cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Perbandingan Regulasi Fly Ash sebagai Limbah B3 di Indonesia dan Beberapa Negara Ekaputri, Januarti Jaya; Bari, M. Shahib Al
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.154 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.30762

Abstract

Makalah ini bertujuan agar pemerintah Indonesia termotivasi untuk meninjau Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia nomor 101 tahun 2014 terkait abu batu bara. Limbah pembakaran batu bara seperti fly ash terus memenuhi penampungan limbah dan diperlukan solusi penangan yang tepat. pemanfaatan fly ash di Indonesia menghadapi kendala, salah satunya adalah kategori fly ash sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Akibatnya, pemanfaatannya membutuhkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam makalah ini, dilakukan studi status fly ash dalam klasifikasi limbah beracun di India, Amerika Serikat, Cina dan Vietnam. India dan Cina dikenal sebagai pengimpor batubara dari Indonesia. PP nomor 101 dalam sejarahnya merujuk regulasi Amerika Serikat. Vietnam dipilih sebagai pembanding di Asia Tenggara. Dari hasil uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) sampling fly ash dari 16 PLTU Indonesia membuktikan bahwa kandungan racunnya lebih rendah dari parameter TCLP dalam peraturan. Hasil Acute Oral Toxicity Test (LD50) menunjukkan bahwa fly ash dan bottom ash dengan dosis hingga 7000 mg/kg tidak menyebabkan kematian. Studi ini dapat menjadi rujukan oleh pemerintah Indonesia dalam menentukan status fly ash sebagai limbah beracun supaya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam berbagai sektor.
Analisis Stabilitas pada Lereng dengan Perkuatan Tanaman Vetiver Menggunakan Metode Elemen Hingga 3D Hamdhan, Indra Noer; Pratiwi, Desti Santi; Rahmah, Rizka Adisya Kamila
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.677 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.32003

Abstract

A landslide is the downslope movement of a soil mass or rock or debris of both (Bobrowski and Highlind, 2008). One of the measures to mitigate slope erosion that causes landslide is by applying bio-engineering system using a vegetation called Vetiver (Vetiveria Zizanioides). The purpose of  this study is to analyze slope stability with a vegetation system using PLAXIS 3D software based on finite elements method and referring to the guidelines from the Ministry of Public Works and Housing with the title Guidelines for Vetiver Grass Planting for Surface Erosion Control and Prevention of Shallow Landslides on Road Slopes.The result shows that the deeper the Vetiver root modelled will increase the value of the safety factor, reinforcement using vegetation is effective on 30° slopes in PLAXIS 3D. The percentage increase in the value of the safety factior generated by PLAXIS 3D is 10.94%.
Kekuatan Geser Gelagar Pelat Linearly Tapered Yosep, Flosten; Wijaya, Paulus Karta
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.035 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.30260

Abstract

Studi ini menganalisis perilaku geser gelagar pelat linearly tapered berpenampang I dan menentukan metode usulan untuk mengestimasi kekuatan gesernya. Studi ini terdiri dari 72 model gelagar pelat linearly tapered dengan sudut kemiringan berkisar antara 2° hingga 30°, tebal pelat badan 5 mm hingga 8 mm dan rasio a/h: 1; 1,25 dan 1,5. Keseluruhan model memiliki pelat badan yang langsing. Studi dilakukan melalui analisis metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak ADINA 9.5. Keseluruhan model dimodelkan tertumpu sederhana dan diberikan dua variasi tipe beban geser, yakni yang menyebabkan aksi medan tarik diagonal pada arah diagonal pendek (Tipe I) dan diagonal panjang (Tipe II). Untuk tipe I, kekuatan gesernya dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan kekuatan geser yang terdapat pada spesifikasi desain AISC 360-16, dengan menggunakan tinggi pelat badan terkecil. Sedangkan untuk tipe II, hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan gesernya menurun seiring dengan peningkatan sudut kemiringannya dan rasio . Berdasarkan hasill tersebut, faktor modifikasi untuk menentukan kekuatan geser gelagar pelat linearly tapered terhadap spesifikasi desain AISC 360-16 ditentukan.
Analisis Kerawanan Banjir sebagai Pendukung Perencanaan Model Water Sensitive Urban Design di Kabupaten Klaten Ulfiana, Desyta; Windarto, Yudi Eko; Bashit, Nurhadi; Ristianti, Novia Sari
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.6 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.31929

Abstract

Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir. Wilayah Kabupaten Klaten yang sangat luas dan memiliki karakteristik yang beragam menyebabkan sulitnya menentukan model penanganan banjir yang sesuai. Water Sensitive Urban Design (WSUD) adalah model perencanaan wilayah yang menitikberatkan pada penanganan permasalahan air dengan konsep infrastruktur ramah lingkungan. Oleh karena itu, analisis tingkat kerawanan banjir dan penentuan faktor penyebab banjir dilakukan untuk merencanakan desain WSUD yang sesuai pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Klaten. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk membantu analisis tingkat kerawanan banjir ini. Aspek yang digunakan sebagai kriteria adalah curah hujan, kelerengan, jenis tanah, kondisi geologi, dan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Klaten memiliki dua kecamatan dengan kategori tingkat kerawanan banjir tinggi, 21 kecamatan dengan kategori sedang, dan tiga kecamatan dengan kategori rendah. Kecamatan Bayat dan Cawas merupakan kecamatan yang memiliki kategori tingkat kerawanan banjir tinggi. Sedangkan Kemalang, Karangnongko dan Polanharjo merupakan kecamatan dengan kategori tingkat kerawanan banjir rendah. Faktor utama terjadinya banjir di Kabupaten Klaten adalah kelerengan dan penggunaan lahan.
Analisis Power-Interest Stakeholder terhadap Asuransi Bencana Infrastruktur Publik di Kota Semarang Hatmoko, Jati Utomo Dwi; Putri, Dita Mentari; Hermawan, Ferry
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.944 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.32086

Abstract

Penggunaan asuransi bencana pada infrastruktur publik di Indonesia masih jarang, termasuk di Semarang. Keberhasilan adopsi asuransi bencana pada infrastruktur publik tidak dapat dipungkiri bergantung pada penerimaan oleh pemangku kepentingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis power dan interest para pemangku kepentingan terhadap penggunaan asuransi bencana pada infrastruktur publik di Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan diskusi grup dengan para pemangku kepentingan pemerintah Semarang, manajer aset, pengguna, dan lain-lain. Power-interest grid stakeholder membagi pemangku kepentingan berdasarkan tingkat kewenangan (power) dan minat (interest), yang menghasilkan empat kategori, yaitu players, subject, crowds, dan context setters. Penelitian ini mengidentifikasi players adalah Walikota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) (5,5%); kategori subject meliputi Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan, mayoritas Puskesmas (40,7%); Crowds adalah Dinas Pendidikan dan mayoritas sekolah (53,7%); dan tidak ada context setters (0%). Penelitian ini menemukan bahwa rendahnya kepercayaan terhadap pihak asuransi merupakan faktor utama yang menyebabkan kurangnya interest dalam penggunaan asuransi. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk memahami peta pemangku kepentingan Kota Semarang berdasarkan aspek power dan interest, dan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi adopsi asuransi bencana pada infrastruktur publik.
Pengaruh Jarak Sekrup terhadap Kapasitas dan Perilaku Penampang Tersusun Boks (Closed Section) Baja Canai Dingin Making, Maria Yasinta Menge; Awaludin, Ali; Supriyadi, Bambang
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.506 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.31503

Abstract

Kapasitas serta perilaku penampang tersusun baja canai dingin dipengaruhi oleh susunan alat sambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak sambungan sekrup terhadap kapasitas lentur serta perilaku penampang tersusun boks yang dibentuk dari penampang kanal-lip (tebal 1,0 mm, tinggi web 81 mm, tinggi lip 8,5 mm, lebar sayap atas dan bawah 38 mm dan 40 mm). Total 19 balok dengan panjang masing-masing 1200 mm dikenakan momen lentur murni melalui dua beban titik berjarak 600 mm yang diaplikasikan di tengah bentang. Variasi jarak sekrup pada bentang momen yaitu 100 mm, 150 mm, 200 mm, 250 mm,           300 mm, 328 mm, dan 350 mm. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata kapasitas lentur uji balok bertambah ketika jarak sekrup berkurang. Adapun, konfigurasi sekrup juga turut mempengaruhi kapasitas balok tersusun. Analisis kapasitas lentur menggunakan metode lebar efektif dan metode kekuatan langsung berdasarkan AISI S100-16 memberikan hasil yang sangat konservatif. Mode kegagalan penampang tersusun yang teramati berupa tekuk lokal, distorsi dan torsi-lateral.
Pengaruh Kekangan Carbon Fiber Reinforced Polymer pada Beton Self Compacting Menggunakan Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Perilaku Beton Sapeai, Martinus Pramanata; Tjondro, Johannes Adhijoso
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.511 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.29213

Abstract

Pemanfaatan limbah beton yang telah didaur ulang (RCA) sebagai alternatif pengganti agregat kasar alami dalam eksperimen ini sesuai dengan konsep konstruksi berkelanjutan, dengan metode beton memadat sendiri. Konsep pembuatan benda uji sesuai kondisi ril di lapangan, di mana agregat tidak melalui proses pembersihan. Perkuatan elemen beton menggunakan serat yang diberi beban secara aksial telah banyak diimplementasikan baik yang dikekang secara menyeluruh maupun yang dikekang secara parsial. Terdapat tiga varian mix design dengan kekuatan tekan rata-rata 28 hari yang disyaratkan masing-masing 24, 28 dan 32 MPa. Terdapat tiga varian carbon fiber reinforced polymer (CFRP) sebagai kekangan pada silinder beton masing-masing adalah kekangan 50, 75 dan 100%. Uji eksperimental ini menunjukkan bahwa konsep SCC-RCA menggunakan ACI 211.1 memenuhi syarat. Pengaruh kekangan CFRP pada kekuatan tekan beton SCC-RCA yang dikekang satu lapis CFRP menghasilkan persamaan sebagai berikut fcc’=fc’+3,7fl.
Studi Penentuan Nilai Curve Number DAS Pataruman berdasarkan Satuan Peta Tanah Indonesia Ramadan, Anri Noor Annisa; Nurmayadi, Dicky; Sadili, Anwar; Solihin, Rega Rizaldy; Sumardi, Zefri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.205 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.26563

Abstract

The rainfall-runoff model is commonly used in flood discharge computation. One of the most frequently employed methods to estimate the flood discharge in the ungauged basin is NRCS-CN. This study is aimed to determine the CN value with/without soil drainage capacity from the soil information in SPT Indonesia. The location used is Pataruman watershed by calibrating the simulation discharge results with the observed discharge. Soil conditions in the Pataruman watershed show that the soil texture has a fine texture (HSG D), a slightly fine texture (HSG C), and a slightly coarse texture (HSG A). The average composite CN in the Pataruman watershed without soil drainage capacity was 85.58 while soil drainage capacity was 81.01. The results of the analysis show that with/without taking into account the soil drainage capacity in the Pataruman watershed there is no significant difference in discharge with a relation coefficient of 0.734 (without soil drainage capacity) and 0.732 (with soil drainage capacity). CN calculations with/without soil drainage capacity are recommended for small watersheds.
Kajian Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Kinerja Mutu pada Proyek Konstruksi di Provinsi Aceh Rauzana, Anita; Usni, Dwi Andri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.611 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.24065

Abstract

Meningkatnya jumlah perusahaan konstruksi pada industri konstruksi harus diikuti dengan meningkatnya mutu suatu proyek konstruksi. Proyek konstruksi yang sukses merupakan proyek konstruksi yang selesai tepat waktu, biaya ekonomis, serta mencapai mutu sesuai perencanaan. Mutu yang sesuai spesifikasi perencanaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor tersebut sehingga dapat diketahui faktor penyebab rendahnya kinerja mutu yang sangat berpengaruh pada proyek konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya kinerja mutu yang paling dominan. Metode yang digunakan untuk meninjau faktor faktor yang mempengaruhi kinerja mutu proyek adalah metode statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner dan analisis pengolahan data, maka didapat lima faktor penyebab rendahnya kinerja mutu yang sangat berpengaruh pada proyek konstruksi, yaitu faktor perubahan lingkup pekerjaan, kualitas material buruk, kesalahan desain, mutu peralatan buruk, dan kurangnya keahlian tenaga kerja.
Pengaruh Substitusi Semen dengan Semen Slag pada Mortar terhadap Kebutuhan Air dan Waktu Ikat, dan Peningkatan Kuat Tekan Mortar pada Umur 14 hari dan 28 Hari Adi, Rudi Yuniarto; Rizqi, Safira Yulia; Subagyo, Sie Alexander Patrick; Han, Ay Lie
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.702 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.31691

Abstract

Saat ini pemanfaatan limbah industri sebagai material bahan bangunan banyak dikembangkan, salah satunya yaitu pemanfaatan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) yang sering disebut dengan Semen Slag yang merupakan residu pembakaran tanur proses pemurnian baja yang dihaluskan sebagai bahan perekat. Dalam kontrak pelaksanaan konstruksi, batasan waktu penyelesaian pekerjaan menjadi faktor penting untuk menghindari keterlambatan. Oleh sebab itu pengetahuan kekuatan/mutu material yang mempunyai peningkatan berdasarkan umur material sangat dibutuhkan. Penelitian ini menganalisis pengaruh umur mortar terhadap kuat tekan dengan substitusi Semen Slag pada campuran penyusunnya. Perbandingan material dalam mortar antara semen dan pasir adalah 1 : 3. Persentase penggantian semen slag terhadap semen Portland pada penelitian adalah 0%, 25%, 5% dan 75% dari berat semen, pengujian kuat tekan mortar dilakukan pada umur mortar 14 hari dan 28 hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada substitusi semen slag 25% terjadi peningkatan mutu yang sangat signifikan pada umur 28 hari jika dibandingkan pada umur 14 hari yaitu sebesar 31,90 %. Pada substitusi semen slag 50% dan 75% tidak terjadi peningkatan mutu yang signifikan yaitu 2,66 % untuk substitusi semen slag 50% dan 2,45% untuk substitusi semen slag 75%

Filter by Year

2003 2025