cover
Contact Name
syamsul hadi
Contact Email
syamsul hadi
Phone
-
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
“JURNAL AGRIBEST” adalah Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian bidang Agribisnis, Sosial Ekonomidan bidang lainnya yang relevan terbit dua kali dalam setahun pada Bulan Maret dan September secara online dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): September" : 16 Documents clear
Edukasi Pertanian Pada Siswa Dengan Kebun Sekolah Aktif Di SD Muhammadiyah 3 Surakarta Windarto, Rosyid Dwi; Perkasa, Rahmatdani Ardian; R, Arifianto Pemdyan Nur; K, Larasati Annisa Bella; Hapsari, Rika Mayang; Antriyandarti, Ernoiz
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3617

Abstract

Turunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi salah satu masalah serius yang harus dihadapi dan diantisipasi. Kajian ini bertujuan untuk mengedukasi siswa agar bercocok tanam dengan metode yang lebih mudah sehingga dapat membuka pandangan tentang bercocok tanam dan meningkatkan minat siswa untuk berkebun di SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Metode kajian yang digunakan adalah systematic review. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi pertanian terhadap siswa dapat dilakukan melalui bertanam dengan metode microgreen. Pemberian materi dilakukan secara daring dengan membagi video tutorial penanaman metode microgreen dan memonitor perkembangan proses edukasi pertanian di SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Dengan demikian, setelah pandemi COVID-19 berakhir, dan sekolah mulai dibuka, siswa dapat melanjutkan kegiatan bercocok tanam melalui kebun sekolah aktif. Kendala dalam program ini adalah keterbatasan proses edukasi karena hanya menggunakan metode pembelajaran secara daring (dalam jaringan).
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Membeli Komoditi Pertanian Di Pasar Tradisional Kepanjen Malang Bayu, Indra; Ibrahim, Jabal Tarik; Bakhtiar, Ary; Mufriantie, Fithri
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3547

Abstract

A market is a meeting place for sellers and buyers who are conducting transactions, both goods, and services. One of the main items for buying and selling activities is agricultural commodities as the main source of food. One of the most found and popular markets is the traditional market. The purpose of this research is to analyze together the influence of product factors, income, quantity, quality of place, service on the decision to buy agricultural commodities in the traditional Kepanjen market, and which factors are the most dominant. The sampling technique used accidental sampling, with the number of respondents 88 and multiple linear regression. The results of the research are the characteristics of the respondents are dominated by the female gender, ranging in age from 36-55, having a family of 3-4 people, junior high school education, and with an income ranging from 2,500,000 to 4,000,000. The results of the F test analysis obtained a significance value of 0.119, which means that there is a joint influence on the variables of income, quantity, quality of place, service on the decision to buy agricultural commodities in the traditional Kepanjen market. While the t-test obtained two variables that have a value less than 0.15, namely the quantity variable 0.140 and the service variable 0.016 which means that it is partially influential and the most dominant is the service variable which influences the decision to buy agricultural commodities in the traditional market of Kepanjen Malang. 
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Organik Di Kota Bengkulu Novanda, Ridha Rizki
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3549

Abstract

Sayuran organik merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk mencapai hidup yang sehat. Sehingga tingkat konsumsi sayuran organik meningkat. Peningkatan permintaan sayuran organik di Provisi Bengkulu juga meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan berdirinya beberapa farm yang menonjolkan sistem hidroponik untuk menghasilkan sayuran organik. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan pada masyarakat kota Bengkulu dengan responden sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan metode partial least square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik ialah Atribut mutu, Harapan/dukungan, Kemudahan/kesulitan. Atribut mutu berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian sayuran organik dengan nilai P Value 0,000. Harapan/dukungan orang terdekat berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian sayuran organik dengan nilai P Value sebesar 0,002. Dan Kemudahan/kesulitan akses berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian dengan nilai P Value sebesar 0,000.
Competitiveness and Export Similarity of Indonesia’s Coconut Oil Aulia, Anisa Nurina; Chasanah, Nur; Prasetyo, Agus Subhan; Nalawati, Ara Nugrahayu
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3546

Abstract

Coconut oil is one of the vegetable oils that became potential export product in Indonesia. Philippines, Indonesia, and Malaysia are three of the biggest exporters of coconut oil in ASEAN, by knowing their position in the Internastional trade of Coconut Oil it become an evauation for the sustainability of the Indonesia’s coconut oil trade.,The aims of this research are knowing the position of Coconut Oil (Crude Coconut Oil with HS Code 151311 and Its derivative with HS code 151319) compared to the competitors during 2001 to 2017 by using Revealed Comparative Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR), Trade Specialization Index (ISP) and Export Similarity Index (ESI) for adding information about the similarity of the export structure of coconut oil from Indonesia, Philippines, and Malaysia to the world market. The results of the research show that Indonesia has high competitiveness, and has the highest acceleration in the growth of Crude Coconut Oil’s exports (HS Code 151311) compared to the Philippines and Malaysia. Meanwhile, Indonesia and Philipines have a higher similarity market of coconut oil than Indonesia and Malaysia. Indonesia should increase the capacity industries for derivative of crude coconut oil (HS code 151319) so it could increase volume and value export because it has a higher benefit than crude coconut oil.
Analisis Finansial Budidaya Ikan Nila Gesit Intensif dengan Sistem Bioflok Cahrial, Eri; Noormansya, Zulfikar
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) berapakah besar biaya investasi dan biaya operasional 2) bagaimakah kelayakan usaha dilihat dari besarnya Net Present Value (NPV), Net B/C dan Internal rate of return serta 3) lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan biaya operasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada seorang petani yang melaksanakan budidaya ikan nila jenis gesit semi intensif dengan sistem bioflok di Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Kelayakan usaha dalam penelitian ini dapat diketahui melalui analisis   finansial dan dianalisis   secara deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya biaya investasi yang digunakan adalah sebesar Rp. 15.014.000,00 dan biaya operasional sebesar Rp. 119.096.700,00. Sehingga total biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 134.110.700,00. Besarnya net present value sebesar Rp. 12.120.257,00, net B/C ratio sebesar 2,19, dan besarnya internal rate of return adalah sebesar 64,02 persen, serta lamanya waktu untuk mengembalikan modal/investasi adalah sebesar 2 tahun, 2 bulan 9 hari, hal ini menunjukkan bahwa budidaya ikan nila gesit intensif dengan sistem bioflok secara finansial, layak untuk dilaksanakan.
Model Peningkatan Daya Saing Kopi Robusta Bagi Petani Di Kabupaten Bondowoso Santosa, Teguh Hari; Oktarina, Oktarina; Wardhana, Danu Indra
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3405

Abstract

Daya saing kopi rakyat dari masyarakat pinggiran hutan umumnya rendah yang berakibat pada lemahnya ekonomi masyarakat. Upaya peningkatan daya saing kopi rakyat tersebut akan memperkokoh ekonomi masyarakat melalui perbaikan teknologi budidaya, pengolahan pasca panen, struktur industri dan kondisi permintaan terhadap kopi rakyat.    Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui daya saiang kopi robusta dikabupaten bondowoso. Untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan metode survei. Penelitian ini telah dilakukan di Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso selama 6 bulan pada tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  daya saing kompetitif dan komparatif kopi rakyat hasil olah kering  adalah tinggi yang ditunjukkan dengan nilai PCR  0,4261  dan nilai DRCR 0,4397.  Kopi olah basah juga mempunyai daya saing  kompetitif tinggi dengan nilai PCR 0,3679, namun daya saing komparatif cukup tinggi dengan nilai DRCR 0,5135. Meskipun daya saing kompetitif dan komparatif tinggi, namun keuntungan rata-rata per hektar kopi rakyat olah kering hanya sebesar Rp 743.681/ha/bulan lebih kecil dari UMR Kabupaten Bondowoso dan memberikan kontribusi kepada pendapatan keluarga sebesar 33,96%.  Sedangkan kopi olah basah meskipun mempunyai daya saing komparatif dengan kategori cukup tinggi namun keuntungannya lebih tinggi, yaitu Rp 1.483.742/ha/tahun  dan mempunyai kontribusi 48,05% terhadap pendapatan keluarga. Terdapat enam sarana produksi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing kopi rakyat, yaitu sumberdaya manusia, teknologi, modal, bahan baku, mesin dan pasar.
Kelayakan Usaha Ikan Bandeng Di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan Winarti, Lili; Permadi, Rokhman
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3425

Abstract

Besarnya produksi bandeng yang dihasilkan pada tambak ikan bandeng di Kecamatan Seruyan Hilir akan menyebabkan terjadinya persaingan harga, dimana ketika hasil produksi yang berbarengan menyebabkan harga akan ditententukan oleh tengkulak, sehingga petani tidak dalam posisi menentukan harga selain harga yang ditentukan oleh tengkulak, adapun penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tambak ikan bandeng  di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan.  Metode  yang digunakan adalah yaitu metode sensus, metode sensus merupakan metode penelitian yang menggunakan semua individu yang ada dalam populasi, adapun responden dalam penelitian ini berjumlah 29 orang petani ikan bandeng.  Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif  untuk  menganalisis biaya-biaya yang dikeluarkan selama kegiatan mulai dari biaya investasi, operasional  produksi  dan Analisis finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha tambak ikan bandeng  dengan menggunakan kriteria-kriteria kelayakan investasi yaitu: Net Present Value(NPV), Internal rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Rasio (Net B/C), Payback Period .  Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa  usaha tambak ikan bandeng berdasarkan 4 criteria investasi yang digunakan di kecamatan seruyan hilir layak untuk usahakan, hal ini bisa dilihat dari nilai NPV positif yaitu sebesar Rp 114.513.540,11,  nilai IRR yang lebih besar dari tingkat suku bunga yaitu sebesar  160%,  nilai  net B/C sebesar  6,56 dan pay back period usaha tambak ikan bandeng ini 7 bulan.
Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Di Kecamatan Sukorambi Jember Sauqi, Ahmad
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3295

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Di Kecamatan Sukorambi Jember ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan atau keuntungan yang diperoleh oleh pedagang sayur di Kecamatan Sukorambi. Penelitian ini dilaksankan selama 2 bulan yakni awal bulan Juni 2019 sampai dengan akhir bulan Juli 2019, dilaksanakan di daerah Kecamatan Sukorambi Jember tepatnya di 3 Desa yakni Desa Sukorambi, Karangpring dan Desa Klungkung. Menggunakan teknik multistage sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang. Metode analisis data menggunakan revenue cost ratio atau biasa disebut r/c ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan kotor dari pedagang sayur di Kecamatan Sukorambi Jember adalah 10 % dari biaya tunai ( biaya variabel dalam bentuk kulakan barang dagangan ). Para pedagang sayur keliling di Kecamatan Sukorambi Jember mendapatkan rata-rata pendapatan bersih Rp. 39.640 setiap harinya. Kegiatan usaha berdagang sayuran keliling ini layak untuk dikerjakan dan dikembangkan karena berdasarkan RC ratio nilainya adalah lebih besar dari 1.
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Organik Di Kota Bengkulu Ridha Rizki Novanda
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3549

Abstract

Sayuran organik merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk mencapai hidup yang sehat. Sehingga tingkat konsumsi sayuran organik meningkat. Peningkatan permintaan sayuran organik di Provisi Bengkulu juga meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan berdirinya beberapa farm yang menonjolkan sistem hidroponik untuk menghasilkan sayuran organik. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan pada masyarakat kota Bengkulu dengan responden sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan metode partial least square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik ialah Atribut mutu, Harapan/dukungan, Kemudahan/kesulitan. Atribut mutu berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian sayuran organik dengan nilai P Value 0,000. Harapan/dukungan orang terdekat berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian sayuran organik dengan nilai P Value sebesar 0,002. Dan Kemudahan/kesulitan akses berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian dengan nilai P Value sebesar 0,000.
Competitiveness and Export Similarity of Indonesia’s Coconut Oil Anisa Nurina Aulia; Nur Chasanah; Agus Subhan Prasetyo; Ara Nugrahayu Nalawati
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3546

Abstract

Coconut oil is one of the vegetable oils that became potential export product in Indonesia. Philippines, Indonesia, and Malaysia are three of the biggest exporters of coconut oil in ASEAN, by knowing their position in the Internastional trade of Coconut Oil it become an evauation for the sustainability of the Indonesia’s coconut oil trade.,The aims of this research are knowing the position of Coconut Oil (Crude Coconut Oil with HS Code 151311 and Its derivative with HS code 151319) compared to the competitors during 2001 to 2017 by using Revealed Comparative Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR), Trade Specialization Index (ISP) and Export Similarity Index (ESI) for adding information about the similarity of the export structure of coconut oil from Indonesia, Philippines, and Malaysia to the world market. The results of the research show that Indonesia has high competitiveness, and has the highest acceleration in the growth of Crude Coconut Oil’s exports (HS Code 151311) compared to the Philippines and Malaysia. Meanwhile, Indonesia and Philipines have a higher similarity market of coconut oil than Indonesia and Malaysia. Indonesia should increase the capacity industries for derivative of crude coconut oil (HS code 151319) so it could increase volume and value export because it has a higher benefit than crude coconut oil.

Page 1 of 2 | Total Record : 16