cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 16 Documents clear
ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI PENGEMUDI BECAK SEBAGAI PELAKU PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto; Wiyatasari, Reny; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.388 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v%vi%i.17205

Abstract

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dengan kekayaan budayanya. Pariwisata dikembangkan secara meneyeluruh dengan berbasis pada budaya. Artinya pengembangan pariwisata yang tetap didasarkan pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Becak sebagai alat transportasi tradisional merupakan salah satu icon pariwisata di Yogyakarta. Desain becak dengan pengemudinya turut serta menentukan perkembangan pariwisata di Yogyakarta. Salah satu hal terpenting adalah etika berkomunikasi dengan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Etika komunikasi harus dikedepankan karena menentukan makna pariwisata secara keseluruhan. Komunikasi yang mengedepankan etika akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai sehingga para wisatawan merasa ingin berlama-lama berwisata di Yogyakarta. Harapan ke depannya adalah wisatawan yang datang ke Yogyakarta akan meningkat dari tahun ke tahun.Kata kunci : etika, komukasi, pengemudi becak, icon pariwisata, budaya, pariwisataYogyakarta is a tourism city with riches culture.Tourism developed thoroughly withbased on culture.It means the development of tourism continue to be based on culture value ofYogyakarta.Pedicabs as a traditional transportation is one of tourism icon in Yogyakarta.Design of pedicabs with the driver also as well as to determine improving tourism inYogyakarta. One of the things it is all about ethics communicate with tourists both domestic andforeign.Ethics communication should be put forward because determine the meaning oftourism as a whole. Communication that puts forward standard ethics going to create a moodthat safe comfortable and peaceful so that the tourists felt like linger traveled in Yogyakarta.Hope in the future is tourists who come to Yogyakarta will increase from year to year.Keywords : Ethics, communication, the pedicab driver, a tourism icon, culture, tourism
PELATIHAN CHANOYU UPACARA MINUM TEH JEPANG UNTUK MENGGALI NILAI-NILAI BUDAYA SERTA MANFAAT YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA Rahmah, Yuliani; Widisuseno, Iriyanto; Wiyatasary, Reny; Mulyadi, Budi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.931 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Chanoyu is one of the most famous Japanese culture. Chanoyu is a traditional Japanese tea ceremony to honor the guests. This tea ceremony began in Japan in the Edo period. The most of  Japanese learners knew that Chanoyu was just a tea ceremony which held to honor guests. They do not know about the culture values as well as the benefits and purposes of that tea ceremony.To know the cultural values, benefits and objectives of chanoyu ceremony, on October 14, 2017  Japanese Language Diploma Faculty of Humanities of Diponegoro University held a Community Service activity by inviting expert from The Japan Foundatioan Jakarta to practice and explain about the Chanoyu.The purpose of the Community Service devotion with the theme of chanoyu is that the Japanese language learners and the general public know more about the cultural values, benefits and objectives of the chanoyu ceremony.The result of this activity attains the knowledge of chanoyu which is not understood by Japanese language learners but by the public who interest of Japanese culture in general. With the knowledge of Chanoyu,we can understand about the philosophy in a cultural activity and the cultural values .
EFEKTIVITAS PELATIHAN ANALISIS WACANA KRITIS UNTUK TEKS MEDIA BAGI KOMUNITAS PERCIK SALATIGA Nurhayati, Nurhayati; Purwoko, Herujati; Hendrarti, I.M.; Chandra, Octiva Herry
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.365 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Paper ini bertujuan untuk menjelaskan efektifitas pelatihan penerapan ancangan analisis wacana kritis dalam menganalisis teks media yang ditujukan kepada kelompok lembaga independen Percik Salatiga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan metode ceramah dan kerja kelompok dalam penyampaian materi, pelatihan ini cukup efektif. Bahan pelatihan dikemas dalam bentuk power point untuk memudahkan peserta mencerapi konsep teoretis. Para peserta sangat tertarik pada pelatihan ini dan mereka merasa pelatihan ini sangat penting dan bermanfaat. Namun Karena keterbatasan waktu, peserta tidak dapat tuntas dalam mempraktikkan penerapan ini.Kata kunci :  Analisis Wacana Kritis, Wacana Media, Praksis Sosial, Praksis Wacana, Peristiwa Sosial
PELATIHAN MEMBUAT SUSHI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCETAK WIRAUSAHAWAN Noviana, Fajria; S.I., Trahutami; ANR, Elizabeth Ika Hesti; Rosliana, Lina
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRACT Enterpreneurship workshop that matched with what have been learned in college is an effort to grow creative and enterpreneurhip spirit in students. Therefore, sushi making workshop for the students of Japanese Department in Diponegoro University Faculty of Humanities, is an example of that effort. This workshop can be some way to open new job vacancies, as well lessens the number of educated unemployment.Keywords : entrepreneurship, food, Japan, sushi
PEMBUATAN BUKLET TRIBAHASA UNTUK PROMOSI PARIWISATA DI DESA WISATA KANDRI Harsono, Siswo; Atrinawati, Atrinawati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.324 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Buklet tribahasa penting dibuat untuk media promosi pariwisata Desa Wisata Kandri di Semarang. Tiga bahasa yang dipilih untuk buklet tersebut adalah bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Bahasa Jawa dipilih karena ia merupakan bahasa asli masyarakat Kandri; bahasa Indonesia dipilih karena ia merupakan bahasa resmi nasional bangsa Indonesia; dan bahasa Inggris dipilih karena ia merupakan bahasa internasional. Penerapan tersebut berdasarkan teori penerjemahan tiga bahasa dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa-bahasa sasaran. Buklet tribahasa dapat dibaca oleh wisatawan setempat, wisatawan domestik, dan wisatawan mancanegara. Dengan demikian, buklet tribahasa tersebut dapat mempertahankan bahasa Jawa sebagai bahasa asli masyarakat Kandri, serta mengembangkan promosi pariwisata secara nasional dengan menggunakan bahasa Indonesia dan secara intenasional dengan menggunakan bahasa Inggris. Dapat disimpulkan bahwa buklet tiga bahasa sangat efektif untuk dijadikan salah satu media promosi pariwisata.Katakunci: Buklet tribahasa; penerjemahan tribahasa; media promosi pariwisata ABSTRACT Trilingual booklet is important to create as tourism promotion in Kandri tourism village in Semarang. Three languages chosen for the booklet are Javanese, Indonesian, and English. Javanese is chosen because it is the native language of Kandri people; Indonesian is chosen because it is an official language of Indonesian people; and English is chosen because it is an international language. This application based on the theory of trilingual translation from Javanese as source language into Indonesian and English as target languages, the trilingual booklet can be read by local, national, and international tourists. Trilingual booklet can maintain Javanese as the native language of Kandri people, and develop the tourism promotion nationally by using Indonesia and internationally by using English. It can be inferred that trilingual booklet is effective to be one of tourism promotion media.Keywords: Trilingual booklet; trilingual translation; tourism promotion media
PENERAPAN METODE PENGAJARAN KOMUNIKATIF DALAM PENGAJARAN “ENGLISH FOR TRAFFIC” UNTUK ANGGOTA POLISI POLRESTABES KOTA SEMARANG Savitri, Ayu Ida; Sundari, Wiwiek
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.353 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Mengajarkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (English as a Second Language atau TESL) kepada orang dewasa yang mempelajari Bahasa Inggris untuk kesekian kalinya namun          tidak menggunakannya di dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi hal yang menantang bagi para pengajar ESL, khususnya pada saat mengajarkan Keterampilan Berbicara menggunakan Bahasa Inggris karena mereka masih mengalami hambatan dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam berbicara. Mereka harus mengenal berbagai kosakata baru dalam Bahasa Inggris dengan ejaan dan pelafalan yang berbeda dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama setelah bahasa daerah sebagai bahasa ibu mereka, memahami maknanya, dan menggunakannya dalam percakapan. Selain itu, mereka juga harus mengetahui dan dapat menggunakan berbagai kala yang digunakan pada saat berbicara. Kompetensi Komunikatif atau KK dari pembelajar ESL merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan mereka memelajari ESL. Untuk memperluas  KK dari Chomsky (1965) yang dipandang terlalu sempit, Hymes (1967; 1972), meyatakan bahwa KK merupakan kompetensi yang memampukan seseorang untuk menyampaikan dan memahami pesan dalam sebuah percakapan dan menegosiasikan makna pesan tersebut secara interpersonal dalam konteks tertentu. Selanjutnya, Savignon (1983:9) menyatakan bahwa KK bersifat relatif karena bergantung pada kerjasama partisipan percakapan. KK dibedakan menjadi Kompetensi Linguistik yang berkaitan dengan bentuk bahasa dan Kompetensi Komunikatif itu sendiri yang berkaitan dengan pengetahuan seseorang yang memampukannya berkomunikasi secara fungsional dan interaktif. Ancangan tersebut kami gunakan untuk mengajarkan ESL kepada tujuh belas staf Polrestabes Semarang, yang menitikberatkan pada keterampilan berbicara menggunakan Bahasa Inggris dalam melayani wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Semarang pada saat mereka berlalu-lintas. Ancangan tersebut kami pilih karena mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua pada saat bertugas di lapangan secara langsung tanpa harus memikirkan bentuk bahasa yang baik dan benar terlebih dahulu sebelum berbicara karena kejadian di lapangan dapat terjadi sangat cepat dan memerlukan penanganan yang cepat pula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu menggunakan KK mereka dalam Berbahasa Inggris pada saat lawan bicara mereka (dalam permainan peran)       juga bekerjasama dalam hal memahami dan bertukar pesan sederhana dalam Bahasa Inggris. Kata Kunci: Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL), Kompetensi Komunikatif (Communicative Competence). 
KIAT-KIAT PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK GURU-GURU MTS & MA MIFTAHUSSALAM DEMAK Nirmala, Deli; Kepirianto, Catur
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.026 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Artikel ini menyajikan kiat-kiat dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas. Materi ini disampaikan dalam pelatihan untuk guru-guru MTs dan MA Miftahussalam Demak dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang diprakarsai oleh Program Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Undip. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan penugasan dalam kelompok sesuai dengan bidang studi. Terdapat 7 (tujuh) kelompok yang menyusun draf proposal penelitian tindakan kelas, yaitu: Agama, IPA, Kimia, Ekonomi, SKI, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Penyusunan draf proposal ringkas ini diawali dengan pemetaan permasalahan dalam pengajaran dan dilanjutkan dengan penentuan judul, permasalahan, dan tujuan penelitian. Penugasan selanjutnya adalah melengkapi draf yang dilakukan secara mandiri dengan konsultasi secara online. Draf proposal akan ditinjau pada pelatihan berikutnya. Ketika proposal sudah siap, maka penelitian tindakan kelas dapat dilakukan diikuti dengan penulisan laporan dan publikasi yang akan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan berikutnya.Kata kunci:  kiat-kiat; proposal; penelitian tindakan kelas; Miftahussalam Demak ABSTRACT This article presents some hints in writing research proposal of action research. The material was presented in in-house teacher training of Miftahussalam Demak. This was a community service conducted by Master Program in Linguistics, Faculty of Humanities, Diponegoro University. It was task-based training for groups of teachers of different subjects.  There were 7 (seven) groups working together for  writing a short draft of the proposal of classroom action research, consisting of Religion, Physics, Chemistry, Economy, SKI, Bahasa Indonesia, and English. The short proposal draft writing was started with finding problems in teaching, choosing a topic, and purposes of the study.  . The tasks given were completing the draft by working independently in groups and consulting online. The draft will be reviewed in the following training. When the proposal is complete, the action research will be conducted, continued with report writing and publication and other types of training.Keywords : proposal; classroom action research; Miftahussalam Demak; MTs &MA 
PELATIHAN MENGGUNAKAN YUKATA SEBAGAI PEMBELAJARAN MENGENAL BUDAYA JEPANG Wiyatasary, Reny; Widisuseno, Iriyanto; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani; Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Budaya Jepang sangat beragam. Salah satu diantaranya adalah yukata pakaian tradisional Jepang sejenis kimono yang dikenakan orang Jepang pada saat musim panas. Sebagai salah  satu produk budaya Jepang, yukata tidak begitu terkenal seperti kimono. Orang-orang lebih mengenal kimono sebagai pakaian tradisional Jepang.Untuk lebih mengenalkan yukata serta cara pemakaiannya  maka pada tanggal 14 Oktober 2017 Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk work shop dengan mengundang orang Jepang yang sedang melaksanakan Program Nihonggo Partner di wilayah Semarang untuk menjadi nara sumber yang akan menjelaskan tentang yukata serta mengajarkan cara pemakaiannya. Adapun yang menjadi peserta work shop ini adalah para siswa SMU di wilayah Semarang dan sekitarnya berserta para mahasiswa pembelajar bahasa Jepang.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengambil tema yukata ini agar para pembelajar bahasa Jepang bisa banyak belajar tentang budaya Jepang terutama tentang yukata yang belum banyak diketahui umum..Beberapa hasil yang dicapai dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat ini salah satunya adalah para peserta bisa memperoleh pengetahuan yang cukup mendalam mengenai yukata dan cara memakainya. Pengetahuan ini akan sangat berguna untuk meningkatkan motivasi mereka mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Kata kunci :  budaya, Jepang ,pakaian,, tradisionali,yukata
PENERAPAN TASK-BASED LEARNING DALAM PELATIHAN BAHASA INGGRIS TERKAIT KRIMINALITAS BAGI PERSONEL POLRESTABES SEMARANG Wulandari, Dwi; Candria, Mytha; Wulandari, Retno; Laksono, Arido
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.75 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Task-Based Learning (TBL) merupakan metode pengajaran bahasa yang menitikberatkan pada pemberian tugas-tugas berjenjang disesuaikan dengan kemampuan pembelajar. Artikel ini bertujuan mengobservasi penerapan Task-Based Learning (TBL) dalam pelatihan bahasa Inggris bagi personel Polrestabes Semarang dengan topik bahasan kriminalitas. Metode TBL ini diterapkan dengan memberikan pre-test dan post-test pada 20 personel polisi . Ada 3 (tiga) tugas yang diobservasi pada pembelajaran ini, yakni kosa kata, arti berbasis konteks, dan struktur bahasa yang sederhana. Hasil menunjukkan bahwa penerapan TBL ini cocok untuk personel kepolisian yang dalam kasus ini mempunyai keragaman latar belakang kemampuan bahasa Inggris. Selain itu, tugas-tugas tersebut mempunyai ciri yang terstruktur dan saling berkelanjutan, sehingga tingkat kesulitannya akan terkontrol, yang mana pada akhirnya penguasaan kosa kata akan lebih mudah.Kata kunci :  Task-based learning, kosa kata, pre-test, post-test
PENGENALAN KAMISHIBAI : METODE STORY TELLING ALA JEPANG Widiandari, Arsi; Saraswati S, Dewi; Patria, Maharani; Hastuti, Nur; Fadil, Zaki Ainul
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.654 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

One of the fun methods in the process of learning and teaching Japanese  is story telling in the way Kamishibai. The person who displays kamishibai known as kamishibaiya. Kamishibai is a storytelling technique by combining images and storytelling. Characteristic of the Kamishibai method are the existence of a box containing various pictures and people who tell will draw the picture in accordance with the storyline. In the dedication for Society,  Japanese Literature Program of Cultural Sciences Faculty, Diponegoro University (FIB-UNDIP), the Japanese language teachers raised the Kamishibai method to be introduced and then applied in the environment of high school students. The event was conducted at FIB-UNDIP on October 14, 2017 with participants 20 Japanese language high school students whom residing in Semarang and other cities in Central Java. The aim of this event is to teach a new and more enjoyable method of learning Japanese that ultimately is able to improve the speaking skills and self-confidence of high school students in Japanese. In its execution, 1) Teachers provide explanations of introduction and information oabout Kamishibai's history in Japan. 2) Applying kamishibai by utilizing Kamishibai Theater so that students know the function and manner of use of Kamishibai Theater.3) Kamishibai Competition featuring all Students by choosing 1 of 2 themes (provided by teachers)  independently and 4) Evaluation. The result is the enthusiasm of the participants to show Kamishibai so high that it needs to be applied in the Japanese teaching and learning process

Page 1 of 2 | Total Record : 16