cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DARI EKSTRAK LIDAH BUAYA TERHADAP KEBERHASILAH PENYETEKAN JAMBU AIR (Syzygium aqueum Burm.f. Alston) VARIETAS CITRA DAN MADU DELI Ariyanto; Widyastuti, RA Diana; Agus Muhammad Hariri; Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11485

Abstract

Varietas jambu air yang populer di Indonesia diantaranya Citra dan Madu Deli karena memiliki citarasa manis dan warna memikat. Salah satu metode perbanyakan jambu air untuk mendapatkan bibit unggul dan berkualitas adalah melalui penyetekan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi zpt dari ekstrak lidah buaya terbaik dan jenis varietas jambu air untuk keberhasilan penyetekan jambu air, serta interaksi konsentrasi ekstrak lidah buaya dengan jenis varietas terhadap keberhasilan penyetekan jambu air. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Juni 2024 di RK Laboratorium Lapangan Terpadu, Universitas Lampung. Penelitian ini memakai RAK perlakuan faktorial (2x4).  Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak lidah buaya 0% (K0), 25% (K1), 50% (K2), dan 75% (K3). Faktor kedua adalah varietas jambu air yang terdiri dari 2 varietas, yaitu Citra (P1) dan Madu Deli (P2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sekaligus sebagai kelompok. Homogenitas ragam menggunakan Uji Bartlett dan aditivitas dengan Uji Tukey. Data yang sudah homogen dan aditif selanjutnya dilakukan analisis ragam (Anara) dan dilakukan Uji Kontras dan Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak lidah buaya dapat meningkatkan pada semua variabel pengamatan, jenis varietas jambu air tidak menunjukan perbedaan pada semua variabel pengamatan, serta terdapat interaksi antara konsentrasi ekstrak lidah buaya dengan varietas pada panjang akar dan luas sebaran permukaan akar.
PENGARUH APLIKASI Trichoderma sp DAN PUPUK MAJEMUK UNTUK MENEKAN PENYAKIT HAWAR DAUN DAN MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L) Ratih, Suskandini; Hendarto, Kus; Suharjo, Radix; Admaja, Gede Kusuma
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.9853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. dan pupuk majemuk terhadap penyakit hawar daun dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L). Penelitian ini dilaksanakan dilaksanakan di laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah Trichoderma sp. yang terdiri dari 2 level yaitu tanpa Trichoderma sp (T0) dan dengan menggunakan Trichoderma sp. 20 g (T1). Faktor kedua dengan menggunkan pupuk majemuk yang terdiri dari 0 g (T0), 30 g (T1), 60 g (T2), dan 90 g (T3). Variabel yang diamati adalah keterjadian penyakit, keparahan penyakit, panjang tanaman, jumlah bunga betina, jumlah bungan jantan, diameter buah melon, dan bobot buah melon. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan selanjutnya diuji dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian bahwa Trichoderma sp. 20 g dapat menekan keparahan penyakit dan dapat meningkatkan bobot buah melon. Tidak ada interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk terhadap panjang tanaman, keterjadian penyakit, jumlah bunga betina, jumlah bunga jantan dan diameter buah melon. Perlakuan pupuk majemuk 90 g dapat meningkatkan jumlah bunga betina dan meningkatkan bobot buah tanaman melon. Kemudian pada perlakuan pupuk majemuk 30 g dapat meningkatkan bobot buah tanaman melon. Terdapat interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk 0 g yang dapat menekan keparahan penyakit tanaman melon. Kemudian Terdapat interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk 90 g yang mampu meningkatkan bobot buah tanaman melon.
PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM (NH4+), N, C TERPANEN, DAN PRODUKSI JAGUNG AKIBAT PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK KANDANG AYAM DI TANAH ULTISOL PADA MUSIM TANAM KE-3 Indra, Indra Riswanto; Jamalam Lumbanraja; Supriatin; Abdul Kadir Salam; Arif, M.A Syamsul; Dedi Prasetyo; Septiana, Liska
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11396

Abstract

Kandungan nutrisi di tanah Ultisol yang sedikit dapat membuat tanah tidak subur sehingga mengakibatkan menurunnya produksitanaman jagung. Usaha yang bisa digunakan sebagai cara meningkatkan nutrisi tanah Ultisol yaitu dengan menambahkan biochar dan pupuk kandang ayam. Penelitian yang dilaksanakan ditujukan guna mempelajari efek penggunaan biochar serta pupuk kandang ayam pada pertukaran amonium (NH4+), N, C terpanen, dan produksi tanaman. Penelitian yang dijalankan memakai RAK non faktorial menggunakan 4 ulangan serta 4 pengaplikasian yaitu, PPD= Pupuk dasar, PPD + BCR= Pupuk dasar + Biochar dengan takaran 5 Mg ha-1, PPD + PKA= Pupuk dasar + Pupuk kandang ayam dengan takaran 5 Mg ha-1, dan PPD + BCR + PKA= Pupuk dasar + Biochar + Pupuk kandang ayam dengan takaran 5 Mg ha-1. Data dianalisis ragam serta dilanjutkan menggunakan uji BNT 5%, dilanjutkan dengan uji student-t. Selain itu, dilakukan uji korelasi untuk mengetahui korelasi antara PBCNH4+, CRNH40, ΔNH40, KG, dan KTK tanah dengan N dan C terpanen serta produksi jagung. Hasil menunjukan bahwa perlakuan biochar dan pupuk kandang ayam mengalami peningkatan daya sangga tanah (PBCNH4+). Produksi jagung pada pengaplikasian pupuk kandang ayam nyata lebih tinggi daripada perlakuan lain. Nitrogen dan carbon terpanen tanaman pada pengaplikasian biochar dengan pupuk kandang ayam nyata lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Terdapat hubungan positif antara KTK dengan C terpanen serta produksi tanaman. Tidak terdapat hubungan PBCNH4+, CRNH40, ΔNH40, dan KG dengan N dan C terpanen, serta produksi tanaman.
PENGARUH APLIKASI CENDAWAN SELULOLITIK TERHADAP LAJU DEKOMPOSISI CAMPURAN SERASAH DAN BLOTONG TEBU (Saccharum officinarum L.) Isnaini, Suci Husna; Sri Yusnaini, Sri Yusnaini; Dirmawati, Suskandini Ratih; Sumardi, Sumardi
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11401

Abstract

Pengembalian limbah dari perkebunan berupa serasah dan limbah pabrik berupa blotong tebu ke lahan menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah sebagai sumber bahan organik. Pengembalian limbah ke lahan sebagai sumber bahan organik membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga perlu dilakukan pengomposan. Pengomposan serasah dan blotong tebu membutuhkan waktu yang lama karena kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin dalam serasah tebu begitu tinggi sehingga sulit terurai. Penambahan cendawan selulolitik digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi karena kemampuannya dalam menghasilkan enzim pemecah substrat karbohidrat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cendawan selulolitik terhadap laju dekomposisi, mendapatkan satu perlakuan terbaik, dan mengetahui korelasi rasio C/N, sisa bobot, suhu, pH, dan kadar air dengan konstanta kecepatan dekomposisi. Perlakuan yang diujikan yakni (K1) kontrol, (K2) pemberian cendawan Cunninghamella sp., (K3) pemberian cendawan Trichoderma sp., dan (K4) pemberian kombinasi kedua cendawan tersebut. Percobaan perlakuan dilakukan sebanyak 4 ulangan, dan 3 kali pengamatan yang dilakukan setiap 3 pekan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cendawan selulolitik mempercepat penurunan rasio C/N dan sisa BKO pada kompos serasah dan blotong tebu, laju dekomposisi terjadi lebih cepat pada 3 pekan pertama, dan terjadi korelasi negatif antara rasio C/N, sisa BKO dan suhu dengan konstanta laju dekomposisi (k) serta terdapat korelasi positif antara pH dan kadar air dengan konstanta laju dekomposisi (k). Perlakuan terbaik terdapat pada penambahan kombinasi cendawan Cunninghamella sp., dan Trichoderma sp.
PEMACUAN PEMBUNGAAN TANAMAN SPATIFILUM (Spathiphyllum wallisii Regel) DENGAN PEMBERIAN ZPT BENZILADENIN (BA) DAN EKSTRAK BAWANG MERAH Arlina Theresa Manurung; Karyanto, Agus; Suskandini Ratih; Rugayah, Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11427

Abstract

Spatifilum (Spathiphyllum walliisii Regel) yaitu tanaman hias yang mempunyai ciri-ciri bunga dengan warna putih kontras dan daun hijau tua yang membuat tanaman terlihat elok sebagai penghias ruangan. . Maka, perlu dilakukan penelitian tanaman spatifilum dengan pemberian BA dan ekstrak bawang merah untuk memberikan penampilan yang lebih lebih baik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian BA, ekstrak bawang merah dan interaksi dari BA dan ekstrak bawang merah pada pembungaan tanaman spatifilum. Pelaksanaan penelitian ini yaitu di Rumah Kaca Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Oktober 2023 sampai Januari 2024. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan satu ulangan terdapat tiga pot, sebanyak 2 faktor dan tiga kelompok tanaman (3 x 2 x 3 x 3) sehingga total pot adalah 54 pot. Faktor pertama yaitu BA (0 pp dan 20 ppm) dan faktor kedua yaitu ekstrak bawang merah (0 gL-1, 100 gL-1, dan 200 gL-1) diaplikasikan sebanyak 4 kali. Data dianalisis dengan uji analisis ragam (F), jika signifikan kemudian dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi benziladenin 20 ppm dapat meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, mengurangi hama dan penyakit tanaman, mempercepat waktu mekar bunga, meningkatkan ketahanan bunga, meningkatkan panjang dan lebar mahkota bunga. Pemberian konsentrasi ekstrak bawang merah 100 gL-1 dan 200 gL-1 dapat meningkatkan kehijauan daun, mempercepat muncul anakan, menghasilkan jumlah bunga lebih banyak dibandingkan tanpa pemberian ekstrak bawang merah. Interaksi pada perlakuan benziladenin dan ekstrak bawang merah hanya terdapat pada variabel tingkat kehijauan daun.
KEINDAHAN TAMPILAN TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.) AKIBAT PEMBERIAN BENZILADENIN Rugayah, Rugayah; Pipit Anggraini; Rosma Hasibuan; Agus Karyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11458

Abstract

Sirih merah merupakan tanaman hias sekaligus sebagai tanaman obat yang termasuk ke dalam famili Piperaceae yang nilai keindahannya dapat dilihat dari warna daun yang menarik dan kerimbunan tanaman. Warna daun yang menarik memiliki permukaan bawah merah maroon pekat dan atas hijau bercorak perak. Untuk meningkatan keindahan tampilan tanaman sirih merah salah satunya dengan pemberian ZPT berupa benziladenin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian benziladenin dengan berbagai kosentrasi terhadap tampilan tanaman sirih merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Desember 2023 di Rumah Kaca Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tunggal terstruktur yang terdiri dari 6 taraf konsentrasi benziladenin yaitu : 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, dan 25 ppm. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali yang sekaligus berfungsi sebagai kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian benziladenin nyata meningkatkan jumlah tunas dan tingkat kehijauan daun secara linear. Pada variabel tinggi tunas, jumlah daun, panjang ruas, dan waktu muncul tunas pemberian benziladenin tidak menjukkan pengaruh yang nyata. Akan tetapi, pemberian benziladenin memiliki kecenderungan mampu memperbanyak jumlah daun, menekan tinggi tunas, dan memperpendek panjang ruas, terutama konsentrasi 25 ppm sehingga tampilan tanamannya menjadi lebih indah.
VIABILITY RESPONSE OF SOYBEAN SEEDS (Glycine max [L.] Merril) VARIETY DETAP-1 TO THE PROPORTION OF QUICKLIME DURING NINETEEN MONTHS OF STORAGE Simamora, Rovia Sanori Simamora; Ermawati, Ermawati; Niar Nurmauli; Suskandini Ratih D; Adawiah
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11475

Abstract

Soybean seed storage using quicklime aims to maintain the quality of soybean seeds during a long storage period until the soybean seeds are ready to plant. This study aims to determine the optimal proportion of lime in maintaining the highest seed viability after being stored for nineteen months. This study was conducted from May to November 2023 at the Seed and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung. This study used a single factor, namely the proportion of quicklime. The proportion of lime weight used in this study was 0.0% (P0); 7.5% (P1); 15.0% (P2); 22.5% (P3); and 30.0% (P4) per 100g of seeds with a storage container volume of three liter volume.  This study was arranged in a randomized block design (RAK) with five treatments and five replications to obtain 25 experimental units. The homogeneity test of variance was carried out using the Barlett test and the additivity of the data was tested using the Tukey test. The assumption of the analysis of variance was met, the separation of the mean value of the treatment used a polynomial comparison at the α level of 5%. The results of the study revealed that the addition of the proportion of quicklime increased the germination rate, strong normal sprouts, hypocotyl length, normal dry weight of sprouts, and decreased seed water content linearly, but the increase in germination power decreased with increasing proportion of lime. Seed viability after 17 and 19 months showed a relatively low seed germination power, which was 77.80% per 30 g of lime.
KOMBINASI APLIKASI PUPUK KIMIA DAN LIQUID ORGANIC BIOFERTILIZER (LOB) DALAM MENYEDIAKAN HARA Fe, Mn DAN Zn PADA TANAH SAWAH TRIMURJO, LAMPUNG TENGAH Ahmad Rizal Muhaimin; Novpriansyah, Hery; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11476

Abstract

Pupuk menjadi faktor penting dalam produksi padi. Pemberian pupuk kimia belum cukup memenuhi hara tanaman. Oleh karena itu, aplikasi Liquid Organic Biofertilizer (LOB) diberikan sebagai upaya untuk menambah kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kimia dan LOB terhadap ketersediaan unsur hara mikro, meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi, serta aplikasi LOB mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia. Penelitian dilakukan di Desa Pujoasri, Trimurjo, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Kombinasi perlakuan yang diterapkan adalah dosis pupuk. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan apabila berbeda nyata maka dilakukan uji Duncan pada taraf 5%. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kimia dan LOB tidak berpengaruh nyata terhadap ketersediaan unsur hara mikro Fe, Mn, dan Zn. kombinasi pupuk kimia dan LOB berpengaruh nyata terhadap pH tanah pada 100 HST di kedalaman 10-20 cm dan C-organik tanah pada 100 HST, jumlah anakan umur 5 HST, 20 HST, 35 HST serta 100 HST, bobot brangkasan padi, bobot gabah basah, berat kering 1000 butir dan bobot produksi padi. LOB berpengaruh dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan bobot produksi padi pada P3 (7,17 t ha-1) berbanding dengan kontrol P0 (2,42 t ha-1).
LAMA MASA PAJANG BUNGA POTONG SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) DALAM BERBAGAI LARUTAN PERENDAM Deka Delta Lita; Rugayah, Rugayah; Suskandini Ratih; Paul Benyamin Timotiwu
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11479

Abstract

Bunga potong sedap malam merupakan tanaman hias yang populer yang keindahannya dilihat dari kualitas bunga dan kesegaran bunga pada masa peragaan. Kesegaran bunga potong dipertahankan dengan pemberian larutan perendam baik larutan kimia maupun larutan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan perendam kimia dan larutan perendam organik dalam mempertahankan kesegaran bunga potong sedap malam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Februari-Maret 2024. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tunggal 5 jenis larutan perendam yang diulang 4 kali. Perlakuan tersebut adalah (air), (air + sukrosa 2% + 20 ppm + asam sitrat 2%), (air + sukrosa 2% + ekstrak kunyit 20%), (air + sukrosa 2% + ekstrak daun sirih 20%), dan (air + sukrosa 2% + ekstrak lidah buaya 30%). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett dan kemenambahan data diuji dengan Uji Tukey, kemudian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Orthogonal Kontras pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan perendam berpengaruh terhadap lama masa pajang bunga, tetapi tidak berpengaruh terhadap volume larutan terserap, skor kerusakan bunga, persentase kuntum bunga layu, persentase kuntum bunga mekar, dan persentase kuntum bunga rontok. Kesegaran bunga potong sedap malam yang terlama diperoleh pada perlakuan perendam kimia kombinasi air, sukrosa, asam sitrat, dan yang masa pajangnya mencapai 7.88 hari. Larutan perendam organik yang terbaik adalah larutan ekstrak daun sirih yang masa pajangnya mencapai 7.44 hari.
PENGARUH APLIKASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PUPUK PREMIUM TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS RATOON DI LAMPUNG TENGAH Intan Maharani Samsi; Dermiyati, Dermiyati; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Arif, M.A Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11484

Abstract

Respirasi tanah merupakan indikator kesuburan tanah. Pupuk premium yaitu pupuk campuran dari bahan organik dan bahan amelioran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kotoran sapi dan pupuk premium terhadap respirasi tanah pada pertanaman nanas ratoon. Penelitian dilakukan di PT Great Giant Pineapple, Lampung Tengah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = standar budidaya nanas, P2 = kompos kotoran sapi 100% (50 ton ha-1), P3 = pupuk premium A (kompos kotoran sapi 77,6% + batubara muda 9,8% + zeolit 9,8% + liquid organic biofertilizer 1,8% + vermikompos 1%), P4 = pupuk premium B (kompos kotoran sapi 72,7% + batubara muda 14,7% + zeolit 9,8% + liquid organic biofertilizer 1,8% + vermikompos 1%). Data yang didapatkan diuji menggunakan analisis ragam pada taraf 5% yang sudah diuji homogenitas ragam menggunakan Uji Bartlett dan additivitasnya menggunakan Uji Tukey. Kemudian data diuji lanjut menggunakan Uji Ortogonal Kontras. Uji Korelasi digunakan untuk melihat hubungan antara variabel pendukung dengan variabel utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa respirasi tanah pada pengamatan 19 BST perlakuan kompos kotoran sapi (P2), pupuk premium A (P3), pupuk premium B (P4) secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan standar budidaya nanas (P1), dan respirasi tanah pada perlakuan pupuk premium B (P4) secara nyata lebih tinggi dibandingkan pupuk premium A (P3). Terdapat korelasi positif antara biomassa C-mik tanah dengan respirasi tanah pada pengamatan 19 BST.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue