cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
PENGHAMBATAN CENDAWAN ENDOFIT BUNGA BAWANG DAYAK Fusarium solani EnI TERHADAP CENDAWAN KONTAMINAN SECARA IN VITRO DAN CENDAWAN PATOGEN SECARA IN VIVO Sari, Noorkomala; Santoso, Untung; Rizali, Akhmad; Norhaliza, Siti; Nanda, Tiya Dwi; Santoso, Kris Budi
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.8620

Abstract

Cendawan endofit adalah salah satu agen pengendali biologi yang dapat melindungi tanaman dari serangan patogen. Bawang dayak merupakan tanaman obat di Kalimantan Selatan sebagai inang dari cendawan endofit yang berpotensi sebagai agen pengendali biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan cendawan endofit bunga bawang dayak, Fusarium solani EnI,  dalam mengendalikan penyakit layu fusarium di tanaman bawang merah, kemampuan hambatnya dengan Aspergillus flavus dan skrining bahan metabolit yang terkandung dalam ekstrak kultur endofit. Metode penelitian menggunakan uji penghambatan in vitro terhadap A.flavus, kejadian penyakit layu fusarium pada pada tanaman bawang yang merah yang diaplikasikan endofit cendawan bunga bawang dayak F. solani EnI di rumah kaca serta skrining fitokimia kultur endofit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbedaan media tumbuh secara in vitro dan pengayaan cendawan  endofit pada benih dan media tanam secara in vivo. Parameter pengamatan meliputi persen daya hambat, kejadian penyakit layu fusarium, tinggi tanaman, berat kering tanaman dan uji kualitatif fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih dan media tanam yang diperkaya cendawan endofit F.solani EnI pada bawang merah telah meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan layu fusarium ditunjukan dengan meningkatnya pertumbuhan tanaman dari parameter tinggi tanaman yaitu dengan nilai tanaman tertinggi 43 cm pada 7 MST dan berat kering tertinggi yaitu 22 g. Hal ini dikarenakan kemampuan endofit yang mengandung senyawa metabolit terpenoid yang bersifat antimikroba dari hasil kualitatif fitokimianya. Cendawan endofit F. solani EnI juga mampu menghambat pertumbuhan cendawan kontaminan A. flavus secara in vitro dengan daya hambat 50-68 % pada variasi media PDA, jagung dan kedelai.
KADAR HARA KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT YANG DIAPLIKASI MIKORIZA Firlana, Firlana; Nelvia; Delita Zul; Kumbara
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.7663

Abstract

Kesuburan tanah gambut tergolong rendah yang dicirikan dengan sifat kimia tanah antara lain pH yang rendah (masam), unsur hara makro (seperti K, Ca, Mg, P) dan mikro (seperti Cu, Zn, Mn, Bo) di tanah tergolong rendah hingga sangat rendah, sedangkan kapasitas tukar kation (KTK) memiliki nilai sangat tinggi, namun tingkat kejenuhan basa (KB) dari sangat rendah. Untuk meningkatkan ketersediaan hara dan penyerapan pada tanaman membutuhkan organisme mikoriza yang mampu meningkatkan daya tanaman dalam menyerap unsur hara. Penelitian bertujuan untuk  menganalisis kadar unsur hara tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut dengan pemberian mikoriza pada beberapa tingkat umur tanaman. Penelitian menggunakan metode survei dan sampel secara purposive random sampling pada umur tanam yang berbeda (1, 2, 3, 4 tahun) yang diaplikasi mikoriza diawal tanam. Sampel daun yang diambil  untuk umur <3 tahun pada daun ke-9 dan daun ke-17 umur >3 tahun. Sampel diambil  secara acak dan dianalisis di laboratorium serta analisis ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati meliputi unsur hara makro (N, P, K, Mg, Ca) dan mikro (B, Cu, Zn) pada daun. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mikoriza sangat nyata meningkatkan hara P daun pada umur 1 tahun serta peningkatan tertinggi hara N dan K dari perlakuan lainnya.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS DAN DOSIS SILIKA darmono, didik; Sakhidin; Ponendi Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.7681

Abstract

Produksi kacang hijau di Indonesia masih rendah karena luas penanaman yang terbatas. Penambahan luas penanaman melalui pemanfaatan lahan suboptimal seperti lahan salin dapat menjadi pemecahan masalah rendahnya produksi kacang hijau dalam negeri. Tanah salin memiliki keterbatasan berupa garam berlebih yang merugikan pertumbuhan tanaman. Pupuk silika dilaporkan dapat meningkatkan kemampuan tanaman menghadapi cekaman salinitas. Penelitian ditujukan untuk mengkaji bagaimana pengaruh dosis pupuk silika, tingkat salinitas,dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian didalam greenhouse ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor penelitianyaitu. dosis pupuk silika (P) sebagai faktor pertama dan tingkat salinitas (S) sebagai faktorkedua. Dosis pupuk silika terdiri atas 4 taraf yaitu 0 ml L-1 = P1, 2 mL L-1 =P2, 4 mL L-1 = P3 dan 6 mL L-1 = P4. Salinitas terdiri atas 3 tingkat yaitu < 2 dS m-1 = S1, 4 dS m-1 = S2 dan 8 dS m-1 = S3. Kombinasi faktor penelitian menghasilkan 12 bentuk perlakuan dan di ulang 3 kali sehingga terbentuk 36 unit percobaan. Data penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk silika hanya berpengaruh pada jumlah daun trifoliat kacang hijau pada umur 42 hari setelah tanam.Jumlah daun trifoliat tertinggi diperoleh pada dosis pupuk silika 0 ml L-1, yaitu 6,89 helai.Tingkat salinitas menurunkan hampir seluruh variabel pertumbuhan, hasil dan fisiologitanaman kacang hijau. Interaksi dosis pupuk silika dan tingkat salinitas mempengaruhi jumlahpolong per tanaman. Jumlah polong tertinggi diperoleh melalui pemberian pupuk silika 6 mLL-1 pada kondisi salinitas < 2 dS m-1.
APLIKASI BAHAN ORGANIK DAN Arachis pintoii PADA MATERIAL LETUSAN GUNUNG API (KELUD DAN BROMO): PERUBAHAN UNSUR HARA C DAN N Agustina, Christianti; Anita Novita Sari; Bella Nurdiyanti; Sri Rahayu Utami
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.7778

Abstract

Material letusan gunung api memiliki kesuburan potensial yang tinggi, namun kandungan hara C dan N tergolong sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah perlakuan bahan organik Tithonia diversifolia dan Arachis pintoii sebagai tanaman penutup tanah selama setahun dapat meningkatkan kandungan C dan N dari material letusan gunung api. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebanyak 8 perlakuan yang diulang tiga kali. Material letusan diambil dari Gunung Kelud dan Gunung Bromo, lolos ayakan 2 mm untuk memperoleh ukuran partikel yang seragam. Daun dan batang Tithonia diversifolia digunakan sebagai bahan organik yang dicacah sebelum dicampur dengan material letusan. Arachis pintoii sebagai tanaman penutup tanah diharapkan dapat membantu proses pelapukan material letusan, serta memfiksasi N dari udara. Arachis pintoii ditanam setelah 2 minggu inkubasi bahan organik dengan bahan letusan. Contoh tanah diambil setelah 1 tahun perlakuan, dan diukur kandungan C (Walkley-Black) dan N (Kjehldahl) pada material letusan gunung api . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik dan N-total pada material letusan gunung api  mengalami peningkatan setelah diberikan bahan organik dan tanaman penutup tanah selama 1 tahun. Kandungan C-Organik tertinggi pada material Gunung Kelud sebesar 0,41±0,01% (VkB0A1), sedangkan pada Gunung Bromo sebesar 0,28±0,04% (VbB1A0 dan VbB1A1). Kandungan N-total tertinggi pada Gunung Kelud sebesar 0,004±0,001% (VkB1A0) dan Gunung Bromo sebesar 0,003±0,001% (VbB1A0). Material Gunung Kelud cenderung mengalami peningkatan C-Organik dan N-total lebih tinggi daripada material Gunung Bromo. Kandungan C-Organik tertinggi dijumpai pada penanaman Arachis pintoii, sedangkan N-total tertinggi dijumpai pada pemberian bahan organik Tithonia diversifolia.
EKSPLORASI DAN UJI POTENSI JAMUR DARI LAHAN PERTANAMAN KENTANG DI KABUPATEN BREBES SEBAGAI REMEDIATOR KADMIUM (Cd) Okti Herliana; Wilis Cahyani; Ahmad Fauzi; Rostaman; Shofiyatun Khasanah
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.8146

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman hortikultura sumber karbohidrat, bahan baku industri makanan olahan dan memiliki nilai jual tinggi. Petani menggunakan pupuk dan pestisida kimia sintetis sangat intensif dalam proses budidaya sehingga berpotensi meninggalkan cemaran logam berat kadmium di tanah. Kadmium yang terakumulasi ditanah dapat masuk ke jaringan tanaman dan mengganggu kesehatan manusia. Upaya bioremidiasi perlu dilakukan untuk menurunkan tingkat cemaran. Jamur tanah memiliki potensi sebagai agen remidiasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi dan menguji kemampuan isolat jamur asal lahan pertanaman kentang di Kabupaten Brebes, serta menguji perkecambahan padi pada media bekas remediasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikologi Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Januari sampai Oktober 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilanjutkan kualitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga isolat jamur dengan konsentrasi kadmium (0, 25, dan 50 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 isolat yang ditemukan dan telah diidentifikasi dari genus Trichoderma sp., Aspergillus sp., Fusarium sp., dan Penicillium sp.. Tiga isolat terbaik dari hasil uji toleransi kadmium yaitu isolat dengan kode PP4 (Trichoderma sp.), WS4 (Fusarium sp.), dan WS8 (Aspergillus sp.). Isolat Trichoderma sp. mampu menyisihkan logam berat dalam media konsentrasi Cd 25 ppm mencapai 92% dengan kapasitas biomassa 22,75 mg/g. Biomassa terbaik pada uji kemampuan remediasi yaitu pada isolat WS4 (Fusarium sp.) dengan kadar Cd 25 ppm yaitu 0,69 g. Hasil uji perkecambahan benih padi menunjukkan media yang sudah diaplikasikan jamur tidak mempengaruhi penurunan pertumbuhan perkecambahan benih padi, variable pengamatan bobot segar, tinggi tanaman, jumlah akar, panjang akar, dan daya perkecambahan menunjukkan pertumbuhan yang sama dibanding kontrol.
PARAMETER GENETIK AKSESI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) YANG DIKOLEKSI DARI PULAU JAWA, INDONESIA Oktaviani, Eka; Agleri Rante; Agus Suroto
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.8344

Abstract

Jahe merah merupakan jahe yang lebih pedas dibandingkan dengan jenis jahe lainnya, yang dapat dimanfaatkan dalam industri obat-obatan. Keterbatasan bibit menjadi permasalahan utama dalam budidaya jahe merah. Informasi tentang keragaman genetik ddan fenotipik jahe merah diperlukan untuk menentukan metode terbaik dalam menghasilkan varietas unggul baru melalui program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genotipe, fenotipe, dan heritabilitas 7 (tujuh) aksesi jahe merah yang dikoleksi dari 7 (tujuh) daerah di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 (tujuh) aksesi jahe merah yang diteliti, berdasarkan 4 (empat) karakter agronomi kuantitatif yang diamati, mempunyai ragam genetik yang sempit dan ragam fenotipe yang luas. Berdasarkan nilai duga heritabilitas, diketahui bahwa tinggi tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik, sedangkan luas daun, jumlah daun, dan diameter batang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
PEMBERIAN MIKORIZA DAN PUPUK MAJEMUK GRAND K DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA LAHAN KERING MASAM Ernita, Ernita; Baharuddin, Raisa; Aji, Pandu Setyo
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.8549

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah untuk menentukan dosis mikoriza dan pupuk Grand K yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada lahan kering masam. Penelitian ini berlangsung di Unit Percobaan Terpadu (UPT) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Air Dingin Ujung, Pekanbaru, dari bulan September sampai November 2023. Studi ini menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis mikoriza, 5 taraf perlakuan yaitu 0, 125, 250, 375 dan 500 g/plot. Faktor kedua dosis Pupuk Grand K terdiri dari 4 taraf perlakuan; 0, 10, 15 dan 20 g/plot. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur panen, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering per rumpun, dan  susut bobot umbi. Analisis Anova dilakukan pada data pengamatan dan diuji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil riset menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza 500 g/plot dan Grand K 20 g/plot mampu menghasilkan tinggi tanaman, jumlah umbi/tanaman, berat umbi basah dan kering per tanaman serta susut umbi terbaik pada tanaman bawang merah. Perlakuan tunggal mikoriza 500 g/plot dan perlakuan tunggal Grand K dosis 20 g/plot memberikan perkembangan dan hasil yang lebih baik pada tanaman bawang merah.
KARAKTERISASI MORFOLOGI, AGRONOMI, DAN MOLEKULER PADI LOKAL SIGOLONG ASAL KABUPATEN BENKAYANG Prihatini, Pipit; Tantri Palupi; Wasi'an
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.8893

Abstract

Padi Sigolong adalah padi lokal yang dibudidayakan petani di Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Padi ini memiliki produktivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan padi lokal lainnya di daerah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi morfologi, agronomi, dan molekuler Padi Sigolong sebagai dasar identifikasi dan penandaan karakter-karakter unggul Padi Sigolong penunjang daya hasil tinggi. Karakterterisasi terdiri atas 30 karakter morfologi, 8 karakter agronomi masing-masing pada 100 tanaman, dan karakterisasi molekuler dengan menggunakan 4 primer marka RAPD (Random Amplified polimorphic DNA) yaitu : OPA 03, OPA 13, OPA 19, dan OPB 08. Hasil karakterisasi morfologi mendapatkan 3 karakter penunjang daya hasil tinggi yaitu sudut daun, sudut batang, dan daun bendera yang tegak. Karakterisasi agronomi mendapatkan 4 karakter penunjang daya hasil tinggi yaitu : jumlah anakan banyak, eksersi malai sempurna, fertilitas gabah yang tinggi, dan kerontokan gabah pada malai yang tergolong sedang. Karakterisasi molekuler dengan tiga primer yaitu : OPA 03, OPA 13, dan OPB 08 menghasilkan pita yang teramplikasi sedangkan primer OPA 19 tidak menghasilkan pita teramplifikasi. Primer OPB 08 menghasilkan lokus polimorfik yang paling tinggi sedangkan primer OPA 13 tidak menghasilkan lokus polimorfik. Hasil penghitungan indeks kesamaan genetik  (genetic similarity indices) sampel yang diuji sebesar 0,7143, 0,7857 dan 0.8571 sehingga kesamaan genetik antar sampel yang diuji rata-rata sebesar 78%.
PENGGUNAAN WADAH SARINGAN PUPUK LEPAS TERKENDALI (WSPLT) DALAM PENYEDIAAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI TANAH GAMBUT DENGAN KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA Indrawan, Indrawan; Syafrinal, Syafrinal; Wawan, Wawan
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9299

Abstract

Kajian penggunaan wadah saringan pupuk lepas terkendali (WSPLT) dan tinggi muka air tanah dilakukan bertujuan untuk melihat interaksi  WSPLT dan tinggi muka air tanah di lahan gambut. Penelitian faktorial 3x2 dengan 3 ulangan dirancang menurut Split Plot dengan petak utama tinggi muka air tanah 40 cm dan 60 cm dengan anak petak ukuran saringan 60 mesh, 80 mesh, 100 mesh. Parameter yang diamati meliputi persentase kelarutan pupuk dari WPSLT, sifat kimia tanah, dan kadar hara daun kelapa sawit. Data kelarutan pupuk dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%, kadar hara daun dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh muka air tanah yang berbeda menghasilkan persentase kelarutan pupuk yang tidak berbeda. Pemberian pupuk dengan menggunakan WSPLT menghasilkan persentase kelarutan yang lebih rendah dibandingkan tanpa WSPLT. Penggunaan WSPLT dengan ukuran saringan yang berbeda menghasilkan persentase kelarutan yang tidak berbeda. Penggunaan WSPLT menghasilkan persentase kelarutan yang lebih rendah dari tanpa WSPLT, namun antara ukuran saringan menghasilkan persentase kelarutan yang tidak berbeda. Pada tinggi muka air tanah 40 cm terjadi peningkatan kadar hara N daun berkisar antara 15% sampai 23,79%, hara P daun berkisar antara 15% sampai 24%, dan hara K daun berkisar antara 68% sampai 82%. Sedangkan pada tinggi muka air tanah 60 cm terjadi peningkatan pada kadar hara N daun berkisar antara 13% sampai 14%, hara P daun tidak terjadi peningkatan, dan hara K daun berkisar antara 12% sampai 52% pada daun kelapa sawit.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAS SAMPEAN BARU UNTUK BUDIDAYA PISANG CAVENDISH(Musa acuminata L) PT.XYZ DI KABUPATEN BONDOWOSO Novita, Elida; Andriyani, Idah; Soekarno, Siswoyo; Ernanda, Heru; Silvia, Halimatus
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9340

Abstract

Pisang cavendish menjadi jenis pisang yang banyak diminati di pasar internasional, sehingga untuk meningkatkan volume ekspor pisang Indonesia, jenis pisang yang tepat untuk di budidayakan adalah pisang cavendish. PT.XYZ menjadi salah satu perusahaan yang turut membudidayakan pisang cavendish dengan tujuan ekspor, yang terus melakukan perluasan area perkebunan termasuk di wilayah DAS Sampean Baru, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Perluasan dilakukan dengan sistem kemitraan bersama Pemerintah Kabupatern Bondowoso dan kelompok tani. Namun, belum dilakukan penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman pisang cavendish. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan  melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan rekomendasi perluasan area penanaman di wilayah DAS Sampean Baru. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter kriteria terkini dengan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pisang cavendish. Parameter input adalah jenis tanah, tutupan lahan, curah hujan, dan topografi yang dianalisis menggunakan  ArcGis 10.3 melibatkan 7 parameter kriteria kesesuaian lahan tanaman pisang cavendish. Hasil menunjukkan DAS Sampean Baru memiliki 2 kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) sebesar 15.303,99 ha (25,05%) dan S2 (cukup sesuai) 45.789,31 ha (74,95%). Perluasan area budidaya pisang cavendish dapat mengoptimalkan lahan – lahan dengan status S2. Kondisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa secara keseluruhan wilayah DAS Sampean Baru sesuai untuk budidaya tanaman pisang cavendishnamun perlu diperhatikan bahwa kondisi kelas S2 memerlukan beberapa upaya penanganan untuk mencegah dampak dari keberadaan faktor pembatas.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue