cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
KEKERASAN VERBAL PADA ANAK OLEH ORANG TUA YANG WORK FROM HOME PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK Brivian Florentis Yustanta
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.387

Abstract

Pendahuluan: Sekitar 50 - 60% masyarakat work from home pada masa pandemi Covid-19. Tingkat stress didalam pekerjaan menyebabkan orang tua melakukan kekerasan verbal kepada anak sehingga dapat menghambat perkembangan kognitif anak. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kekerasan verbal pada anak oleh orang tua yang bekerja dari rumah pada masa pandemi Covid-19 terhadap perkembangan kognitif anak. Metodologi: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi anak usia 10 - 11 tahun sejumlah 82. Besar sampel 68 menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kediri bulan Juni 2021. Pengumpulan data melalui pengisian instrumen berupa kuesioner. Uji statistik menggunakan Spearman Ranks. Hasil: Sejumlah 68,1% orang tua melakukan kekerasan verbal pada anak. Jenis kekerasan verbal yang paling sering dilakukan orang tua adalah membentak dan menyalahkan anak. Sejumlah 44,1% anak memiliki perkembangan kognitif cukup. Hasil uji Spearmank Ranks p value 0,01 < 0,05, H0 ditolak, artinya ada hubungan kekerasan verbal pada anak oleh orang tua yang bekerja dari rumah pada masa pandemi Covid-19 terhadap perkembangan kognitif anak. PR 2,4 artinya anak yang mengalami kekerasan verbal 2,4 kali lebih mungkin mengalami gangguan perkembangan kognitif dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami kekerasan verbal. Diskusi: Ketika orang tua melakukan kekerasan verbal pada anak maka akan berdampak negatif pada perkembangan kognitif anak. Pola pikir orang tua yang melakukan kekerasan verbal kepada anak karena untuk kebaikan anak harus diubah agar tidak menjadi kebiasaan yang menghambat perkembangan kognitif anak. Kata Kunci: Kekerasan Verbal, Perkembangan Kognitif
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika; Dwi Indri Yani
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.407

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid-19 yang belum berakhir mengharuskan perawat patuh menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan menggunakan APD sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19 dari perawat ke pasien atau pasien ke perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 158 perawat pelaksana yang diambil secara teknik consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (0,029), dan ketersediaan APD (0,013), dan pelatihan (0,002) berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Variabel jenis kelamin (p = 0,424), pendidikan terakhir (0,559), lama kerja perawat (0,674), dan sikap (0,156) dan ketersediaan APD (0,013), tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di Rumah Sakit. Diskusi: Rumah sakit perlu mengadakan inhouse training tentang penggunaan APD dan menyediakan APD di setiap ruang untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Kata Kunci: Kepatuhan, Alat Pelindung Diri, Perawat, covid-19.
SYSTEMATIC REVIEW FAKTOR RISIKO, PENYEBAB DAN DAMPAK STUNTING PADA ANAK Saiful Anwar; Eko Winarti; Sunardi Sunardi
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.445

Abstract

Pendahuluan: Stunting berisiko menimbulkan kematian dan gangguan kesehatan lainnya Persentase balita stunting di Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 2021 sebesar 12,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana faktor risiko, penyebab dan dampak stunting pada anak dengan mengambil penelitian terbaru dan melihat variabel sebagai penyebab stunting melalui studi literatur dari jurnal yang terpublikasi Metodologi:. Penelitian ini merupakan penelitian systematic review yang bersumber dari jurnal tahun 2014 sampai dengan tahun 2022 yang sudah terpublikasi. Sampel penelitian berupa jurnal publikasi di google shcoler dan science direct sebanyak 10 jurnal tentang stunting Hasil: Penyebab dari stunting antara lain kelahiran prematur, faktor lingkungan, Perilaku Hidup Sehat dan Bersih, kebiasaan merokok dari salah satu anggota keluarga, pola makan yang sehat, penyakit diare, jarak kelahiran, pemahaman dan sikap keluarga dalam memberikan nutrisi yang sehat, Dampak dari stunting yang antara lain adalah terjadinya penurunan kognitif dan kecerdasan anak Diskusi: Semua masyarakat ikut dalam penurunan stunting sebagai amanat dari presiden melalui peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 pasal 6 Kata Kunci: Faktor penyebab, risiko dan dampak stunting, ulasan jurnal.
PREPARASI SIMPLISIA BUNGA TELANG BERPOTENSI ANTIBAKTERI MELALUI OPTIMASI SUHU DAN WAKTU MICROWAVE Endah Tri Wijayanti; Elysabet Herawati
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.426

Abstract

Infeksi masih menjadi masalah serius yang sering muncul pada pelayanan kesehatan. Bakteri dan manusia selalu hidup berdampingan. Bakteri mempunyai kemampuan dalam beradaptasi dalam berbagai kondisi. Keberadaan bakteri tersebut dapat bersifat pathogen jika berada dalam kondisi tertentu sehingga akan memicu munculnya infeksi. Bunga telang diketahui mempunyai kandungan antibakteri sehingga bisa dimanfaatkan sebagai antiseptik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran suhu dan waktu optimum pembuatan simplisia bunga telang dengan menggunakan microwave terhadap warna, aroma dan tekstur. Desain penelitian ini menggunakan tehnik Rancangan Antar Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu suhu (T) dan waktu (W). perlakuan pertama adalah pada suhu (T) dengan 4 perlakuan yaitu 20, 30, 40, 50 derajat celsius. Perlakuan kedua pada waktu (W) dengan 6 perlakuan yaitu 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan suhu (T) optimum simplisia adalah 50 °C dan waktu (W) optimum adalah 10 menit. Penggunaan suhu 50 °C dengan waktu 10 menit membuat simplisia telah memenuhi kriteria kering sempurna dan bisa dibuat serpihan kecil dengan kadar air minimal. Penggunaan suhu dan waktu optimum dalam pembuatan simplisia dengan microwave dapat menjadi alternatif dalam preparasi produk alam sebagai agen antibakteri. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu kegiatan lanjutan tentang ekstraksi dan pengujian esktrak untuk mengetahui efektivitas antimikroba simplisia bunga telang. Kata Kunci: antimikroba, bunga telang, microwave, simplisia
ANALISIS GERAKAN REPETITIF PADA KEJADIAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA PENGEMASAN IKAN Budi Aswin; La Ode Reskiaddin; Rd. Halim
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.446

Abstract

Pendahuluan: Proses kerja pengemasan ikan yang menghabiskan waktu 3-4 jam dengan menggunakan tangan menyebabkan pekerja ini berisiko mengalami keluhan otot pergelangan tangan yaitu carpal tunnel syndrome (CTS). Salah satu risiko pemicu terjadinya keluhan CTS adalah gerakan yang berulang dalam melakukan pekerjaan yang menggunakan tangan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan gerakan repetitif/berulang dengan kejadian CTS pada pekerja pengemasan ikan. Metode: Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 32 pekerja dan sampel non random dengan metode total populasi. Gerakan repetitif diukur menggunakan Stopwatch sedangkan variabel carpal tunnel syndrome (CTS) diukur dengan kuesioner BCTQ (Boston Carpal Tunnel Sydrome). Data dianalisis menggunakan uji exact fisher. Hasil: Pekerja pengemasan ikan yang bekerja dengan gerakan repetitif berisiko ada sebanyak 62,5% dan yang mengalami keluhan carpal tunnel syndrome ada 59,4%. Gerakan repetitif memiliki hubungan pada kejadian carpal tunnel syndrome. Diskusi: Ada hubungan gerakan repetitif dengan kejadian carpal tunnel syndrome. Gerakan repetitive saat bekerja dapat meningkatkan risiko pekerja mengalami keluhan CTS, oleh karena itu melakukan peregangan setelah melakukan proses pengemasan sangat direkomendasikan dalam meminimalkan kejadian CTS. Kata Kunci : Gerakan Repetitif, Carpal Tunnel Syndrome
PENINGKATAN KETRAMPILAN PENGENALAN TRAUMA CAPITIS DENGAN TEKNIK SIMULASI Dwi Rahayu; Fajar Rinawati; Yunarsih Yunarsih
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.484

Abstract

Pendahuluan: Trauma kepala merupakan keadaan diakibatkan karena benturan pada kepala. Trauma kepala terjadi karena jatuh atau karena kecelakaan lalu lintas dan dapat juga karena hal lainnya. Trauma kepala dapat menyebabkan cedera pada otak. Oleh karena itu seorang tenaga kesehatan harus mengetahui diagnosis pada kejadian trauma kepala, menganalisanya supaya dapat ditentukan tingkat trauma kepala yang dialami, sehingga dapat digunakan untuk menentukan cara penatalaksanaan dan menentukan prognosa cedera kepala terutama yang berkaitan dengan masalah gangguan neurologi. Pengukuran tingkat keparahan trauma pada kepala menjadi hal yang sangat penting guna menetapkan perawatan yang paling efektif, sehingga dapat dievaluasi lebih mudah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan ketrampilan pengenalan trauma kepala menggunakan teknik simulasi. Metodologi: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest. Responden penelitan ini sebesar 39 responden. Teknik sampling adalah purposive sampling, menggunakan lembar kuesioner melalui google form. Teknik simulasi dilakukan secara langsung (luring). Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value: 0,000 dimana ( p value < 0,05 ) yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara ketrampilan pengenalan cedera kepala sebelum dan sesudah dilakukan simulasi. Metode simulasi efektif digunakan untuk melatih ketrampilan responden dalam ketrampilan pengenalan trauma capitis yang terjadi pada pasien. Diskusi: Peningkatan ketrampilan dalam pengenalan trauma kepala diperlukan untuk menentukan derajat keparahan trauma kepala yang terjadi sehingga diharapkan dengan pengenalan dini, penatalaksanaan pasien akan lebih cepat dan sesuai target. Sehingga prognosa pasien semakin baik. Kata Kunci: Cedera Kepala, Ketrampilan, Pengenalan, Simulasi
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MENYUSUN SKRIPSI Maria Pujiastuti; Samfriati Sinurat; Mistari Agnes Citra Halawa
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.433

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tugas dan hambatan yang berbeda setiap semesternya. Tugas akhir dalam penyusunan skripsi yang dialami mahasiswa menjadi suatu beban yang cukup menyita energi, waktu yang memicu mahasiswa menjadi individu yang tertekan dimana dapat menimbulkan stres. Stres yang tidak bisa dikelola dengan baik mengakibatkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Salah satu cara yang mudah dijangkau dengan melakukan senam yoga. Senam yoga merupakan latihan fisik yang mampu memberikan efek positif terhadap kesehatan dan dapat mengurangi stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan one-group pre-post test design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 113 responden. Teknik pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 32 responden. Analisa data dengan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil: dari hasil uji stastistik dengan Wilcoxon sign rank test diperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh senam yoga terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun skripsi. Diskusi: Senam yoga dapat meningkatkan aktifitas parasimpatis serta meningkatkan GABA (Gamma Aminobutyric Acid). Dalam kondisi tubuh dan pikiran yang rileks atau meditatif dapat mengurangi emosi negatif, mengurangi ketegangan, serta meningkatkan ketenangan pada individu sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dialami. Kata Kunci: Senam Yoga, Tingkat Stres, Mahasiswa Tingkat Akhir
PERBEDAAN KETERAMPILAN KADER DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA BERDASARKAN UMUR,PENDIDIKAN PEKERJAAN, LAMA MEJADI KADER DAN JENIS POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM TAHUN 2022 ati sulianty; Mutiara Rachmawati Suseno; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Syajaratuddur Faiqah
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.450

Abstract

Pendahuluan Posyandu keluarga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya pemberdayaan di tingkat keluarga, dengan bantuan teknis dari unsur masyarakat salah satunya adalah kader posyandu. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Mataram Tahun 2019, jumlah kader posyandu sebanyak 1.765 orang kader yang tersebar dalam 353 posyandu. Dengan tingginya tuntutan katerampilan kader pada posyandu keluarga dibutuhkan evaluasi untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi keterampilan kader. Metode Jenis penelitian ini adalah analitik dengan disain Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader di wilayah kerja puskesmas Cakranegara berjumlah 230 orang kader yang tersebar di 46 posyandu, dengan tehnik pengambilan sampel dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sehingga mendapatkan sampel sejumlah 69 orang kader untuk masing-masing tingkat posyandu. Uji statistic yang digunakan adalah uji Mann whitney test, melalui penggunaan software SPSS Versi 16. Hasil terdapat perbedaan rata-rata keterampilan kader dalam memanatu pertumbuhan balita berdasarkan karateristik, akan tetapi untuk jenis posyandu tidak mempengaruhi keterampilan kader. Kesimpulan dibutuhkan metode penyegaran dan evaluasi keterampilan kader secara berkala untuk memantau keterampilan kader. Kata Kunci: keterampilan kader,pemantauan pertumbuhan balita
PENGARUH DURASI DUA JAM KANGAROO MOTHER CARE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT Wiwi Kustio Priliana; Martinah Martinah
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.480

Abstract

Pendahuluan : Bayi yang lahir dengan Berat Badan Rendah memerlukan perawatan dengan biaya yang mahal dan perawatannyapun komplek serta memerlukan keahlian tinggi bagi tenaga kesehatan. Hal ini dapat menjadi pengalaman yang sangat tidak nyaman dan mengganggu bagi keluarga. Perawatan bayi BBLR dengan kontak kulit langsung antara ibu dan bayi sehingga dapat menyesuaikan suhu tubuh ibu secara otomatis untuk melindungi bayi di sebut dengan metode Kangaroo Mother Care ( KMC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi dua jam Kangaroo Mother Care terhadap Peningkatan Berat Badan pada bayi BBLR di rumah sakit.Metode: Rancangan penelitian ini adalah pre eksperimen dengan Pr test - Posttest One Group Design dimana penelitian pre eksperimen yang di laksanakan pada satu kelompok saja yang di namakan kelompok intervensi tanpa ada kelompok pembanding atau kelompok control, di lakukan di ruang bayi RSUD Wonosari Yogyakarta dari bulan juni dan Juli 2022 dengan pengambilan sampel total populasi sebanyak 24 bayi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan di analisis menggunakn paired t –tes. Hasil : Ada pengaruh durasi dua jam Kangaroo Mother Care ( KMC ) terhadap peningkatan Berat Badan pada Bayi BBLR di Rumah Sakit,dengan hasil p value sebesar 0,000. Diskusi : KMC merupakan suatu metode yang terbukti bisa meningkatkan berat badan pada BBLR. sehingga peneliti lain perlu meneliti variabel lain antara lain pengaruh KMC terhadap suhu tubuh, peningkatan Lingkar Kepala, aktivitas tidur bayi dan lain lainnya,sehingga akan di ketahui lebih banyak manfaat KMC pada bayi BBLR. Kata Kunci: Kangaroo Mother Care, BBLR
HUBUNGAN TINGKAT PARASITEMIA PLASMODIUM FALSIPARUM DENGAN JUMLAH TROMBOSIT DI PUSKESMAS WAMENA KOTA PROVINSI PAPUA Lidya Parura; Indra Taufik Sahli
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.438

Abstract

Pendahuluan. Malaria merupakan penyakit infeksi yang sudah ada sejak lama di dunia yang disebabkan oleh golongan protozoa dari genus plasmodium. Mekanisme yang menyebabkan trombositopenia diduga karena terjadi gangguan pembekuan darah, pembesaran limpa, perubahan sumsum tulang, penghancuran trombosit yang dimediasi antibodi, oksidatif stres, dan peran trombosit sebagai kofaktor dalam timbulnya malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat parasitemia Plasmodium falsiparum dengan jumlah trombosit di Puskesmas Wamena kota Provinsi Papua. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain crossexional, dengan menggunakan data sekunder dari Puskesmas Wamena kota mulai bulan februari tahun 2020 – bulan Februari tahun 2021. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan penyakit malaria tropika terbanyak pada rentang umur 26-45 tahun sebanyak 43 (46,7%), dan berdasarkan jenis kelamin tidak ada perbedaan dimana jumlah laki-laki sebanyak 46 responden (50,0%) dan perempuan sebanyak 46 responden (50,0%). Sedangkan berdasarkan pekerjaan kelompok PNS/TNI merupakan kelompok tertinggi kasus malaria sebanyak 27 responden (29,3%). hasil uji distribusi data didapatkan distribusi data tidak normal maka uji statistik yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman. Hasil uji Korelasi Spearman didapatkan nilai P= 0,005 (P<0,05) yang artinya ada korelasi antara tingkat parasitemia Plasmodium falciparum dengan jumlah trombosit. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,293. Diskusi. Ada korelasi antara tingkat parasitemia P. falciparum dengan jumlah trombosit di Puskesmas Wamena Kota Provinsi Papua. Kata Kunci: Jumlah trombosit, Plasmodium falsiparum, Puskesmas Wamena Kota, Tingkat parasitemia