cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
EFEKTIFITAS E-SERVIS (M-JKN)DAN PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS PESERTA JKN DI KOTA MALANG Utami, Ngesti W; Wildan, Moh; Widodo, Puguh Priyo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i1.4434

Abstract

E- service aplikasi Mobile -JKN merupakan salah satu upaya yang telah dipilih BPJS dalam menyediakan fasilitas memasarkan dan dalam memenuhi kebutuhan serta mencapai efisiensi dan target2 yang telah ditetapkan BPJS. E-service telah dianggap menyebabkan suksesnya pemasaran untuk mempengaruhi konsumen yang saat ini telah terselenggara melalui internet misalya adanya google. Penelitian ini bertujuan mengetaui efektivitas e-service dan pengaruhnya terhadap loyalitas peserta JKN. Dengan rancangan Quasy eksperiman dengan jumlah sampel 120 peserta JKN di kota malang yang telah menggunakan aplikasi Mobile JKN. Hasl penelitian penggunaan e-service (Mobile JKN) menunjukan bahwa sebagaian besar (94 %) pada kategori efektif dan 90 % pada kategori loyal. Uji Hypotehsis dengan regresi berganda menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara efektifikas e-service dengan loyalitas peserta JKN di Kota Malang. Sebagai rekomendasi untuk BPJS menjaga dan mempertahankan layanan elektronik dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN dan yang lainnya.
Analisis Pengalaman Pengguna Sistem Informasi Puskesmas Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (UEQ): Studi Kasus di Kabupaten Bantul Wahyuni, Ida
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i2.3789

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi puskesmas dimanfaatkan untuk mendukung upaya dalam meningkatkan sistem surveilans, monitoring, informasi kesehatan yang evidence based. Sistem informasi hendaknya memberikan kemudahan dan kenyamanan produktifitas pengguna. Kemudahan suatu sistem dapat diketahui melalui tingkat usability (kegunaan). Usability disebut juga sebagai karakteristik dari kualitas produk. User experience menilai seberapa kepuasan dan kenyamanan seseorang terhadap sebuah produk, sistem, dan jasa. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability pengguna terhadap SIMPUS DGS melalui leveling user experience menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ). Metode: Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus terhadap pengalaman penggunaan SIMPUS. Hasil: User Evaluation SIMPUS DGS di Kabupaten Bantul dengan User Experience Quesioner (UEQ) menunjukan bahwa skala stimulasi berada diatas rata-rata (above average). Sedangkan 5 skala lainnya yaitu Daya tarik, Kejelasan, Efisiensi, Ketepatan, dan Kebaruan dikategorikan dibawah rata-rata (below average). Nilai benchmark terendah pada skala kebaruan, maka diperlukan penyempurnaan pada fitur yang dapat meningkatkan motivasi pengguna dalam menggunakan system. Kesimpulan: Hasil penilaian pada kualitas hedonis skala kebaruan menjadi prioritas pengembangan sistem berupa fitur-fitur untuk meningkatkan motivasi pengguna seperti spesifikasi fitur untuk tiap polinya (umum, gigi, KIA).
TINJAUAN KESIAPAN IMPLEMENTASI RME BERDASARKAN ASPEK 5M DI UNIT RAWAT INAP RSUD KARTINI KARANGANYAR Meylani, Sinta
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5054

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan penerapan RME di unit rawat inap RSUD Kartini Karanganyar, unit yang menerapkan RME hanya di unit rawat jalan, penerapan RME di unit rawat inap hanya dalam proses transisi dan baru mencapai tahap pengembangan. Berdasarkan survei pendahuluan penerapan RME di unit rawat inap RSUD Kartini Karanganyar, unit yang menerapkan RME baru di unit rawat jalan, untuk implementasi RME di unit rawat inap baru proses peralihan dan baru sampai tahap pengembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan implementasi rekam medis elektronik (RME) di unit rawat inap berdasarkan aspek 5M di RSUD Kartini Karanganyar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek yaitu kepala unit rekam medis, petugas admisi rawat inap, petugas IT, dan petugas PPA (perawat). Objek yang akan diteliti yaitu kesiapan implementasi rekam medis elektronik di unit rekam medis rawat inap berdasarkan 5M. Definisi operasional adalah ketersediaan SDM yang kompeten, hardware, software,anggran biaya RME, dan kebijakan. Instrumen dengan pedoman wawancara dan pedoman observasi. Cara pengumpulan data dengan wawancara tidak terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Man sudah sesuai dengan kualifikasi pendidikan, dan pelatihan, aspek Machine masih perlu penambahan hardware, dan jaringan internet kurang cepat, aspek Material belum sepenuhnya siap karena masih tahap pengembangan SIMRS Khanza, dan masih menggunakan formulir manual, aspek Money sudah siap dengan adanya anggaran RME, aspek Method belum sepenuhnya siap karena belum ada SOP baru ada SK Kebijakan RME.
HUBUNGAN FAKTOR TEKNOLOGI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI RSUD CIAMIS FAUZIAH, ULFAH; Iskandar, Riadho; Amany, Fadhila Azhar
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.4891

Abstract

Latar belakang; Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 82 tahun 2013 tentang sistem Infomasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) mengatur bahwa setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS serta melakukan pembinaan dan pengawasan, sehingga rumah sakit di Indonesia wajib menerapkan SIMRS untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. SIMRS yang diterapkan pada rumah sakit harus memberikan kemudahan dalam membantu proses pelayanan rumah sakit. Peninjauan kepuasan pengguna SIMRS di rumah sakit sangatlah penting untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan penggunaan SIMRS adalah faktor teknologi yang terdiri dari aspek kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan. Subjek dan Metode; Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan memiliki 3 variabel independen terhadap 1 variabel dependen menggunakan uji Rank Spearman. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengguna SIMRS sebanyak 45 orang. Adapun yang menjadi sampel sebanyak 45 orang berasal dari unit rekam medis, tempat pendaftaran rawat jalan, pendaftaran gawat darurat dan admisi di RSUD Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Model Human, Organization and Technology Fit menggabungkan Delone and Mccelean IS Success Model dengan IT Organization Fit. Hasil; Secara umum gambaran karakteristik responden menunjukkan mayoritas responden memiliki karakteristik sebagai berikut: berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 27 responden (60%), rentang usia 31-40 tahun yaitu sebanyak 18 responden (40%), masa kerja ?<10 tahun yaitu sebanyak 22 responden (49%), dan pendidikan terakhir S1 yaitu sebanyak 16 responden (36%). Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dari aspek human didominasi dengan kategori setuju yakni sebanyak 86% pada pernyataan bahwa SIMRS mudah digunakan dan SIMRS dapat membuat pegawai berinteraksi dengan fleksibel, dari aspek organization didominasi dengan kategori setuju sebesar 90,7% ada pada pernyataan bahwa dukungan unit kerja yang baik dapat membuat pemanfaat SIMRS menjadi baik pula, dari aspek technology menunjukkan bahwa, jumlah persentase terbesar pada kategori setuju sebesar 88,4% ada pada pernyataan bahwa SIMRS dapat menyediakan informasi yang bermanfaat bagi lintas sektoral, dari aspek net benefit menunjukkan bahwa, jumlah persentase terbesar pada kategori setuju sebesar 95,3% ada pada pernyataan bahwa SIMRS dapat meningkatkan produktifitas, dari kepuasan pengguna menunjukkan bahwa, jumlah persentase terbesar pada kategori setuju sebesar 79,1% ada pada pernyataan bahwa SIMRS dapat membantu dalam pengambilan keputusan. Kesimpulan; Karakteristik pengguna SIMRS terbanyak pada kelompok umur 31-40 tahun, jenis kelamin laki-laki, latar belakang pendidikan S1. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian penilaian kepuasan pengguna dari aspek human, orgnanization, technology, net benefit penggunaan SIMRS termasuk dalam kategori setuju. Berdasarkan hasil uji rank spearman aspek human, organization, technology, dan net benefit berhubungan secara positif dengan kepuasan pengguna dan memiliki derajat hubungan yang kuat.
Pengembangan Aplikasi Skrining Kesehatan Mental Gustiadi, Andri
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5039

Abstract

Background: Mental health problems in Indonesia, especially among students as a vulnerable group, require serious attention. Mental health surveillance, such as screening, is a preventive and promotive measure to reduce the risk of mental disorders. The utilization of mobile technology is an effective strategy used for rapid and interactive surveillance implementation. The purpose of this study is to develop a mobile application for mental health screening using the Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21) instrument. Subjects and Method: The method used in the development of this application is Rapid Application Development (RAD) with the Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21) instrument. Researchers took samples using purposive sampling technique, which involved 5 experts (health promotion experts, psychologists, media experts, application experts, surveillance data experts) and 5 student members of UKM-PIKMA youth mental health division as respondents. Results: The application development was carried out through several stages, and succeeded in obtaining an average eligibility score from experts of 91.63% (very feasible) and students of 94.72% (very feasible). The results of the Intraclass Correlation Coefficient (ICC) test showed good reliability with a coefficient of 0.757 from experts and 0.810 from students. This application namely mental care can finally be accessed in Google Play Store. Conclusion: This research successfully developed an application called “Mental Care” with an Android-based operating system. The development of mental health applications is feasible to use to support mental health surveillance activities in students. Keywords: Android, Mental Health Application, RAD, Screening.
TINJAUAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BERDASARKAN MUTU PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN PUSKESMAS ARJOWINANGUN MALANG Zein, Eiska Rohmania; badrisya, afrina ainura
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5017

Abstract

Akses terhadap pelayanan kesehatan salah satunya yaitu di puskesmas. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan tingkat pertama berkewajiban memberikan pelayanan yang berkualitas. Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengukur mutu pelayanan yaitu kepuasan pasien. Puskesmas Arjowinangun Malang mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien selama tiga tahun terakhir. Salah satu penyebab penurunan kunjungan pasien rawat jalan yaitu harapan pasien masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan persepsi pelayanan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan tingkat kepuasan pasien berdasarkan mutu pelayanan pendaftaran rawat jalan di Puskesmas Arjowinangun Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi penelitian adalah jumlah kunjungan pasien rawat jalan tahun 2021. Sampel yang diambil sebanyak 95 orang pasien rawat jalan, dengan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik deskriptif. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien berdasarkan dimensi tangible yaitu 81% dengan kategori “sangat puas”, dimensi reliability yaitu 80,81% dengan kategori “sangat puas”, dimensi responsiveness yaitu 82% dengan kategori “sangat puas”, dimensi assurance yaitu 80,42% dengan kategori “sangat puas”, dan dimensi empathy yaitu 81,25% dengan kategori “sangat puas”. Sehingga, dapat disimpulkan tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori “sangat puas”. Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan mutu pelayanan utamanya dimensi tangible dan empathy yaitu penambahan jumlah loket rawat jalan, pemisahan loket pendaftaran pasien umum dan pasien peserta JKN; serta komunikasi efektif interpersonal antara petugas dan pasien.
EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PHBS PADA SATUAN KOMUNITAS PRAMUKA INKLUSI KOTA MALANG djuwadi, ganif; Sunindya, Bernadus R.
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5053

Abstract

Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK), which emphasizes the importance of providing health education for all levels of society, including vulnerable groups such as people with disabilities. This study aims to evaluate the effectiveness of a health education program in improving knowledge of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) among members of the Inclusive Scout Community Unit in Malang City. The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 32 participants with disabilities, aged 12–17 years, participated in the three-day health education program, which included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice in five main aspects of PHBS. Data were collected using validated questionnaires administered during pre-test and post-test phases and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to evaluate score changes. The results showed a significant increase in post-test average scores across all assessed aspects, with effect size values ranging from 0.59 to 0.62, indicating substantial practical impact. The largest improvements were observed in the Basic Life Support (BLS) and Healthy Food aspects, with post-test average scores reaching 8.19. These findings confirm that the health education program effectively enhanced participants' health literacy, particularly through interactive and participatory learning approaches. This study provides a concrete solution to the issue of low health literacy among individuals with disabilities and presents a model that can be applied in other communities. It is recommended that similar programs be implemented over a longer duration or incorporate digital technology to support sustainable learning. These findings offer valuable insights for the development of inclusive health education models tailored to local needs.
EVALUASI KETEPATAN TERMINOLOGI DAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT INFEKSI DI RSI SITI HAJAR SIDOARJO Alvionita, Chyntia Vicky
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5018

Abstract

Ketepatan terminologi medis dan keakuratan kode diagnosis dalam rekam medis sangat penting untuk memastikan kualitas dokumentasi, mendukung pengambilan keputusan klinis, serta memudahkan pelaporan. Namun berdasarkan hasil observasi di RSI Siti Hajar Sidoarjo dari 10 sampel dokumen rekam medis rawat inap pada periode bulan Agustus - Oktober Tahun 2023, ditemukan 70% penulisan diagnosis tidak tepat dan 30% penulisan diagnosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan terminologi medis dan keakuratan kode diagnosis penyakit infeksi di RSI Siti Hajar Sidoarjo, yang menggunakan sistem pengkodean ICD-10 revisi 2010 sebagai acuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional, dengan sampel sebanyak 90 dokumen rekam medis penyakit infeksi selama periode Agustus hingga Oktober 2023. Pemeriksaan dilakukan dengan menilai kesesuaian terminologi diagnosis medis yang ditulis oleh dokter serta ketepatan kode diagnosis yang dicantumkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 dokumen rekam medis, sebanyak 41 dokumen rekam medis (46%) memiliki terminologi medis yang sesuai dengan standar ICD-10, sementara 49 dokumen rekam medis (54%) menunjukkan ketidaktepatan dalam penulisan terminologi. Dalam hal keakuratan kode diagnosis, ditemukan bahwa hanya 36 DRM (40%) yang akurat, sedangkan 54 dokumen rekam medis (60%) tidak akurat. Tiga jenis kesalahan kode diagnosis diidentifikasi, yaitu ketidaktercantuman karakter keempat (38,9%), ketidakakuratan karakter keempat (54,1%), dan pemilihan kode yang tidak tepat (7%). Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan pemahaman dan kepatuhan terhadap standar ICD-10 melalui pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas terkait pengkodean diagnosis. Implementasi pedoman yang terstandarisasi diharapkan dapat meningkatkan konsistensi dan akurasi dalam pengisian rekam medis, yang penting untuk mendukung kualitas layanan dan pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat. Kata kunci: Ketepatan terminology medis, keakuratan kode diagnosis, penyakit infeksi, ICD-10
Analisis Dimensi Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Puskesmas Batu Kota Batu Askarila, Amira Aldini; Kholidah, Diniyah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.5052

Abstract

Quality health services not only meet procedural standards, but must also be able to provide a satisfactory experience for patients. This study aims to analyze the influence of five service quality dimensions—tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—on patient satisfaction at the outpatient registration desk of Puskesmas Batu. The research employed a descriptive-correlational method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents selected through quota sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The findings revealed that all service quality dimensions had a significant relationship with patient satisfaction (p-value < 0.05). The reliability and assurance dimensions showed the highest agreement level at 95%, followed by tangible (93%), empathy (91%), and responsiveness (81%). Responsiveness had the highest disagreement rate at 19%, indicating the need for special attention to staff responsiveness in meeting patient needs. The study highlights that consistent, reliable, and secure service quality is crucial in building patient satisfaction. However, shortcomings in responsiveness remain a challenge that requires immediate action.
Tuberculosis, SITB, HOT-FIT PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI TUBECULOSIS (SITB) DI RUMAH SAKIT X KOTA TASIKMALAYA: UTILIZATION OF TUBERCULOSIS INFORMATION SYSTEM (SITB) AT HOSPITAL X, TASIKMALAYA CITY Lestari, Ayu Rahayu
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v10i2.4893

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dan masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Sejak 2020, pencatatan dan pelaporan TB dilakukan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Rumah sakit X di Tasikmalaya memiliki Unit Pojok DOTS yang menangani pasien TB Resisten Obat (TB RO). Survei terhadap 24 pasien TB RO menunjukkan mayoritas adalah laki-laki, berusia di bawah 58 tahun, memiliki riwayat efek samping obat, dan riwayat pengobatan sebelumnya. Capaian pelayanan TB di Rumah Sakit X dari 2019 hingga 2021 menurun dan belum mencapai target 100%. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berfokus pada penggunaan SITB di rumah sakit tersebut. Subjek penelitian adalah tim Pojok DOTS, dengan informan kunci petugas penanggung jawab SITB dan informan pendukung lainnya seperti perawat, petugas laboratorium, dan farmasi. Pengumpulan data dilakukan dengan Observasi dan Wawancara. Hasil penelitian menggunakan metode HOT-FIT menunjukkan bahwa SITB mempermudah pelaporan TB, pengecekan status pengobatan, dan penanganan pasien. Meskipun petugas pengguna merasa cukup puas, terutama setelah pelatihan, ada kebutuhan untuk mengembangkan fitur Laporan Kesembuhan dan membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk memandu penggunaan sistem. Dukungan teknologi dan infrastruktur sudah ada, tetapi masalah kecepatan respon sistem masih perlu diperbaiki. SITB diharapkan dapat mendukung eliminasi TB di Tasikmalaya pada 2030 dan mencapai target TB 0% pada Tahun 2050. Kata kunci: Tuberkulosis, SITB, HOT-FIT.