cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
UTILIZATION OF ARDUINO MICROCONTROLLER FOR PRECISE WATER SUPPLY MANAGEMENT TO ENHANCE WATER SPINACH (Ipomoea reptans Poir) GROWTH Sanjaya, Purba; Widyastuti, R.A Diana; Manik, Tumiar Katarina; Pusvika, Niluh D.
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9620

Abstract

In Indonesia, agricultural practices remain largely dependent on traditional methods, particularly in plant care and irrigation management. Such reliance often results in inefficient water use and inconsistent crop yields, underscoring the urgent need for technological innovation in precision agriculture. The integration of affordable microcontroller-based systems offers a practical solution for smallholder farmers to enhance crop productivity and resource efficiency. This study investigates the application of an Arduino UNO microcontroller integrated with a soil moisture sensor for the cultivation of water spinach (Ipomoea reptans Poir) under controlled irrigation conditions. Four soil moisture ranges were tested: 80–100%, 60–80%, 40–60%, and 20–40% of field capacity. The research objectives were to: (i) optimize the operation of the Arduino microcontroller for automated irrigation, (ii) evaluate the effects of different soil moisture levels on water spinach growth, and (iii) determine the optimal moisture range for maximizing growth and yield. The results demonstrate that the Arduino-based system reliably regulated soil moisture according to programmed parameters, enabling precise, automated irrigation aligned with crop water requirements. Growth performance varied significantly across treatments, with plants maintained at 80–100% of field capacity showing the highest growth rate and yield. Notably, water spinach cultivated at 40–60% of field capacity still produced marketable crops, indicating potential water-saving benefits. This research highlights the contribution of low-cost microcontroller technology in advancing precision agriculture for leafy vegetables. It provides practical insights for sustainable irrigation management, offering farmers a feasible pathway to improve productivity while conserving water resources.
INCREASING NITROGEN EFFICIENCY WITH MODIFIED UREA-HUMIC ACID- BIOCHAR (UAB) AND THEIR EFFECTS ON THE GROWTH OF CORN. Rahmi, Eka Rahmi; Mariana, Mariana Mariana; Muliana, Muliana Muliana
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9787

Abstract

Nitrogen is the element most needed by plants but has a low utilization efficiency by plants. The problem of low fertilizer efficiency can be overcome by controlling the solubility of the fertilizer, so that nutrients can be released slowly. The purpose of this research is to modify the physical mixture of urea fertilizer by using biochar and humic acid (UBA) so as to reduce the solubility of Nitrogen. Then study the nitrogen release pattern (ammonium and nitrate) of UBA. Another objective was to study the uptake of N nutrients from UBA fertilizer on corn plant growth. This research consists of several stages, namely the modification stage of the urea mixture with biochar and humic acid. Incubation of soil for 12 weeks, then application of UBA fertilizer on corn plants. The results showed that the release pattern of ammonium ions decreased by 28% with increasing incubation time. U3 and U4 treatments using Polyvinyl Alcohol (PVA) coatings were able to reduce the release of total nitrogen in the form of N-ammonium (N-NH4+) and N-nitrate (N-NO3-) and release it more slowly to become still available until the end of the incubation period compared to the urea control. Maize plant height growth due to the application of UBA fertilizer without coating gave a positive effect on the growth of plant height and leaf width.  The highest growth and best leaf width were shown by UBA U2 fertilizer treatment (5% humate without filer/coating). The UBA fertilizer formulation using PVA coating is less suitable for the N needs of corn plants because the amount of N released by the fertilizer does not match the amount of N needed by corn plants during their growth period.
EFEKTIFITAS FRAKSI METANOL BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora spp.)PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Ramadhani, Fathia; Efri, Efri; Dirmawati, Suskandini Ratih; Prasetyo, Joko
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9851

Abstract

Penyakit bulai merupakan salah satu kendala utama pada tanaman jagung di Indonesia.  Pengendalian alternatif penyakit dikembangkan dengan penggunaan fungisida nabati.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan fraksi metanol ekstrak tanaman tunggalmaupun kombinasi dalam mengurangi penyakit bulai pada tanaman jagung.  Penelitian dilaksanakan di halaman Gdan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Februari - Maret.  Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan.  Perlakuan terdiri atas ekstrak daun sirih, daun mimba, dan daun kelor.  Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan perbedaan nilai tengah antar perlakuan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol ekstrak tanaman tunggal maupun kombinasi efektif menekan intensitas penyakit bulai, dan tidak ada perbedaan keefektifan terhadap ekstrak tanaman tersebut.
IMPLEMENTASI KONSEP PERTANIAN ORGANIK PADA PERANCANGAN LANSKAP PENGEMBANGAN TAMAN WISATA WONGSOTIRTO AGRO PARK DI TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN Rani, Winda Haditya; Widagdo, Setyo; Sudiono, Sudiono; Hendarto, Kus
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9875

Abstract

Taman Wisata Wongsotirto Agro Park adalah destinasi wisata yang dikembangkan dengan konsep pertanian organik.  Secara umum, pertanian organik menggunakan prinsip-prinsip kesehatan, ekologi, dan perlindungan terhadap sumber daya alam yang telah disediakan untuk kebutuhan hidup manusia.  Konsep pertanian organik pada Taman Wisata Wongsotirto Agro Park terimplementasi pada sistem yang berlangsung didalamnya meliputi pemilihan vegetasi, pengelolaan air, tanah, dan limbah yang segala kegiatannya bebas dari proses kimiawi sehingga dapat melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme. Konsep pertanian organik pada Taman Wisata Wongsotirto Agro Park terekspresi di dalam desain lanskap sebagai wahana-wahana edukasi, sirkulasi dan ruang yang menggunakan prinsip-prinsip agrowisata, dimana hal tersebut menekankan pada kegiatan industri wisata agar menarik konsumen untuk datang secara langsung ke tempat wisata, serta pelestarian flora dan fauna di lingkungan sekitarnya.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK Khusmayudi, Khusmayudi; Dirmawati, Suskandini Ratih; Hendarto, Kus; Nurdin, Muhammad
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9881

Abstract

Rendahnya produksi bawang merah di Indonesia disebabkan salah satunya oleh penyakit moler (Fusarium oxysporum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang terhadap intensitas penyakit moler, mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang terhadap produksi bawang merah, dan mengetahui interaksi dari pupuk hayati dan pupuk kandang terhadap intensitas penyakit moler dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada November 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Delapan perlakuan tersebut adalah tanpa pupuk hayati dan tanpa pupuk kandang (P0K0), tanpa pupuk hayati+pupuk kandang ayam (P0K1), tanpa pupuk hayati+pupuk kandang kambing (P0K2), tanpa pupuk hayati+pupuk kandang sapi(P0K3), pupuk hayati 10 ml/l+tanpa pupuk kandang (P1K0), pupuk hayati 10 ml/l+pupuk kandang ayam (P1K1), pupuk hayati 10 ml/l+pupuk kandang kambing (P1K2), dan pupuk hayati 10 ml/l+pupuk kandang sapi (P1K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang mampu menekan intensitas penyakit moler dengan P1K2 36% pada 4 MST dan 5,3% pada 6 MST pada keterjadian penyakit sedangkan pada keparahan penyakit P1K2 7,2% pada 4 MST dan 1,1% pada 6 MST. Pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata pada variabel bobot tanaman umbi basah dan kering angin. Hal tersebut diduga karena tanaman tidak maksimal menyerap unsur hara dan tidak ada pemberian pupuk kimia.
PENGARUH PERLAKUAN PINCHING DAN MATERI PEMECAH DORMANSI (KNO3 Dan BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ Widyastuti, RA Diana; Utomo, Setyo Dwi; Pangaribuan, Darwin H; Sanjaya, Purba; Agustin, Widia
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9932

Abstract

Perbaikan keragaan bibit tanaman jambu biji Kristal dapat diperbaiki dengan aplikasi pinching dan pemberian materi pemecah dormansi (KNO3 dan BAP). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh pinching terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(2)Mengetahui pengaruh perlakuan KNO3 dan BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(3)Mengetahui interaksi antara pinching dan materi pemecah dormansi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Maret 2021 hingga Juli 2021.  Perlakuan disusun secara faktorial (2x3) dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak 4 kali.  Faktor pertama (P) pinching yang terdiri atas dua taraf , (P1) dengan pinching dan (P2) tanpa pinching.  Faktor kedua Materi Pemecah Dormansi (MPD) (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu (M1) tanpa zat pemecah dormansi, (M2) MPD KNO3, dan  (M3) MPD BAP.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih banyak dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 0,31.  Panjang tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 3,22 cm. (2)Jumlah cabang dipengaruhi oleh BAP lebih banyak dibandingkan dengan tanpa materi pemecah dormansi dengan selisih 0,28 cabang. (3)Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching dan materi pemecah dormansi BAP.  Jumlah tunas baru terbanyak ditunjukkan oleh perlakuan pinching + BAP dengan jumlah 5,41, sedangkan kontrol 4,67 (selisih 0,74).
PENGARUH APLIKASI KONSORSIUM ISOLAT BAKTERI TERPILIH DAN JENIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum) Dermiyati, Dermiyati; Nasution, Muhammad Fajar Ismail; Hendarto, Kus; Arif, Mas Ahmad Syamsul
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9935

Abstract

Low production of red chili (Capsicum annuum L.) remains a major constraint in meeting market demand and is frequently attributed to suboptimal soil fertility. Enhancing soil fertility through appropriate fertilization strategies, including both chemical and organic inputs, is therefore critical to improving crop yield. In addition, microbial consortia with plant growth-promoting potential are increasingly explored as biofertilizer alternatives to support sustainable agriculture. This study investigated the effects of selected bacterial isolate consortia, types of fertilizers, and their interactions on the growth and production of red chili plants. A 4 × 3 factorial Randomized Group Design with three replications was employed. The first factor was the bacterial consortium: no consortium (K0), consortium from pineapple rhizosphere (PR) (K1), consortium from Empty Fruit Bunches (EFB) (K2), and a combination of PR + EFB (K3). The second factor was fertilizer type: chemical fertilizer (P1), sterile organonitrophos fertilizer (P2), and non-sterile organonitrophos fertilizer (P3). The results indicated that the application of bacterial isolate consortia did not significantly influence red chili growth or production. However, sterile organonitrophos fertilizer enhanced chili production, while non-sterile organonitrophos fertilizer produced the best outcomes for plant growth and soil organic-C content. No significant interaction was observed between bacterial consortia and fertilizer type for any measured parameter. These findings underscore the greater role of organic-based fertilizers, particularly non-sterile organonitrophos, in improving soil quality and crop performance, thereby offering a sustainable alternative to chemical fertilization for red chili cultivation.
PENGARUH APLIKASI TIGA JENIS BIOCHAR DAN PUPUK FOSFOR TERHADAP KEBERADAAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI LTPD UNILA Sholihah, Fairuz Nabila; Yusnaini, Sri; Rini, Maria Viva; Arif, M. A. Syamsul
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.10644

Abstract

Fungi Mikoriza Arbuskular (MA) merupakan salah satu fungi yang melakukan simbiosis mutualisme dengan akar tanaman dan memberikan beberapa manfaat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar terhadap keberadaan fungi MA, mengetahui pengaruh pemberian pupuk fosfor terhadap keberadaan fungi MA pada pertanaman jagung, serta mengetahui interaksi antara jenis biochar dengan dosis pupuk fosfor terhadap keberadaan fungi MA pada pertanaman jagung.  Penelitian ini dilaksanakan pada Maret hingga Oktober 2022 di Laboratorium Lapang Terpadu (LTPD) dan Laboratorium Produksi Perkebunan dan Mikoriza Fakultas Pertanian Universitas Lampung.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor.  Faktor pertama biochar (B) terdiri dari tanpa biochar (B0), biochar sekam padi (B1), biochar tongkol jagung (B2), dan biochar batang singkong (B3), faktor kedua pupuk fosfor (P) terdiri dari tanpa pupuk fosfor 0 kg P2O5 ha-1 (P0) dan dengan pupuk fosfor 100 kg P2O5 ha-1 (P1).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tidak berpengaruh nyata terhadap populasi fungi MA maupun persen kolonisasi akar oleh fungi MA.  Pemberian pupuk fosfor tidak berpengaruh nyata terhadap populasi fungi MA maupun persen kolonisasi akar oleh fungi MA.  Terdapat interaksi antara kedua perlakuan terhadap bobot brangkasan kering panen, bobot biji kering, dan populasi fungi MA.  Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi biochar sekam padi tanpa pupuk fosfor meningkatkan populasi fungi MA paling tinggi dibandingkan interaksi lainnya.
PENGARUH GULUDAN DAN PEMUPUKAN TERHADAP KEHILANGAN HARA DAN C-ORGANIK AKIBAT EROSI PADA PERTANAMAN SINGKONG (MANIHOT ESCULANTA CRANTZ) TAHUN KEDELAPAN Janata, Muhammad Frayoga; Banuwa, Irwan Sukri; Aini, Septi Nurul; Afandi, Afandi; Afrianti, Nur Afni
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.10647

Abstract

Singkong varietas gajah (Manihot esculanta Crantz) merupakah ialah satu varietas dari banyaknya umbi singkong yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Upaya konservasi tanah dilaksanakan dengan cara penggunaan guludan dan pengaplikasian pupuk guna menghambat erosi dan lajunya aliran permukaan dengan harapan mampu meminimalisir hilangnya unsur hara pada tanah. Penelitian ini bertujuan guna melihat dampak penggunaan guludan dan pengaplikasian pupuk dalam hilangnya unsur hara dan C-organik yang disebabkan oleh erosi. Penelitian dijalankan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung sejak bulan Februari sampai November  2022. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu penggunaan guludan dan pemupukan yang dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian memperlihatkan jika penggunaan guludan memotong lereng (G2) mempunyai hasil yang lebih baik dalam meminimalisir kehilangan hara dan C-organik akibat terjadinya erosi dibanding dengan penggunaan guludan mengikuti arah lereng (G1). Perlakuan pemberian  pupuk (P1) memberikan hasil yang lebih baik dalam menghambat kehilangan hara dan C-organik dibanding dengan tanpa pemberian pupuk (P0) akibat erosi. Hubungan antara penggunaan guludan dan pemupukan memiliki nilai tidak berpengaruh nyata pada setiap variabel yang diamati.
STUDI VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max [L.] Merril) PADA BERBAGAI PROPORSI KAPUR TOHOR DALAM DUA UKURAN WADAH SELAMA PENYIMPANAN 17 BULAN Ermawati, Ermawati; Agustiyansyah, Agustiyansyah; Pramono, Eko; Oktavia, Rahma
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.10650

Abstract

Tujuan penelitian guna menentukan ukuran wadah yang tepat dan kadar kapur tohor yang ideal agar dapat menjaga viabilitas tetap tinggi selama penyimpanan 17 bulan.  Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman ialah lokasi penelitian beserta waktunya di Januari-Juli 2023. Metodologi penelitian ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada setiap kelompok perlakuan terdapat dua faktor (5x2) disertai pengulangan 3 kali di tiap kelompok. Faktor I ialah proporsi bobot kapur tohor (K) yang mencakup: 0,0% (k0); 7,5% (k1); 15,0% (k2); 22,5% (k3); 30,0% (k4). Faktor II ialah volume wadah simpan (W) yang mencakup; wadah simpan ukuran 3 l (w1) beserta wadah simpan ukuran 5 l (w2). Variabel pengamatan meliputi daya berkecambah, kecepatan pekecambahan, kecambah normal kuat, panjang hipokotil, bobot kering kecambah normal, kadar air beserta daya hantar listrik. Homogenitas ragam perlakuan diuji melalui uji Bartlett, aditivitas data diuji melalui uji Tukey, ketika asumsinya terpenuhi dilakukan pemisahan nilai tengah perlakuan, disambung perbandingan ortogonal di taraf α 5%. Penggunaan wadah simpan 5 l menghasilkan panjang hipokotil (13,84 cm) lebih besar daripada wadah simpan 3 l. Penggunaan proporsi kapur tohor 0 sampai 30% mempertahankan daya berkecambah, kecepatan perkecambahan, panjang hipokotil, dan kecambah normal kuat tetap tinggi, tetapi bobot kering kecambah normal semakin rendah selama penyimpanan 13, 15, dan 17 bulan secara linear. Disarankan untuk melanjutkan penelitian dengan menggunakan proporsi kapur tohor yang berbeda, dan waktu simpan yang lebih lama, serta dilakukan pengujian viabilitas benih di lapang.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue