cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Pengaruh Protein dalam Pakan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Juvenil Vaname (Litopenaeus vannamei) Ardi Muhti Fahrudin; Subandiyono Subandiyono; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.17284

Abstract

Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu spesies udang laut yang memiliki pasar besar. Budidaya vaname dilakukan dengan harapan dapat memacu pertumbuhannya secara maksimum, sehingga dapat menyesesuaikan permintaan pasar yang selalu meningkat. Pemberian pakan dengan protein yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhannya diharapkan mampu meningkatkan laju pertumbuhan juvenile vaname.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pakan dengan berbagai kadar protein yang berbeda terhadap tingkat konsumsi pakan (TKP), tingkat efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan pertumbuhan juvenil vaname (L. vannamei)Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Ke 3 perlakuan tersebut adalah pakan dengan kadar protein 38%, 32% dan 28. Variabel yang diamati meliputi tingkat konsumsi pakan (TKP) efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), food conversion ratio (FCR), retensi protein, retensi lemak, relative growth rate (RGR) dan survival rate (SR). Parameter kualitas air seperti dissolved oxcygen (DO), suhu, pH, dan salinitas diukur setiap hari pada waktu pagi dan sore hari, parameter ammonia (NH3) diukur pada awal dan akhir penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan kadar protein yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai EPP, FCR, RP, RGR, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai TKP, RL dan SR. Nilai EPP, FCR, RP dan RGR terbaik diperoleh pada perlakuan A dengan hasil masing-masing adalah 4704,37±960,47%, 0,02±0,004, 96,33±20,76% dan 884,87±180,66%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kadar protein pakan yang baik adalah pada perlakuan A, yaitu 38%.
Analisis keragaman genetik ikan Ringau (Datnioides microlepis) populasi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan menggunakan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphism DNA) Mochammad Zamroni; Tatang Mitra Setia; Boby Muslimin; Melta Rini Fahmi
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.17171

Abstract

Ikan Ringau (Datnioides microlepis) merupakan ikan asli Indonesia yang dapat ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatera. Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tingginya permintaan ikan ini dan pemenuhannya hanya dapat mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Hal ini berpotensi meningkatkan status kerentanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai keragaman genetik ikan Ringau antar populasi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk melakukan penilaian variasi genetik antar populasi adalah dengan menggunakan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Metode ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dasar dalam pengembangan kegiatan pengelolaan ikan Ringau secara berkelanjutan. Primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah OPZ 13, OPC 2, OPB 7, OPZ 5, dan OPH 12. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai heterozigositas populasi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan adalah 0,2567 dan 0,2817. Sedangkan derajat polimorfisme adalah 66,67% dan 75%. Hasil uji perbandingan berpasangan Fst menunjukkan bahwa keragaman genetic antar populasi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan nilai jarak genetik yaitu 0,1248. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Keragaman genetic Ikan Ringau (D. microlepis.) yang ditemukan pada populasi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan berdasarkan prosentase polimorfisme dan nilai heterozigositas termasuk dalam keragaman yang relative sedang. Berdasarkan jarak genetic dan uji perbandingan Fst Ikan Ringau (D. microlepis.) yang ditemukan pada populasi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan berasal dari satu nenek moyang yang sama dan tidak ada perbedaan yang nyata antar populasi. Informasi ini bermanfaat untuk pengembangan konservasi eksitu dan pemuliaan ikan pada penelitian selanjutnya
Minimaliser limbah N danP tambak udang vaname dengan memanfaatkan biofilter kerang darah (Anadara granosa) Diana Putri Renitasari; Ihwan Ihwan; Muhammad Syahrir
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.17237

Abstract

Limbah Budidaya udang vaname secara intensif berpengaruh terhadap keberlanjutan lingkungan budidaya. Sisa pakan menyumbangkan limbah N dan P terbesar dalam perairan. A. granosa dimanfaatkan sebagai biofilter untuk meminimaliser limbah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen dengan dua factor perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan konsentrasi ammonia dan Nitrat mengalami penurunan setelah diberikan perlakuan perlakuan kerang darah dengan kepadatan 30 ekor/5l dan ukuran 5-7 cm (a, 5%). Penurunan Konsentrasi NH3 dan NO2 menadakan adanya respon biofilter limbah N dan P. Anadara granosa dapat dijadikan sebagai biofilter yang baik untuk menurunkan limbah sisa pakan tambak udang vaname
Analisis kesesuaian lahan budidaya keramba jaring apung (KJA) di teluk Parepare, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang Ukkas Hamzah; Asbar Asbar; Rustam Rustam; Mappile Mappile; Randi Randi
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.17185

Abstract

The potential resources in the coastal area of Parepare Bay are potentials that have promising economic value, especially in the fisheries sector. coastal space management planning in Parepare Bay for integrated and sustainable fisheries. The purpose of this study is an analysis of the suitability of Parepare Bay coastal land for Floating Net Karamba (KJA). The research was conducted in a qualitative method by collecting data through interviews, observations, and documentation during April to June 2021. Based on the description in the results of research and discussion that the use of coastal land in Parepare Bay for floating net cages (KJA) cultivation is still feasible and appropriate, but it needs to be regulated and arranged by involving all stakeholders so that KJA cultivators can be maximized. Keywords: Land Suitability; Floating Net Cage Cultivation; Parepare Bay.
Pengaruh lama perendaman larutan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio)). Yolanda Rizki Amalia; Tristiana Yuniarti; Fajar Basuki
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 1 (2023): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i1.13962

Abstract

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan mas dalam usaha pembenihannya adalah derajat penetasan telur masih rendah yaitu 32,67% (Setyono, 2009). Hal ini disebabkan karena telur ikan mas yang bersifat adhesif telur saling menempel dengan lendir yang lengket dan menutupi seluruh permukaan telur. Gumpalan telur dan lendir dapat menghambat masuknya oksigen sehingga, perkembangan telur terhambat yang mengakibatkan daya tetas telur ikan mas rendah. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan merendam telur menggunakan larutan daun belimbing yang mempunyai kandungan zat tanin berperan dapat mengurangi lendir yang menghambat proses respirasi dan dapat mempercepat proses penetasan telur ikan mas.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di Balai Benih Ikan (BBI) Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Telur uji yang digunakan untuk penelitian berasal dari pemijahan buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimental denga Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu perendaman dengan larutan ekstrak daun belimbing wuluh 4ml/L  selama A (0 menit), B (5 menit), C (10 menit) dan D (15 menit). Data yang dikumpulkan meliputi daya tetas telur, survival rate dan kualitas air. Hasil dari penelitian lama perendaman dengan menggunaka larutan ekstrak daun belimbing wuluh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas telur ikan mas. Perlakuan C dan D memberikan hasil yang sama pada daya tetas telur dan survival rate. Daya tetas telur pada perlakuan C (10 menit) yaitu 76,67±2,31% dan perlakuan D (15 menit) yaitu 79,33±2,31%. Survival rate perlakuan C yaitu 71,24±3,85% dan D yaitu 73,11±3,85%. Nilai kualitas air masih dalam kisaran layak yaitu DO pada kisaran 5,0-6,2 mg/L. Suhu pada kisaran 26,0oC - 28,6oC dan pH yaitu 8.
Pola pertumbuhan Thalassiosira sp. pada media walne dengan rasio N/P berbeda Muhammad Kukuh Prihardianto; Subandiyono Subandiyono; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.17283

Abstract

Thalassiosira sp. merupakan fitoplankton yang termasuk dalam sel diatom yang sering digunakan sebagai pakan alami larva udang. Pertumbuhan diatom dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu nutrien. Nitrogen dan fosfor merupakan makro nutrien yang membatasi pertumbuhan diatom dan produktivitas primer. Nitrogen merupakan nutrisi utama untuk pertumbuhan diatom dan fosfor berperan dalam metabolisme sel. Fosfor digunakan reaksi yang berkaitan dengan energi seperti peredaran dan transfer energi dalam metabolisme sel.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh rasio N/P terhadap pola pertumbuhan dan mengetahui rasio N/P terbaik terhadap pola pertumbuhan Thalasssiosira sp.. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium CV. Riz Samudra, Marine Science Techno Park Undip, Jepara, Jawa Tengah. Thalassiosira sp. yang digunakan sebagai uji berasal dari stok inokulan laboratorium algae BBPBAP Jepara, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaituperlakuan A (rasio N:P=1:1), perlakuan B (rasio N:P = 4:1), perlakuan C (rasio N:P=8:1), perlakuan D (rasio N:P=12:1), perlakuan E (rasio N:P=16:1). Thaalassiosira sp. dikultur dengan kepadatan inokulan 100.000 sel/ml. Kultur dilakukan selama 14 hari untuk mengetahui pola pertumbuhan sel diatom Thalassiosira sp.. Media yang digunakan untuk kultur yaitu media walne modifikasi dengan sumber N dan P berasal dari (NH2)2CO dan Na3PO4.Hasil penelitian didapatkan bahwa rasio N:P berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pola pertumbuhan Thalassiosira sp. Hasil laju pertumbuhan Thalassiosira sp. dari nilai tertinggi ke terendah berturut-turut yaitu perlakuan A (0,39±0,04) sel/hari, perlakuan E (0,38±0,03) sel/hari, perlakuan C (0,29±0,02) sel/hari, perlakuan D (0,28±0,01) sel/hari dan perlakuan B (0,27±0,02) sel/hari. Rasio N:P=1:1 yang merupakan rasio N:P terbaik yang menghasilkan waktu lag phase (2,31±0,17 hari), laju pertumbuhan (0,39±0,04 sel/hari), puncak populasi (6,35±0,11 log sel/ml), kepadatan sel akhir (5,84±0,03 log sel/ml).
Penambahan Ekstrak Daun Mangrove Rhizhopora mucronata dengan Dosis Berbeda Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Linayati - Linayati; Tri Yusufi Mardiana; Muhammad Bahrus Syakirin; Reza Fachriansyah; Muhammad Zulkham Yahya
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.19300

Abstract

Abstract Feed is one of the obstacles in shrimp farming because of the high price of feed. For this reason, a breakthrough is needed, namely the addition of natural ingredients in the feed that can increase shrimp growth. The purpose of this study was to determine the positive impact on the addition of Rhizopora apiculata leaf extract and the best dose to increase the growth of vannamei shrimp. This research method used an experimental Completely Randomized Design (CRD) 4 treatments with 3 replications with the test feed using feed with the addition of Rhizopora mucronata leaf extract with several doses such as: 0 mg/kg feed (A); 1,5 mg/kg feed (B); 1,7 mg/kg feed (C); 1,9 mg/kg feed (D). Observations were made for 28 days with feeding 3 times every day. The results showed that the application of R. mucronate mangrove leaves was able to increase growth with the highest yield, namely at a dose of 1.9 mg/kg feed (D) which achieved an absolute growth of 5.46g. Water quality was described as temperature with 30–31°C, salinity around 20–21 ppt, and pH  7,7–8,0. Keywords: Growth, Rhizopora mucronata, SR, Vanname Shrimp  Abstrak Pakan menjadi salah satu kendala dalam budidaya udang karena harga pakan yang mahal. Untuk itu perlu adanya terobosan yaitu penambahan bahan alami dalam pakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan udang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh  penambahan ekstrak daun Rhizopora mucronata terhadap peningkatan pertumbuhan udang vanname. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental laboratories dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan dengan menggunakan pakan yang ditambah ekstrak daun Rhizopora mucronata dengan beberapa dosis seperti: 0 mg/kg pakan (A); 1,5 mg/kg pakan (B); 1,7 mg/kg pakan (C); 1,9 mg/kg pakan (D). Hasil penelitian menujukan pemberian daun mangrove R. mucronate mampu meningkatkan pertumbuhan dengan hasil tertinggi yaitu pada dosis 1,9 mg/kg pakan (D) yang mencapai pertumbuhan mutlak 5,46g. Kualitas air berupa suhu mendapatkan suhu 30–310C, salinitas 20–21 ppt, dan pH 7,7–8,0 Kata kunci: Pertumbuhan, Rhizopora mucronata, SR, Udang Vanname   
Peningkatan produktivitas budidaya udang vaname sistem intensif melalui pendekatan kaizen Angkasa Putra; Ilham Ilham; Djumbuh Rukmono; Sarifah Aini; Rakhma Fitria Larasati; Herianto Suriadin
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.17044

Abstract

Masalah yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah nilai Survival Rate (SR) dan Food Convertion Ratio (FCR) yang tidak sesuai dengan target produksi. Nilai rata-rata SR yang didapatkan adalah 60,59% dan FCR 1,53 sedangkan target produksi: SR 80-90% dan FCR 1,4. Diduga adanya kematian pada awal pemeliharaan yang tidak diketahui jumlahnya sehingga berpengaruh terhadap pakan yang digunakan. Berangkat dari masalah tersebut, dilakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang vaname sistem intensif melalui pendekatan kaizen. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 16 Agustus 2018 sampai dengan 14 Oktober 2018 di Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Salah satu upaya untuk mencapai target produksi yaitu dengan melakukan kegiatan pendederan sebagai upaya untuk menekan angka kematian saat dipelihara di tambak sehingga resiko kegagalan dapat diperkecil, karena pada fase awal pemeliharaan adalah fase kritis. Selain itu, bertujuan untuk seleksi benur sehingga yang didapatkan adalah benur berkualitas baik dan dapat mengefisienkan penggunaan pakan karena mudah dalam hal pengontrolan sehingga dapat menekan biaya operasional dalam kegiatan usaha. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, profit margin dengan target produksi SR 80%, FCR 1,4 selama 120 hari (30 hari di NP dan 90 hari pada tambak pembesaran) dengan estimasi harga udang Rp 85.000,-/kg (biomassa 6.440 kg dalam 1 petak) didapatkan total pendapatan Rp 547.400.000,-. Biaya produksi yang digunakan dengan penerapan intervensi adalah sebesar Rp 393.264.669,- sedangkan tanpa intervensi sebesar Rp 419.419.900,-. Estimasi selisih keuntungan antara penerapan intervensi dan tanpa intervensi adalah sebesar Rp 27.925.000,- / satu petak dan dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp 26.155.231,-.
Pengaruh Perendaman dalam Chitosan Nanoparticles Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi) terhadap Profil Darah dan Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.) yang diinfeksi A. hydrophila Narita Reci Kusuma; Sarjito Sarjito; Desrina Desrina; S Budi Prayitno
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.17795

Abstract

Permasalahan yang seringkali ditemui pada budidaya ikan patin adalah adanya penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penanganan A. hydrophila yang masih mengandalkan peran antibiotik yang tidak ramah lingkungan dan apabila digunakan secara terus menerus akan menimbulkan residu pada ikan dan resistensi bakteri. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengobatan penyakit MAS yang ramah lingkungan dan aman bagi ikan, salah satunya dengan Chitosan Nanoparticles (CNPs) daun bidara arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh CNPs daun bidara arab (Ziziphus spina-christi) terhadap profil darah Pangasius sp. yang diinfeksi bakteri A. hydrophila dilakukan perendaman pada ikan uji. Dosis perendaman untuk perlakuan uji pada masing-masing perlakuan, yaitu A (0 ppm), B (450 ppm), C (500 ppm), D (550 ppm) dan kontrol positif berupa tetrasiklin (10 ppm). Setelah dilakukan perendaman dengan waktu pemeliharaan selama 14 hari, dilakukan perhitungan pada total eritrosit, hemoglobin (Hb), pertumbuhan bobot mutlak dan pengamatan gejala klinis. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ikan patin yang telah diinfeksi A. hydrophila menunjukkan gejala klinis berupa penurunan nafsu makan, ulcer (borok), bercak merah, eksoptalmia, pigmentasi warna kulit, dan sirip geripis. Hasil perendaman CNPs daun bidara arab tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap, total eritrosit, hemoglobin (Hb), serta pertumbuhan bobot mutlak. Secara keseluruhan, hasil terbaik perendaman menggunakan  CNPs daun bidara arab pada ikan patin yang diinfeksi A. hydrophila pada perlakuan C (500 ppm).
Pengaruh ekstrak sereh (Cymbopogon citratus) pada sistem transportasi tertutup terhadap glukosa darah dan kelulushidupan benih bandeng (Chanos chanos) Amelia Rimadhani; Subandiyono Subandiyono; Slamet Budi Prayitno
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.17280

Abstract

Semakin meningkatnya permintaan pasar untuk ikan hidup terutama ikan bandeng (Chanos chanos), maka dibutuhkan penanganan untuk menjamin kelulushidupan dan menjaga tahapan produksi tidak terganggu aman sampai tujuan. Dalam memenuhi permintaan tersebut, pembudidaya ikan menggunakan transportasi dengan sistem tertutup untuk pengiriman yang memiliki jarak tempuh yang jauh. Anestesi ikan dengan ekstrak sereh dalam transportasi sistem tertutup belum pernah diujicobakan pada benih bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik ekstrak sereh untuk pembiusan benih bandeng dengan transportasi sistem tertutup. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2022 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau, Jepara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan dosis esktrak sereh yaitu A (kontrol), B (0,025 ml/L), C (0,05 ml/L) dan D (0,075 ml/L) di transportasikan dengan lama waktu 8 jam dengan simulasi buatan. Ikan uji yang digunakan adalah benih bandeng dengan panjang 7-15 cm. Bahan uji menggunakan ekstrak sereh dengan kepadatan ikan setiap kantong 10 ekor/liter. Parameter pengamatan adalah tingkah laku ikan selama pembiusan, lama waktu pemingsanan dan penyadaran, glukosa darah, kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sereh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama waktu pemingsanan dan lama waktu penyadaran, namun tidak berpengaruh nyata terhadap frekuensi bukaan operkulum, glukosa darah dan kelulushidupan. Dosis ekstrak sereh yang menghasilkan kelulushidupan rata-rata 90,00% pada perlakuan C dengan dosis 0,05%.