cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26205807     EISSN : 26207184     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Madrasah merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Amuntai Kalimantan Selatan yang terbit berkala setiap 6 (enam) bulan sekali dengan scope dan issue yang diangkat terkait dengan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah secara khusus dan pendidikan anak umumnya. dengan nomor ISSN: 2620-5807, Artikel yang diterima diutamakan penelitian lapangan kuantitatif atau kualitatif. Penelitian literatur akan dipertimbangkan diterima berdasarkan keluasan dan kedalaman kajian. P-ISSN:2620-5807 E-ISSN:2620-7184
Arjuna Subject : -
Articles 671 Documents
Peranan Model Pembelajaran Vygotski Untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Imam Tabroni; Dian Aswita; Alim Hardiansyah; Normanita Normanita
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 3 (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i3.1013

Abstract

Pandangan belajar terlahir dari berbagai pendapat para ahli salah satunya adalah teori belajar Vygotsky. Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) menggunakan  berbagai  macam angka dan simbol-simbol  yang  terkait  dengan matematika  dasar  untuk  memecahkan  masalah  praktis dalam berbagai  macam konteks  kehidupan  sehari-hari  dan  (b)  menganalisis  informasi  yang  ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan sebagainya) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Model Pembelajaran Literasi Numerasi dapat dikembangkan secara situasional dengan mempertimbangkan beberapa hal. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan ragam teori pembelajaran sebagai data analisis yang kemudian data tersebut di analisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teori Vygotsky dalam aktivitas pembelajaran meliputi : socio cultural learning, cognitive apprenticeship, zone of proximal depelovment, dan scaffolding. Dimensi pembelajaran yang ditawarkan oleh Vygotski meangakomodir ragam gaya belajar siswa sehingga juga menjadi solusi pembelajaran bagi anak dengan keterlambatan penyerapan pengetahuan di kelas. Penelitian ini berkontribusi terhadap teori-teori pembelajaran abad 21.
Implementasi Blended Learning Pada Pembelajaran SKI MI Sebagai Penguatan Literasi Digital Mendesain E-Learning Berbasis Blogger Dan Google Form Muhammad Nasir; Syarifuddin Syarifuddin; Ahmad Rifa'i
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 1, Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i1.874

Abstract

AbstrakPembelajaran online merupakan solusi alternatif yang harus dikembangkan oleh para pendidik seperti pembelajaran online berbasis blogger dan evaluasi online berbasis google form, disaat pengembangan e-learning yang mahal dan perlu SDM terampil dalam mengembangkan teknologi pendidikan. Oleh karena itu calon pendidik khususnya mahasiswa keguruan harus dibekali kompetensi ini sebagai penguatan literasi digital. Metode peneltian menggunakan metode kombinasi model sequential exploratory design, pada tahap awal menggunakan metode kualitatif deskriptif kemudian selanjutnya menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian implementasi blended learning diterapkan dengan menggunakan  Alternative Model Blended Learning terdiri lima tahapan yaitu 1) membuat rumusan capaian pembelajaran, 2) mendeskripsikan dan menyusun materi pembelajaran, dan 3) menetapkan dan menentukan aktivitas pembelajaran. Kemampuan literasi digital mahasiswa dalam mendesain pembelajaran berbasis blogger menunjukkan 60% mahasiswa mampu mendesain e-learning berbasis blogger dengan sangat baik, sedangkan kemampuan literasi digital mahasiswa dalam mendesain evaluasi berbasis google form menunjukkan 70% mahasiswa mampu mendesain evaluasi online berbasis google form dengan sangat baik. AbstractOnline learning is an alternative solution that must be developed by educators such as online learning based on bloggers and online evaluation based on google forms, while developing e-learning is expensive and requires skilled human resources in developing educational technology. Therefore, prospective educators, especially teacher students, must be equipped with this competency as a strengthening of digital literacy. The research method uses a combination method of sequential exploratory design models, at the initial stage using descriptive qualitative methods and then using descriptive quantitative methods. The results of the research on the implementation of blended learning were applied using the Alternative Model Blended Learning consisting of five stages, namely 1) formulating learning outcomes, 2) describing and compiling learning materials, and 3) setting and determining learning activities. Students' digital literacy ability in designing blogger-based learning shows 60% of students are able to design blogger-based e-learning very well, while students' digital literacy skills in designing google form-based evaluations show that 70% of students are able to design google form-based online evaluations very well.
Efektifitas Media Audiovisual Dalam Meningkatkan Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 Pada Siswa Sekolah Dasar Gideon Mansa; Ruth Faidiban; Alva Cherry Mustamu
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.987

Abstract

Pendahuluan:  COVID-19 yang menginfeksi anak-anak hanya menunjukkan gejala infeksi virus musiman seperti flu, batuk, dan demam sehingga sering diabaikan oleh orangtua. Sejak dini anak-anak harus mulai diperkenalkan pada rasa tanggungjawab dan rasa peduli terhadap lingkungan dan diri sendiri terlebih dalam masa darurat pandemi di mana anak-anak adalah kelompok usia yang rentan tertular. Ketepatan memilih metode Pendidikan Kesehatan akan meningkatkan pemahaman konsep yang di berikan dan kreativitas peserta.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media audiovisual terhadap kepatuhan pelaksanaan protocol Kesehatan pencegahan covid-19 pada siswa sekolah dasarMetode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian  quasi eksperimen dengan pendekatan one group only pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah  30 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalah Wilcoxon test.Hasil: Hasil uji statistic menunjukan p-value menunjukan <0.001 setelah diberikan intervensi audiovisual pendidikan Kesehatan pelaksanaan protocol Kesehatan pencegahan covid-19Kesimpulan: terdapat pengaruh media audiovisual terhadap kepatuhan pelaksanaan protocol Kesehatan pencegahan covid-19 pada anak sekolah dasar. Sebaiknya guru di sekolah dasar dapat menambah materi tentang pencegahan covid-19 saat pelaksanaan proses belajar mengajar dengan metode yang menarik seperti audiovisual.
PROGRAM RUMAH TAHFIZH DI KABUPATEN TABALONG KALIMANTAN SELATAN M. Ahim Sulthan Nuruddaroini; Muh. Haris Zubaidillah; Rusiana Rusiana; Hatmiah Hatmiah; Nurul Izzati; Andini Putri Titasari
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.936

Abstract

AbstrakSaat ini program menghafal Alquran mengalami kenaikan yang sangat pesat. Di tengah besarnya perhatian masyarakat terhadap program menghafal Alquran, pengelola lembaga harus memastikan kualitas dan mutu pendidikan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang program rumah tahfizh di Kabupaten Tabalong. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (kualitatif) dengan jenis penelitian naratif. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan Teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Rumah tahfiz yang menyelenggarakan pembelajaran di jam tertentu 2-3 jam perhari, santri pulang kerumah sebagaimana pola pembelajaran di TPA/TPQ. Rumah tahfiz yang menerima santri mondok diasrama dan non asrama (pulang kerumah). Rumah tahfiz yang mewajibkan santri untuk tinggal dirumah tahfiz atau asrama. santri tetap sekolah formal diluar rumah tahfiz. Waktu pembelajaran untuk santri yang tidak menginap sekitar 2-3 jam selama tiga, empat atau lima hari. Untuk santri menginap pembelajaran tahhfiz dilaksanakan tiga kali sehari yakni pada waktu pagi, sore dan malam. Materi dan program terdapat beberapa program yaitu program Tahsin, program tahfizh, murajaah hafalan, dan ada program tambahan. RTQ yang menerima santri sudah bisa baca Alquran dengan baik, tahsin yang dilaksanakan dengan memperbaiki bacaan pada surah yang dihafal saja. Dari beberapa RTQ pelaksanaan muraja’ah yaitu: 1) Muraja’ah dirumah dengan disimak orangtua. 2) Muraja’ah sekali dalam satu minggu. 3) Muraja’ah setiap hari secara klasikal. 4) Muraja’ah setelah selesai satu juz. 5) Muraja’ah setiap hari disimk teman. 6) Muraja’ah setiap hari diwaktu malam. Sedangkan program tambahannya adalah Tajwid, Aqidah & Akhlak, Fiqih (praktek ibadah sehari-hari), doa-doa harian. Metode menghafal yang digunakan lebih banyak dengan metode tikrar dan talaqqi, dan media yang digunakan adalah papan tulis untuk tahsin, speaker qur’an, TV, MP3 Morattal, menggunakan Alquran blok warna seperti Al-Hufaz, Al-hafiz, Alquran waqaf ibtida. Selain itu, ada pelaksanaan evaluasi atau penialain. Pelaksanaan evaluasi ini Guru mencatat di buku mutaba’ah, buku prestasi atau buku setoran santri dengan memberikan keterangan “sangat baik, baik, cukup, ulang”, memberikan tanda bintang tiga, dua atau satu untuk tahfiz usia balita. Penilaian atau tes setiap selesai satu juz. Secara teoretis maupun praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan khazanah keilmuan Islam terutama tentang bagaimana cara mengelola program rumah tahfizh.
Penanaman Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini Melalui Bahasa Cinta Berdinata Massang; Febri Kurnia Manoppo; Hasia Mamonto
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 1, Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i1.899

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana penguatan Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini melalui penggunaan Bahasa Cinta oleh orangtua di Desa Pusian Selatan Kecamatan Dumoga, Kab. Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi langsung di lokasi penelitian, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa model penerapan bahasa cinta dalam penanaman pendidikan karakter yang diterapkan oleh orangtua bagi anak usia dini yaitu: sentuhan fisik, tindakan melayani, kata-kata peneguhan, serta model bahasa cinta yang bersyarat. Model bahasa cinta yang paling banyak digunakan untuk penguatan karakter anak usia dini di Desa Pusian Selatan adalah kata-kata peneguhan dari orangtua terhadap anak serta waktu berkualitas antara orangtua dan anak-anak.
Kemandirian Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Daring (Masa Pandemi Covid-19) Endang Fatmawati; Luluk Firdausiyah; Jasmaniah Jasmaniah
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 3 (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i3.1019

Abstract

Kemandirian belajar penting bagi peserta didik, terutama pada saat pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran jarak jauh adalah  pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana kemandirian belajar anak yang melakukan pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slr (systematic literature review). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi serta mereview artikel jurnal atau buku mengenai kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring (masa pandemi covid-19). Artikel yang digunakan dalam penelitian ini kurang lebih 15 referensi. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan bahwa kemampuan kemandirian belajar siswa sangat diperlukan di dalam pembelajaran daring, karena memiliki pengaruh positif bagi siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk lebih proaktif dalam mencari materi pendukung aktivitas belajar, mengambil keputusan yang tepat, bertanggung jawab atas aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran.
Layanan Pendidikan Anak Lamban Belajar (Slow Learner) di Sekolah Mastur Mastur; Nik Haryanti
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.1006

Abstract

 Tujuan penelitiannya adalah untuk mendeskripsikan layanan pendidikan bagi siswa lamban belajar di SDN 2 Betak Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian  adalah:  Pelaksanaan layanan guru dalam hal modifikasi alokasi waktu pembelajaran bagi siswa lamban belajar di kelas dilakukan dengan: guru  memberikan bimbingan untuk siswa yang lambat dalam belajar dengan memberikan jam tambahan di luar jam pelajaran,   guru memodifikasi isi atau materi pembelajaran bagi siswa lamban belajar di kelas  dilakukan dengan penurunan  tingkat  kesulitan  materi  suatu  mata  pelajaran dan memberikan perhatian yang lebih pada siswa lambat belajar saat penyampaian  materi  pembelajaran.  
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Komik di MIN 1 Kota Palembang Ines Tasya Jadiddah
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.978

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan spesifikasi produk bahan ajar komikkelas III yang di kembangkan di MIN 1 Palembang. (2) mendeskripsikan penggunaan produk bahan ajar komikkelas III yang di kembangkan di MIN 1 Palembang. (3) Menguji kelayakan bahan ajar komikkelas III yang di kembangkan di MIN 1 Palembang.Pengembangan bahan ajar komikini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Validasi produk diberikan kepada ahli isi/materi, desain, dan bahasa. Uji coba produk dilakukan dengan uji lapangan kepada guru dan siswa. Langkah pokok pada penelitian ini adalah analisis kondisi awal, pengembangan rancangan bahan ajar, pembuatan bahan ajar, dan penilaian bahan ajar. Teknik pengumpul data yang digunakan meliputi angket dan tes hasil belajar. Hasil pengembangan ini adalah sebagai berikut: (1) spesifikasi bahah ajar komikbentuk cetak menggunakan kertas art paper, terdiri dari 47 halaman (2) penggunaan bahan ajar komiksebagai bahan ajar penunjang pembelajaran tematik yang menarik dan menyenangkan dikelas yang tersaji sesuai dengan materi tematik kelas III MI.(3) kelayakan bahan ajar ceritabergambar ditunjukkan dengan tingkat validasi ahli isi/materi presentase 77%, ahli desain presentase 83% dan ahli bahasa presentase 84% kriteria sangat valid dan layak digunakan. Tingkat keterterapan/kemudahan guru presentase 92%, 84%, 86%, dan 94% masing-masing dengan kriteria sangat baik. Tingkat keterterapan/kemudahan siswa presentase 91,8% dengan kriteria sangat baik. Tingkat kemenarikan presentase 93% kriteria sangat menarik. Bahan ajar komikini dapat meningkatkan hasil belajar siswa rata-rata dari kelas eksperimen 94,3 dan kelas kontrol 75,6. Pada uji-T menggunakan rumus uji t-tes berpasangan thitung ≥ ttabel yaitu 13,0 ≥ 2,05. H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar dengan menggunakan bahan ajar komik dengan hasil belajar yang tidak menggunakan Bahan Ajar Berbasis Komik kelas III di MIN1 Palembang.
Strategi Menulis DPLT (Dengarkan, Pikirkan, Lengkapi, Dan Tuliskan) Dalam Mengembangkan Karakter Religius Muhammad Majdi; Lailatul Husna; Noor Hidayah
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.902

Abstract

Karakter Religius menjadi salah satu pondasi yang penting bagi peserta didik dalam bekalnya menjadi makhluk sosial. Hal tersebut melatar belakangi penelitian ini yang dikolaborasikan dengan pembelajaran menulis kalimat pada jenjang sekolah dasar dengan maksud menumbuhkan jiwa religiusnya dengan beberapa indikator seperti sikap patuh menjalankan ibadah yang dianut, saling menghargai, tidak membeda-bedakan teman yang beragama lain, hidup rukun dengan semua teman, dan  memberi salam kepada semua orang ketika sedang bertemu.  Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian implementasi strategi DPLT (dengarkan, pikirkan, lengkapi dan tuliskan) berjalan dengan baik sesuai langkah-langkahnya yang terdiri dari bagian 1) dengarkan, 2) pikirkan, 3)lengkapi dan 4) tuliskan. Sedangkan korelasi pendidikan karakter religius  dengan strategi DPLT terdapat pada beberapa langkah penerapan strategi pembelajaran sesuai dengan indikator pendidikan karakter religius, seperti dalam adab berpakaian, memberi dan menjeawab salam,  berdoa sebelum melakukan kegiatan, interaksi dengan gerakan-gerakan yang disunahkan oleh agama, menghargai serta sopan antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
Implementasi Pendidikan Islam Masa Nabi Muhammad SAW Andi Nova
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 1, Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i1.879

Abstract

Ketika Nabi Muhammad Saw berumur 40 tahun diangkatlah menjadi seorang Rasul, sebagai titik awal Pendidikan keislaman itu terlihat berproses, dibuktikan dengan gaya mendidik secara sembunyi-sembunyi dan dengan terang-terangan. Pengimplementasian nilai-nilai Pendidikan Islam dilatarbelakangi kondisi Masyarakat ketika itu secara moral jatuh dalam keterpurukan. Perjuangan untuk menanamkan nilai Pendidikan keislaman secara tersembunyi membuahkan hasil dengan bergabungnya istri beliau, ‘Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan Abu Bakar as-Shiddiq. Sedangkan perjuangan secara terang-terangan semakin membuahkan hasil dengan bergabungnya lebih banyak sahabat lagi dan siap melanjutkan estafet perjuangan Rasulullah Saw. Dari berbagai metode yang dilaksanakan Rasulullah Saw dalam pengimplementasian Pendidikan Islam yang paling diminati peserta didik yaitu metode Uswah (Suri teladan yang baik), walaupun pada dasarnya dari seluruh metode yang ditawarkan mempunyai kelebihan masing-masing dan tujuannya pasti baik. Fokus utama ketika di Makkah menanamkan Pendidikan Tauhid, dalam merubah karakter peserta didik diutamakan berubah dulu kepercayaannya sebab perubahan menuju lebih baik itu hannyalah dengan melakukan pembersihan terlebih dahulu melalui jalur Tauhid. Mengingat latar belakang awal kondisi Masyarakatnya penyembah berhala, hobi membunuhi anak perempuan, berjudi dan sebagainya. Sesudah di Madinah penanaman nilai Pendidikan sudah mulai terlihat hasil secara nyata disebabkan sudah banyak pengikut loyalitas tinggi tanpa dikhawatirkan lagi konsistensinya.

Page 9 of 68 | Total Record : 671