cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Chemurgy
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527575     EISSN : 26207435     DOI : -
Jurnal Chemurgy is published by Department of Chemical Engineering, Engineering Faculty, University of Mulawarman. This journal dedicated to the topics that relevant to Chemical Engineering, such as Energy, Thermodynamics, Optimization Process & Sustainable Process, Process Control, Material Technology, Catalyst, Kinetics & Reactor Design, Waste & Water Treatment Technology, Bioprocess & Biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
PEMBUATAN SABUN CAIR DARI MINYAK KELAPA SAWIT DAN KOH DENGAN REAKSI SAPONIFIKASI DENGAN METODE PROSES PANAS putra, ade malik; Maulana, Virgi Achyar; Nur, Ahmad Moh.; Huda, Hairul
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.15446

Abstract

Sabun merupakan produk non pangan yang digunakan sebagai pembersihan. Proses pembuatan sabun melibatkan reaksi kimia antara basa alkali KOH dan asam lemak dari minyak kelapa sawit yang disebut saponifikasi. Metode pembuatan sabun yang paling singkat adalah proses panas. Pada penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan sabun menggunakan minyak kelapa sawit dengan metode proses panas lalu melakukan variasi KOH dan waktu pemanasan yang terbaik. Hasil dari penelitian ini akan diuji dengan parameter SNI Tentang Syarat Mutu Sabun. Hasil yang didapat dari penelitian ini KOH 40% b/b dengan waktu pemanasan 2 jam memiliki bentuk cair, dengan bau yang khas, warna kuning, memilik pH 9, nilai rendemen 94% dan viskositas 14,52755 
Kajian Neraca Massa dan Penentuan Kehilangan Minyak (Oil losses) pada Bak Kondensat Unit Perebusan Alat Screw Pressing Pabrik Kelapa Sawit Saputri, Juniar Agil; Hidayat, Nur; Riduan, Muhammad; Ayu, Yessika Putri; Kahar, Abdul
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Chemurgy-Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i1.10858

Abstract

Oil losses merupakan kehilangan jumlah minyak yang seharusnya diperoleh dari hasil suatu proses namun minyak tersebut tidak dapat diperoleh atau hilang. Pada pengujian oil losses menggunakan metode ekstraksi soklet. Oil losses pada mesin sterilizer pabrik xyz sebesar 76,84% Sedangkan pada screw press sebesar 10,44%,  dimana angka tersebut melebihi angka standar oil losses pabrik kelapa sawit pada umumnya. Penyebab tingginya oil losses pada pabrik xyz ialah kurang maksimalnya kinerja sterilizer dan screw press pada pabrik xyz, dan beberapa faktor lain.  Untuk menekan angka oil losses yang ada pada pabrik xyz dibutuhkan perawatan dengan maksimal, dikarenakan alat tersebut bekerja secara terus menerus dan rentan terhadap kelelahan.
PEMANFAATAN IKAN PATIN MENJADI BAHAN BAKU BIODIESEL Azizah, Zahrotul; Wardhana, Wahyu; Fitri, Medya Ayunda
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.11495

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan mengurangi dampak lingkungan. Pemanfaatan limbah ikan patin menjadi salah satu pilihan bahan baku dalam pembuatan biodiesel. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu memanfaatkan limbah ikan patin (jeroan) sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Proses pembuatan diawali dengan pencucian dan pembersihan limbah ikan. Selanjutnya, dilakukan pengambilan minyak dengan cara di oven hingga ampas limbah ikan dan minyak ikan terpisah. Minyak ikan di uji kadar FFA awal untuk penentuan tahapan selanjutnya, yaitu esterifikasi atau langsung ke tahap transesterifikasi. Proses transesterifikasi dilakukan dengan menggunakan pelarut metanol dan katalis KOH. Hasil proses transesterifikasi didekantasi untuk pemisahan biodiesel dengan gliserol. Kemudian didistilasi agar biodiesel terpisah dari sisa-sisa pengotor dan dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan biodiesel berbahan baku ikan patin berhasil dilakukan dan senyawa metil ester menjadi komponen penyusun utama sampel biodesel yaitu senyawa 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester.
ANALISIS PENGARUH JENIS AGREGAT DAN PENAMBAHAN “ SIKAMENT LN ” TERHADAP KUAT TEKAN DAN LAJU INFILTRASI BETON POROUS Alkas, Muhammad Jazir; Haryanto, Budi; Putra, Masri Adi
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.14673

Abstract

Beton porous merupakan campuran antara semen, air, agregat kasar, dan sedikit atau tanpa agregat halus yang membentuk beton tembus air. Penambahan Sikament LN yang merupakan bahan tambah yang bersifat superplasticizer bertujuan untuk memberikan workability yang baik, sedangkan penggunaan jenis agregat Palu dan agregat Batu Besaung untuk mengetahui pengaruh agregat terhadap beton porous. Penambahan Sikament LN pada penelitian ini adalah sebesar 0%; 0,5%; 0,8%; dan 1,1% terhadap massa semen untuk masing-masing agregat. Pengujian yang dilakukan terhadap benda uji adalah uji Kuat Tekan dan uji Laju Infiltrasi. Dari hasil pengujian tersebut, didapatkan bahwa penambahan Sikament LN pada kadar 0,8% memberikan kuat tekan tertinggi baik untuk agregat Palu maupun agregat Batu Besaung yang nilainya berturut-turut 24,26 MPa dan 22,69 MPa, sedangkan laju infiltrasi memberikan hasil tertinggi pada penambahan sikament LN 0% untuk agregat Palu maupun agregat Batu Besaung yang nilainya berturut-turut 131,73 mm/min dan 135,56 mm/min.
Adsorbent Based On Coconut Fabric As A Metal Remover In Drill Well Water Fathoni, Rif'an; Pratikawati, Hesiany Febby; Supi, Supiansyah
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Chemurgy-Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i1.5892

Abstract

This study aims to determine the characteristics of coconut coir activated charcoal as adsorbent, the effect of pH and interaction time on the adsorption ability of Fe. Coconut husk was calcined at 300°C for 1 hour, then activated with ZnCl2. Characterization of coconut husk activated charcoal using Atomic Absorption Spectrophotometry method. Determination of the effect of adding coconut coir activated charcoal on Fe adsorption at various time variations, namely 30, 60, and 90 minutes. The results of the first phase of research showed that the water and ash content of coconut coir activated charcoal were 12,17% and 0,8569%, respectively. The second stage of research shows that time variation affects the adsorption ability of Fe. The results of the third phase of research indicate that the characteristic testing phase of activated charcoal can remove the smell of iron (Fe) in well water.
ANALISA PENGARUH PEMBENTUKAN BIOGAS TERHADAP PENCAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI PADA KOTORAN SAPI Wahyudin, Muhammad Aditya; Mustofik, Feri; Nur, Ahmad Moh; Huda, Hairul; Kahar, Abdul
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.9325

Abstract

Biogas adalah salah satu jenis energi terbarukan yang diproduksi melalui proses anaerobic bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pencampuran limbah sekam padi pada kotoran sapi terhadap tekanan dan volume biogas yang terbentuk. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pembentukan biogas antara biogas dengan 100% kotoran sapi dan biogas dengan 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi. Data yang dijadikan parameter pada penelitian ini adalah tekanan gas dan volume gas dengan interval waktu 1 hari yang dilakukan selama 7 hari. Tekanan biogas tertinggi terjadi pada hari ke-5 yaitu pada 100% kotoran sapi didapatkan tekanan 1,25 atm sementara pada 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi didapatkan tekanan 1,18 atm. Sementara volume biogas tertinggi terjadi pada hari ke-5 yaitu pada 100% kotoran sapi didapatkan volume 0,501 m3 sementara pada 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi didapatkan volume 0,474 m3. Jadi dapat disimpulkan bahwa proses fermentasi maksimal pembentukan biogas antara 100% kotoran sapi dan biogas dengan 50% kotoran sapi + 50% limbah sekam padi terjadi pada hari kelima karena setelah beberapa hari proses anaerob berlangsung, bakteri metanogen berangsur-angsur semakin aktif sampai tercapai pH optimal untuk produksi biogas serta biogas yang terbentuk juga lebih tinggi pada 100% kotoran sapi hal ini dapat terjadi karena tekstur sekam padi yang kasar dan sulit untuk terurai selain itu kotoran sapi mengalami adaptasi dengan substrat baru yaitu sekam padi, sehingga kenaikan pH membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan substrat yang hanya mengandung kotoran sapi Kata kunci: biodigester, biogas, kotoran sapi, pengaruh sekam padi
Pengaruh Kadar Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit Dalam Uji Tahan Air Bioplastik wati, Nurmela; Putri, Novy Pralisa; Sarasa, Stenli Mita
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Chemurgy-Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i2.7022

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang dapatterdegradasi oleh mikroorganismedarisumbersenyawa-senyawa dalam tanaman misalnya pati, selulosa, dan lignin Bioplastik dapat diolah dari beberapa polimeralami, seperti protein, pati, dan bakteri mengolah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi bioplastik dengan menambah kankitosan. Kemudian Selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebanyak 30 – 40% dapat di peroleh melalui dua tahap.Tahap pertama adalah delignifikasi dengan Natrium Hidroksida dan dilanjutkan tahap kedua berupa proses bleaching dengan larutan hipoklori. Ekstraksi dilakukan dengandua tahapan proses yaitudelignifikasi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) 12% (b/v) dalamwaktu 3 jam pada suhu 90 – 95 ̊C dan dilanjutkandengan proses bleaching menggunakanlarutanhidrogenperoksida (H2O2) 10% (b/v) dalamwaktu 1,5 jam serelah itu pemberian kitosan dan di lakukan uji ketahanan air daya serap air yang rendah adalah sampel dengan kandungan selulosa1,5 gram sedangkan sample yang memiliki daya serap air terbesar adalah 0,5. Semakinbesardaya sera air maka semakin rendah ketahan air yang dimiliki
ANALISIS METODE ELEKTROKOAGULASI PADA AIR ASAM TAMBANG DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN JARAK ELEKTRODA Zulya, Febrina; Ibrahim, Ibrahim; Azizah, Gizka Laksmi
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Chemurgy-Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i2.15910

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) adalah air limbah pencemar lingkungan yang terbentuk karena adanya mineral FeS (pyrite) yang teroksidasi dab bersifat asam dengan nilai pH< 5). Air yang bersifat asam tersebut bila tidak dinetralkan akan menyebabkan terjadinya aliran air asam tambang ke lingkungan sekitarnya dan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak langsung pada kualitas tanah dan air tanah karena pH air dan tanah di area tersebut menurun sangat tajam. Selain itu pada saat penambangan air tanah atau air hujan yang terkumpul di dalam kolam tambang selain bersifat asam juga seringkali mengandung zat padat tersuspensi (TSS), logam besi (Fe), dan logam mangan (Mn) dengan konsentrasi yang tinggi. Metode elektrokoagulasi adalah cara yang digunakan untuk menguraikan elektrolit oleh suatu arus listrik dalam sel elektrolisis melalui energi listrik diubah menjadi energi kimia yang berfungsi menurunkan tingkat keasaman pada air. Komponen yang terpenting dalam elektroagulasi adalah elektroda dan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tegangan dan jarak elektroda serta kondisi optimal berdasarkan tegangan elektroda (12 V; 20 V; 24 V) dan jarak elektroda (0,5 cm; 1 cm; 2 cm). Penentuan dilakukan dengan lama waktu pengoperasian 120 menit dengan pasangan plat Al-Al. Hasil yang didapatkan melalui penelitian ini ialah pada tegangan 24 volt dan jarak 0,5 cm. Hal ini karena semakin besar tegangan maka semakin cepat pula reaksi ion yang membentuk koagulan (Al(OH)3) dan semakin dekat jarak elektroda maka arus yang dihasilkan juga semakin besar, yang menyebabkan degadasi dari air limbah semakin efektif.
THE EFFECT OF COAL MINING ACTIVITIES ON HYDROLOGICAL PARAMETER CHANGE Hasan, Harjuni; Sarwono, Edhi
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.14797

Abstract

Mining is a conventional activity that alters the natural landscape and causes hydrological parameter changes and environmental disruptions, such as hampered vegetation growth due to water table subsidence, damaged productive land that affects the river flow, water pollution, deforestation, and erosion. Land clearing for coal mining activity potentially damages the soil layer structure, due to the loss of ground cover vegetation, so hydrological parameter changes, including an 11.79% (50.55 mm) decreased base flow, 40.35% (273.73 mm) increased direct runoff, 21.92% (250.30 mm) increased surface runoff, an 15.73% (76.21 mm) decreased infiltration, 11.03 % (122.52 mm) increased potential evapotranspiration, causing fluctuating river debit. Every 10 Ha of land clearing for mining activities related to 51.46% (291.36 mm) increased runoff. Meanwhile, the postmining activities, including reclamation and vegetation, could only decrease the baseflow by 6.95% (5.95 mm) while increasing the direct runoff, surface runoff, infiltration, and potential evapotranspiration by 9.36% (89.11 mm), 11.19% (148.20 mm), 3.81% (15.56 mm), and 1.73% (21.34 mm), respectively. Furthermore, every 10 Ha of reclamation area is related to an 47.22% (264.62 mm) decrease in runoff.
Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Adsorben Ion Mineral untuk Menghilangkan Warna Keruh pada Air Sungai sudarmo, Alfan Prakoso; Zahra, Laila; Larasati, Tantra Diwa
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Chemurgy-Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i1.5901

Abstract

Adsorpsi adalah proses pengumpulan suatu substansi pada permukaan padatan adsorben. Proses adsorpsi ini melibatkan dua komponen utama yaitu adsorben yang merupakan padatan dimana di atasnya terjadi pengumpulan substansi yang disisihkan dan adsorbat yaitu substansi yang akan disisihkan dari cairan. kadar mineral dapat menimbulkan efek gangguan terhadap kesehatan manusia, tergantung pada bagian mana dari kadar mineral tersebut yang terikat dalam tubuh serta besarnya dosis paparan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi dengan proses aktivasi dan tanpa aktivasi sehingga dapat dilihat bahwa adsorben dengan proses aktivasi lebih efektif daripada adsorben tanpa aktivasi. Mineral Ca dan mineral Mg banyak terserap saat menggunakan adsorben dengan aktivasi dengan massa absorben sebesar 0,5 gram dikarenakan aktivasi dapat menyebabkan perluasan permukaan adsorben untuk menyerap kadar mineral. Sedangkan pada adsorben tanpa aktivasi hanya warna yang memudar untuk kandungan mineral dapat meningkat.

Page 10 of 13 | Total Record : 126