cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PENERAPAN METODE PENGAJARAN KOMUNIKATIF DALAM PENGAJARAN “ENGLISH FOR TRAFFIC” UNTUK ANGGOTA POLISI POLRESTABES KOTA SEMARANG Savitri, Ayu Ida; Sundari, Wiwiek
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.353 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Mengajarkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (English as a Second Language atau TESL) kepada orang dewasa yang mempelajari Bahasa Inggris untuk kesekian kalinya namun          tidak menggunakannya di dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi hal yang menantang bagi para pengajar ESL, khususnya pada saat mengajarkan Keterampilan Berbicara menggunakan Bahasa Inggris karena mereka masih mengalami hambatan dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam berbicara. Mereka harus mengenal berbagai kosakata baru dalam Bahasa Inggris dengan ejaan dan pelafalan yang berbeda dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama setelah bahasa daerah sebagai bahasa ibu mereka, memahami maknanya, dan menggunakannya dalam percakapan. Selain itu, mereka juga harus mengetahui dan dapat menggunakan berbagai kala yang digunakan pada saat berbicara. Kompetensi Komunikatif atau KK dari pembelajar ESL merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan mereka memelajari ESL. Untuk memperluas  KK dari Chomsky (1965) yang dipandang terlalu sempit, Hymes (1967; 1972), meyatakan bahwa KK merupakan kompetensi yang memampukan seseorang untuk menyampaikan dan memahami pesan dalam sebuah percakapan dan menegosiasikan makna pesan tersebut secara interpersonal dalam konteks tertentu. Selanjutnya, Savignon (1983:9) menyatakan bahwa KK bersifat relatif karena bergantung pada kerjasama partisipan percakapan. KK dibedakan menjadi Kompetensi Linguistik yang berkaitan dengan bentuk bahasa dan Kompetensi Komunikatif itu sendiri yang berkaitan dengan pengetahuan seseorang yang memampukannya berkomunikasi secara fungsional dan interaktif. Ancangan tersebut kami gunakan untuk mengajarkan ESL kepada tujuh belas staf Polrestabes Semarang, yang menitikberatkan pada keterampilan berbicara menggunakan Bahasa Inggris dalam melayani wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Semarang pada saat mereka berlalu-lintas. Ancangan tersebut kami pilih karena mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua pada saat bertugas di lapangan secara langsung tanpa harus memikirkan bentuk bahasa yang baik dan benar terlebih dahulu sebelum berbicara karena kejadian di lapangan dapat terjadi sangat cepat dan memerlukan penanganan yang cepat pula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu menggunakan KK mereka dalam Berbahasa Inggris pada saat lawan bicara mereka (dalam permainan peran)       juga bekerjasama dalam hal memahami dan bertukar pesan sederhana dalam Bahasa Inggris. Kata Kunci: Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL), Kompetensi Komunikatif (Communicative Competence). 
KIAT-KIAT PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK GURU-GURU MTS & MA MIFTAHUSSALAM DEMAK Nirmala, Deli; Kepirianto, Catur
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.026 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Artikel ini menyajikan kiat-kiat dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas. Materi ini disampaikan dalam pelatihan untuk guru-guru MTs dan MA Miftahussalam Demak dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang diprakarsai oleh Program Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Undip. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan penugasan dalam kelompok sesuai dengan bidang studi. Terdapat 7 (tujuh) kelompok yang menyusun draf proposal penelitian tindakan kelas, yaitu: Agama, IPA, Kimia, Ekonomi, SKI, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Penyusunan draf proposal ringkas ini diawali dengan pemetaan permasalahan dalam pengajaran dan dilanjutkan dengan penentuan judul, permasalahan, dan tujuan penelitian. Penugasan selanjutnya adalah melengkapi draf yang dilakukan secara mandiri dengan konsultasi secara online. Draf proposal akan ditinjau pada pelatihan berikutnya. Ketika proposal sudah siap, maka penelitian tindakan kelas dapat dilakukan diikuti dengan penulisan laporan dan publikasi yang akan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan berikutnya.Kata kunci:  kiat-kiat; proposal; penelitian tindakan kelas; Miftahussalam Demak ABSTRACT This article presents some hints in writing research proposal of action research. The material was presented in in-house teacher training of Miftahussalam Demak. This was a community service conducted by Master Program in Linguistics, Faculty of Humanities, Diponegoro University. It was task-based training for groups of teachers of different subjects.  There were 7 (seven) groups working together for  writing a short draft of the proposal of classroom action research, consisting of Religion, Physics, Chemistry, Economy, SKI, Bahasa Indonesia, and English. The short proposal draft writing was started with finding problems in teaching, choosing a topic, and purposes of the study.  . The tasks given were completing the draft by working independently in groups and consulting online. The draft will be reviewed in the following training. When the proposal is complete, the action research will be conducted, continued with report writing and publication and other types of training.Keywords : proposal; classroom action research; Miftahussalam Demak; MTs &MA 
BRAINSTORMING DINI DENGAN ORIGAMI UNTUK ANAK-ANAK Zaki Ainul Fadli; Nur Hastuti; Maharani Patria Ratna; Arsi Widiandari; Dewi Saraswati Sakariah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

(Title: Early Brainstorming With Origami For Children) The purpose of this paper is to uncover the usefulness of origami as an effective way of early brainstorming for children. The method used is to involve the children in the origami training activities as a form of community service. Training is not done in the usual way, but done principally on the four basic brainstorming guidelines so that the nature of the training is not up-bottom but bottom-up. This principle is not done strictly considering the participants are children. This means that mentor involvement is still needed to encourage participants to come up with ideas on how to fold the paper and shape it into the intended shape effectively and efficiently. The result of this training is origami can be an alternative way in improving creativity and courage of children in expressing ideas.
PELATIHAN MENGGUNAKAN YUKATA SEBAGAI PEMBELAJARAN MENGENAL BUDAYA JEPANG Wiyatasary, Reny; Widisuseno, Iriyanto; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani; Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Budaya Jepang sangat beragam. Salah satu diantaranya adalah yukata pakaian tradisional Jepang sejenis kimono yang dikenakan orang Jepang pada saat musim panas. Sebagai salah  satu produk budaya Jepang, yukata tidak begitu terkenal seperti kimono. Orang-orang lebih mengenal kimono sebagai pakaian tradisional Jepang.Untuk lebih mengenalkan yukata serta cara pemakaiannya  maka pada tanggal 14 Oktober 2017 Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk work shop dengan mengundang orang Jepang yang sedang melaksanakan Program Nihonggo Partner di wilayah Semarang untuk menjadi nara sumber yang akan menjelaskan tentang yukata serta mengajarkan cara pemakaiannya. Adapun yang menjadi peserta work shop ini adalah para siswa SMU di wilayah Semarang dan sekitarnya berserta para mahasiswa pembelajar bahasa Jepang.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengambil tema yukata ini agar para pembelajar bahasa Jepang bisa banyak belajar tentang budaya Jepang terutama tentang yukata yang belum banyak diketahui umum..Beberapa hasil yang dicapai dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat ini salah satunya adalah para peserta bisa memperoleh pengetahuan yang cukup mendalam mengenai yukata dan cara memakainya. Pengetahuan ini akan sangat berguna untuk meningkatkan motivasi mereka mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Kata kunci :  budaya, Jepang ,pakaian,, tradisionali,yukata
PENGENALAN ETIKA JEPANG KEPADA CALON CAREGIVER UNTUK LANSIA DI STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS Noviana, Fajria
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

Pengenalan etika yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari bangsa Jepang dipandang perlu untuk disampaikan kepada para calon caregiver untuk lansia yang nantinya akan bertugas di Jepang, mengingat bangsa Jepang adalah bangsa yang hingga saat ini masih menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selain sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi, juga untuk mengenalkan etika yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di Jepang sebagai upaya mempermudah interaksi dan hubungan sosial bagi caregiver untuk lansia yang akan ditempatkan pada rumah tinggal maupun panti jompo di Jepang. Selain itu, juga untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir program studi ilmu keperawatan dan profesi ners yang menjadi peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, untuk mempraktekkan etika yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.Kata kunci :  etika, Jepang, caregiverThe introduction of ethics that still prevail in daily life of the Japanese people is considered necessary to be taught to the candidates of caregiver for the elderly who will serve in Japan, because the Japanese still upholds ethics in their daily lives. The purpose of this community service program is not only as part of the university tridharma, but also to introduce the ethics in daily life in Japan as an effort to facilitate the interaction and social relationships for the candidates of caregiver for the elderly who will be placed in residential and nursing homes in Japan. Moreover, this program also provide an opportunity to students of the final level of nursing courses and professional nurse whose participating on this community service program to practice ethics that still prevail in everyday life in Japan.Keywords : ethics, Japanese, caregiver
PENERAPAN TASK-BASED LEARNING DALAM PELATIHAN BAHASA INGGRIS TERKAIT KRIMINALITAS BAGI PERSONEL POLRESTABES SEMARANG Wulandari, Dwi; Candria, Mytha; Wulandari, Retno; Laksono, Arido
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.75 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Task-Based Learning (TBL) merupakan metode pengajaran bahasa yang menitikberatkan pada pemberian tugas-tugas berjenjang disesuaikan dengan kemampuan pembelajar. Artikel ini bertujuan mengobservasi penerapan Task-Based Learning (TBL) dalam pelatihan bahasa Inggris bagi personel Polrestabes Semarang dengan topik bahasan kriminalitas. Metode TBL ini diterapkan dengan memberikan pre-test dan post-test pada 20 personel polisi . Ada 3 (tiga) tugas yang diobservasi pada pembelajaran ini, yakni kosa kata, arti berbasis konteks, dan struktur bahasa yang sederhana. Hasil menunjukkan bahwa penerapan TBL ini cocok untuk personel kepolisian yang dalam kasus ini mempunyai keragaman latar belakang kemampuan bahasa Inggris. Selain itu, tugas-tugas tersebut mempunyai ciri yang terstruktur dan saling berkelanjutan, sehingga tingkat kesulitannya akan terkontrol, yang mana pada akhirnya penguasaan kosa kata akan lebih mudah.Kata kunci :  Task-based learning, kosa kata, pre-test, post-test
PENGENALAN KAMISHIBAI : METODE STORY TELLING ALA JEPANG Widiandari, Arsi; Saraswati S, Dewi; Patria, Maharani; Hastuti, Nur; Fadil, Zaki Ainul
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.654 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

One of the fun methods in the process of learning and teaching Japanese  is story telling in the way Kamishibai. The person who displays kamishibai known as kamishibaiya. Kamishibai is a storytelling technique by combining images and storytelling. Characteristic of the Kamishibai method are the existence of a box containing various pictures and people who tell will draw the picture in accordance with the storyline. In the dedication for Society,  Japanese Literature Program of Cultural Sciences Faculty, Diponegoro University (FIB-UNDIP), the Japanese language teachers raised the Kamishibai method to be introduced and then applied in the environment of high school students. The event was conducted at FIB-UNDIP on October 14, 2017 with participants 20 Japanese language high school students whom residing in Semarang and other cities in Central Java. The aim of this event is to teach a new and more enjoyable method of learning Japanese that ultimately is able to improve the speaking skills and self-confidence of high school students in Japanese. In its execution, 1) Teachers provide explanations of introduction and information oabout Kamishibai's history in Japan. 2) Applying kamishibai by utilizing Kamishibai Theater so that students know the function and manner of use of Kamishibai Theater.3) Kamishibai Competition featuring all Students by choosing 1 of 2 themes (provided by teachers)  independently and 4) Evaluation. The result is the enthusiasm of the participants to show Kamishibai so high that it needs to be applied in the Japanese teaching and learning process
PENGUATAN KARAKTER BAGI PENGEMUDI BECAK WISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAKYogyakarta sebagai kota pariwisata menjadikan becak menjadi ujung tombak pariwisata di Yogyakarta. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa pengemudi becak dalam pemahaman ini sebagai pemandu pariwisata. Namun dalam tataran realitas masih banyak persoalan yang timbul karena pengemudi becak masih sering meninggalkan penumpang di tengah jalan dan tidak memberikan pelayanan yang baik dan ramah.Perilaku seseorang tidak lepas dari karakternya. Penguatan karakter bagi pengemudi becak sangatlah penting karena pengemudi becak sebagai pemandu wisata harus memiliki karakter yang kuat karena akan menentukan persepsi bagi wisatawan mengenai kota Yogyakarta. Kata Kunci: Karakter, Pengemudi Becak, Wisata, Yogyakarta ABSTRACTYogyakarta as a tourism city makes pedicab become the spearhead of tourism in Yogyakarta. This is based on the reason that the pedicab driver as a guide of tourism. But in the level of reality there are still many problems that arise because becak drivers still often leave passengers in the middle of the road and do not provide good service and friendly. The behavior of a person can not be separated from his character. Strengthening of character for pedicab driver is very important because pedicab driver as tour guide must have strong character because it will determine perception for tourists about Yogyakarta city.Keywords: Karakter, Pengemudi Becak, Wisata, Yogyakarta
PENULISAN MEDIA PROMOSI WISATA DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PEMERINTAH KOTA SEMARANG Asmarani, Ratna; Atrinawati, Atrinawati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Artikel ini berdasarkan pengabdian masyarakat yang berupa pelatihan penulisan media promosi wisata, khususnya leaflet, kepada staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Semarang. Diawali dengan mengkaji beberapa leaflet yang diterbitkan oleh Disbudpar Semarang ditemukanlah beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Untuk itu diadakan pelatihan bagi para staf yang menangani media promosi wisata. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah plus yang dibagi dalam empat langkah: ceramah/presentasi, contoh/demonstrasi, diskusi/tanya jawab, latihan/penerapan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah perlunya leaflet khusus untuk setiap objek wisata dengan keterangan yang ringkas dan persuasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk itu diperlukan pelatihan yang berkelanjutan. Kata kunci :  penulisan leaflet, Disbudpar Semarang, promosi wisata, objek wisata. 
PENGENALAN BUDAYA MERANGKAI BUNGA ALA JEPANG (IKEBANA) Rosliana, Lina; Nindia Rini, Elizabeth Ika Hesti Aprilia; S.I., Trahutami; Noviana, Fajria
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, dosen-dosen Program Studi S1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian kepada masyrakat dengan tema pengenalan budaya merangkai budaya ala Jepang (ikebana). Dilihat dari asal katanya, ikebana (生け花) berasal dari kata ikeru, adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga, rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. Ikebana berasal dari Jepang tetapi telah meluas ke seluruh dunia. Kata ikebana merupakan gabungan dari kata ‘ike’ yang berari ‘hidup’ atau ‘tumbuh’ dan kata ‘hana/ bana’ yang berarti ‘bunga’. Jadi, secara etimologi ikebana berarti ‘bunga hidup’. Secara populer, ikebana diterjemahkan sebagai ‘seni merangkai bunga’.Rangkaian bunga ikebana tidak hanya disusun oleh bunga saja. Daun, buah, rumput dan ranting juga menjadi unsur penting dalam ikebana. Bahkan plastik, kaca dan logam juga dipergunakan dalam ikebana kontemporer. Semua unsur-unsur tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan memperhatikan cara merangkai, ukuran, tekstur, volume, warna, jambangan, tempat dan waktu merangkai bunga tersebut sehingga dapat dihasilkan rangkaian bunga yang indah dan bernilai seni tinggi.Kata kunci : budaya Jepang; ikebana; seni merangkai bunga

Page 2 of 22 | Total Record : 211