cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
KANDUNGAN BAHAN KASAR DAN SIFAT FISIK TANAH ULTISOL DI LAHAN PERKEBUNAN NANAS TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH Taufik Mahfut; Afandi Afandi; Henrie Buchari; K. E.S. Manik; Priyo Cahyono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.925 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1999

Abstract

Bahan kasar merupakan bagian dari fraksi tanah berukuran (>2 mm) yang tersebar mulai dari  permukaan sampai pada kedalaman tanah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran persentase kandungan bahan kasar tanah dan hubunganya dengan sifat fisik tanah (tekstur, kerapatan isi, susunan pori, dan daya menahan air) pada lahan pertanaman nanas di wilayah Terbanggi Besar, Lampung Tengah.  Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei.  Analisis tanah di laboratorium meliputi analisis persen kandungan bahan kasar tanah, tekstur, kerapatan isi, kadar air, pori total, pori makro, serta daya menahan air. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Persentase bahan kasar tanah pada lokasi 45 F dan 12 D lebih dari 15% dan tergolong sebagai modifier sehingga merubah jenis kelas tektsur tanah yang baru berdasarkan kriteria dari balai penelitian tanah; (2) Hasil uji korelasi persentase bahan kasar tanah terhadap sifat fisik tanah tidak menunjukan adanya hubungan atau korelasi terhadap sifat fisik tanah seperti kadar air, kerapatan isi, pori total, makro, dan daya menahan air.
POLA SEGREGASI KARAKTER AGRONOMI TANAMAN KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) GENERASI F2 HASIL PERSILANGAN YELLOW BEAN DAN TAICHUNG Wastudiawan Pramana Nugroho; Maimun Barmawi; Nyimas Sa’diyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.588 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i1.1886

Abstract

Pola segregasi suatu karakter merupakan salah satu parameter genetik yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan proses seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk sebaran dan pola segregasi serta jumlah gen yang mengatur karakter agronomi kedelai generasi F2 hasil persilangan Yellow Bean dan Taichung. Penelitian ini dilaksanan di Kebun Percobaan Universitas Lampung Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung dan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan November 2011 sampai dengan Februari 2012. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan percobaan tanpa ulangan dan data dianalisis dengan menggunakan uji khi-kuadrat untuk kesesuaian distribusi normal dan kesesuaian antara nilai pengamatan dan nilai harapan. Hasil penelitian menunjukkan karakter umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman dan bobot 100 butir berdistribusi normal sehingga karakterkarakter tersebut termasuk dalam karakter kuantitatif yang dikendalikan oleh banyak gen. Untuk karakter umur panen, jumlah cabang produktif, dan bobot biji per tanaman termasuk dalam karakter kualitatif dan jumlah gen yang mengendalikannya yaitu dua gen yang bersifat epistasis dominan-resesif dengan nisbah 13:3.
UJI FITOTOKSISITAS HERBISIDA AMINOSIKLOPIRAKLOR PADA BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Rizka Sulung Antika; Nanik Sriyani; Sugiatno Sugiatno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.74 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2073

Abstract

Aminosiklopiraklor merupakan herbisida yang termasuk dalam kelas pirimidin karboksilat yang memiliki cara kerja menghambat pertumbuhan tanaman dengan cara mengganggu keseimbangan hormon auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitotoksisitas dan pengaruh herbisida aminosiklopiraklor terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit serta daya tekan herbisida terhadap gulma. Penelitian ini dilaksanakan di Kompleks Sekolah Global Madani, Rajabasa, Bandar Lampung dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan 9 perlakuan dan 4 ulangan. Susunan perlakuan yaitu aminosiklopiraklor 7,5, 15, 30, dan 60 g ha -1 , glifosat 729 g ha -1 , kombinasi aminopiralid+triklopir 115,2 + 64,8 g ha -1 , 2,4 D 1298 g ha -1 , pengendalian mekanis, dan kontrol (tanpa pengendalian gulma). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlet dan aditivitas data diuji dengan Uji Tukey. Apabila asumsi terpenuhi dilakukan analisis ragam, sedangkan untuk membedakan nilai tengah digunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Herbisida aminosiklopiraklor 7,5 g ha -1 tidak meracuni bibit kelapa sawit hingga 10 MSA, namun bibit kelapa sawit menunjukkan gejala keracunan pada pengaplikasian aminosiklopiraklor 15, 30, dan 60 g ha -1 ; (2) herbisida aminosiklopiraklor dosis 7,5-60 g ha -1 tidak menekan tinggi dan jumlah daun bibit kelapa sawit hingga 10 MSA setara dengan glifosat 729 g ha -1 , aminopiralid+triklopir 115,2+64,8 g ha -1 , dan 2,4 D 1298 g ha -1 ; (3) herbisida aminosiklopiraklor 60 g ha -1 mampu menekan persentase penutupan gulma total hingga 10 MSA, namun tidak mampumengendalikan bobot kering gulma rumput dan bobot kering gulma daun lebar.
RESPONS PADI GOGO VARIETAS DODOKAN TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN NITROGEN PADA TANAH ULTISOL DI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Randona Yeka Putri; Yafizham Yafizham; Hermanus Hermanus; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.091 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i2.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi padi gogo. Perlakuan ini menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) yang disusun secara faktorial (4x3) dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk kompos (0 , 5, 10 dan15 t ha-1). Faktor kedua adalah pupuk nitrogen (0, 45 dan 90 kg ha-1). Homogenitas data diuji dengan uji Barlet dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos berpengaruh pada jumlah anakan ,panjang malai dan hasil panen padi. Sedangkan pemberian pupuk nitrogen berpengaruh pada tinggi tanaman (35, 42, 49 HST), jumlah anakan produktif dan hasil panen padi. Interaksi antara pemberian pupuk kompos dan nitrogen terjadi pada tinggi tanaman (49 HST) dan pada jumlah anakan produktif. Dari penelitian ini pemberian kompos pada dosis 5, 15 t ha-1 dan nitrogen 90 kg ha-1 memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan padi gogo. Hasil analisis tanaman padi menunjukkan bahwa serapan N yang terserap sebanyak 1,47%.
UJI APLIKASI JAMUR BEAUVERIA BASSIANA (BALSAMO) VUILL. TERHADAP SYMPHYLID DI LABORATORIUM Desye Rinche Natalia Simarmata; Lestari Wibowo; Afandi Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.211 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i1.1902

Abstract

Symphylid merupakan salah satu hama perusak akar pada tanaman nanas. Salah satu alternatif pengendalian hama yang terus dikembangkan yaitu dengan menggunakan jamur entomopatogen yaitu Beauveriabassiana. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah jamur entomopatogen B. bassiana yang diaplikasikan mampu menginfeksi symphylid yang hidup pada tanah tanpa bahan organik maupun berbahan organik. Penelitan ini dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Januari-April 2015. Penelitian ini terdiri dari dua set percobaan, yaitu aplikasi B.Bassianaterhadap symphylid dengan metode residu pakan dan residu pada media hidup symphylid. Masing-masing percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 10 ulangan. Seluruh data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam dan di lanjutkan dengan pengujian BNT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya mortalitas symphylid. Namun, mortalitas symphylid pada perlakuan aplikasi B. bassiana, baik perlakuan dimana symphylid hidup pada tanah yang berbahan organik maupun tanpa bahan organik sangat rendah. Mortalitas symphylid tertinggi pada kedua set percobaan terdapat dalam perlakuan aplikasi B. bassiana terhadap symphylid yang hidup pada tanah berbahan organik yaitu sebesar 10% dan6%. Dengan demikian hasil penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa B. bassiana secara nyata mampu menginfeksi symphylid.
FITOTOKSISITAS DAN EFIKASI HERBISIDA AMINOSIKLOPILAKLOR DAN KOMBINASINYA DENGAN GLIFOSAT TERHADAP GULMA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) BELUM MENGHASILKAN Darso Waluyo; Nanik Sriyani; Rusdi Evizal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.828 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat fitotoksisitas herbisida aminosiklopilaklor dan kombinasi aminosiklopilaklor dengan glifosat, dan triklopir dengan aminopiralid terhadap tanaman kelapa sawit belum menghasilkan, dan untuk mengetahui efikasi aminosiklopilaklor dan kombinasi aminosiklopilaklor dengan glifosat, dan triklopir dengan aminopiralid terhadap pengendalian gulma pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) aplikasi herbisida aminosiklopilaklor tunggal dosis 50 dan 100 g/ha, kombinasi aminosiklopilaklor + glifosat dosis 25+720 g/ha dan 50+720 g/ha, dan triklopir + aminopiralid 216+384 g/ha pada perkebunan kelapa sawit tidak meracuni dan tidak mempengaruhi tinggi tanaman kelapa sawit belum menghasilkan; (2) aplikasi herbisida aminosiklopilaklor 100 g/ha dan kombinasi aminosiklopilaklor + glifosat dosis 25+720 g/ha mampu mengendalikan gulma total hingga 4 minggu setelah aplikasi; (3) aplikasi herbisida aminosiklopilaklor 50 dan 100 g/ha mampu mengendalikan gulma daun lebar hingga 12 minggu setelah aplikasi, tetapi semua perlakuan herbisida tidak mampu mengendalikan gulma rumput dan ; (4) aplikasi herbisida aminosiklopilaklor 50 dan 100 g/ha mampu mengendalikan gulma dominan Richardia brasiliensis hingga 8 minggu setelah aplikasi, tetapi tidak mampu mengendalikan gulma dominan Dactyloctenium aegyptium.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) RATOON I TERHADAP APLIKASI BAHAN ORGANIK TANAMAN SORGUM PERTAMA Novri Novri; Muhammad Kamal; Sunyoto Sunyoto; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.375 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bahan organik yang diaplikasikan pada tanaman sorgum pertama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum ratoon I, pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum ratoon I yang terbaik pada tiga varietas yang dicoba, dan mengetahui pengaruh interaksi antara dosis bahan organik yang diaplikasikan pada tanaman sorgum pertama dengan tiga varietas yang dicoba terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum ratoon I. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2013. Perlakuan disusun secara faktorial dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan. Petak percobaanyang digunakan pada penelitian ini berukuran 4m x 4 m. Tiap satu satuan percobaan seluas 16 m dengan jarak tanam 80x20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; Perlakuan dosis bahan organik 15 ton/ha menghasilkan bobot biji/malai sorgum ratoon I tertinggi yaitu 45,64 g/tanaman atau setara 285,25 g/m2 2; Varietas Numbu menunjukkan hasil bobot biji/ malai sorgum ratoon I tertinggi yaitu 55,37 g/tanaman atau setara 346,06 g/m sedangkan, varietas Wray menghasilkan bobot brangkasan basah tertinggi, yaitu 0,54 kg/tanaman atau setara 3,37 kg/m2 2 ; dan Kombinasi antara dosis bahan organik dan varietas sorgum yang tepat untuk menghasilkan bobot brangkasan basah tertinggi adalah dosis bahan organik 5 ton/ha dengan varietas Wray yaitu 0,54 kg/tanaman atau setara 3,37 g/m2.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANONITROFOS DENGAN PUPUK KIMIA PADA TANAMAN CABAI RAWIT KATHUR (Capsicum frutescens) DI TANAH ULTISOL Bella Christine; Jamalam Lumbanraja; Dermiyati Dermiyati; Sutopo Ghani Nugroho
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.181 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2106

Abstract

Pupuk Organonitrofos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari hasil dekomposisi campuran kotoran sapi segar dan batuan fosfat alam yang baru dikembangkan di Provinsi Lampung. Penelitan ini bertujuan untuk mempelajari uji efektivitas dan pengaruh pupuk Organonitrofos dan kombinasinya dengan pupuk kimia terhadap pertumbuhan, serapan hara dan produksi tanaman cabai rawit kathur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2012 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Lampung. Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 ulangan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan adalah A=tanpa pemupukan, B=1.000 kg urea ha-1, 400 kg SP36 ha-1, 300 kg KCl ha-1, C=800 kg urea ha-1, 300 kg SP36 ha-1, 300 kg KCl ha-1, 500 kg Organonitrofos ha-1, D=600 kg urea ha-1, 200 kg SP36 ha-1, 200 kg KCl ha-1, 1.000 kg Organonitrofos ha-1, E=400 kg urea ha-1, 100 kg SP36 ha-1, 100 kg KCl ha-1, 2.000 kg Organonitrofos ha-1, F=5.000 kg Organonitrofos ha-1. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet, aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Perlakuan pupuk kombinasi E (400 kg urea ha-1 , 100 kg SP36 ha-1 , 100 kg KCl ha-1 , 2.000 kg Organonitrofos ha-1) dan pupuk Organonitrofos tunggal dengan dosis 5.000 kg ha-1 efektif terhadap produksi secara RAE masing-masing sebesar 47 dan 176%, serta perlakuan pupuk Organonitrofos tunggal menunjukkan yang paling ekonomis (2) Kombinasi pupuk Organonitrofos dan pupuk kimia dengan dosis 400 kg urea ha-1, 100 kg SP36 ha-1, 100 kg KCl ha-1, 2.000 kg Organonitrofos ha-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan serapan hara NPK, sedangkan produksi terbaik terdapat pada perlakuan pupuk Organonitrofos tunggal dengan dosis 5.000 kg ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN DUA JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN SEEDLING MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Mawadah Warohmah; Agus Karyanto; Rugayah Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.728 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2527

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman buah asli tropis yang memiliki laju pertumbuhan pada saat pembibitan yaitu pada umur < 2 tahun sangat lambat. Hal ini disebabkan sistem perakarannya terbatas, sehingga penyerapan air dan unsur hara rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan bibit manggis yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kecambah yang menghasilkan pertumbuhan terbaik terhadap pertumbuhan seedling manggis, pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan seedling manggis, dan pengaruh pemberian ekstrak kecambah pada masing-masing pemberian ekstrak daun kelor dalam mempengaruhi pertumbuhanseedling manggis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016 - Januari 2017 di rumah kaca gedung Hortikultura Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor (3 x 2). Faktor pertama: taraf konsentrasi ekstrak kecambah (K) yang terdiri: 0 g l -1 (k 0 ), 100 g l -1 (k 1 ), dan 200 g l -1 (k 2 ). Faktor kedua adalah ekstrak daun kelor (D) tanpa ekstrak daun kelor 0 g l -1 (d 0 )dan ekstrak daun kelor 100 g l -1 atau 20% (d 1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah 0 g l -1 ,100 g l -1 dan 200 g l -1 dan ekstrak daun kelor 0 g l -1 dan 100 g l -1 tidak berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan pertumbuhan seedling manggis. Walaupun tidak berbeda nyata, kombinasi perlakuan ekstrak kecambah 100 g l -1 dan ekstrak daun kelor 100 g l -1 berpotensi memiliki pertumbuhan lebih baik yang dapat dilihat dari penambahan jumlah daun dengan rata- rata 1,78 dan jumlah akar sekunder dengan rata-rata 21 helai.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP SISTEM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) Sandi Suseno; Muhammad Kamal; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.926 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1934

Abstract

Pengembangan jagung secara monokultur menghadapi kendala kompetisi penggunaan lahan dengan tanaman pangan lainnya. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan sistem tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada sistem tumpangsari dengan ubikayu dan sistem monokultur dan untuk mengetahui pengaruh varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang ditumpangsarikan dengan tanaman ubikayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Badan Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Natar, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan November 2012 sampai dengan Maret 2013. Perlakuan disusun secara faktorial dengan petak terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan . Petak utama adalah pola pertanaman, yaitu monokultur dan tumpangsari, Anak petak adalah varietas tanaman jagung yang terdiri dari lima varietas yaitu P27, DK77, DK85, DK95, NK22. Petak percobaan yang digunakan pada penelitian ini berukuran 4 x 3,2 m. Data di analisis dengan ANOVA. Perbedaan nilai tengah perlakuan ditentukan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan Respons pertumbuhan dan hasil tanaman jagung terhadap sistem tumpangsari dengan ubikayu tidak tergantung pada varietas jagung. Pertumbuhan jagung pada sistem tumpangsari dan monokultur juga relatif sama. Pada sistem monokultur bobot biji kering per tanaman 15% lebih tinggi dari pada sistem tumpangsari. Antar - varietas, NK22 memiliki bobot biji kering per tanaman tertinggi, yaitu masing masing 4,7% ; 8,8% ; 10,2% , dan 11,1% lebih tinggi dibandingkan dengan DK77, DK95, P27 dan DK85.

Page 7 of 82 | Total Record : 811


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue