cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Chemurgy
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527575     EISSN : 26207435     DOI : -
Jurnal Chemurgy is published by Department of Chemical Engineering, Engineering Faculty, University of Mulawarman. This journal dedicated to the topics that relevant to Chemical Engineering, such as Energy, Thermodynamics, Optimization Process & Sustainable Process, Process Control, Material Technology, Catalyst, Kinetics & Reactor Design, Waste & Water Treatment Technology, Bioprocess & Biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EM4 DAN MICROBACT SEBAGAI STARTER PENSTABIL KADAR BOD, AMONIAK, DAN pH LIMBAH CAIR TAHU DI DESA SEMOI DUA KECAMATAN SEPAKU Pribadi, Teguh; Boleng, Didimus Tanah; Turista, Dora Dayu Rahma; Harrits, Reynaldi Ferdhani
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.20349

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung padatan tersuspensi atau lauratan yang mengalami perubahan fisik, kimia, dan biologi, serta akan menghasilkan zat beracun bahkan bisa membuat media pertumbuhyan untuk kuman. dan dapat menyebabkan gatal, diare, sampai mual apabila dimanfaatkan oleh manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan mikrobact dan Efective Microorganisme-4 (EM4) terhadap kualitas kadar BOD, amoniak dan pH pada limbah cair industri tahu. Jenis penelitain yang digunakan adalah penelitian eksperimen laboratorium. Pengumpulan data didapat dari hasil pemeriksaan BOD, pH, serta amoniak limbah cair tahu yang diberi perlakuan dengan penambahan EM-4 dan microbact 100, 200 ml dengan limbah sebanyak 1 liter. dengan lama fermentasi yang berbeda - beda yaitu lama fermentasi 7, 14, 21 hari. Penelitian dilakukan selama 4 bulan, bulan Januari-April 2023. Yang dilaksanakan di Laboratorium Kualitas Air, Fakultas Perikanan dan kelautan, Universitas Mulawarman. : Konsentrasi larutan yang paling optimal guna menurunkan kadar BOD pada limbah cair tahu adalah P2 (200 ml Larutan effective Microorganisme-4), Konsentrasi larutan yang paling optimal guna menurunkan kadar amoniak pada limbha cair tahu adalah P4 (200 ml Microbat), Konsentrasi optimal parameter pH di perlakuan 2 dengan penggunaan larutan effective Microorganisme-4 (EM4) sebanyak 200 ml. Penambahan larutan effective Microorganisme-4 (EM4) dan microbact terhadap kadar BOD, amoniak, dan pH pada limbah cair industri tahu berpengaruh, dapat dilihat dari adanya penerunan nilai kadar limbah masing masing parameter.
DINAMIKA PROSES PADA SISTEM TIGA TANGKI MENGGUNAKAN PENDEKATAN FIRST ORDER PLUS TIME DELAY (FOPTD) Azizah, Zahrotul; Nurmala, Aida; Fitri, Medya Ayuda; Aziz, Ahmad Musonnifin; Huda, Hairul
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.19474

Abstract

Berbagai keadaan operasi selama proses produksi di mana unit-unit proses sering kali saling memengaruhi atau berinteraksi satu sama lain. Variabel-variabel dalam setiap proses juga saling berinteraksi. Berdasarkan variabel masukan dan keluaran, sistem dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu Single Input Single Output (SISO) dan Multi Input Multi Output (MIMO). Secara umum, pengujian berbagai sistem kontrol untuk desain tiga tangki menggunakan sistem MIMO. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan simulasi loop terbuka pada sistem tiga tangki menggunakan perangkat lunak NI LabView. Tahapan penelitian yang dilakukan untuk menyelesaikan penelitian ini meliputi pembuatan model matematika dari sistem tiga tangki, kemudian menentukan spesifikasi proses tangki, selanjutnya melakukan simulasi loop terbuka, dan mengidentifikasi fungsi transfer menggunakan metode uji langkah (step test). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem tiga tangki dapat membentuk sistem MIMO 2x2 dengan dua variabel yang dikendalikan (h1 dan h3) serta dua variabel yang dimanipulasi (U1 dan U2). Fungsi transfer dapat diidentifikasi menggunakan metode uji langkah dengan pendekatan First Order Plus Time Delay (FOPTD).
PENGEMBANGAN PLASTIK BIODGRADBLE BERBASIS PATI: STUDI KETAHANAN BIODGRADASI LINGKUNGAN TANAH DAN AIR Apriatin, Diana; Dersan, Irviomi; Nuryadin, Atin; Subagyio, Lambang
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.20495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bioplastik berbasis pati dari limbah jagung dan singkong yang ramah lingkungan, serta menguji kemampuan degradasinya di lingkungan tanah dan air. Pembuatan bioplastik dilakukan dengan mencampurkan pati dengan gliserol sebagai bahan pelunak dan seng oksida (ZnO) sebagai zat antibakteri. Campuran bahan dipanaskan dan dicetak menjadi lembaran plastik, lalu dikeringkan hingga siap diuji. Pengujian dilakukan untuk mengetahui ketebalan, kekuatan tarik, daya serap air, serta kemampuan bioplastik terurai secara alami. Hasil menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan bersifat lentur, tidak rapuh, dan mampu terdegradasi sempurna hingga 100% dalam waktu 15 hari. Daya serap air yang tinggi mempercepat proses penguraian, namun membuat ketahanannya terhadap air menjadi rendah. Sementara itu, uji tarik menunjukkan bahwa bioplastik cenderung kaku dan kurang elastis. Secara keseluruhan, bioplastik ini memiliki potensi sebagai pengganti plastik konvensional untuk produk sekali pakai, khususnya kemasan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa limbah pertanian lokal dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku yang murah, melimpah, dan berkelanjutan untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan
Persentase Penurunan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Bor Menggunakan Adsorben Bulu Ayam Pedaging (Gallus Domesticus) Teraktivasi Kalium Hidroksida (KOH) Pradeka, Reggy Nesta; Nadir, Mardhiyah; Mustafa, Mustafa
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.16341

Abstract

Bulu ayam pedaging (gallus domesticus) merupakan limbah yang banyak dihasilkan dari industri Rumah Pemotongan Ayam (RPA). Populasi ayam pedaging berbanding lurus dengan jumlah limbah yang dihasilkan oleh RPA. Salah satunya berupa bulu ayam yang jumlahnya sebesar 242 hingga 301 Ton per tahun. Bulu ayam merupakan bahan alami dengan komposisi kimia:  protein  81%, lemak 1,2%, abu 1,3% dan lainnya. Protein keratin pada bulu ayam mengandung beberapa gugus fungsi utama yang diantaranya gugus karboksil (R-COOH), hidroksil (R-OH), amino (R-NH2) dan sulfhidril (R-SH). Hal ini sangat baik digunakan sebagai biosorben pada proses adsorpsi Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massa adsorben bulu ayam teraktivasi KOH yang optimum pada proses adsorpsi kadar besi (Fe) dalam air sumur bor dan mengetahui persentase adsorpsi. Adsorben bulu ayam diaktivasi menggunakan aktivator kalium hidroksida (KOH) 0,1 M. Sampel air sumur bor diadsorpsi menggunakan biosorben dengan variabel massa adsorben (1 gram, 2 gram, 3 gram, 4 gram, dan 5 gram) selama 60 menit. Penentuan konsentrasi Fe terlarut menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase optimal pada massa adsorben 2 gram yaitu sebesar 87,47% atau kadar besi dalam air sumur bor sebesar 0,58 mg/L.
ADSORPTION OF LAUNDRY WASTEWATER POLLUTANS WITH A MIXTURE OF PDAM SLUDGE AND DURIAN PEEL ADSORBENT (Durio Zibethinus) Ibrahim, ibrahim; waryati, waryati; rahayu, dwi ermawati; Tamrin, Tamrin; Aditya, Rizki Andri Ahmad
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.20312

Abstract

High levels of phosphates and surfactants will cause rapid organism growth, which can lead to dissolved oxygen depletion, reduce water environment quality, and be harmful to biota. One of the treatments that can be performed to process laundry wastewater is the adsorption process. The wastewater treatment conducted in this study uses adsorbents from durian peels and PDAM sludge. Research about the adsorbents is related to the carbonization temperature, chemical activator, stirring speed, and contact time of the adsorbents with the laundry wastewater. This study aims to determine the effectiveness of durian peel adsorbent, PDAM sludge, and a mixture both of adsorbents . The adsorbents that have been made were tested for characteristics such as moisture content, ash content, volatile matter, pure carbon, iodine absorption, surface area, and specific pores. The variations used were contact times of 15, 30, 45, and 60 minutes and types of adsorbents: durian peel, PDAM sludge, and a mixture both of adsorbents. The results showed that durian skin and PDAM sludge adsorbents meet the SNI 06-3730-1995 adsorbent characteristics, except that iodine absorption did not meet. The most effective contact time of durian peel adsorbent in reducing phosphate and surfactant levels was 15 minutes. The most effective contact time of PDAM sludge adsorbent and a mixture of the two adsorbent in reducing phosphate levels is 15 minutes, and for surfactant, it is 45 minutes. Further research that can be done is to make adsorbents at different temperatures from this study.
ANALISIS KADAR PROKSIMAT TEPUNG MAGGOT (Hermetia Illucens) DARI HASIL EKSTRAKSI ASAM LEMAK DENGAN METODE SOKLETASI MENGGUNAKAN PELARUT ETHANOL DAN METHANOL Sanjaya, Ari Susandy; Nugroho, Rudy Agung; Meicahyanti, Ika; Dwi Anastasia, Putri Ayu; Jawea, Jasman
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.17567

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar proksimat pada tepung maggot (Hermetia illucens) dari hasil ekstraksi menggunakan dua jenis pelarut, yaitu methanol dan ethanol, sebagai variabel dalam penelitian ini, sampel maggot yang digunakan diperoleh dari PT. Berkah Salama Jaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan perbandingan pelarut ethanol dan methanol dalam ekstraksi sampel. Parameter yang diamati adalah kandungan proksimat maggot yang telah di ekstraksi, analisis kimia dilakukan untuk menganalisis kandungan maggot meliputi kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein dari hasil ekstraksi menggunakan pelarut ethanol sebesar 14,71% dan hasil ekstraksi menggunakan pelarut methanol mengandung protein sebesar 14,008%, kadar lemak yaitu 1,77% dan 3.689%, Kadar air berkisar 56,26% - 55,83%, kadar abu adalah 9,7% dan 9,9% dan kadar karbohidrat adalah 17,56% dan 16,37%. hasil analisis tersebut, tepung maggot yang diekstraksi menggunakan pelarut ethanol dan methanol memiliki kadar protein dan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan tepung maggot yang tidak diekstraksi. Meskipun kadar protein pada kedua sampel masih cukup tinggi, tidak mencapai kriteria sebagai sumber pakan yang baik. Namun, kedua sampel tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif pakan dengan mempertimbangkan kandungan karbohidratnya
PROSES PEMBUATAN DAN UJI KARAKTERISTIK BIOETANOL DARI KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS) Kahar, Abdul; Fathoni, Rif'an; Ardiah, Rida; Mulyani, Nunuk
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.16350

Abstract

Bioethanol is one solution to reduce the exploitation of fossil energy produced from biomass fermentation. Bioethanol production can be done from starchy plants or those containing carbohydrates, glucose and cellulose. One of them is pineapple skin, pineapple skin is fruit waste which has quite high sugar and carbohydrate content. The Central Statistics Agency (BPS) reports that pineapple production in Indonesia will reach 2.89 million tons in 2021. This number grew 17.89% compared to the previous year which amounted to 2.45 million tons. The process of making bioethanol begins with preparation, hydrolysis, fermentation, distillation and FTIR analysis. The hydrolysis process uses acid hydrolysis using hydrochloric acid (HCL) and the best hydrolysis is obtained at a temperature of 100 C to produce the highest sugar content, namely 17% Brix. The fermentation process using saccaromyces cerevisiae yeast for 14 days with pH control under acidic conditions, namely 4-5 yeast gnats used can work optimally. The alcohol content after distillation was found to be >80. The FTIR test showed that there was ethanol in the bioethanol sample from pineapple skin.
ANALISIS LAYOUT KANDANG SAPI dan IOT TERHADAP PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI PT. BERKAH SALAMA JAYA Yulianto, Fransiskus Federico; Afrilla, Lidwina Nadya; Sanjaya, Ari Susandy; Suprihanto, Didit; Nugroho3, Rudy Agung
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.18002

Abstract

Ketersediaan produksi daging sapi di Kalimantan Timur masih rendah, sehingga pemerintah masih mengimpor daging sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang semakin naik setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Kalimantan Timur mendukung program pemerintah pusat, yaitu Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) tahun 2014 yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Melalui Dinas Peternakan (Disnak). Penggemukan sapi potong tidak hanya dengan diberi pakan bergizi setiap hari, namun ada hal lain yang membuat sapi cepat gemuk yaitu manajemen kandang yang baik. Kandang sapi yang baik dan ideal memiliki tata letak (layout) tinggi kandang 3-4,5 meter, lebar kandang 1 x 1,8 meter atau 1,5 x 2 meter, alas memiliki kemiringan 5-10⁰ memiliki selokan untuk kotoran sapi, dll. IOT dibutuhkan dalam pengecekan suhu sapi dan kelembapan kandang, yang juga membuat manajemen kandang semakin ideal. Kandang sapi di PT. Berkah Salama Jaya, Loa Janan, Kutai Kartanegara memiliki kriteria kandang ideal, namun ada beberapa yang perlu ditambahkan untuk lebih sempurna.
OPTIMIZATION OF HYDROGEN PURIFICATION USING A TEMPERATURE SWING ADSORPTION SYSTEM (TSA) METHOD BY VARYING TEMPERATURE AND PRESSURE Huda, Hairul -
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Chemurgy-Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i2.17048

Abstract

Industrial processes require hydrogen with more than 99% purification so that it can be used for various subsequent processes. Hydrogen purification using a two-pronged PSA system is simulated using Aspen Adsorption software by varying temperature and pressure to obtain high hydrogen purity. And can be done by Purification using TSA (Temperature Swing Adsorbent). Purification using TSA (Temperature Swing Adsorbent) is used to simulate heavy carbonation on a large scale, due to the different nature of the concentration of components to be separated TSA Considering that hydrogen decay is part of the overall network for mobility pathways. The aim of this research is to improve hydrogen purity by exploring effective processes and methods and identifying how temperature and pressure affect hydrogen purity. The exothermic reactions involved in this process tend to be weak due to thermodynamic properties that decrease at low temperatures, resulting in slow reaction kinetics. The exothermic reaction is weak, due to thermodynamics it melts at low temperatures, where the process is characterized by too low kinetics. Industrially, the process is divided into two stages, the first is carried out at lower to high temperatures on zeolite and activated carbon catalysts, where up to 99% TSA has lower operating pressures and operating costs but higher initial costs than PSA. Optimization results of system separation (H₂/CO₂/CH₄/CO/N₂ = 0.564/ 0.031/ 0.266 / 0.084/ 0.055) with a two-bed TSA process using two layers with activated carbon and zeolite adsorbents at a temperature of 298.15 and obtained purity with compositions ranging in H₂ of 99.99%, CO₂ of 0.043%, CH₄ of 0.0085 %, CO of 0.043%, and N₂ of 0.02%. Hydrogen purification with the TSA system is not widely used due to high energy consumption and large adsorbent supplies. the cycle is very long as a result of the time-consuming heating and cooling process which leads to a larger amount of adsorbent and a higher investment required for the process. However, this method is chosen when high product purification cannot be achieved with PSA.
Development of Green Polymer: Effect of CTAB-Modified Bentonite Addition on the Thermal Properties and Impact Toughness Santoso, Teguh Budi; Sari, Shaila Iffani Fatiha
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Chemurgy-Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i2.22911

Abstract

The concept of green polymer has gained increasing attention due to its potential to reduce environmental impacts through the use of recycled materials and natural fillers. This study investigates how the addition of Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB)-modified bentonite influences the thermal behavior and impact toughness of recycled polypropylene (rPP) composites. The composites were prepared with 0 wt%, 3 wt%, and 5 wt% CTAB-modified bentonite. Thermal analysis was performed using Differential Scanning Calorimetry (DSC), while impact toughness was determined using the Charpy method. The results showed that 5 wt% CTAB-modified bentonite increased the melting temperature (Tm) to 165.9 °C, whereas 3 wt% yielded the highest impact toughness of 17.65 kJ/m². The highest crystallinity (51.23%) was obtained in the sample without filler. Therefore, the incorporation of CTAB-modified bentonite not only enhances the thermal and mechanical performance of recycled PP but also promotes the development of environmentally friendly green polymers. 

Page 12 of 13 | Total Record : 126