cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PERFORMA ENTOMOPATOGEN YANG DIPEROLEH DARI PERTANAMAN JAGUNG DI PROVINSI LAMPUNG Puji Lestari; Yuyun Fitriana; Purnomo Purnomo; FX Susilo; Radix Suharjo; Reni Sulistiani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6871

Abstract

Produksi jagung di Provinsi Lampung hingga saat ini belum mampu mencapai produksi optimum jagung. salah satu kendala dalam upaya peningkatan produksi adalah adanya serangan hama invasif Spodoptera frugiperda. Hama ini mengakibatkan kerusakan yang parah sehingga berdampak pada penurunan hasil. Pengendalian S. frugiperda hingga saat ini dilakukan dengan aplikasi insektisida. Namun penggunaan insektisida yang intensif dapat memicu terjadi resistensi S. frugiperda terhadap insektisida tertentu. Jamur entomopatogen dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian S. frugiperda. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui performa entomopatogen yang diperoleh dari pertanaman jagung di Provinsi Lampung. Eksplorasi dan skrining dilakukan dengan mengambil sampel larva S. frugiperda yang terinfeksi oleh entomopatogen. Isolat yang diperoleh dari pertanaman jagung di Kabupaten Pringsewu kemudian diidentifikasi secara morfologi dan molekuler. Selanjutnya, isolat diperoleh dan juga isolat koleksi Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung diuji pertumbuhan, sporulasi dan viabilitasnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh dari larva terinfeksi di Kabupaten Pringsewu adalah Penicillium citrinum yang memiliki kemampuan tumbuh yang rendah namun sporulasi dan viabilitasnya tinggi. Isolat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai agensia pengendali S. frugiperda adalah isolat yang memiliki nilai sporulasi dan viabilitas yang tinggi yaitu P. citrinum, Trichoderma asperellum dan Aspergillus oryzae.
PENGARUH GULUDAN DAN PEMUPUKAN TERHADAP KEHILANGAN UNSUR HARA DAN C-ORGANIK AKIBAT EROSI SERTA PRODUKSI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz.) TAHUN KETUJUH DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG Andreas Februando Nainggolan; Irwan Sukri Banuwa; Henrie Buchari; Afandi Afandi; Septi Nurul Aini; Liska Mutiara Septiana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7217

Abstract

Erosi merupakan salah satu penyebab terjadinya degradasi lahan yang dapat menyebabkan hilangnya unsur hara dan bahan organik dari perakaran tanah. Hilangnya unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran tanah akan menimbulkan penurunan produksi tanaman. Pembuatan guludan dan pemberian pupuk merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guludan dan pemupukan terhadap kehilangan unsur hara dan C-Organik akibat erosi serta produksi singkong. Penelitian tahun ketujuh ini dilaksanakan pada bulan Februari—Desember 2021 di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor perlakuan yaitu guludan dan pemupukan dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan guludan memotong lereng memberikan hasil yang lebih baik dalam mengurangi kehilangan unsur hara dan C-Organik dibandingkan guludan searah lereng, namun tidak mempengaruhi produksi singkong. Sebaliknya perlakuan pemberian pupuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi dibandingkan tanpa pemberian pupuk, namun tidak berpengaruh pada kehilangan unsur hara dan C-Organik.
PENGARUH BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PRODUKSI PADA JAGUNG VARIETAS BISI-18 GENERASI F-2 Cipta Ginting; Ari Saputra; Lestari Wibowo; Tri Maryono; Joko Prasetyo; Suskandini Ratih Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7183

Abstract

Metalaksil dilaporkan sudah tidak efektif lagi dalam mengendalikan penyakit bulai pada jagung dan mulai digantikan dengan fungisida berbahan aktif dimetomorf. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan fungisida asam fosfit, dimetomorf, dan metalaksil dalam pengendalian penyakit bulai jagung yang disebabkan oleh Peronosclerospora sorghi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Oktober 2022 di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan lahan petani di Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Pada percobaan ini ini diuji empat perlakuan (kontrol, asam fosfit, dimetomorf, dan metalaksil) yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan enam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam fosfit dan dimetomorf efektif mengendalikan penyakit bulai dan secara signifikan meningkatkan produksi pada jagung varietas BISI-18 generasi kedua. Sementara itu, metalaksil tidak efeketif untuk mengendalikan penyakit bulai dan menghasilkan produksi yang sama dengan yang diperoleh dari tanaman kontrol (tanpa aplikasi fungisida).
HUBUNGAN KARAKTER AGRONOMI DAN HASIL PADI BERDASARKAN UMUR BIBIT MENGGUNAKAN METODE SAWAH APUNG DI KABUPATEN PANGANDARAN Nasrudin, Nasrudin; Isnaeni, Selvy; Ramadhan, R. Arif Malik
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.6483

Abstract

Lahan pertanian suboptimal yang disebabkan oleh banjir dapat menyebabkan cekaman abiotik yang akan menghambat proses metabolisme sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penerapan sawah apung dengan menggunakan varietas unggul dan ketepatan umur bibit merupakan solusi yang dapat dilakukan agar tanaman mampu beradaptasi pada cekaman abiotik dan mampu tumbuh optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketahanan dua varietas padi berdasarkan umur bibit berbeda yang ditanam menggunakan metode sawah apung di lahan sawah banjir Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2022 di Lahan Sawah Dusun Buniayu, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu varietas sebagai faktor pertama yang terdiri atas Inpari 30 Sub-Ciherang dan Inpari 3, serta umur bibit sebagai faktor kedua yang terdiri atas 14 hari setelah semai (HSS)dan 21 HSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2, 4, 6, 8, dan 10 MST, luas daun, panjang akar, biomasa tanaman, jumlah malai per rumpun, serta bobot gabah per rumpun. Perlakuan umur bibit mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2 dan 6 MST serta bobot gabah per rumpun. Padi varietas Inpari 3 memiliki karakteristik agronomi dan hasil yang lebih baik dibandingkan padi varietas Inpari 30 Sub-Ciherang. Penggunaan umur bibit 14 HSS menghasilkan pertumbuhan anakan lebih baik dibandingkan umur bibit 21 HSS, sedangkan umur bibit 21 HSS menghasilkan hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan umur bibit 14 HSS.
HAMA-HAMA TANAMAN JAGUNG DAN KERAGAMAN ARTROPODA PADA PERTANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN PESAWARAN DAN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Purnomo Purnomo; Ellen Aprilia Ananda; Ahmad Al Fajar; Lestari Wibowo; Puji Lestari; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis hama utama yang ditemukan selama masa pertumbuhan tanaman jagung, serta keragaman artropoda yang ada pada ekosistem pertanaman jagung di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran, Provinsi Lampung. Pengamatan dilakukan di empat lokasi: dua lokasi  di Lampung Selatan  dan dua lokasi di  Pesawaran. Pada keempat lokasi tersebut cara budidaya tanaman jagungnya sama, yang berbeda adalah varietas jagung yang ditanam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hama-hama utama yang menyerang tanaman jagung pada fase vegetatif dan generatif adalah Peregrinus maidis (Hemiptera: Delphacidae), Spodoptera frugiperda (Lepidoptera:Noctuidae), Ostrinia furnacalis (Lepidoptera:Crambidae), dan Helicoverpa armigera (Lepidoptera:Noctuidae). Populasi fitofag yang juga cukup tinggi adalah Leptocorisa oratorius (Hemiptera: Coreidae), meskipun serangga ini sangat jarang diklaim sebagai hama penting tanaman jagung. Di antara 5 spesies serangga fiotofag tersebut, populasi tertinggi ditempati oleh hama P. maidis yang ditemukan pada semua lahan pengamatan.  Perbedaan varietas berpengaruh terhadap populasi hama-hama pada pertanaman  jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa di Lampung Selatan:  Way Layap (BISI-18) ditemukan 10 ordo dan 49 famili, lokasi Suka Bandung (SUMO) ditemukan 13 ordo dan 52 famili. Adapun di Pesawaran:  Sri Mulyo (Pioneer-27) ditemukan 12 ordo dan 51 famili, dan di lokasi Solehudin (BISI-321) ditemukan 12 ordo dan 49 famili. Artropoda yang ditemukan berperan sebagai hama, predator, parasitoid, polinator, dan dekomposer. Indeks keragaman artropoda tergolong dalam kategori sedang dengan nilai tertinggi di  lokasi Suka Bandung  (2,34). Indeks dominasi tertinggi di lokasi Sri Mulyo dengan nilai 0,43. Indeks kemerataan tertinggi di lokasi Suka Bandung  dan Way Layap  dengan nilai 0,59.
ISOLASI BAKTERIOFAG Xanthomonas oryzae DARI LAHAN SAWAH DI KELURAHAN KECANDRAN, KECAMATAN SIDOMUKTI, SALATIGA DAN STABILITASNYA TERHADAP BERBAGAI pH Yasmine, Christiani; Setiawan, Andree Wijaya; Handoko, Yoga Aji
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.6031

Abstract

Hawar daun bakteri (HDB) merupakan penyakit yang menyerang tanaman padi dan disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae.Selama ini petani menanggulangi penyakit HDB ini dengan cara  menyemprotkan bakterisida,  pergiliran tanaman yang bukan inang patogen, dan menanam varietas tahan penyakit. Akan tetapi, pengendalian tersebut belum memberikan hasil yang maksimal, karena keragaman strain bakteri Xanthomonas oryzae. Pemberian bakterisida ini masih belum bisa menekan pertumbuhan bakteri sepenuhnya melainkan, hanya bisa memperlambat laju pertumbuhan bakteri Xanthomonas oryzae dan kemungkinan beresiko membunuh bakteri yang menguntungkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengendalikan bakteri Xanthomonas oryzae dengan mempertimbangkan bakteriofag sebagai agen biokontrol untuk menginfeksi bakteri Xanthomonas oryzae. Metode untuk mengisolasi bakteriofag Xanthomonas oryzae  diawali dengan  pengambilan sampel tanah di lahan sawah dengan cara transek sampling, isolasi, purifikasi, dan propagasi bakteriofag. Pengujian stabilitas bakteriofag berfungsi untuk mengetahui kekuatan partikel bakteriofag dapat bertahan terhadap pH asam dan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel bakteriofag yang berhasil diisolasi yaitu K1 (Kecandran 1), K2 (Kecandran 2), dan K3  (Kecandran 3). Hasil uji stabilitas bakteriofag terhadap pH menunjukan ketiga sampel diperoleh titer bakteriofag stabil pada pH 7 dan pH 9, sedangkan pada pH 2 dan pH 5 bakteriofag cenderung mengalami penurunan titer dan menunjukkan tidak mampu bertahan pada kondisi asam. Dari ketiga sampel tersebut, pada pH 12 menunjukkan adanya penurunan titer yang mengakibatkan sebagian besar partikel bakteriofag tidak tahan terhadap kondisi basa.
PENGARUH STATUS KESUBURAN TANAH TERHADAP HASIL DAN KUALITAS BIJI TIGA KLON KAKAO (Theobroma cacao L.) Endang Sri Dewi HS; Prapto Yudono; Eka Tarwaca Susila Putra; Benito Heru Purwanto; Toyip Toyip
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.6865

Abstract

Biji kakao merupakan bahan utama pembuatan berbagai produk makanan, minuman dan obat obatan, hal tersebut menyebabkan permintaan kakao terus meningkat. Namun demikian  peningkatan kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produksi di tingkat produsen. Indonesia sebagai salah satu produsen  terbesar kakao dunia  justru mengalami penurunan produksi dan kualitas akibatnya volume eksport terus mengalami penyusutan. Salah satu penyebab rendahnya produksi dan kualitas biji adalah kesuburan tanah. tanaman kakao merupakan tanaman yang sangat peka  terhadap ketersediaan unsur hara. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status kesuburan tanah terhadap produksi dan kualitas biji beberapa klon kakao.  Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan June 2017 sampai bulan Oktober 2018 bertempat Di kebun kakao milik PT Pagilaran Unit Segayung Utara yang berlokasi di Desa Simbangjati, Tulis Kabupaten Batang  Jawa Tengah. Penelitian dirancang menggunakan rancangan tersarang (Nested Design) dengan tiga klon (RCC 70, RCC 71 dan KKM 22) bersarang pada dua Status kesuburan tanah. Status kesuburan tanah didasarkan pada level ketersediaan unsur hara N,P,K dan B. Paramemeter yang diamati adalah karakteristik tanah, karakter fisiologis yang meliputi kadar klorofil daun, Laju fotosintesis, kandungan CO2 daun, kandungan H2O daun, Laju transpirasi dan Lebar bukaan Stomata,  Komponen hasil meliputi berat biji perbuah,  jumlah biji perbuah, berat biji perpohon, jumlah buah perpohon dan produksi per hektar. Serta komponen kualitas yang meliputi kadar lemak, kadar protein dan bean count. Hasil menunjukkan bahwa  status kesuburan tanah tinggi memperlihatkan kadar klorofil, laju fosintesis , kadar CO2 dan H2O daun lebih tinggi yang menyebabkan produksi dan mutu biji (bean count dan kadar lemak) lebih tinggi.
EKSPLORASI MIKROORGANISME PROKARIOT ASAL BONGGOL PISANG UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN PISANG SECARA IN VITRO Ramasta Nesya Elvara; Muhammad Nurdin; Ivayani Ivayani; Suskandini Ratih Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7186

Abstract

Fusarium oxysporum f. sp cubense (E.F.Smith) Snyder dan Hansen (Foc) merupakan patogen yang menyebabkan penyakit layu fusarium pada tanaman pisang. Saat ini usaha pengendalian masih menggunakan pengendalian kimiawi, namun pengendalian kimiawi yang berlebihan dapat menimbulkan kerugian pada manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yaitu menggunakan agensi hayati yang berasal dari fermentasi bahan-bahan alami yang mengandung mikroorganisme lokal (MOL). Salah satu limbah pertanian yang dapat digunakan dalam membuat larutan MOL adalah bonggol pisang. Kandungan gizi dalam bonggol pisang dapat digunakan mikroorganisme lokal baik untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengetahui beberapa karakteristik mikroorganisme prokariot yang terkandung dalam larutan MOL asal bonggol pisang, (2) mengetahui kemampuan masing-masing mikroorganisme prokariot yang terkandung dalam larutan MOL asal bonggol pisang dalam menekan pertumbuhan Foc secara in vitro, (3) mengetahui kemampuan masing-masing mikroorganisme prokariot yang terkandung dalam larutan MOL asal bonggol pisang dalam memacu pertumbuhan mentimun. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Lampung untuk pengujian secara in vitro dan PT Great Giant Food Lampung Timur untuk pengambilan bonggol pisang dan sumber inokulum Foc. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu eksplorasi mikroorganisme lokal dan pengujian masing-masing bakteri hasil eksplorasi mikroorganisme lokal terhadap patogen Foc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil uji karakteristik didapatkan bahwa isolat BP1 dan isolat BP2 bersifat gram positif, sedangkan isolat BP3 bersifat gram negatif dan ketiga isolat tersebut tidak softrot dan tidak hipersensitif serta bersifat hipovirulen, (2) isolat BP1, BP2, dan BP3 mampu menghambat pertumbuhan patogen Foc secara in vitro, dan (3) isolat BP1, BP2, dan BP3 mampu memacu pertumbuhan panjang akar tanaman dan jumlah rambut akar pada kecambah mentimun.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) KULTIVAR BIMA BREBES TERHADAP BERBAGAI JENIS BIOCHAR Umi Trisnaningsih; Pujiana Pujiana; Ismail Saleh
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.5834

Abstract

Biochar adalah hasil pirolisis dari bahan organik limbah pertanian yang digunakan sebagai ameliorant tanah. Pada penelitian ini diuji biochar dari berbagai bahan yang berbeda, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah kultivar Bima Brebes. Percobaan dilaksanakan di Desa Palir, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan berbagai jenis biochar yang terdiri dari 6 taraf perlakuan meliputi kontrol, biochar tempurung kelapa, biochar ampas tebu, biochar brangkasan jagung, biochar limbah bambu dan biochar jerami padi. Semua perlakuan diulang 4 kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, volume akar, bobot umbi basah per rumpun dan per petak, serta bobot umbi kering per rumpun dan per petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai jenis biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Bahan baku biochar yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah adalah brangkasan jagung.
REKOMENDASI PEMUPUKAN N, P, K SPESIFIK LOKASI UNTUK TANAMAN LADA BERDASARKAN STATUS HARA DI KABUPATEN PIDIE PROPINSI ACEH Yusra Yusra; Khusrizal Khusrizal; Nasruddin Nasruddin; Muliana Muliana; Dika Saputra
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.6847

Abstract

Kabupaten Pidie salah satu kawasan di Provinsi Aceh yang memberikan kontribusi terhadap tanaman lada. Sejak tahun 2019, produksi lada di kabupaten ini semakin menurun dari 27 ton dengan luas lahan 143 ha dengan produktifitas 189 kg/ha menjadi 19 ton dengan luas lahan 147 ha dengan produktifitas 129,25 kg/ha pada tahun 2020, dan turun lagi menjadi 13 ton dengan luas lahan yang meningkat yaitu 162 ha dengan produktifitas 80,25 kg/ha pada tahun 2021.Mengingat potensi pengembangan lada di Kabupaten Pidie masih sangat menjanjikan, perlunya dilakukan identifikasi kadar hara tanah dan tanaman lada, sehingga menjadi dasar  penentuan dosis pupuk N, P, K spesifik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentikfikasikan kadar hara tanah dan tanaman sebagai dasar rekomendasi pupuk N, P, K spesifik lokasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengambilan sampel tanah dan jaringan tanaman pada lahan lada petani di Kecamatan Padang Tiji, Gelumpang Tiga dan Titeue Kabupaten Pidie Propinsi Aceh. Sampel tanah dianalisis N-total, P-tersedia dan K-dd, sedangkan sampel tanaman untuk analisis N, P dan K. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa kandungan N-total, P tersedia dan K-dd tanah di Kecamatan Padang Tiji, Gelumpang Tiga dan Titeue Kabupaten Pidie berkisar dari 0,19 - 0,29 % (rendah - sedang), 0,95 – 2,91 ppm (sangat rendah), 0,13 – 0,28 me/100g (rendah), sedangkan kandungan hara N, P dan Ktanaman masing - masing berkisar dari 1,45 – 2,21 % (rendah - optimum), 0,07 – 0,20 % (rendah – optimum) dan 0,50 – 0,69 % (rendah). Rekomendasi pupuk untuk tanaman lada di Kecamatan Padang Tiji  Urea (203,70 – 294,15 kg/ha), SP-36 (374,61 – 436,99 kg/ha) dan KCl (tidak perlu penambahan), Kecamatan Gelumpang Tiga Urea (168,91 – 293,46 kg/ha), SP-36 (374,69 – 432,92 kg/ha) dan KCl (tidak perlu penambahan), Kecamatan Titeue   Urea (212,39 – 293,87 kg/ha), SP-36 (428,83 – 441,67kg/ha) dan KCl (176,33 – 379,68 kg/ha). 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue