cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
HUBUNGAN PERILAKU OPEN BURNING DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGGALAR Aunindyaningrum Prestyan Nureza
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.475

Abstract

Pendahuluan: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ialah merupakan gangguan saluran pernapasan atas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit yang beredar dari gangguan tanpa adanya gejala atau manifestasi infeksi ringan sampai manifestasi yang parah dan mematikan ini bergantung dari jenis patogen yang disebabkan oleh faktor penjamu dan lingkungan. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar tahun 2021 adalah 90 responden. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku open burning dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar. Metode: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Jumlah populasi 90 responden dengan jumlah sampel simple random sampling sebanyak 64 responden dengan 32 kasus dan 32 kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel indenpendent yaitu perilaku open burning (p value =0,022) dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku open burning dengan kejadian penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kedunggalar. Kata Kunci: Frekuensi ISPA, Perilaku, Pembakaran Sampah
ANALISIS PELAKSANAAN TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS: LITERATURE REVIEW Fransiska Oktavia Puteri; Inge Dhamanti; Hengky Irawan
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.481

Abstract

Pendahuluan: Isu keselamatan pasien di puskesmas harus menjadi perhatian khusus mengingat keselamatan pasien menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akreditasi puskesmas. Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien merupakan pedoman bagi puskesmas untuk melaksanakan program keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di puskesmas dilihat dari penerapan terhadap tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Metodologi: Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan GARUDA menggunakan kata kunci “Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien” DAN “Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas”. Total temuan artikel sebanyak 51, tetapi hanya 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu penelitian kualitatif, primary source, topik penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien, dan lokasi penelitian adalah Puskesmas. Hasil: Terdapat total studi 5 puskesmas dari 5 artikel yang digunakan dalam penelitian ini dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Tengah yang telah melaksanakan penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Apabila ditinjau dari setiap langkahnya, terdapat contoh penerapan pada masing - masing langkah menuju keselamatan pasien. Namun, penerapan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya oleh kelima puskesmas yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Kesimpulan: Penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien belum dilaksanakan dengan baik dan optimal oleh puskesmas. Langkah yang paling banyak diterapkan oleh puskesmas adalah langkah enam dan langkah tujuh, yaitu melakukan investigasi insiden dengan Root Cause Analysis (RCA) dan melaksanakan evaluasi dan pemberian solusi dalam pencegahan insiden serta melaksanakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Puskesmas, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien
EFEKTIVITITAS TEKNIK BEHAVIORAL SKILLS TRAINING (BST) DALAM PENINGKATAN KETRAMPILAN PENGENALAN TRAUMA CAPITIS Dwi Rahayu; Fajar Rinawati; Yunarsih Yunarsih
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.547

Abstract

Pendahuluan: Trauma capitis merupakan salah satu penyebab kematian pasien yang berusia di bawah 45 tahun akibat adanya benturan pada kepala, dan angkanya mencapai hampir 50%. Petugas kesehatan harus mampu mengetahui tanda yang terjadi dan harus mampu melakukan pengenalan terjadinya trauma capitis. Pengkajian awal derajat keparahan pada trauma capitis merupakan sesuatu hal yang sangat penting dimana bertujuan untuk menentukan jenis tindakan yang paling tepat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik Behavioral Skills Training dalam Peningkatan Ketrampilan Pengenalan Trauma Capitis. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design dengan rancangan one group pretest and posttest design. Penelitian ini melibatkan 39 responden. Sampling menggunakan purposive sampling, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dari google form. Pelaksanaan Behavioral Skills Training (BST) dilakukan langsung ke responden. Data dianalisa dengan wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value: 0,000 yang berarti ada perbedaan antara ketrampilan pengenalan cedera kepala sebelum dan sesudah dilakukan teknik Behavioral Skills Training. Metode Behavioral Skills Training sangat efektif dalam melatih ketrampilan responden untuk pengenalan derajat keparahan pada trauma capitis yang terjadi. Diskusi: Ketrampilan dalam pengenalan derajat keparahan trauma capitis diperlukan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat untuk dilakukan dengan harapan bisa dengan meningkatkan keberhasilan dari tindakan sehingga prognosa pada pasien trauma capitis akan semakin baik. Kata Kunci: Behavioral, Pengenalan, Skills, Training, Trauma Capitis
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Abelia Shandra Nabila; Retno Widiarini; Eddy Wasito
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.443

Abstract

Pendahuluan: DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang di dalamnya terdapat mikroorganisme yaitu virus dengue. DBD merupakan Salah satu penyakit yang terjadi di masyarakat Indonesia yang jumlah kasus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kasus penyakit DBD dapat terjadi disemua kalangan usia, namun sering dijumpai pada anak – anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk DBD di Dusun Karangan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random Sampling dengan jumlah sampel 133. Metode pengumpula data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat memiliki pengetahuan baik (54,9 %), sikap yang positif (55,6 %), dan perilaku masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk baik (56,4%). Hasil analisis bivariate pengetahuan p-value = 0,000, PR=6.111 (95%CI 2.870-13.014), sikap p-value = 0,000, (95%CI 2.666-11.951). Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD
EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERINEUM PADA PERSALINAN; LITERATURE REVIEW Silvia Ekatama Wardani; Gina Setiayani; Euvalingga Dwilda; Sabrina Hestia
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.489

Abstract

Pendahuluan: Dalam proses persalinan, ibu merasakan takut atas rasa nyeri berat yang akan dialami, rasa nyeri ini sering menimbulkan kondisi yang dapat mempengaruhi fisik dan mental. Pada persalinan kala 1, rasa sakit yang dialami ibu terjadi akibat proses dilatasi serviks dan pembukaan portio. Dampak nyeri persalinan ini, dapat menciptakan negative birth experience. Salah satu terapi dalam penanganan nyeri persalinan kala 1 yaitu dengan menggunakan kompres hangat pada perineum. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelusuran penelitian/artikel jurnal terdahulu yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel jurnal didapatkan dari database Google Cendekia, PubMed, Science Direct, Taylor n Francis Online. Hasil: Penelitian ini merupakan penelitian literature review yang dilakukan dengan menggunakan pedoman sistematik PRISMA. Proses pencarian artikel dilakukan antara tahun 2012-2021. Berdasarkan penelusuran database, dalam pencarian literatur Dari 649 jurnal yang diteliti, terdapat lima artikel yang memenuhi kriteria dengan artikel, syarat populasi studi adalah ibu bersalin pervaginam dan artikel dalam Bahasa inggris dan atau Bahasa Indonesia. Diskusi: mayoritas menyatakan bahwa intensitas nyeri persalinan pada kala 1 dapat menurun ketika diberikan intervensi kompres hangat di perineum, karena dapat mengurangi spasme otot dan meningkatkan aliran darah, sehingga memberikan efek hangat dan menenangkan. Terapi pemberian kompres hangat efektif terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1. Kata Kunci: Persalinan, Nyeri, Perineum, Kompres hangat, Kala 1
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAREJO KOTA MADIUN Muchammad Rosyid Rosyid; Avicena Sakufa M
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.457

Abstract

Tingginya penyakit tuberculosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko, yaitu salah satunya adalah kondisi fisik rumah serta kebiasaan merokok. Kondisi fisik rumah memiliki peranan yang sangat penting dalam penyebaran bakteri tuberculosis ke orang yang sehat. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan sistem imun menurun serta berdampak pada penurunan pertahanan paru. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan kebiasaan merokok dengan kejadian tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif sebagai pendekatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik sedangkan jenis penelitiannya yaitu case control. Jumlah populasi 32 responden dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden kelompok kasus dan 29 responden kelompok kontrol dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel independen yaitu luas ventilasi (p-value = 0,035), jenis lantai (p-value = 0,005), pencahayaan (p-value = 0,018), kepadatan hunian (p-value = 0,006), kelembaban (p-value = 0,002), dan kebiasaan merokok (p-value = 0,004) dengan kejadian tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo. Kata kunci: kondisi fisik rumah, kebiasaan merokok, tuberculosis.
PERSEPSI PEROKOK TENTANG PESAN PICTORIAL HEALTH WARNINGS PADA BUNGKUS ROKOK DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA MADIGONDO Afifah Nur Damaltara; Riska Ratnawati; Pipid Ari Wibowo
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.454

Abstract

Pendahuluan: Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap, dan atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, ceruta, atau bentuk lainnya. Perilaku merokok merupakan aktivitas menghisap rokok (gulungan daun tembakau kering) yang dilakukan seseorang. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan riset yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pendekatan fenomenologi yang bertujuan memahami suatu esensi dari suatu fenomena persepsi perokok tentang pesan pictorial heatlh warnings pada bungkus rokok. Informan penelitian ini sebanyak 10 orang perokok pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan pernyataan yang menunjukkan persepsi kerentanan yaitu keyakinan perokok terhadap kerentanan dirinya mengalami suatu kondisi yang dapat memburuk, persepsi keseriusan yaitu keseriusan penyakit yang dapat mempengaruhi keadaan kesehatannya, persepsi hambatan berkaitan dengan usaha mengurangi ancaman penyakit, persepsi manfaat berkaitan dengan keyakinan seseorang untuk bertindak sebagai halangan dan menganalisis untung-rugi, dan isyarat untuk bertindak berkaitan dengan memulai proses perilaku bisa dalam bentuk media, masa, kampanye, nasihat dari orang lain, penyakit dari anggota keluarga atau teman, dan artikel dari koran. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu persepsi perokok tentang pictorial health warnings pada bungkus rokok hanya dirasakan oleh beberapa informan saja menganggap dan mempercayai pictorial health warnings pada bungkus rokok tidak mempengaruhi kebiasaan merokok informan. Diskusi: Dari hasil penelitian ini, saran yang diberikan kepada perokok supaya dapat memahami makna sebenarnya dari pesan pictorial health warnings untuk peringatan yang nyata adanya resiko atas kebiasaan dari perilaku merokok. Kata Kunci: Persepsi, Perokok, Perilaku Merokok, Pesan Pictorial Health Warnings
FAKTOR PENDORONG KEJADIAN PERNIKAHAN PADA REMAJA USIA DINI : LITERATURE REVIEW Imaroh solehah; Mohammad Zainal Fatah
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.472

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan usia dini adalah perilaku oleh seseorang, baik laki-laki atau perempuan disaat usianya belum mencapai kematangan yang sebenarnya (yakni diatas 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria). Menurut laporan Statistik Indonesia ditemukan 1,7 juta pernikahan sepanjang tahun 2022. Angka Pernikahan dini pada remaja di Indonesia dari tahun dari 2015-2020 mengalami peningkatan sebesar 70 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab yang berhubungan dengan pernikahan remaja usia dini. Metode: Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review melalui artikel penelitian sebelumnya yang ditemukan pada database google scholar. Artikel dipilih dengan kriteria yakni artikel terbit antara tahun 2017-2022. Analisis review literatur dilakukan dengan membandingkan metode penelitian, pengolahan, dan hasil yang diperoleh dari setiap artikel. Hasil : terdapat delapan artikel nasional ditemukan yang menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan remaja usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan, pendidikan, ekonomi, peran teman sebaya, budaya, dan pergaulan bebas. Diskusi: Perlunya kesadaran dan pengetahuan tentang makna pernikahan untuk mengambil keputusan lebih bijak dalam melakukan pernikahan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Faktor Yang Mempengaruhi,Remaja
PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MADIUN TAHUN 2022 Willa Pratika; Karina Nur R; Zaenal Abidin
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.459

Abstract

Kinerja perawat sebagai pelayanan kesehatan merupakan masalah penting dalam meningkatkan suatu mutu pelayanan kesehatan. Latar belakang pada penelitian ini adalah tingginya kunjungan pada rawat inap Rumah Sakit mencapai 14.247 pasien serta BOR 80,52%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknologi terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit. Penelitian memiliki desain korelasional dengan Cross Sectional. Populasi penelitian ruang rawat inap, sampel sejumlah 33 perawat yang melalui Propotional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dianalisa menggunakan uji Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji t menunjukan variabel teknologi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat adalah sig-p = 0,000 atau , nilai α = 0,01. Kemudian melalui uji F diketahui diketahui bahwa variabel Teknologi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel teknologi berpengaruh terhadap kinerja perawat. di Rumah Sakit. Kata kunci: Teknologi, Kinerja
KECEMASAN LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2022 Akbar Azi Hendro Kartiko; Avicena Sakufa Marsanti; Zaenal Abidin
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.455

Abstract

Pendahuluan: Pandemi covid-19 menciptakan kekhawatiran terhadap beragam kondisi. Berbagai masalah psikis muncul terutama terjadi pada lansia yaitu kecemasan yang berdampak pada penurunan kesehatan, aktivitas fisik, status fungsional, sampai beresiko pada kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecemasan lansia selama pandemi covid-19 di wilayah Puskesmas Demangan Kota Madiun. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan penelitian lansia usia 45-59 tahun yang mengalami kecemasan di wilayah kerja Puskesmas Demangan Kota Madiun. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu wawancara, observasi, dan dokumen pada sumber yang sama. Hasil: Hasil penelitian dilakukan pada 18 lansia diperoleh pernyataan yang menunjukkan lansia mengalami kecemasan selama pandemi covid-19 berjumlah 6 lansia, 12 lansia menganggap covid-19 adalah virus atau penyakit biasa. Lansia yang mengalami kecemasan selama covid-19 dikarenakan memiliki riwayat penyakit degeneratif, sehingga memiliki resiko tinggi terpapar covid-19. Simpulannya adalah kecemasan lansia selama pandemi covid-19 adalah lansia yang memiliki riwayat penyakit degeneratif. Diskusi: Saran yang diberikan adalah lansia tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada dan segera melakukan vaksinasi lengkap. Kata Kunci : Kecemasan, Lansia, Covid-19