cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Pengaruh Perbedaan Periode Paparan Detergen Terhadap Histopatologi Insang Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Vanda Delima Warno Putri; Desrina Desrina; Sarjito Sarjito; Alfabertian Herjuno Condro Haditomo
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.14431

Abstract

Detergen merupakan limbah domestik yang paling umum mengkontaminasi lingkungan perairan dan menyebabkan berbagai toksisitas terhadap organisme akuatik sehingga mempengaruhi aktivitas budidaya, salah satunya pada budidaya ikan nila. Detergen memiliki sifat iritan dan toksik yang dapat mengakibatkan perubahan struktural pada organ tubuh ikan. Insang merupakan organ yang rentan terdampak polutan karena terjadi kontak langsung dengan kontaminan dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologi insang benih ikan nila yang terpapar detergen pada periode paparan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium akuakultur Universitas Diponegoro Semarang, menggunakan metode penelitian rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila berumur ±2 bulan dengan bobot rata-rata 1,24±0,3 gr/ekor. Dosis detergen yang digunakan adalah dosis subletal yaitu 2,4 mg/L yang ditambahkan pada setiap perlakuan kecuali perlakuan A (kontrol). Lama paparan pada setiap perlakuan A, B, C, dan D secara berturut-turut yaitu 45, 15, 30, dan 45 hari. Parameter yang diukur meliputi gambaran histopatologi insang, gejala klinis, mortalitas dan kualitas air. Tingkat kerusakan insang ditentukan dengan metode skoring dan dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan periode paparan detergen memberikan perubahan histopatologi insang berupa edema, hipertrofi, hiperplasia dan fusi dengan tingkat kerusakan terparah pada perlakuan D (rata-rata skor 4), diikuti perlakuan C (rata-rata skor 3), perlakuan B (rata-rata skor 1,33) dan perlakuan A (rata-rata skor 0). Hasil kelulushidupan terendah yaitu pada perlakuan D sebesar 75,56% dan tertinggi pada perlakuan A sebesar 95,56%. Nilai kualitas air selama penelitian masih berada dikisaran yang layak yaitu DO 3,5-8,7 mg/l, suhu 25-29°C dan pH 7,1-7,9. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan periode paparan detergen memberikan pengaruh nyata terhadap histopatologi insang benih ikan nila. Tingkat kerusakan insang tertinggi hingga terendah yaitu perlakuan D, diikuti perlakuan C, perlakuan B dan perlakuan A.
Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Melalui Metode Perendaman Induk Menggunakan Air Kelapa Dengan Konsentrasi Berbeda Tasya Alivia Novitasari; Sri Hidayati; Eric Armando
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.14182

Abstract

This study was conducted to analyse the use of coconut water doses to achieve a higher percentage of males in guppy breeding and how it affects the survival of guppy fry. The search took place in Mertoyudan, Magelang district between November 2021 and January 2022. This research plan was a completely randomized design with 4 treatments and 4 replicates. Treatments in this study were immersed in gravid females at 0%; 50%; 55%; and 60% solution concentration of coconut water. The data were analysed using a One Way ANOVA followed by the Least Significant Difference test. Results from the data analysis showed that gravid females were immersed in a coconut water solution increased the percentage of male guppy fry with the addition of coconut water doses used. The highest percentage of male guppy fry was 87.7% achieved in the immersion treatment at a 60% coconut water with a 100% survival rate.Keywords : coconut water, guppy (Poecilia reticulata), guppies gravid female, males in guppy
Pengaruh penambahan tepung kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch) Fahrurrozi Ashari; Linayati - Linayati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.14884

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1sampai 3 Desember 2021 di Laboratorium Air Payau dan Laut Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kunyit (Curcuma longa Linn.) pada pakan terhadap pertumbuhan dan FCR ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch). Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah A (pakan ditambah tepung kunyit 5 gr/kg pakan), B (pakan ditambah tepung kunyit 10 gr/kg pakan), C (pakan ditambah tepung kunyit 15 gr/kg pakan) dan D (pakan ditambah tepung kunyit 20 gr/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan biomassa mutlak tertinggi sebesar 6,6 g dan FCR 1,4. Setelah dilakukan analisis regresi didapatkan nilai > 96%, artinya penambahan tepung kunyit pada pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan biomassa mutlak dan FCR ikan kakap putih. Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan selama penelitian pada semua perlakuan adalah 100%. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang wajar yaitu suhu 28 -30 C, salinitas 28-30 ppt dan pH 7,4-7,8.
Pengaruh Pemberian Pakan Cacing Sutra (Tubifex sp.) Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Afrizal Candra Aditya; Eric Armando; Annisa Novita Sari
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.14204

Abstract

ABSTRACNilem fish (Osteochilus hasselti) is a freshwater fish native to Indonesia which is greatly appreciated by the public by its eggs and larvae, the morphology of nilem fish has a flat body form, the mouth can be ripped off. The purpose of this study was to determine the best phase of the silk worm (Tubifex sp.) in the growth rate and survival of nilem fish seeds (Osteochilus hasselti). This research took place from November to December 2021. The research was located in Petuguran Village, Punggelan District, Banjarnegara Regency, Central Java. The search method used was a completely randomized design with 3 treatments and 3 repeats. Treatments in this study were A (baby silk worms), B (juvenile silk worms) and C (adult silk worms). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by a further Ducan’s Multiple Range Test. Parameters observed in the study included absolute weight growth, absolute length growth, feed conversion ratio, and survival. The results of these observations had a significant effect on the increase in absolute weight with the highest treatment found in treatment C (adult silk worms) of 1.56 grams and the increase in absolute length had a significant effect with the highest treatment found in treatment C (adult silkworms) of 8.47 centimetres. However, it does not have a significant effect on the feed conversion ratio and the survival of nilem fish seeds (Osteochilus hasselti). Keywords: silkworms (Tubifex sp.), FCR, nilem fish, survival rate, fish growth
Penggunaan Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya) Dalam Pengobatan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydriphila Voni Lidya Adiningrum; Slamet Budi Prayitno; Sri Hastuti
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.15015

Abstract

Permasalahan dalam budidaya ikan salah satunya adalah penyakit ikan. Penyakit bakteri pada ikan bersifat merugikan dan salah satu penyebab gagalnya budidaya. Aeromonas hydrophila merupakan bakteri oportunistik penyebab penyakit Motile Aeromonas Septicemia pada ikan air tawar, salah satunya ikan mas. Salah satu upaya pengobatan penyakit bakteri pada ikan adalah dengan memanfaatkan bahan alami karena tidak menimbulkan efek resisten terhadap ikan. Bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan bakteri pada ikan salah satunya adalah biji pepaya. Biji pepaya mengandung senyawa triterpenoid dan saponin yang berperan sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman ekstrak etanol biji pepaya terhadap tanda klinis, pertumbuhan, jumlah bakteri, dan kelulushidupan ikan mas yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A, B, C, dan D dengan konsentrasi masing-masing 0 ppm, 225 ppm, 450 ppm, dan 675 ppm. Ikan mas yang digunakan sebanyak 120 ekor dengan panjang 5-7 cm/ekor yang diinfeksi bakteri A. hydrophila sebanyak 0,1 mL secara intramuscular dengan kepadatan bakteri 106  CFU/mL. Ikan mas dipelihara selama 21 hari dengan kepadatan 1 ekor/2 L pada akuarium berisi 20 L air. Pengaplikasian dilakukan dengan cara mengencerkan ekstrak etanol biji pepaya dalam akuades steril satuan mg/L kemudian direndam selama 3 jam pada akuarium uji. Parameter yang diamati meliputi tanda klinis, pertumbuhan, jumlah bakteri, kualitas air, dan kelulushidupan.Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan mas yang telah terinfeksi bakteri A. hydrophilla mengalami penurunan nafsu makan, produksi lendir berlebih, ulcer (borok), nekrosis, exopthalmia, dan bercak merah pada tubuh (hemoragi). Perendaman ekstrak etanol biji pepaya terhadap jumlah bakteri A. hydrophilla pada ikan mas menunjukan hasil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) sebelum perlakuan, tetapi menunjukan hasil berpengaruh nyata (P<0,05) pada hari ke-10 dan hari ke-20 pasca perendaman ekstrak etanol biji pepaya. Hasil perendaman ekstrak etanol biji pepaya menunjukan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap panjang mutlak ikan mas, dan menunjukan berbeda nyata (P<0,05), terhadap bobot mutlak dan kelulushidupan ikan mas. Konsentrasi terbaik dari perendaman ekstrak etanol biji pepaya ditunjukan pada perlakuan C dengan dosis perendaman 450 ppm yang menghasilkan kelulushidudpan sebesar 83,33%.
Status Keberlanjutan Ekowisata Mangrove Tanjung Beo Wanawisata, Desa Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan Desma Fitriani; Indra Gumay Yudha; Darma Yuliana; Supar mono
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.15888

Abstract

Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan merupakan desa yang terletak di wilayah pesisir, memiliki salah satu objek wisata, yaitu Ekowisata Mangrove Tanjung Beo Wanawisata. Pengelolaan mangrove Tanjung Beo hingga saat ini dalam pengelolaan wisata mangrove belum optimum sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis status keberlanjutan ekowisata mangrove Tanjung Beo Wanawisata dari lima dimensi keberlanjutan (ekologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan infrastruktur, serta hukum dan kelembagaan) dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi indeks keberlanjutan ekowisata mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan ekowisata mangrove Tanjung Beo Wanawisata dalam kategori tidak berkelanjutan dengan nilai indeks rata-rata sebesar 22,29 pada skala berkelanjutan 0-25,00. Dimensi ekologi termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 50,11, dimensi ekonomi tidak berkelanjutan dengan nilai 13,34, dimensi sosial tidak berkelanjutan dengan nilai 15,49, dimensi teknologi dan infrastruktur tidak berkelanjutan dengan nilai 18,45, dan dimensi hukum dan kelembagaan tidak berkelanjutan dengan nilai 14,07. Atribut yang mempengaruhi nilai indeks keberlanjutan ditinjau dari dimensi ekologi yaitu kerapatan mangrove, dimensi ekonomi yaitu kunjungan wisatawan, dimensi sosial yaitu kesadaran masyarakat pentingnya mangrove, dimensi infrastruktur yaitu trek mangrove dan dimensi hukum dan kelembagaan yaitu koordinasi antar lembaga atau stakeholder.
Peran fintech dalam pengembangan usaha budidaya udang vaname Chandrika Agustiyana; Yani Hadiroseyani; Iis Diatin
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.16136

Abstract

Komoditas ekspor andalan Indonesia pada sektor perikanan adalah udang vaname (Litopenaeus vannamei). Hambatan yang dihadapi dalam kegiatan budidaya diantaranya yakni akses permodalan yang terbatas dalam pengembangan usaha akuakultur. Fintech memiliki  peranan yang penting karena dapat meningkatkan akses finansial pembudidaya, salah satunya adalah Infishta. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis peran pendanaan fintech dalam pengembangan dan keberlanjutan usaha budidaya udang vaname. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali fakta terkait manfaat pendanaan fintech terhadap usaha akuakultur dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendanaan yang diberikan  fintech senilai 30%  dari total biaya,  memberikan tambahan modal untuk penambahan luas lahan produksi dari 26,8 ha menjadi 41,4 ha. Akibatnya produksi yang dihasilkan meningkat menjadi 45,11 ton dari 32,24 ton Berdasarkan aspek finansial, usaha budidaya udang vaname sesudah pengembangan usaha  layak untuk dijalankan karena memiliki nilai NPV (1.539.637) > 0,  net B/C (1,67) ≥ 1, dan IRR (23,99%) > discount factor serta sensitif terhadap penurunan tingkat kelangsungan hidup dan kenaikan harga pakan. Pendanaan fintech dapat berperan dalam pengembangan dan keberlanjutan usaha budidaya udang vaname melalui penambahan lahan produksi budidaya serta layak dikembangkan. 
Pengaruh Corona Virus Disease (Covid-19) terhadap Faktor Produksi dan Pemasaran Budidaya Ikan Gurami (Osphronemus goramy) di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Mohammad Afif Aryadi; Tita Elfitasari; Seto Windarto
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.14943

Abstract

Penyebaran dan peningkatan jumlah kasus Covid-19 terjadi dengan waktu yang sangat cepat dan telah menyebar antar negara termasuk Indonesia dan berdampak pada berbaai sektor perekonomian. Perikanan merupakan salah satu sektor yang terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 secara tidak langsung. Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan permintaan konsumen, akses pasar atau masalah logistik yang berkaitan dengan transportasi dan pembbatasan-pembatasan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh corona virus disease (Covid-19) terhadap faktor produksi dan pemasaran budidaya ikan gurami (osphronemus goramy) di desa Beji, kecamatan Kedungbanteng, kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalahh metode kuantitatif dengan bantuan komputasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada sampel yang berjumlah 51 orang. Sebanyak 58 pertanyaan disediakan dalam penyebaran instrumen penelitian. Pilihan jawaban diberikan sebanyak 4 pilihan jawaban yakni SS (Sangat setuju), S (Setuju), TS (Tidak setuju), dan STS (Sangat tidak setuju). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis untuk mengetahui bagaimana pengaruh Covid-19 terhadap faktor produksi dan pemasaran budidaya ikan gurami. Hasil penelitian menunjukan bahwa Covid-19 tidak memberikan pengaruh ynng signifikan baik terhadap faktor produksi maupun terhadap pemasaran budidaya ikan gurami.
The Effect of Avicennia marina Leaf Extract Addition To the Artificial Feed On the Growth of Litopenaeus vannamei Linayati - Linayati; Leonardus Bayu Nugroho; Tri Yusufi Mardiana; Hayati Soeprapto; Muhammad Zulkham Yahya
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.16447

Abstract

Mangrove leaves contain abundant bioactive compounds that can optimize the growth of shrimp. This research examined the effect of adding Avicennia marina leaves to feed on the growth and FCR of Whiteleg shrimp and determined the optimal dose. Whiteleg shrimp seeds of PL-20 were used in experiments that employed RAL method with 4 treatments and 3 replications. Different doses of Avicennia marina leaf extract were used: (A) 125 ppm/500 g feed, (B) 175 ppm/500 g feed, (C) 225 ppm/500 g feed (D). The feed amounted to 3% of the total biomass per treatment every day administered in 5 meals daily for 30 days. The most optimal dose for the growth of shrimp was 225 ppm/500 g (D) with an absolute growth of 7.71 g and FCR of 1.27. However, the treatment did not affect the SR of shrimp for its value reached 100% in all treatments. The parameters of water quality were temperature of 27.4–30⁰C, DO 6.3 – 7.9, salinity 13–15 ppt, and pH 7.5 – 7.8. Keywords: Avicennia marina, Growth, Litopenaeus vannamei 
Efek artemia (Artemia salina) yang direndam air kelapa (Cocos nucifera) sebagai pakan terhadap Keberhasilan maskulinisasi ikancupang (Betta splendens) Taufan Kurniatama; Sri Hastuti; Fadjar Basuki
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v%vi%i.13012

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens) jantan memiliki harga jual yang tinggi daripada ikan cupang betina karena mempunyai warna yang lebih menarik, tubuh lebih ramping, sirip lebih panjang, dan lebih agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman artemia (Artemia salina) menggunakan air kelapa (Cocos nucifera) terhadap keberhasilan maskulinisasi ikan cupang (Betta splendens) dan untuk mengetahui konsentrasi air kelapa (Cocos nucifera) terbaik sebagai media perendaman artemia (Artemia salina) terhadap keberhasilan pengarahan kelamin jantan pada ikan cupang (Betta splendens). Perlakuan air kelapa diberikan melalui artemia secara perendaman dengan konsentrasi 20%, 40%, 60% serta kontrol (tanpa perlakuan), dan kontrol positif (KOH 50 mg/L). Setiap perlakuan masing-masing dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan berisi larva sebanyak 25 ekor. Parameter uji yang diamati dalam penelitian ini yaitu nisbah kelamin, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi air kelapa 60% menghasilkan rerata persentase jantan tertinggi yaitu sebesar 63,23±12,56%, diikuti perlakuan konsentrasi air kelapa 40% yaitu sebesar 43,77±5,82%, kemudian perlakuan konsentrasi air kelapa 20% yaitu sebesar 22,42±3,26%. Perlakuan air kelapa tersebut berbeda nyata dengan kontrol yang memiliki persentase jantan sebesar 9,42±5,02%. Persentase jantan pada perlakuan KOH 50 mg/L yaitu sebesar 10,43±13,97%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa air kelapa (Cocos nucifera) dapat digunakan untuk maskulinisasi ikan cupang (Betta splendens) melalui perendaman artemia (Artemia salina) dan konsentrasi air kelapa terbaik adalah 60% yang membuat nisbah kelamin jantan paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.