cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
KETERTARIKAN LALAT BUAH (Batrocera sp) TERHADAP WARNA PERANGKAP PADA PERTANAMAN SEMANGKA Haerul Haerul; Andi Herwati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.5764

Abstract

This study aims to determine the interest of watermelon oriental fruit flies in several trap colors. The study used a randomized block design (RAK), which consisted of 5 treatments and 3 replications. The treatment applied is the use of traps with different colors, namely; traps without color (clear), green, yellow, blue and red. Observations were made on oriental fruit fly populations in two phases of watermelon development, namely the vegetative growth phase (age 15 DAP to 30 DAP) and the generative growth phase (31 DAP to 60 DAP). This study showed that the use of color traps had no significant effect between treatments, but the results showed that in the watermelon vegetative growth phase, the use of red traps attracted more oriental fruit flies, i.e. an average of 65.3 tails compared to traps without color (clear), green yellow and blue. While in the watermelon generative growth phase, the use of green traps attracted more oriental fruit flies, i.e., an average of 95 tails compared to traps without colors (clear), yellow, blue and red. 
PENGARUH BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI KERITING (Capsicum annum L.) DALAM POLYBAG Efridini Ranisa Putri; Setyo Widagdo; Kus Hendarto; Rugayah Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6923

Abstract

Cabai keriting (Capsicum annum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi. Kebutuhan cabai yang terus meningkat menyebabkan perlunya pasokan cabai yang mencukupi. Alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah budidaya perkotaan  pemanfaatan pekarangan. Budidaya perkotaan dapat dilakukan dengan penggunaan wadah polybag. Media tanam perlu mengandung unsur hara yang mencukupi bagi tanaman dan memiliki sifat fisik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam tanah, serbuk kayu, arang sekam, dan serbuk sabut kelapa atau kombinasinya dan media tanam yang terbaik di antara tanah, serbuk kayu, arang sekam, dan serbuk sabut kelapa atau kombinasinya untuk pertumbuhan dan produksi cabai dalam polybag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal 3 ulangan dan 7 perlakuan yaitu A0 (Tanah/Kontrol),  A1 (Tanah + Serbuk Kayu), A2 (Tanah + Arang Sekam), A3 (Tanah +Serbuk Sabut Kelapa), A4 (Tanah +Serbuk Kayu +Arang Sekam), A5 (Tanah +Serbuk Kayu +Serbuk Sabut Kelapa), dan A6 (Tanah +Arang Sekam +Serbuk Sabut Kelapa). Data yang diperoleh diuji keaditifan dengan uji Tukey, homogenitas ragamnya dengan uji Barlett dan perbedaan nilai tengah diuji dengan menggunakan Uji BNJ pada taraf 5%. Produksi tanaman terbaik hingga 18 MST terdapat pada jenis media tanam tanah +arang sekam +serbuk sabut kelapa dengan jumlah buah layak konsumsi per tanaman terbanyak yaitu 132,33 buah dan bobot buah per tanaman yaitu 393,67 g.  Pada penelitian lanjutan 27 MST bahan media yang menggunakan serbuk kayu mulai terdekomposisi dengan hasil jumlah buah total per tanaman paling banyak pada perlakuan  tanah +serbuk kayu +serbuk sabut kelapa yaitu 13 buah dan bobot buah total per tanaman paling banyak yaitu 52,26 g.
APLIKASI MOLUSKISIDA DARI EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG MUDA (Areca catechu L.) TERHADAP HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Fitriani, Fitriani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.5999

Abstract

Tanaman padi merupakan salah satu komoditas pangan bagi Indonesia. Pada Tahun 2020 produksi padi Aceh Tamiang mengalami penurunan sebesar 3.905,62 ton (5,50%) dibanding tahun sebelumnya yang disebabkan karena kekurangan air, penyakit blas, serangan hama tikus dan keong mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi moluskisida dari ekstrak etanol biji pinang muda terhadap hama keong mas pada tanaman padi di area persawahan dan mengetahui nilai konsentrasi yang efektif. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2021 sampai Maret 2022 di Desa Paya Udang Kabupaten Aceh Tamiang. Ekstrak etanol pada biji pinang muda (Arecha catechu L.) diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan.Analisis dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi moluskisida dari ekstrak etanol biji pinang muda berpengaruh terhadap peningkatan mortalitas hama keong mas dan intensitas kerusakan tanaman padi. Ekstrak etanol biji pinang muda dengan konsentrasi 30% telah efektif karena memilki nilai mortalitas lebih dari 50% dan mampu meningkatkan persentase kematian keong mas sebesar 100% dengan LC30 = 21,615%,  LC50 = 27,083%, dan nilai probit sebesar 0,610. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol biji pinang muda maka kerusakan tanaman padi menurun dan mortalitas keong mas meningkat.
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI MULSA DAN KOMPOS DALAM PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Juniati Juniati; Raisa Baharuddin; Ernita Ernita
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6442

Abstract

Perubahan iklim mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa organic dan pupuk organic, selain mengurangi cemaran lingkungan, mulsa dan pupuk dapat memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa dan pupuk kompos limbah pertanian serta mulsa yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Kota Pekanbaru. Penelitian dilakukan mulai Juni hingga September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama mulsa organik yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitutanpa mulsa, mulsa jerami padi dan mulsa brangkasan kacang tanah. Faktor kedua yaitu dosispupuk kompos yang terdiri dari 4 taraf yaitu600 g/plot, 1.200 g/plot, dan 1.800 g/plot.Setiap perlakuan dilakukan 3 ulangan. Parameter pengamatan yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, berat polong basah per tanaman, berat polong kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsa organic brangkasan kacang tanah dan kompos limbah pertanian dosis 1800 g/plot memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik terhadap jumlah daun (39 helai), jumlah polong (37.83 buah), bobot basah (79,99 g) dan kering polong (46,91 g), serta bobot 100 biji (72,33 g).
PREFERENSI DAN INTENSITAS SERANGAN Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) PADA BERBAGAI VARIETAS TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Deden Deden; Uum Umiyati; Dukat Dukat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.5067

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, ketersediaanya semakin diperhtiungkan, terlebih ketersediaan jagung manis. Jagung manis memiliki rasa yang manis dan aromanya harum sangat disukai konsumen, aroma dan rasa jagung manis ini menarik selera makan serangga hama, khususnya S. frugiperda. Penggunaan varietas unggul tahan hama, khususnya hama penggerek seperti S. frugiperda adalah salah satu langkah tepat untuk pengendalian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui preferensi pada berbagai varietas tanaman jagung manis dan jenis varietas tanaman jagung manis yang resisten terhadap intensitas serangan S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Faklutas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati pada bulan Februari sampai dengan Juni 2021, menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 12 varietas tanaman jagung, diantaranya yaitu Super Sweet, Sweet Boy, Sweet Lady, Bonanza F1, Bicolour Sweet, Jamboree, Lorenza F1, Asian Honey, Glory, Talenta, Baruna dan Exotic pertiwi. Pengamatan dilakukan terhadap preferensi, intesitas serangan dan kerusakan tanaman. Hasil penelitian menujukan bahwa jenis varietas mempengaruhi preferensi peletakan kelompok telur, intensitas kerusakan dan instensitas serangan S. frugiperda pada tanaman jagung manis. Varietas jagung Lorenza, Glory, Exotic Pertiwi, Bicolour Sweet, dan Sweet Boy memiliki nilai preferensi tinggi sebagai tempat peletakan telur S. frugiperda, namun yang paling tinggi prefernsinya adalah varietas Sweet Boy. Varietas Glory dan Sweet Boy memilki intensitas kerusakan yang lebih tinggi daripada vaietas lainya akibat serangan S. frugiperda. Kerusakan tertinggi pada varietas Sweat Boy mencapai 3%. Intensitas serangan S. frugiperda pada varietas Super sweet, Sweet lady dan Sweet Boy lebih tinggi bila dibandingkan varietas lainya dalam perlakuan. Intensitas serangan pada varietas Sweet Boy 9,14%, Sweet Lady 8,19% dan Super Sweet 7,34%.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI TERCEKAM SALINITAS PADA PENAMBAHAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK DAN PERBEDAAN UMUR BIBIT Paozi Fahmi; Nasrudin Nasrudin; Siti Nurhidayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.5829

Abstract

Cekaman salinitas berdampak pada gangguan fisiologis dan menyebabkan penurunan produktivitas tanaman padi. Aplikasi bahan organik pada media tanam dapat dijadikan sebagai solusi untuk memperbaiki sifat-sifat tanah sehingga sesuai untuk media tumbuh tanaman. Selain itu, ketepatan umur bibit dapat menjadi kunci keberhasilan budidaya padi pada kondisi salinitas. Tujuan penelitian untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil padi pada kondisi salin menggunakan penambahan bahan organik dan perbedaan umur bibit. Penelitian menggunakan RAL dua faktor, faktor pertama yaitu media tanam organik berupa pupuk kandang sapi, sekam bakar, kompos jerami, dan Azzolla pinnata, sedangkan faktor kedua yaitu umur bibit berupa 21 hari setelah semai (HSS) dan 28 HSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 8 MST, jumlah anakan 6 MST, panjang akar 6 MST, bobot kering akar 6 MST, dan panjang malai. Kombinasi media tanam organik dan umur bibit berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk 6 MST. Pupuk kandang sapi, arang sekam, dan kompos jerami menghasilkan tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot kering akar, panjang akar, bobot kering tajuk, dan panjang malai dibandingkan Azolla pinnata. Kombinasi pupuk kandang sapi dengan umur bibit 21 HSS menghasilkan bobot kering tajuk saat 6 MST tertinggi, sedangkan kombinasi Azolla pinnata dengan umur bibit 21 HSS dan 28 HSS menghasilkan bobot kering tajuk terendah dibandingkan perlakuan lainnya. Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian yakni penggunaan media tanam organik berupa pupuk kandang sapi merupakan bahan organik yang efektif terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, serta penggunaan umur bibit 21 HSS menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan umur bibit 28 HSS.
KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH ASAL KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT PADA LAHAN SAWAH PASANG SURUT Palupi, Tantri; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Asnawati, Asnawati; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6280

Abstract

Beras hitam merupakan salah satu jenis beras yang mulai populer di masyarakat, yang dikonsumsi sebagai pangan fungsional karena bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu cara melestarikan plasma nuthfah padi beras hitam yaitu dengan memberikan identitas, dengan harapan agar masyarakat lebih mengenal padi ini sehingga terbiasa dengan keberadaan plasma nuthfah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter morfologi dan agronomi padi beras hitam Beliah asal kabupaten Bengkayang yang ditanam di lahan sawah pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat selama kurang lebih delapan bulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan cara membenamkan bagian akar padi pada media tanam, dengan 1 bibit/lobang, jarak tanam 25 x 25 cm. Jumlah tanaman yang diamati terdiri dari 100 sampel. Adapun komponen yang diamati dalam penelitian ini adalah karakter morfologi dan agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi beras hitam Beliah memiliki karakter sudut batang sedang, diameter 8,3 mm, dengan warna bergaris ungu; bentuk lidah 2-cleft, lidah daun panjang, warna lidah-leher-telinga adalah ungu, permukaan daun sedang, sudut daun dan daun bendera tegak, panjang dan lebar daun sedang; panjang malai dan jumlah gabah/malai sedang, tipe malai antara kompak dan sedang; warna ujung gabah ungu, berbiji panjang, lebar biji 1,9 mm, dan bobot 1000 butir 23,22 g; kemampuan beranak sedang, ketegaran batang kuat, tinggi tanaman pendek, kerontokan agak mudah, fertilitas gabah fertil, dan umur tanaman sangat panjang. Padi beras hitam Beliah berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber plasma nutfah di Kalimantan Barat.
UJI ADAPTASI BEBERAPA JENIS VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) PADA TANAH SULFAT MASAM DENGAN TINGKAT PENGAPURAN YANG BERBEDA Agus Suyanto; Setiawan Setiawan; Sri Rahayu
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6088

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian UPB Pontianak pada bulan Mei sampai Agustus 2020. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama jenis varietas (V1) yang terdiri dari 6 taraf yaitu : V1 = Varietas Lokal Bangkok, V2 = Varietas Argo Ketapang, V3 = Varietas Inpari 32, V4 = Varietas Padi Hitam SIGE F1, V5 = Varietas Padi Tahan Rebah TAB F1, V6 = Varietas Sertani 14. Faktor kedua dosis kapur (K) dengan 3 taraf yaitu : K0 = 0gr (0 ton/ha), K1= 5gr (1 ton/ha) dan K2= 10gr (2 ton/ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah bulir permalai, berat bulir permalai, berat 100 bulir gabah kering giling dan berat gabah kering giling per rumpun. Pengaruh interaksi perlakuan jenis varietas dan dosis kapur berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan yang diamati, demikian pula perlakuan dosis kapur berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan yang diamati. Perlakuan jenis varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah bulir permalai, berat bulir permalai, berat 100 bulir gabah kering giling dan berat bulir per rumpun. Perlakuan V5 menunjukkan hasil terbaik pada variabel pengamatan tinggi tanaman (107.22 cm), panjang malai (30.06 cm), jumlah bulir permalai (222.56 bulir), berat bulir permalai (5.44 g ), berat 100 bulir gabah kering giling (3.14 g) dan berat gabah kering giling per rumpun (54.72 g). Perlakuan V4 menunjukan hasil terbaik pada variabel jumlah anakan (33.67 anakan) dan perlakuan V2 menunjukan hasil terbaik pada variabel jumlah anakan produktif (27.39 anakan).
PENILAIAN KEPARAHAN GEJALA VIRUS PADA Capsicum frutescens BERBASIS INDEKS VEGETASI DAN PENGAMATAN VISUAL DI LAPANGAN Muhammad Taufik; Asmar Hasan; Sri Hendrastuti Hidayat; Ayu Kartini Parawansa; Arifin Tasrif
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6063

Abstract

Infeksi virus dapat menyebabkan gejala yang bervariasi pada tanaman. Penilaian tingkat keparahan gejala virus tanaman di lapangan umumnya menggunakan metode konvensional berbasis pengamatan visual. Seiring dengan perkembangan teknologi digital saat ini, telah dikembangkan pula metode penilaian terkini berbasis analisis citra digital. Namun informasi terkait kepresisian dan keakurasian kedua metode penilaian tersebut masih sangat terbatas khususnya penilaian keparahan gejala yang disebabkan oleh virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil penilaian keparahan penyakit berdasarkan metode konvensional dan analisis citra digital berbasis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) serta membandingkan akurasi kedua metode penilaian tersebut dalam mengestimasi variabel produksi tanaman. Survei lapangan dilakukan dengan melakukan perekaman citra dan pengamatan secara visual terhadap gejala serangan virus pada tajuk tanaman cabai. Dilanjutkan dengan pengukuran bobot buah sampel tanaman, dan analisis citra digital tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian keparahan gejala virus menggunakan metode analisis citra digital berbasis indeks vegetasi NDVI lebih presisi (standar deviasi < 0,04) dibandingkan metode pengamatan visual (standar deviasi > 4,00), khususnya pada fase generatif. Selain itu, metode indeks vegetasi NDVI juga lebih akurat dalam mengestimasi bobot buah cabai karena koefisien regresi bertanda positif dengan nilai R2 > 0,90.
PENDETEKSI THERMAL IMAGE UNTUK TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG DAN APOKAT Soesiladi Esti Widodo; Sri Waluyo; Agus Karyanto; Zulferiyeni Zulferiyeni; Nanda Febrianingrum; Reza Latansya; Maya Dwi Putri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6168

Abstract

Pisang ‘Cavendish’ dan apokat dikelompokkan ke dalam buah klimakterik dan bersifat mudah rusak setelahdipanen. Fakta bahwa kedua buah tersebut dipanen saat masih hijau menyulitkan pendeteksian kematanganbuah. Hal ini terjadi karena kriteria pemanenan dilakukan secara fisik, padahal buah dengan kriteria fisik yangsama dapat memiliki tingkat kematangan fisiologis yang berbeda. Thermal image (TI) adalah teknologi noninvasif, non-kontak dan non-destruktif yang digunakan untuk menentukan sifat termal dan fitur berbagaiobjek, termasuk buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tingkat kematangan buahpisang ‘Cavendish’ dan buah apokat dengan metode citra termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)bahwa tingkat kematangan (maturity level) buah pisang ‘Cavendish’ tidak bisa diwakili oleh diameter fingerbuah, tetapi bisa diwakili oleh letak sisir dalam tandan, (2) citra termal dapat membedakan tingkat kematangan,baik tingkat kematangan antara masing-masing sisir pada tandan pisang ‘Cavendish’ (sisir-1 bersuhu tertinggi28,91ºC, sisir-8 bersuhu terendah 28,71ºC), maupun pisang pada fase masak (29,17 ºC) dan matang (28,91ºC);(3) buah apokat matang (mature) memiliki suhu yang lebih rendah daripada buah yang belum matang (immature),tetapi ketika buah mulai masak, buah yang matang memiliki suhu yang lebih tinggi daripada buah yang belummatang. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa radiasi suhu tubuh buah yang diwakili oleh citra termalkedua buahnya berpeluang untuk digunakan sebagai metode pendeteksian tingkat kematangan pada buahpisang ‘Cavendish’ dan apokat.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue