cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Kombinasi Dosis Pakan Terhadap Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) Dian Lestari; Suci Anggriani; Tenriware Tenriware; Reski Fitriah; Nur Indah Sari Arbit; Fauzia Nur; Chairul Rusyd Mahfud
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.20154

Abstract

The success of the tiger prawn seeding business is the first step in the cultivation chain system that will support the business of providing quality seeds. One of the factors that really determines the quality of shrimp seeds is the quality and quantity of feed. This study aims to determine the appropriate dose ratio of natural feed and artificial feed for the growth of tiger prawns in the post larval stage. This research was conducted in September 2020. This study used a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 3 treatments 20 artemia/larvae, 25 artemia/larvae, 30 artemia/larvae. Each treatment was repeated three times. Parameters tested included absolute weight growth, absolute body length, feed efficiency, survival rate, and water quality. Data analysis used ANOVA to see the significance of the effect on the growth of absolute body weight, absolute body length, feed efficiency, survival rate and water quality were analyzed descriptively. The highest average absolute weight growth was obtained in treatment C (0.8 gram) then treatment B (0.65 gram) and the lowest was in treatment A (0.62 gram). The highest mean absolute body length was obtained in treatment C (6.6 mm), then B (5.4 mm) and the lowest was in treatment A (4.3 mm). The highest average value of feed efficiency was in treatment C (9.25%) followed by treatment B (7.56%) and the lowest in A (7.17%). The highest average survival value of tiger shrimp post larvae was obtained in treatment C (77%), followed by treatment B (67%) and the lowest in treatment A (19%). In general, the dose of artemia 30 heads/post larvae was the best treatment with an average weight (0.8 gram), body length (6.6 mm), feed efficiency (9.25%) and survival rate (77%).Keywords: artemia, survival rate, growth, tiger shrimp
Pengaruh suhu yang berbeda pada perendaman larva dalam RGH terhadap laju penyerapan kuning telur dan pertumbuhan ikan tawes (Puntius javanicus) Arif Ageng Setia Amri; Yuniarti Tristiana; Elfitasari Tita; Sri Hastuti; Ristiawan Agung Nugroho
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.16699

Abstract

Ikan tawes merupakan salah satu ikan budidaya asli dari wilayah Indonesia, serta salah satu ikan konsumsi ekonomis penting dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan tawes. rGH merupakan inovasi teknologi pada bidang perikanan yang berfungsi untuk merangsang laju pertumbuhan ikan. Pemberian rGH dapat dilakukan melalui perendaman pada ikan. Proses peredaman tersebut akan dipengaruhi oleh parameter media yang digunakan salah satunya adalah suhu.  Suhu perendaman yang optimal mempengaruhi efektifitas penyerapan rGH dan mempengaruhi kinerja rGH dalam tubuh. Penyerapan rGH tersebut diduga dapat meningkatkan laju penyerapan kuning telur sebagai tanda peningkatan pertumbuhan pada fase larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu yang berbeda dan suhu terbaik pada perendaman larva terhadap laju penyerapan kuning telur dan pertumbuhan ikan tawes (Puntius javanicus.). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus – 1 November 2021 di Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LPKIL) Muntilan, Magelang. Ikan uji yang digunakan adalah larva kuning telur ikan tawes. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan dengan dosis rGH 2 mg/L  pada suhu perendaman yang berbeda. Perlakuan A (perendaman suhu 27 oC), B (perendaman suhu 29 oC), C (perendaman suhu 31 oC) dan D (perendaman suhu 33 oC). Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu perendaman berbeda pada larva ikan tawes berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan kelulushidupan. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D (Perendaman suhu 33oC) yang menghasilkan Laju Penyerapan Kuning Telur (4%/jam), Bobot Mutlak (0,039±0.007c), Panjang Mutlak (7,83±0.51c) dan SR (50,67±2,31a).Kata - kata kunci: penyerapan kuning telur; pertumbuhan; puntius javanicus; suhu ; rGH;
Aplikasi sinbiotik dengan sumber prebiotic berbeda pada udang windu Adni Oktaviana; Dian Febriani
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 7, No 2 (2023): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v7i2.19828

Abstract

Prebiotics are functional food fibers that have the potential to provide nutrients for gut microbes. The source of origin of prebiotics is one component of a material that can be claimed to be a prebiotic, and it affects the oligosaccharide content in it. This study will use synbiotics on tiger prawns with prebiotics from different sources. Synbiotics are a balanced combination of probiotics and prebiotics. The probiotic used was Lactobacillus sp bacteria, the prebiotic used was derived from coconut and sweet potato pulp, and the synbiotic used was dose 1 which consisted of 1%/kg probiotic feed and 2%/kg prebiotic feed. The experimental design used was a completely randomized design. This study consisted of three treatments with three replications. Treatment A (maintenance of tiger shrimp without the addition of synbiotic/control), Treatment B (maintenance of tiger shrimp with the addition of synbiotic with prebiotic source from coconut pulp powder), and Treatment C (maintenance of tiger shrimp with the addition of synbiotic with prebiotic source from sweet potato powder). Parameters observed were daily growth rate (DGR), feed convertion ratio (FCR), Total Haemocytes Count (THC), survival rate (SR) and water quality. The result from this study showed that B treatment give the highest growth and health parameters.
Amoniak-nitrogen (NH3-N) pada sistem kokultur hewan akuatik dan tanaman padi di air payau Nursida, Nur Fajriani; Heriansah, Heriansah; Kabangnga, Arnold; Nursidi, Nursidi; Sulmiati, Andi; Putri, Asti Astuti
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.19412

Abstract

Amonia (NH3-N) adalah nitrogen terlarut yang paling berbahaya dari limbah akuakultur. Sebuah eksperimen telah dilakukan untuk mengevaluasi sistem kokultur yang efisien dalam mereduksi NH3-N. Sebanyak 4 spesies hewan akuaktik, yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus), udang windu (Penaeus monodon), kerang darah (Tegillarca granosa), dan teripang pasir (Holothuria scabra), serta tanaman padi (Oryza sativa) dikombinasikan pada beberapa sistem akuakultur. Enam perlakuan dan masing-masing dengan tiga ulangan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Benih hewan akuatik diaklimatisasi secara bertahap selama 30 hari. Benih padi disemai di air payau, selanjutnya ditebar menggunakan metode apung. Selama 28 hari eksperimen, ikan nila dan udang windu diberi pakan 4 kali sehari dengan feeding rate sebesar 10% bobot biomas, sedangkan kerang darah dan teripang pasar tidak diberikan pakan. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi reduksi nutrien (ERN) NH3-N di dua sistem monokultur bernilai negatif, sementara empat sistem kokultur bernilai positif. Nilai ERN dua perlakuan sistem polikultur tidak berbeda (P>0,05). Sementara itu, nilai ERN pada sistem IMTA lebih tinggi dari sistem monokultur maupun polikultur (P<0,05). Temuan ini mengarah pada pemanfaatan keanekaragaman spesies untuk akuakultur berkelanjutan di air payau. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sistem akuakultur yang paling efisien dalam mereduksi NH3-N adalah sistem IMTA-padi dengan nilai ERN sebesar 43,3±1,7%. Nilai ini lebih tinggi (P<0,05) dari semua sistem akuakultur lainnya
Pengaruh pemberian bioimun® terhadap pertumbuhan dan status kesehatan ikan nila (Oreochromis niloticus) Najli, Najli; Kurniaji, Ardana; Supryady, Supryady; Yunarty, Yunarty; Renitasari, Diana Putri; Hardi, Esti Handayani
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21618

Abstract

Ikan nila telah menjadi komditas budidaya air tawar yang produksinya terus meningkat. Kendala yang dihadapi budidaya ikan nila adalah serangan penyakit. Bioimun® adalah salah satu produk komersial imunostimulan yang dapat digunakan dalam budidaya ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh Bioimun® terhadap pertumbuhan dan status kesehatan ikan nila. Aplikasi Bioimun® melalui pakan dosis 40 mL/Kg pakan. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 60 hari. Rancangan penelitian adalah ikan nila yang dipelihara dan diberikan produk Bioimun® (K1) dan ikan nila yang dipelihara tanpa pemberian Bioimun® atau kontrol (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang dan berat ikan nila terus meningkat selama masa pemeliharaan. Laju pertumbuhan harian ikan K1 cenderung lebih tinggi dibandingkan K2 (kontrol). Jumlah ertirosit dan leukosit meningkat selama pemeliharaan mengindikasikan bahwa Bioimun® dapat menstimulasi sistem imun ikan. FCR berada pada kisaran 1,2-1,4. FCR pada K1 (Bioimun®) cenderung lebih rendah dibandingkan K2 (kontrol). Populasi bakteri pada kisaran 101-109 CFU/mL yang secara fluktuatif berbeda pada K1 dan K2 (kontrol). Populasi bakteri pada K1 relatif lebih rendah dibandingkan K2. Aplikasi Bioimun® dapat meningkatkan pertumbuhan dan status kesehatan ikan ikan nila (O. niloticus).
Pengaruh Probiotik Em4 Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Lestari, Dian; Indah Sari Arbit, Nur; Askari, Hajriani; Nur, Fauzia; Ansar, Muh.
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21976

Abstract

Probiotik Effective Microorganisme 4 (EM4) mengandung 90% bakteri Lactobacillus casei dan Streptomyces casei yang mampu meningkatkan daya serap nutrisi dalam pakan, sehingga dapat digunakan sebagai cadangan makanan untuk meningkatkan pertumbuhan organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis probiotik EM4 pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Air Tawar Seppong Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari perlakuan A (tanpa penambahan probiotik atau kontrol), perlakuan B (penambahan probiotik EM4 15 mL/kg pakan), perlakuan C (penambahan probiotik EM4 20 mL/kg pakan), dan perlakuan D (penambahan probiotik EM4 25 mL/kg pakan). Benih yang digunakan berukuran 3-4 cm dengan berat rata-rata 1,13±0,93 gram/ekor. Selama pemeliharaan benih diberi pakan pellet PF 1000 sebanyak 5% dari bobot tubuh dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai dosis probiotik EM4 pada pakan buatan dengan dosis 0, 15 mL, 20 mL, dan 25 mL memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan ikan nila, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap sintasan benih ikan nila. Penambahan probiotik EM4 dengan dosis 20 mL/kg pakan memberikan hasil yang terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak sebesar 25,00 g, laju pertumbuhan harian sebesar 83,33% dan sintasan benih sebesar 97,67%.
Pengaruh Larutan Daun Sirih (Piper betle) terhadap Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) Wahyuni, Sucik; Nugroho, Ristiawan Agung; Subandiyono, Subandiyono
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.20376

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu komoditas akuakultur air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu faktor yang menurunkan daya tetas telur ikan mas yaitu serangan jamur Saprolegnia sp. Daun sirih merupakan salah satu alternatif obat dari bahan alami yang dapat digunakan dalam pengendalian jamur karena mengandung senyawa antifungi yaitu minyak atsiri, flavonoid, fenol, saponin dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pemberian larutan daun sirih sebagai anti jamur terhadap daya tetas telur ikan mas  dan kelulushidupan ikan mas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis perendaman larutan daun sirih yang digunakan yaitu A 0 ml/l, B 1 ml/l, C 2 ml/l dan D 3 ml/l. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa larutan daun sirih berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan kelulushidupan ikan mas. Dosis terbaik perendaman larutan daun sirih (P.betle) terhadap daya tetas telur dan kelulushidupan larva ikan mas yaitu perlakuan B dosis 1 ml/l. Pengamatan kualitas air berupa suhu berkisar antara 24-32,40 C, DO pada media penetasan dan pemeliharaan berkisar antara 5,2-7,1 mg/L dan pH berkisar antara 7,8-8,41. Kata Kunci: anti jamur, Cyprinus carpio, daun sirih, daya tetas telur, kelulushidupan
Status kualitas air untuk penilaian lingkungan sekitar tambak ekstensif di Balikpapan, Kalimantan Timur Melati, Aulia Firda; Supriyono, Eddy; Hastuti, Yuni Puji; Nirmala, Kukuh
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.22167

Abstract

The estuary of Salok Api River in Balikpapan City is geographically located right across the Makassar Strait which is a strategic area supporting the economy of the surrounding city. The aquatic environment in any watershed acts as a carrier of various pollutants and affects the water quality in the estuarine area. The main objective of this study is to assess and identify pollutants that flow into the water environment around extensive ponds in Balikpapan City for aquaculture activities. The STORET method was used in this study to determine the water quality status. Water quality data were collected at six different locations around extensive ponds in Balikpapan City in February - March of 2023. A total of 13 water quality parameters (brightness, temperature, TDS, EC, salinity, pH, DO, ammonia, nitrite, nitrate, phosphate, BOD, and COD) were analyzed at six sites to assess the STORET index at each site. The average STORET index at the six sites was (-32, -26, -26, -26, -26, and -38). The results showed that four sites were classified as moderately polluted and the other two sites were classified as heavily polluted. The STORET index at each location is high and the implication is that the area has moderate to poor water quality status due to several parameters such as EC, salinity, pH, DO, ammonia, phosphate, and COD.
Pengaruh ekstraksi solanom ferox yang ditambahkan pada pakan terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) Syakirin, M Bahrus; Mardiana, Tri Yusufi; Linayati, Linayati; Dewi, Ayu Sari; Yahya, M Zulham
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.21572

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal penambahan ekstrak Solanum ferox pada pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan kakap putih. Sampel kakap putih berukuran ±6 cm diambil dari BPBAP Situbondo. Penelitian menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan A (ekstrak S.ferox 10 ml/kg pakan), B (ekstrak S.ferox 20 ml/kg pakan), C (ekstrak S.ferox 30 ml /kg pakan), dan D (ekstrak S.ferox 40 ml/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak S.ferox pada pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan benih ikan kakap putih. Dosis ekstrak S.ferox yang optimal terdapat pada perlakuan B, dosis ekstrak terong asam adalah 20 ml/kg pakan sehingga menghasilkan pertumbuhan sebesar 51,50 g. Kisaran kualitas air selama masa penelitian, dengan suhu 29–30 C, salinitas 30 ppt, dan pH media pemeliharaan 7,4–7,6 masih dalam kondisi yang sesuai untuk kehidupan ikan kakap putih. Kata kunci:  Ikan Kakap Putih, Pertumbuhan, Solanum ferox
Pengaruh nanokitosan ekstrak daun bidara arab (Ziziphus spina-christi) dalam pakan terhadap gejala klinis, kadar eritrosit, hemoglobin, dan pertumbuhan ikan patin (Pangasius sp.) yang diinfeksi aeromonas hydrophila Aulia, Annisa Syahida; Sarjito, Sarjito; Desrina, Desrina
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.17797

Abstract

Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang umum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu jenis bakteri yang menyerang ikan patin adalah Aeromonas hydrophila. Bakteri ini menyebabkan terjadinya penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan dosis terbaik penambahan chitosan nanopartikel daun bidara arab terhadap eritrosit, hemoglobin, dan pertumbuhan bobot mutlak ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Departemen Akuakultur, Gedung C Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro pada bulan Desember 2021-Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan patin yang digunakan berukuran 7-9 cm sebanyak 150 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan K+ (tetrasiklin 10 ppm) dalam pakan, serta CNPs daun bidara arab dengan konsentrasi, A (0 ppm), B (450 ppm), C (500 ppm), dan D (550 ppm) selama 14 hari. CNPs daun bidara arab ditambahkan dalam pakan dengan metode repeletting. Parameter yang diamati meliputi gejala klinis, total eritrosit, Hb, pertumbuhan bobot mutlak, dan  kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNPs daun bidara arab pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap eritrosit, Hb, dan pertumbuhan bobot mutlak ikan patin.