, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Objek kajian penelitian ini adalah tiga blok tanaman yaitu Blok 27, blok 41, dan blok 42 masing-masing dengan kedalaman lapisan sulfurik 40-60 cm; 60-90 cm; dan > 90 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasaman, kandungan Al-dd dan Fe tanah pada blok 27 relatif lebih tinggi dibanding blok lainnya. Terdapat hubungan antara pH tanah dengan Al-ddd dan kandungan Fe tanah. Dimana semakin rendah pH maka semakin tinggi kandungan Al-dd dan Fe tanah. Perkembangan total akar kelapa sawit terbaik diperoleh pada blok 41 yaitu sebesar 188,26 g/dm3 dan yang terendah pada blok 27 sebesar 75,99 g/dm3. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa semakin dangkal lapisan sulfurik dari permukaan tanah maka semakin terhambat perkembangan akar kelapa sawit. Perakaran kelapa sawit relatif berkembang baik jika kedalaman lapisan sulfurik > 90 cm.
Pengaruh Pemberian Bahan Organik Cair Asal Kulit Pisang dan Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre-nursery Ariyanti, Mira; Meidya Adhani, Rafika; Ratna Dewi Anjarsari, Intan; Rosniawaty, Santi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i3.251

Abstract

Excessive use of inorganic fertilizers in oil palm nurseries can be minimized by using liquid organic ingredients. The use of liquid organic ingredients (LOI) from banana peels and rice washing water aimed to determine and study its effect on the growth of oil palm seedlings in pre-nursery. The experiment was carried out at the Ciparanje Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, in February - May 2022. The experiment used a randomized block design (RBD) with nine treatment combinations and was repeated three times, each treatment consisting of two seeds. The treatments tested were control without the addition of liquid organic ingredients from banana peels and rice washing water, as well as a combination of various doses of LOI from banana peels and rice washing water. The experimental results showed that the LOI and rice washing water given only had a significant effect on the leaf area of oil palm seedlings at 1 MAT and leaf chlorophyll content at 3 MAT. However, it was seen that giving 25 mL LOI from banana peel/L water/plant combined with 250 mL of rice washing water has a good influence on the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery.
Analisis Konflik Sosial, Legal dan Finansial dalam Studi Kelayakan Usaha Kemitraan Kebun Sawit Rakyat: Studi Kasus Konflik Agraria KKPA Bongkal Malang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau Prima Sani Nasution, Zulfi; Nurkhoiry, Ratnawati; Rahmat Syahputra, Agung
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i3.252

Abstract

The expansion of smallholder oil palm plantations in Riau has not only had a positive impact on the economy but has also been followed by an increase in agrarian conflict cases. This research tries to contribute ideas in efforts to overcome agrarian conflicts in oil palm plantations, especially in the KKPA scheme which still lacks systematic analysis from a social, legal, and financial perspective. This research focuses on a case study of agrarian conflict in KKPA Bongkal Malang, Indragiri Hulu Regency, Riau, where no conflict resolution mechanism has been found to date. The findings of this research indicate that the agrarian conflict of KKPA Bongkal Malang can be categorized as a critical and wide-scale social conflict, with significant negative impacts on social and economic aspects for both parties. Regulatory changes led to a mismatch in the legality of the Bongkal Malang KKPA partnership with new legal provisions, creating uncertainty in investment. The unresolved conflict also made the financial viability of the partnership unviable. The analysis concludes that continuing the Bongkal Malang KKPA partnership is not feasible, and conflict resolution is a top priority. The resolution of this conflict requires political support and political will from the central and local governments, with a negotiation-mediation or reconciliation-cooperation approach considered the most appropriate mechanism, ensuring a fair solution for all parties involved.
Perbanyakan Kultur In vitro Kelapa Sawit Berbiaya Rendah Melalui Penggunaan Agar dan Gula Curah/Komersil Nazhri Simamora, Arfan; Caesar Hidayat, Taufiq; Nazri, Erwin
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i1.253

Abstract

Aplikasi perbanyakan secara in vitro pada kelapa sawit memiliki berbagai tujuan, seperti perbanyakan varietas klon tenera elit, penyediaan pohon induk dura dan pohon bapak pisifera untuk varietas semi klon dan bi-klon, serta konservasi plasma nutfah. Namun, metode ini memerlukan biaya tinggi terutama untuk media kultur, termasuk sumber karbon (gula), pemadat (agar), dan zat pengatur tumbuh. Upaya untuk mengurangi biaya melibatkan penggunaan gula dan agar komersil yang harganya lebih terjangkau daripada mutu analitik. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan agar dan gula komersil pada media perkembangan kultur menghasilkan pertambahan bobot embrio terbaik sebesar 9,76 gram atau 4,6 kali bobot awal. Perbedaan signifikan terlihat pada faktor tunggal agar dan gula komersil, dengan pertambahan bobot masing-masing sebesar 9,00 dan 8,56 gram. Tidak ada perbedaan pada tingkat nekrosis pada penggunaan agar dan gula analitik maupun komersil, dengan tingkat nekrosis kultur < 25%. Pada kultur tunas, kombinasi agar analitik dan gula komersil menghasilkan pertambahan bobot tunas terbesar, yaitu 10,6 gram atau 5 kali bobot awal. Pertambahan tinggi tunas yang paling signifikan berasal dari penggunaan agar analitik dan gula komersil sebesar 6,39 cm dan pertambahan jumlah helai daun yang paling banyak dicapai dengan menggunakan agar analitik sebanyak 14,7 daun (2,6 kali jumlah awal daun). Penggunaan agar dan gula komersil sebagai pengganti agar dan gula analitik mampu mengurangi biaya hingga 45,49% untuk agar dan 98,54% untuk gula per liter media. Penerapan agar dan gula komersil secara potensial dapat mereduksi biaya produksi dalam skala massal atau komersial pada upaya perbanyakan in vitro tanaman kelapa sawit.
Potensi Kombinasi Ekstrak Bawang Putih dan Polifenol sebagai Metode Kuratif Pengendalian Ganoderma boninense Achmad Yusup, Ciptadi; Dewantara Eris, Deden; Sri Mulyatni, Agustin; Gama Pradana, Mahardika; Widiastuti, Happy; Santoso, Djoko
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i2.259

Abstract

Pengendalian penyakit busuk pangkal batang (BPB) hingga saat ini berfokus kepada kegiatan preventif, sehingga diperlukan teknik pengendalian secara kuratif untuk melengkapi teknik pengendalian yang sudah ada. Penggunaan fungisida organik merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan. Ekstrak bawang putih (GE) dan polifenol (P) memiliki aktivitas antifungal terhadap berbagai jenis cendawan. Kombinasi kedua senyawa ini diharapkan mampu membentuk interaksi sinergistik yang efektif mengendalikan G. boninense secara kuratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antifungal kombinasi GE dan P (GE+P) terhadap G. boninense, menentukan konsentrasi optimum yang dapat mematikan G. boninense secara in vitro, serta membuat formulasi fungisida organik dari GE+P. Pengujian in vitro menggunakan teknik peracunan media, sedangkan untuk uji kompatibilitas menggunakan metode checkerboard assay. Evaluasi kapasitas pertumbuhan inokulum G. boninense yang diuji dilakukan dengan Bavendamm test. Sedangkan untuk evaluasi efek kuratif kombinasi GE+P dilakukan dengan uji tetes dan semprot pada koloni G. boninense. Pengamatan kerusakan miselium akibat pengujian kontak dilakukan dengan scanning electron microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi GE+P memiliki interaksi sinergistik dan mampu merusak jaringan miselium G. boninense pada konsentrasi minimum 0,4%. Pengamatan SEM menunjukkan kerusakan parah jaringan miselium G. boninense pada aplikasi dengan konsentrasi 1,6%. Formulasi fungisida organik kombinasi GE+P berhasil membentuk larutan yang homogen dan stabil dengan penambahan surfaktan sodium lauryl sulfate (SLS). Pengujian daya simpan formulasi fungisida organik menunjukkan kestabilan dan tidak adanya penurunan efektivitas setelah disimpan selama enam bulan.
Pengaruh Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Produksi Kelapa Sawit Hasibuan, Syahbudin; Hamdani, Hamdani; Astuti Kuswardani, Retno
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i3.263

Abstract

Empty fruit bunch are one of palm oil mills waste. The goal of this study was to see how empty fruit bunch (EFB) treatment affected the yield of fresh fruit bunches in oil palm trees. This was a descriptive study by observing oil palm plantations treated with organic material obtained from research or experiments. The observation was on the production of fresh fruit bunch (FFB). The data obtained came from oil palm plants' production data. Statistical analysis of observation parameters with significant effect was performed using the least significant difference (LSD) test. Any usage of empty fruit bunches composted on oil palm plants which is applied to frond stack increased rachis nutrient level, particularly Ca, Mg, and B, all of which are important in oil palm productivity. In addition, It can also impact N, P, K, Ca, Mg, B, Zn, Cu, even Cl nutrient level on leaf tissues. EFB composting had no significant effect on FFB production. In this study, FFB production was highest with the control treatment, but FFB production with the EFB treatment was slightly lower, not significantly different from the control treatment.
Dapatkah Pekebun Sawit Mandiri Secara Finansial? Chalil, Diana; Barus, Riantri
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i2.264

Abstract

Oil palm plantations are highly profitable, attracting producers from different backgrounds, including smallholders. However, the industry requires a high investment and long-term financial management. Unfortunately, most smallholders do not have both capacities and thus have limited capacity to self-finance their plantations. This study aims to analyze this condition using data from 964 oil palm smallholdings from 5 groups, namely (i) certified plasma/ex-plasma smallholders, (ii) certified independent partnered smallholders, (iii) noncertified plasma/ex-plasma smallholders, (iv) noncertified independent – partnered smallholders, and (v) noncertified independent – non partnered smallholders in North Sumatra, South Sumatra, Riau, and Jambi. The data were collected in 2013, 2016, 2018, and 2019 by purposive clustered sampling method. The data were descriptively analyzed using a financial calculation approach. All values were converted into the 2019 future value using a 7% interest rate applied for small-scale business loans. Self-finance is assessed in short- and long-term needs. The short-term refers to the minimum household needs, while the long-term is the certification and replanting cost. The minimum household needs were calculated based on the minimum regional wage. Certification refers to RSPO smallholder certification, withfour cost components, namely audit, surveillance, HCV, SIA, and EIA, and corrective actions. Replanting costs refer to Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan. The estimation results show that smallholders cannot self-fund their short- and long-term financial needs, which could lead to additional land needs. Long-term financial needs can be managed through group collective action and regular saving within a minimum total group of 250 ha.
Komposisi Komunitas Tumbuhan di Bawah Tegakan Kelapa Sawit Menghasilkan Asbur, Yenni; Purwaningrum, Yayuk
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i1.268

Abstract

Komposisi tumbuhan di bawah tegakan suatu pohon mencerminkan dampak fitur lingkungan seperti penutupan tumbuhan bawah secara spontan di lorong-lorong tegakan pohon serta merupakan metode konservasi tanah yang sering dilakukan dan memiliki beberapa keuntungan, seperti mengurangi erosi, meningkatkan retensi unsur hara setelah hujan, meningkatkan kandungan karbon tanah dan unsur hara lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komposisi komunitas tumbuhan, dan mengetahui spesies tumbuhan dominan. Penelitian dilaksanakan di erkebunan kelapa sawit rakyat umur 15 tahun di Desa Naga Rejo, Kecamatan Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara. Identifikasi komposisi komunitas tumbuhan di bawah tegakan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat 1 m x 1 m. Spesies tumbuhan yang mendominasi di bawah tegakan kelapa sawit adalah A. trapeziformis dari jenis pakuan, diikuti oleh A. gangetica dari jenis berdaun lebar, P. ensiformis dari jenis pakuan, C. acrescens dari jenis rumputan, serta N. biserrata dari jenis pakuan dengan indeks keanekaragaman jenisnya tergolong sedang (H' = 2.03).
Analisis Perilaku Air Di Perkebunan Kelapa Sawit Pada Tanah Spodosol dan Ultisol Menggunakan Soil Moisture Content Monitoring System (SMCMS) Sukarman, Sukarman; Sutiarso, Lilik; Suwardi, Suwardi; Wirianata, Herry; Prima Nugroho, Andri; Primananda, Septa; Syarovy, Muhdan; Pradiko, Iput; Hijri Darlan, Nuzul
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i1.270

Abstract

Ketersediaan air merupakan aspek yang sangat penting agar kelapa sawit dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku air melalui monitoring dinamika kelembaban dan suhu tanah menggunakan Soil Moisture Content Monitoring System (SMCMS). SMCMS terdiri atas sensor yang dipasang di lapangan dan sistem monitoring berbasis internet. SMCMS dipasang di perkebunan kelapa sawit pada tanah Ultisol (A), Spodosol dengan perlakuan pecah hardpan dan mounding (B), dan Spodosol tanpa perlakuan (C). Sensor kelembaban dan suhu tanah dipasang pada tiga kedalaman yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa SMCMS dapat beroperasi secara otomatis dan real-time dalam mengukur perilaku air. Berdasarkan hasil monitoring dan pengukuran, dapat diketahui bahwa kelembaban tanah tertinggi terdapat pada lokasi A dengan rerata 46,91%, kemudian diikuti lokasi B 38,40%, dan C yaitu 29,49%. Spodosol dengan perlakuan (B) memiliki suhu tanah terendah dengan rerata 27,36°C, kemudian diikuti Ultisol (A) 27,58°C, dan Spodosol kontrol (C) 28,40°C. Lebih lanjut, kelembaban tanah berkorelasi lemah dengan suhu tanah. Suhu tanah memiliki korelasi yang lemah dengan suhu udara. Sementara itu, kedua perilaku air tanah tersebut memiliki korelasi yang sangat lemah dengan variabel lingkungan, khususnya curah hujan.
Aplikasi Pupuk Urea Coating Humat dan Inhibitor Nitrogen Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fase Pre Nursery Agusta, Herdhata; Muhamad Rafiansyah Siregar, Valdi; Siswanto, Siswanto
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i2.281

Abstract

Nitrogen adalah salah satu unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, terutama kelapa sawit. Walaupun demikian, penggunaan pupuk nitrogen dari urea dapat menyebabkan kehilangan hara di tanah akibat dari pencucian, volatilisasi, dan imobilisasi oleh bahan organik tanah, sehingga akan mengurangi serapan hara tanaman. Asam humat dan inhibitor nitrogen adalah salah satu amelioran dalam meningkatkan ketersediaan nitrogen untuk diserap tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan urea coating asam humat dan nitrogen inhibitor terhadap pertumbuhan, biomassa, dan efisiensi nitrogen bibit kelapa sawit fase pre nursery. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Bogor. Rancangan perobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk, yaitu a). urea, b) urea + asam humat, c). urea coating humat. Faktor kedua adalah inhibitor nitrogen, terdiri dari a). tanpa inhibitor,b). inhibitor urease, c). inhibitor nitrifikasi, d). inihibitor urease dan nitrifikasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa faktor jenis pupuk, yaitu penggunaan urea coating humat meningkatkan pertumbuhan vegetatif pada bibit kelapa sawit secara keseluruhan, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, kandungan klorofil dengan nilai SPAD, panjang akar, volume akar, bobot basah tajuk dan akar, bobot kering akar, dan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen, partial factor productivity, dan partial nutrient balance. Pada faktor inhibitor nitrogen, yaitu penggunaan inhibitor urease, hanya meningkatkan tinggi tanaman pada umur 4 BST. Kombinasi antara perlakuan urea coating humat dengan inhibitor urease meningkatkan tinggi tanaman umur 4 BST dan bobot kering akar.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue