cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Chemurgy
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527575     EISSN : 26207435     DOI : -
Jurnal Chemurgy is published by Department of Chemical Engineering, Engineering Faculty, University of Mulawarman. This journal dedicated to the topics that relevant to Chemical Engineering, such as Energy, Thermodynamics, Optimization Process & Sustainable Process, Process Control, Material Technology, Catalyst, Kinetics & Reactor Design, Waste & Water Treatment Technology, Bioprocess & Biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
STUDI PENURUNAN KONSENTRASI AIR LIMBAH PENAMBANGAN BATUBARA PADA SUMP PIT A2 DI PT. INDOMINING, SANGA-SANGA KUTAI KARTANEGARA Magdalena, Henny; Sitepu, Anysa Ariel; Winarno, Agus
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Chemurgy-Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i1.10675

Abstract

Salah satu dampak negatif dari kegiatan penambangan batubara adalah timbulnya air limbah. Air yang di pompa dari tambang dianggap sebagai air limbah hasil penambangan karena air tersebut masih bercampur dengan partikel lumpur yang sangat halus dan terkadang belum sesuai dengan baku mutu air limbah batubara berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Oleh sebab itu perlu dilakukan penurunan konsentrasi khususnya pada penurunan besi (Fe) dan mangan (Mn)  menggunakan koagulan Aluminium Sulfat Al2(SO4)3, Ferric Chloride (FeCl3) dan Polly Aluminium Chloride, (PAC) dalam skala laboratorium menggunakan jar test dengan variasi dosis 100 mg/L, 150 mg/L, 200 mg/L dan 250 mg/L untuk mengetahui dosis optimum koagulan yang digunakan dan berapa efisiensi removal koagulan terhadap Fe dan Mn pada air limbah serta pH yang dihasilkan setelah penambahan koagulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum yang diperoleh adalah 250 mg/L untuk koagulan Al2(SO4)3 dan PAC, sedangkan dosis optimum untuk FeCl3 adalah 100 mg/L. Efisiensi removal yang diperoleh untuk koagulan Al2(SO4)3 adalah  Fe (99,89%), Mn (31,60%), koagulan FeCl3 Fe (60,65%), Mn (31,60%) dan koagulan PAC Fe ( 99,89%), Mn (27,88%). Berdasarkan hasil tersebut koagulan yang paling baik dalam penurunan konsentrasi Fe dan Mn pada air limbah batubara adalah Al2(SO4)3. serta pH yang dihasilkan adalah (6,84). Kata Kunci: limbah batubara, koagulan,  jar test, Fe, Mn
DEGRADASI PEWARNA SINTESIS MENGGUNAKAN FOTOKATALIS BERBASIS TIO2 Adnan, Fahrizal; Faradilla, Rahmahtriananda
Jurnal Chemurgy Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Chemurgy-Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v7i2.16005

Abstract

Penelitian yang dilakukan meliputi sintesis TiO2 menggunakan metode Sol-Gel dan studi fotokatalis Reaksi degradasi metil jingga (MJ) dan metil biru (MB) oleh fotokatalis diuji menggunakan larutan konsentrasi 5 ppm. Pengambilan sampel dilakukan setiap 30 menit selama 5 jam. Deteksi sampel menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan panjang gelombang sepanjang 464 nm. Hasil fotolisis zat warna metil jingga masing-masing sebesar 14,17% dan 12,62% untuk UVA dan UVC. Sedangkan degradasi menggunakan UVC/TiO2 dan UVA/TiO2 masing-masing sebesar 58,49% dan 65,55%. Variasi pH dan konsentrasi MO juga dilakukan. Hasil optimum pada pH 7 sebesar 37,08% dan 27,33% masing-masing sebesar 10 ppm dan 15 ppm. Fotokatalis TiO2/UVC digunakan untuk mendegradasi variasi konsentrasi MB. Sejumlah 0,5, 0,75 dan 1 gr TiO2 yang dikontakkan dengan 500 ml MB. Variasi konsentrasi MB yaitu, 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi metilen biru pada dosis 5 ppm berturut-turut sebesar 53,36%, 42,99% dan 18,85% untuk 0,5, 0,75 dan 1 gr TiO2.
Aplikasi Proses Desinfeksi Air Minum Menggunakan Cuka Kayu Berbasis Limbah Serbuk Gergaji Sebagai Altenatif Bahan Desinfeksi Ramadani, Tarikh Azis; Kahardhini, Marina Maharani; Dewi, Tanti Utami
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.15267

Abstract

Pertumbuhan industri dan kebutuhan masyarakat akan memberikan dampak seperti munculnya patogen seperti bakteri Escherichia coli dalam air. Hal ini akan berkontribusi pada penurunan ketersediaan air bersih. Proses desinfeksi diterapkan untuk mengurangi dan membatasi jumlah bakteri Escherichia coli di dalam air. Cuka kayu yang mengandung fenol merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai disinfektan. Penelitian ini mengkaji penggunaan cuka kayu dalam proses desinfeksi. Proses desinfeksi dievaluasi berdasarkan variasi konsentrasi cuka kayu dan waktu kontak selama proses desinfeksi terhadap analisis jumlah bakteri (MPN) dan analisis residu fenol. Cuka kayu dari limbah serbuk gergaji telah memenuhi kualitas dari segi parameter pH, warna dan transparansi yang mengacu pada The Japan Pyroligneous Liquor Association. Cuka kayu memiliki kandungan fenol sebesar 1.022,456 ppm. Peningkatan konsentrasi fenol dapat meningkatkan daya hambat pertumbuhan Escherichia coli hingga 99,816% sedangkan peningkatan waktu kontak memberikan hasil yang fluktuatif. Proses desinfeksi menggunakan cuka kayu menghasilkan konsentrasi Escherichia coli dan fenol yang berada di atas regulasi jika dibandingkan dengan gas klorin.
SINTESIS HIDROGEL CMC PEKTIN (1:2) DENGAN METODE FREEZE-THAW DAN MANFAATNYA SEBAGAI ADSORBEN Andini, Sri
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.15306

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan hidrogel dari CMC dan Pektin (1:2). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan hidrogel yang akan digunakan sebagai adsorben pada limbah sungai citarum. Sungai citarum termasuk kedalam kategori sungai paling tercemar di dunia. Bahan kimia yang masuk ke dalam sungai dapat menurunkan kualitas air. Salah satu pencemar berbahaya yaitu logam Cu2+ tepatnya di titik pintu masuk sungai citarum yang melebihi ambang batas. Logam Cu2+ tidak dapat terurai secara hayati dan sangat sulit dihikangkan secara alami dan dapat terakumulasi di dalam tubuh manusia yang akan menyebabkan masalah kesehatan parah seperti keterbelakangan mental, anemia, hipertensi dan sebaginya. Selain itu, logam Cu2+ dapat menyebabkan efek toksik pada jaringan tubuh ikan yang dapat menginduksi produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Sehingga perlu dilakukan pengurangan kandungan logam Cu2+ hingga mencapai ambang batas aman. Karboksimetil selulosa dan pektin merupakan bahan organik yang dimanfaatkan sebagai pembuatan hidrogel untuk mengadsorpsi ion logam Cu2+. Karakteristik gugus fungsi kimia menggunakan FTIR (Spektroskopi fourier transform infrared) dan karakteristik pori dan surface area menggunakan BET (Brunauer Emmet Teller). Hasil FTIR dari sampel CMC, Pektin dan hidrogel terdapat gugus fungsi O-H, C=O, C-H, OH bending dan C-O-C. Sedangkan hasil dari BET bahwa hidrogel CMC/Pektin 1:2 memiliki surface area sebesar 3,706 m²/g dan tergolong type 1 grafik isotherm yang artinya proses adsorpsi berikatan secara kimia dan memiliki pori kecil. Kondisi optimum proses adsorpsi terjadi pada konsentrasi 700 ppm dengan model isoterm Langmuir dengan R2 0,9038 dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 19,76 mg/g dengan efisiensi penyerapan logam sebesar 68,60%.
ANALISIS PENGARUH VARIASI JENIS ELEKTRODA DAN WAKTU KONTAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI PADA PENJERNIHAN AIR GAMBUT Waryati, Waryati; Ibrahim, Ibrahim; Dharmawan, Adilla Dwicahya; Adnan, Fahrizal; Huda, Hairul
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.17323

Abstract

Air gambut adalah sumber air alternatif untuk menyediakan air bersih di Pulau Kalimantan. Air gambut harus dijernihkan karena berwarna (merah kecoklatan), memiliki pH rendah (3-5), dan banyak mengandung zat organik. Penelitian ini mengamati efek berbagai jenis elektroda dan waktu kontak pada prosedur elektrokoagulasi untuk mengetahui seberapa efektif elektrokoagulasi dalam penjernihan air gambut. Ini karena elektrokoagulasi dapat digunakan untuk mengurangi kadar logam, keasaman, dan kandungan organik dalam air gambut. . Penelitian ini menggunakan berbagai jenis plat elektroda aluminium (Al)-aluminium (Al) dan aluminium (Al)-karbon (C), serta interval waktu kontak 45, 90 dan 120 menit. Parameter pengamatan yaitu keasaman (pH), mangan (Mn), BOD, dan COD. Dalam penelitian ini, jenis plat elektroda yang digunakan serta waktu kontak yang digunakan dipengaruhi oleh arus listrik  yang diberikan. Dengan waktu kontak 45 menit, jenis plat Al-C adalah yang terbaik untuk menjernihkan air gambut dengan efisiensi 99,99%. Parameter penyisihan mangan (Mn) turun dari 0,17 mg/L menjadi 0,03 mg/L, dan efisiensi kebutuhan oksigen biologi (BOD) mampu mencapai  99,99%.
PEMBUATAN CAIRAN PEMBERSIH LANTAI DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH Siswadi, Emailda Candra Dewi
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.15462

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan. Minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terbentuk selama proses penggorengan. Oleh karena itu, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian baik dari segi kesehatan manusia maupun lingkungan. Cairan pembersih lantai merupakan bahan yang dimanfaatkan dalam rumah tangga, sebagai cairan untuk membersihkan kotoran pada lantai. Pembersih lantai juga mengandung agen antimikroba yang dapat membunuh kuman. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan limbah minyak jelantah untuk dijadikan cairan pembersih lantai sebagai bentuk penanggulangan dan penanganan yang tepat guna terhadap limbah minyak jelantah. Kata kunci: minyak jelantah, cairan pembersih lantai
Design of Reactor for The Production of Sodium Thiosulfate (Na2S2O3) Crystal Chairul Islam, Sultan Nazmi
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.13815

Abstract

In this research, the design and analysis of a batch reactor for the production of Sodium Thiosulfate crystal was carried out. This research was carried out with computational analysis and calculations of the reactor, stirrer and mass balance using the Microsoft Excel application.  It is hoped that the manufacture of Sodium Thiosulfate can be scaled up on a factory scale so that a place is needed to react the raw materials from which the Sodium Thiosulfate is made. The specifications for sodium thiosulfate production at an industrial scale (1000 times larger than the lab scale) require a volume of 186.1300 ft3, a height of 2.8147 ft, and one stirrer with a power of 1800 Hp, based on calculations from the batch reactor and stirrer. The calculations were performed using Microsoft Excel without considering effectiveness factors. The calculation results indicate that the reactor's design and performance analysis are applicable.
Pembuatan Edible Film dari Pati Eceng Gondok dan Kitosan Jamur Tiram (Pleuorotus Ostreatus) Wulandari, Retno; Kahar, Abdul; Heryadi, Eko; Huda, Hairul; Prihatiningtyas, Indah; Danijubal, Muhammad Vikar; Sinaga, Jovita; Stevani, Joyce
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.17831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible film berbasis pati eceng gondok dan kitosan yang diekstrak dari jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dengan fokus pada karakterisasi sifat fisikokimia film yang dihasilkan. Kitosan diekstrak dari jamur tiram melalui proses deproteinasi, ekstraksi, dan pemutihan, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi karakteristik kitosan pada pita serapan 3400-3200 cm⁻¹ (-OH dan -NH₂) dan 2920-2870 cm⁻¹ (C-H), mengkonfirmasi keberhasilan ekstraksi. Edible film dibuat dengan memvariasikan konsentrasi gliserol (1%, 2%, dan 3%) sebagai plasticizer. Hasil karakterisasi menunjukkan ketebalan film berkisar 0,15-0,19 mm, dengan peningkatan ketebalan seiring pertambahan konsentrasi gliserol. Kadar air film meningkat dari 9,0% pada konsentrasi gliserol 1% menjadi 24,0% pada konsentrasi 3%, sementara ketahanan air menurun dari 70% menjadi 58%. Formulasi optimal diperoleh pada konsentrasi gliserol 2% dengan karakteristik ketebalan 0,16 mm, kadar air 12%, dan ketahanan air 69%, memenuhi standar industri untuk aplikasi kemasan makanan. Penelitian ini mendemonstrasikan potensi pemanfaatan pati eceng gondok dan kitosan jamur tiram dalam pengembangan material kemasan biodegradable, memberikan alternatif berkelanjutan untuk kemasan konvensional sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. Kata kunci: edible film, pati eceng gondok, kitosan jamur tiram, gliserol, kemasan biodegradable
Pengaruh Konsentrasi Ca-Alginat dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dalam Pengolahan Sampel Air Sungai Mahakam untuk Kebutuhan Air Minum Halimah, Sekar Afifah Nur
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.14830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Ca-Alginat dari cangkang kerang darah terhadap parameter kekeruhan, TSS, TDS, dan pH pada sampel air Sungai Mahakam untuk diolah menjadi air minum. Proses koagulasi dilakukan menggunakan metode jar test menggunakan sampel air Sungai Mahakam  sebanyak 500 mL, dengan variasi konsentrasi Na-Alginat  6, 8, 10, 14, dan 16 mg/L pada konsentrasi CaCO3 konstan, yaitu 200 mg/L serta variasi konsentrasi CaCO3 cangkang kerang darah 100, 200, 300, 400, dan 500 mg/L pada konsentrasi Na-Alginat konstan, yaitu 8 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh konsentrasi Ca-Alginat terbaik pada konsentrasi Ca2+ 100 mg/L dan konsentrasi Na-Alginat 8 mg/L dengan nilai akhir kekeruhan 18,67  NTU, TSS 19, 35 mg/L, TDS 244 mg/L, dan pH 7,14. Nilai TSS, TDS, dan pH setelah proses koagulasi memenuhi baku mutu air minum, sedangkan nilai kekeruhan belum memenuhi baku mutu air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 dan Peraturan Daerah Provinsi  Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2011.Kata kunci : ca-Alginat, cangkang kerang darah, kekeruhan, pH, TDS & TSS
PENGARUH PENAMBAHAN PEKTIN KULIT JERUK, KITOSAN, DAN PEPPERMINT OIL TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK Muryeti, Muryeti
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.17188

Abstract

Plastik yang sulit terurai menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan, namun hal ini dapat diatasi dengan penggunaan bioplastik yang mampu terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisik, mekanik, kimia, barrier dan optik dari bioplastik yang terbuat dari pektin kulit jeruk (dengan variasi 1 g, 2 g, dan 3 g), serta penambahan karagenan (0,8 g), kitosan (1% dan 2%), gliserol (1,5 ml), dan peppermint oil (0,5 ml dan 1 ml). Tahapan penelitian meliputi pembuatan larutan kitosan, pembuatan bioplastik, dan pengujian berbagai karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Data dari pengujian kemudian dianalisis menggunakan metode ANOVA tiga arah. Hasil optimal diperoleh dengan kombinasi pektin 2 g, kitosan 1%, dan minyak peppermint 1 ml, dengan hasil sebagai berikut: ketebalan 0,208 mm, kuat tarik 1,89 MPa, elongasi 63,69%, elastisitas 0,0313 MPa, daya serap air 163%, kelarutan 25%, kadar air 20,13%, degradasi 31,28%, permeabilitas uap air 23 g/m²/hari, transparansi 85,67%, serta nilai warna L* 81,69, a* -2,99, dan b* 18,22.

Page 11 of 13 | Total Record : 126