cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
HUBUNGAN KELENGKAPAN INFORMASI MEDIS DENGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT X BLITAR Dewi, Cindy Shinta; Akbar, Prima Soultoni; Alvionita, Chyntia Vicky
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5040

Abstract

The completeness of medical information and the accuracy of medical records are crucial. If the medical information in a record is incomplete, the resulting diagnosis codes will be inaccurate. Inaccurate diagnosis codes lead to incorrect data and generate wrong charges, thus affecting the quality of statistical data and health cost payments. This study aims to examine the relationship between the completeness of medical information and the accuracy of Diabetes Mellitus diagnosis codes at X Hospital Blitar. This research employed a quantitative observational design with a cross-sectional approach, with a sample of 68 medical records of inpatient Diabetes Mellitus cases from January to October 2023. The percentage of complete medical information was 77.9%, while the incomplete information was 22.1%. The accuracy of Diabetes Mellitus diagnosis codes was 76.5%, and the inaccuracy rate was 23.5%. The results of this study indicate a statistically significant relationship between the completeness of medical information and the accuracy of Diabetes Mellitus diagnosis codes at X Hospital Blitar (p<0.001, OR = 49.000), affecting the accuracy of the Diabetes Mellitus diagnosis codes. The conclusion of this study is that there is a relationship between the completeness of medical information and the accuracy of Diabetes Mellitus diagnosis codes at X Hospital Blitar.
JURNAL INFORMASI KESEHATAN ANALISIS PROSEDUR KLAIM BPJS KESEHATAN NON KAPITASI DI PUSKESMAS BUMIAJI KOTA BATU: KLAIM NON KAPITASI safitri, izzah tiara
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.4432

Abstract

Tarif Non Kapitasi akan dibayarkan oleh BPJS Kesehatan pada akhir bulan berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur klaim non kapitasi pada pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Bumiaji. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, terdapat 4 informan dalam penelitian ini yaitu petugas entri klaim non kapitasi, bidan, kepala puskesmas dan staff bagian keuangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas entry adalah perawat yang merangkap jabatan, sarana dan prasarana cukup baik, metode yang digunakan sudah tepat dan kebijakan yang digunakan adalah peraturan dari BPJS Kesehatan. Proses kelengkapan berkas hingga persetujuan klaim telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Puskesmas selalu tepat waktu dalam proses penyerahan berkas klaim dan BPJS Kesehatan selalu tepat waktu dalam proses pencairan dana non kapitasi ke Puskesmas Kata Kunci : Analisis, Klaim, BPJS Kesenatan, Non Kapitasifile:///C:/Users/User/Downloads/JURNAL%20TIARA%20IZZAH%20SAFITRI.pdf
Efektivitas Pijat Refleksi Kaki Dengan Minyak Lavender Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Stage 1 Dwiyanti, Nur Fiana; Setyarini, Anggun
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5247

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah adalah pijat refleksi kaki dengan minyak lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pijat refleksi kaki dengan minyak lavender dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stage 1. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Dua subjek dengan hipertensi stage 1 menjalani terapi pijat refleksi kaki menggunakan minyak lavender selama dua minggu dengan total enam sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah terapi menggunakan sfigmomanometer digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan. Subjek I mengalami penurunan dari 152/105 mmHg menjadi 134/90 mmHg, sementara Subjek II mengalami penurunan dari 155/97 mmHg menjadi 117/79 mmHg. Efek terapi ini diduga berkaitan dengan stimulasi saraf parasimpatis yang meningkatkan relaksasi dan menurunkan kadar kortisol. Terapi pijat refleksi kaki dengan minyak lavender efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stage 1. Terapi ini dapat menjadi pendekatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah maupun dalam praktik klinis. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan desain yang lebih kuat diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini
Integrasi Terapi Musik Dalam Manajemen Hipertensi: Perspektif Pasien Dan Evaluasi Klinis utomo, agus setyo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3 (Special.5237

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dikendalikan melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Salah satu intervensi non-farmakologis yang mulai banyak diteliti adalah terapi musik, yang diduga dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi serta memahami perspektif pasien terhadap intervensi ini. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol dengan melibatkan 32 pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan mendengarkan musik berirama lambat (60–80 BPM) selama 30 menit, tiga kali seminggu, selama empat minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dari 150,5 ± 8,7 mmHg menjadi 137,6 ± 7,5 mmHg serta tekanan darah diastolik dari 92,3 ± 6,2 mmHg menjadi 85,2 ± 5,4 mmHg (p < 0,001). Selain itu, responden melaporkan peningkatan kualitas hidup, seperti berkurangnya stres dan tidur yang lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa terapi musik efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan dapat dijadikan sebagai intervensi komplementer dalam manajemen hipertensi di fasilitas kesehatan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dan memahami mekanisme fisiologis terapi musik secara lebih mendalam
Analysis of Perception of Convenience, Benefits, and Intentions of Using the Back Acupuncture Telenursing Application utomo, agus setyo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5238

Abstract

Teknologi dalam bidang kesehatan semakin berkembang, termasuk penerapan telenursing yang memungkinkan layanan keperawatan jarak jauh berbasis aplikasi. Salah satu aplikasi yang digunakan adalah Telenursing Totok Punggung, yang bertujuan untuk membantu keluarga dalam merawat anggota keluarga mereka yang membutuhkan perawatan tambahan. Namun, penerimaan dan penggunaan aplikasi ini masih memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi kemudahan penggunaan, manfaat, dan niat penggunaan aplikasi Telenursing Totok Punggung oleh keluarga di wilayah Puskesmas Ardimulyo dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan keluarga pengguna aplikasi serta tenaga kesehatan yang terkait. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi penerimaan aplikasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merasakan manfaat yang signifikan dalam penggunaan aplikasi ini, terutama dalam kemudahan akses informasi medis dan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Faktor kemudahan penggunaan dan manfaat aplikasi menjadi penentu utama dalam keputusan adopsi. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi mencakup koneksi internet yang tidak stabil, pemahaman terhadap istilah medis, serta keterbatasan fitur interaktif dalam aplikasi. Aplikasi Telenursing Totok Punggung memiliki potensi besar dalam meningkatkan layanan kesehatan berbasis digital bagi keluarga. Untuk meningkatkan penerimaan dan efektivitasnya, pengembangan lebih lanjut diperlukan, seperti peningkatan infrastruktur digital, edukasi literasi kesehatan bagi pengguna, serta pengembangan fitur interaktif yang lebih responsif.
The Effectiveness of Celery Boiled Water (Apium Graveolens) on Lowering Blood Pressure in Hypertensive Patients hidayah, Nurul
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5277

Abstract

Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis. Seledri (Apium graveolens) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen antihipertensi karena kandungan ftalida, flavonoid, dan kalium yang memiliki efek diuretik dan vasodilator. Meskipun air rebusan seledri dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, kajian ilmiah lebih lanjut masih diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas konsumsi air rebusan seledri dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui literature review berdasarkan PICOS Framework dan JBI Critical Appraisal Tools. Artikel diperoleh dari Google Scholar dan Garuda, dengan kriteria inklusi penelitian dalam lima tahun terakhir (2018–2023). Dari lima artikel yang dianalisis, dua menggunakan desain quasi-eksperimental, dan tiga menggunakan pre-eksperimental dengan metode analisis paired sample t-test, univariat, dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa air rebusan seledri efektif menurunkan tekanan darah sistolik 10-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg setelah konsumsi rutin 2-4 minggu melalui mekanisme vasodilator, diuretik alami, dan efek antioksidan. Efektivitasnya lebih tinggi pada hipertensi ringan hingga sedang, sedangkan pada hipertensi berat lebih optimal jika dikombinasikan dengan terapi farmakologi. Air rebusan seledri berpotensi sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan hipertensi, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal, efek jangka panjang, serta standarisasi metode pengolahan.
Transformation of Health Education: The Effectiveness of Interactive Modules in Improving Asthma Management in Pregnant Women. Kasiati, Kasiati
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5240

Abstract

Asma pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan perinatal jika tidak dikelola dengan baik. Modul edukasi interaktif berbasis teori kesehatan menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan pemahaman dan praktik ibu hamil dalam mengelola asma selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas modul edukasi interaktif berbasis Health Belief Model (HBM) dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pengelolaan asma pada ibu hamil di Puskesmas Dau, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 30 ibu hamil dengan riwayat asma berpartisipasi dalam penelitian ini. Intervensi dilakukan dengan pemberian modul edukasi interaktif dalam bentuk materi cetak, video edukatif, dan simulasi kasus selama dua minggu. Pengukuran dilakukan melalui kuesioner pengetahuan, sikap, dan praktik sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk menentukan perubahan signifikan antara pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek yang diukur. Pengetahuan kategori "baik" meningkat dari 30% menjadi 85%, sikap positif meningkat dari 40% menjadi 90%, dan praktik pengelolaan asma meningkat dari 20% menjadi 75%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perubahan ini signifikan secara statistik (p < 0,001). Partisipan juga memberikan umpan balik positif terhadap modul, menyatakan bahwa materi yang disajikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan mereka. Modul edukasi interaktif berbasis Health Belief Model (HBM) terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu hamil dalam pengelolaan asma. Hasil penelitian ini mendukung integrasi modul ini ke dalam program Antenatal Care (ANC) di fasilitas kesehatan primer. Untuk meningkatkan aksesibilitas, pengembangan modul dalam bentuk digital direkomendasikan
Integration of print-based education modules and positive thinking therapy in increasing knowledge and behavior of hypertension prevention in pregnant women. Herawati, Tutik; Kasiati, Kasiati; Pertami, Sumirah Budi
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5243

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Pencegahan kondisi ini memerlukan pendekatan yang efektif dan dapat diterapkan di layanan kesehatan primer. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas modul edukasi berbasis cetak yang dikombinasikan dengan terapi berpikir positif dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan hipertensi, serta mengurangi kecemasan ibu hamil. Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 30 ibu hamil di Puskesmas Dinoyo, Kota Malang, yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan selama empat minggu melalui pemberian modul edukasi cetak dan sesi terapi berpikir positif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil terkait pencegahan hipertensi, dengan skor pretest 60,5 meningkat menjadi 85,3 (p < 0,001). Perubahan perilaku kesehatan terlihat dari peningkatan konsumsi makanan rendah garam (40% menjadi 80%), aktivitas fisik ringan (30% menjadi 75%), serta penerapan teknik manajemen stres (25% menjadi 70%). Selain itu, 85% responden mengalami penurunan kecemasan, dan 90% merasa lebih percaya diri menghadapi kehamilan. Modul edukasi cetak yang dikombinasikan dengan terapi berpikir positif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, perubahan perilaku, dan kesejahteraan emosional ibu hamil. Integrasi intervensi ini dalam program kesehatan maternal di layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk menekan angka kejadian hipertensi kehamilan.
The effectiveness of the Stress Management Education Module in improving the mental well-being of patients with chronic kidney failure. Supono, Supono; hidayah, Nurul; Hanan, Abdul
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5278

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan mental pasien akibat stres psikologis yang tinggi. Tingkat stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kualitas hidup pasien GGK dan berisiko menurunkan kepatuhan terhadap terapi hemodialisis. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas modul edukasi manajemen stres dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental pasien gagal ginjal kronis (GGK) yang menjalani hemodialisis. Menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 30 pasien di Puskesmas Singosari, Kabupaten Malang. Modul edukasi diberikan dalam empat sesi selama delapan minggu, mencakup teknik relaksasi, mindfulness, strategi koping, dan manajemen emosi. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), sedangkan kesejahteraan mental menggunakan WHO-5 Well-Being Index. Analisis dengan uji t-berpasangan menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres (? = -7,3; p < 0,001) dan peningkatan kesejahteraan mental (? = +17,4; p < 0,001). Sebanyak 90% responden menilai modul sangat membantu, 85% menyatakan isi modul mudah dipahami, dan 80% merasakan manfaat langsung dari teknik relaksasi serta mindfulness. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis psikososial efektif sebagai strategi intervensi nonfarmakologis yang mudah diimplementasikan. Integrasi modul edukasi ini dalam layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK.
Integration of the Education Module in the Health Promotion Program for the Prevention of Coronary Heart Disease. Wiyono, Joko; Hamarno, Rudi; Kasiati, Kasiati
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5244

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Edukasi kesehatan berperan penting dalam pencegahan PJK, namun masih terdapat tantangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait faktor risiko dan upaya preventif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas modul edukasi berbasis bukti dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku preventif terhadap PJK di layanan kesehatan primer. Menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 30 responden di Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Modul edukasi mencakup materi mengenai faktor risiko PJK, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Hasil analisis dengan Paired t-Test menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan dari 46,0 menjadi 83,2 (80,9%). Perubahan perilaku juga teridentifikasi, termasuk peningkatan konsumsi buah dan sayur (40% menjadi 70%), aktivitas fisik teratur (30% menjadi 65%), serta kemampuan manajemen stres (20% menjadi 55%). Sebanyak 96,7% responden menilai modul sangat informatif dan relevan. Hasil ini menunjukkan bahwa modul edukasi berbasis bukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta perilaku preventif PJK, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan primer.