cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 125 Documents
PERBEDAAN PENGGUNAAN NOZZLE POLIJET DAN FLAT FAN PADA KALIBRASI PENYEMPROTAN KNAPSACK SPRAYER Vira Irma Sari; Agung Dharma Prasetio
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i1.3682

Abstract

Kegiatan penyemprotan umumnya menggunakan alat semprot knapsack sprayer yang memiliki nozzle untuk mengubah larutan menjadi butiran semprot. Pemilihan nozzle harus tepat agar butiran semprot yang dihasilkan sesuai dengan target penyemprotan. Nozzle polijet dan flat fan adalah dua nozzle yang umumnya digunakan oleh masyarakat. Kalibrasi kedua nozzle tersebut dibutuhkan agar mengetahui kualitas dan kuantitas volume semprot yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan lebar semprotan, volume semprot dan mendapatkan rekomendasi nozzle yang tepat berdasarkan hasil kalibrasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2021sampai Maret 2021 di areal percobaan Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari dua perlakuan yaitu : P1  (polijet) dan P2 (flat fan). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 10 kali percobaan. Data dianalisis menggunakan Uji T pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nozzle polijet menghasilkan lebar semprot, flowrate, konsentrasi dan kebutuhan bahan per tangki yang lebih kecil dibandingkan flat fan, namun menghasilkan volume semprot yang lebih besar. Berdasarkan hasil perhitungan kalibrasi, nozzle polijet lebih direkomendasikan karena membutuhkan bahan (herbisida) yang lebih sedikit sehingga aman bagi lingkungan dan menghemat biaya.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) PADA SISTEM HIDROPONIK DENGAN MEDIA TANAM ORGANIK DAN NUTRISI AB MIX Rina Setiawati; Tiara Septirosya; Mokhamad Irfan; Indah Permanasari
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2020.v4i2.3131

Abstract

Tomat cherry salah satu komoditas sayuran yang diusahakan di Indonesia. Budidaya tomat cherry dapat dilakukan secara hidroponik sebagai salah satu solusi pertanian di perkotaan (urban farming). Pada sistem hidroponik diperlukan media tanam yang sesuai yang dikombinasikan dengan konsentrasi larutan hara (AB Mix) yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh interaksi antara media tanam organik dengan konsentrasi larutan AB Mix, media tanam organik terbaik dan konsentrasi larutan AB Mix untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cherry secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di UIRA Farm, Kampar. Analisis Tanaman dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Agrostologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Blok Terpisah (Split Block) dengan 2 faktor, yakni media tanam (Sekam Padi, Cocopeat, Batang Pakis dan Arang Sekam) dan konsentrasi nutrisi AB Mix (50%, 100% dan 150%). Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat interaksi antara media tanam organik dengan nutrisi AB Mix, media tanam organik sekam padi, batang pakis dan arang sekam memberikan respon yang sama baiknya untuk pertumbuhan tanaman tomat cherry, serta nutrisi AB Mix yang diberikan pada berbagai taraf konsentrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry.
PENGARUH KADAR AIR TANAH TERSEDIA DAN PENGELOLAAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN MENIRAN (Phyllanthus niruri) Icha Khoirunisa; Budiman Budiman; Ratih Kurniasih
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i2.5285

Abstract

Tanaman meniran merupakan salah satu tumbuhan liar yang dijadikan sebagai tanaman obat. Tanaman meniran memiliki permasalahan terhadap ketersediaan air, karena kadar air tanah yang rendah mengakibatkan tanaman layu, kering bahkan mati. Upaya yang dapat diterapkan dalam mendukung pertumbuhan tanaman meniran adalah kadar air tanah tersedia dan pupuk kandang sebagai bahan organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketersediaan air tanah, pupuk kandang serta interaksi antara ketersediaan air tanah dan dosis pupuk kandang pada pertumbuhan tanaman meniran. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah tingkat ketersediaan air tanah (K) terdiri dari 100%, 75% dan 50% air tersedia. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang yang terdiri tanpa pupuk kandang, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh ketersediaan air tanah pada tingkat 50% air tersedia mampu meningkatkan pertumbuhan meniran berdasarkan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan diameter batang. Aplikasi pemberian pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman meniran dengan dosis 20 ton/ha atau 27.2 g yang berdasarkan parameter tinggi tanaman. Penelitian ini tidak ada interaksi antara ketersediaan air tanah dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan pada tanaman meniran.
PENGARUH PERLAKUAN PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP KEMAMPUAN PERKECAMBAHAN BENIH AREN (Arenga pinnata Merr.) Atia Aryuni Putri; Budiman Budiman; Ummu Kalsum; Moh Ega Elman Miska
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i2.5284

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan pada masa yang akan datang dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Akan tetapi populasi tanaman aren semakin berkurang dan semakin langka karena hanya dapat diperbanyak secara generatif (biji) dan membutuhkan waktu yang lama untuk perkecambahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pematahan dormansi terhadap kemampuan perkecambahan biji aren. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 ulangan yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu tanpa perlakuan (kontrol) (K0), Skarifikasi Mekanis (K1), skarifikasi mekanis + NaOCl 1% selama 10 menit (K2), skarifikasi mekanis +  GA3 100 ppm selama 20 menit (K3) dan skarifikasi mekanis +  Asam Sulfat 85% selama 50 menit (K4). Terdapat 25 unit percobaan dengan setiap unit percobaan terdiri dari 5 biji aren sehingga diperoleh 125 biji aren. Data yang didapatkan dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan apabila ada perbedaan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi mekanis + NaOCl 1% selama 10 menit berpengaruh mempercepat prosess perkecambahan biji aren dapat dilihat pada semua parameter, yaitu laju perkecambahan, uji perkecambahan, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum, Panjang plumula kecambah dan panjang akar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium cepa L) TERHADAP BERBAGAI JENIS BOKHASI SEBAGAI MEDIA TANAM Riski Anisah; Marchel Putra Garfansa; Iswahyudi Iswahyudi; Moh Ramly
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i2.4565

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium cepa L) salah satu komuditas sayuran yang banyak manfaatnya. Bawang merah dapat ditanam dengan menggunakan media bokhasi. Bokhasi merupakan hasil fermentasi bahan organik dari limbah pertanian dengan bantuan bakteri EM-4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon pertumbuhan dan produksi bawang merah terhadap berbagai jenis bokhasi. Penelitian dilakukan dari Januari sampai April 2020. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan penelitian meliputi media tanam bokhasi cocopeat, sekam, serbuk gergajian, dan arang sekam; dan media tanam tanah sebagai kontrol. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman (cm) jumlah daun perumpun, jumlah umbi perumpun, bobot umbi perumpun (g). Data dianalisis dengan ANAVA, dan jika ada perlakuan yang berpengaruh nyata pada taraf 5%, dilakukan uji lanjut dengan BNJD. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh nyata untuk setiap perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Akan tetapi data menunjukkan perlakuan media tanam bokashi sekam memberikan berat umbi tertinggi  dibandingkan dengan perlakuan lainnnya.
EVALUASI KERAGAAN DAN KARAKTER KOMPONEN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) GENERASI F6 DI RUMAH KACA DATARAN RENDAH Puspa Dewi Rahmadani; Budiman Budiman; Ady Daryanto; Sigit Widiyanto
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i2.5042

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang bernilai ekonomi tinggi. Perbaikan produktivitas tomat di dataran rendah dapat dilakukan melalui kegiatan pemuliaan tanaman dengan menggunakan metode persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaan karakter kualitatif dan kuantitatif serta mengevaluasi komponen hasil tanaman tomat generasi F6 hasil persilangan di rumah kaca dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di dalam Rumah Kaca Universitas Gunadarma, Depok pada bulan Maret hingga Juli 2021. Rancangan percobaaan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Perlakuan terdiri atas 3 genotipe tomat generasi F6 yaitu RwTa-4-10U-5U-2U-2U (G1), RwTa-4-10U-6U-1H-3U (G2), RwTa-4-10U-6U-4U-2U (G3) dan 2 varietas komersial yaitu Tantyna F1 (G4) dan Tora (G5) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati terdiri atas karakter kualitatif, kuantitatif dan karakter komponen hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe G1, G4 dan G5, masing-masing memiliki keseragaman yang baik pada seluruh karakter kualitatif yang diamati. Karakter komponen hasil yang tinggi ditunjukkan oleh genotipe G1 dan G3 yang merupakan generasi F6 hasil pemuliaan.
MODEL PERAMALAN PERKEMBANGAN PENYAKIT LUKA API PADA PERTANAMAN TEBU DI INDONESIA Farriza Diyasti; Faisal Malik; Bibit Bakoh
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i2.5271

Abstract

Kejadian penyakit luka api terjadi hampir di seluruh sentra perkebunan tebu di Indonesia, dengan potensi kehilangan hasil dapat mencapai 75%. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh fluktuasi iklim global. Perencanaan pengendalian secara dini perlu dilakukan sebagai tindakan awal mencegah kehilangan hasil yang lebih besar. Tulisan ini bertujuan menganalisis perkembangan penyakit luka api di Indonesia selama 10 tahun terakhir serta meramalkan serangannya untuk tahun mendatang. Data hasil pengamatan serangan luka api diperoleh dari laporan daerah sentra tebu se-Indonesia, kemudian diolah dan dianalisis regresi dengan Microsoft excel 2010 sesuai dengan metode peramalan yang dikembangkan oleh BBPOPT. Model peramalan yang diperoleh y = 0.64 + 0.63x, dengan hasil ramalan serangan luka api akan meningkat sebesar 14.3% di Provinsi Jawa Barat dan menurun di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah yaitu sebesar 18.4% dan 7.5% pada tahun 2022. Beberapa cara pengendalian untuk mengantisipasi kejadian tersebut antara lain dengan bongkar ratoon disertai pengolahan tanah yang baik dan benar, penanaman varietas tahan (PS 862, PS 941, PS 882, dan VMC-76-16) serta aplikasi fungisida berbahan aktif Flutriafol sebagai langkah terakhir.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) KULTIVAR BIMA BREBES TERHADAP BOKASHI BRANGKASAN KEDELAI Nur Cahaya; Umi Trisnaningsih; Ismail Saleh
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2021.v5i2.4659

Abstract

Brangkasan kedelai merupakan limbah pada pertanaman kedelai, yang terdiri dari daun, batang, akar, dan kulit polong. Brangkasan ini dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik bokashi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokashi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Percobaan dilaksanakan di UPTD Balai Benih Padi dan Palawija Satuan Pelayanan Plumbon, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Plumbon, Cirebon, mulai dari bulan Maret sampai Mei 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan yang diuji adalah dosis bokashi brangkasan kedelai. Dalam penelitian ini ada tujuh taraf perlakuan yang diuji, yaitu: 0, 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 ton/ha Masing-masing perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa bokashi brangkasan kedelai berpengaruh nyata pada rata-rata tinggi tanaman, rata-rata jumlah daun, rata-rata jumlah anakan, diameter umbi, serta bobot umbi segar per rumpun dan per petak, juga bobot umbi kering per rumpun dan per petak. Perlakuan dosis bokashi brangkasan kedelai 25 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil tanaman bawang merah dengan bobot umbi kering per petak 3,99 kg/petak.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BIJI TANAMAN SORGUM (Sorghum Bicolor L.) Sanna Paija Hasibuan; Shalati Febjislami; Irfan Suliansyah
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2022.v6i1.5131

Abstract

Sorgum adalah salah satu bahan pangan sumber karbohidrat lokal selain beras. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan beras dan berpotensi sebagai bahan pangan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan impor yakni gandum. Kajian teknkik budidaya dalam upaya peningkatan kualitas biji sorgum masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan kualitas biji tanaman sorgum yang ditanam di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Andalas pada bulan November 2020 hingga Maret 2021. Analisis protein dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian pada bulan Mei 2021. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan perlakuan dosis pupuk kandang ayam (0 kg/tan, 0.25 kg/tan, 0.5 kg/tan dan 0.75 kg/tan) diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sorgum. Terdapat pengaruh yang signifikan pada kadar protein dan produksi protein pada biji tanaman sorgum. Dosis pupuk kandang ayam 0.75 kg/tan menghasilkan kadar protein biji lebih tinggi sebesar 13.48 % dan produksi protein 39.57 g/100 biji namun tidak berbeda dengan perlakuan dosis pupuk kandang ayam 0.5 kg/tanaman.
PEMBIBITAN BAWANG PUTIH MENGGUNAKAN MEDIA AIR UNTUK HIDROPONIK Fitri Yulianti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2022.v6i1.5528

Abstract

Upaya dalam memenuhi kebutuhan bibit bawang putih yang dapat digunakan untuk hidroponik dapat dilakukan dengan pembibitan bawang putih menggunakan media air. Metode ini sangat praktis sehingga mudah dilakukan, hemat biaya, dapat dilakukan di lahan sempit terutama untuk pertanian perkotaan, tidak kotor, serta dapat memanfaatkan botol plastik bekas hasil limbah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interval waktu pergantian media air pada pembibitan bawang putih. Umbi bawang putih yang digunakan adalah lumbu putih. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Perlakuan yang diberikan yaitu interval waktu pergantian media air (3 hari dan 6 hari). Kelompok ulangan yaitu lokasi penelitian (Desa Arahan Kidul, Desa Kalapagunung dan Desa Kepongpongan di Jawa Barat). Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interval pergantian media air tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan untuk waktu berkecambah, persentase berkecambah, tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, warna daun, warna akar dan kesehatan bibit pada pembibitan bawang putih. Perlakuan interval pergantian air selama 6 hari sekali lebih baik dilakukan dibandingkan dengan interval pergantian air selama 3 hari sekali karena tidak mempengaruhi penurunan pertumbuhan bibit bawang putih dan penggunaan air menjadi lebih efisien.

Page 7 of 13 | Total Record : 125