cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
Growth Pattern Analysis of Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) in an Intensive Aquaculture System at the Busmetik Pond, Sorong City, Southwest Papua Saidin, Saidin; Supriatna, Iman; Rusli, Rusli
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.29100

Abstract

Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is a major aquaculture commodity that continues to be developed through intensive culture systems. This study aims to evaluate the growth patterns and survival rates of L. vannamei reared in an intensive aquaculture system at the Busmetik pond of the Sorong Marine and Fisheries Polytechnic during the 2021–2024 period. Observed parameters included average daily growth (ADG), average body weight (ABW), survival rate (SR), feed management practices, and water quality indicators. Data were analyzed using ANOVA and Kruskal-Wallis tests to identify interannual differences. Results revealed a consistent increase in SR, from 78.05% in 2021 to 91.7% in 2024, along with a steady improvement in shrimp length and weight, although the differences were not statistically significant (p > 0.05). Factors such as feed quality, feeding frequency, water pH and dissolved oxygen (DO), as well as disease control measures, were shown to influence culture performance. These findings suggest that integrated and adaptive management practices play a critical role in enhancing the growth efficiency and survival of L. vannamei in intensive aquaculture systems. Keywords: Litopenaeus vannamei, intensive culture, growth performance, survival rate, water quality
Pengaruh hormon tiroksin (T4) dalam pakan dengan interval waktu yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila salin (oreochromis niloticus) Rahmadhani, Purtino; Yuniarti, Tristiana; Rejeki, Sri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 10, No 1 (2026): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v10i1.26812

Abstract

Ikan nila salin memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dan salah satu strain yang mampu hidup hingga salinitas 18 ppt adalah nilasa. Salah satu bahan untuk menghasilkan energi melalui metabolisme yaitu hormon tiroksin yang ditambahkan dalam pakan sehingga mempercepat laju metabolisme dan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh hormon tiroksin dalam pakan dengan interval waktu yang berbeda terhadap total konsumsi pakan, rasio konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan benih ikan nila salin (O. niloticus). Bahan uji yang digunakan yaitu benih nila salin dengan ukuran panjang 2,30±0,06 cm dan bobot 0,20±0,02 g. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 pengulangan yaitu pemberian pakan tanpa hormon tiroksin (A), pemberian pakan dengan hormon tiroksin setiap 1 hari (B), pemberian pakan hormon tiroksin setiap 2 hari (C), dan pemberian pakan dengan hormon tiroksin setiap 3 hari (D). Dosis hormon tiroksin yang digunakan dalam pakan adalah 6 mg/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon tiroksin (T4) dalam pakan dengan interval waktu yang berbeda berpengaruh nyata (sig<0,05) terhadap total konsumsi pakan, rasio konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, serta tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan benih nila salin. Perlakuan B, C, dan D memiliki pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap total konsumsi pakan, rasio konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan dengan nilai antara 83,82-89,02 g; 0,85-0,94; 4,72-4,96 g; 4,20-4,39 cm; 7,60-7,76 %/hari; dan 100%. Kualitas air selama penelitian berlangsung yaitu kisaran DO 5,5-7,9 mg/l; pH 6,80-8,45; suhu 24,7-28,5; dan salinitas 15 ppt.
Behavior responses and survival of snakehead fish (Channa striata) broodstock during acclimatization Aziz, Nurul; Prayitno, Slamet Budi; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro; Yuniarti, Tristiana; Hastuti, Sri; R. Eliver, Eirnest Dave Son
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 10, No 1 (2026): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v10i1.31118

Abstract

Post-transport acclimatization is a critical phase in broodstock management, particularly for stress sensitive species such as snakehead fish (Channa striata). This study evaluated behavioral responses, feeding activity, and survival of snakehead broodstock during the first 24 hours of acclimatization following transport. The study employed a descriptive exploratory design using nine acclimatization units, with behavioral exploration conducted at two time points immediately after stocking (T0) and 24 hours post-stocking (T24). Behavior responses recorded included erratic swimming, hitting against walls, jumping, gasping, and rubbing, which were quantified during a 10 minute exploration period. Feeding response and survival rate were assessed at T24, while water quality parameters were monitored throughout the acclimatization period.The results showed that all behaviors responses were prominently expressed at T0, indicating acute stress responses following transport and handling. After 24 hours of acclimatization, a general reduction in the frequency of erratic swimming, hitting against walls, jumping, and rubbing was observed, suggesting partial behavioral recovery and adaptation to the new environment. In contrast, gasping behavior persisted with relatively minor changes, indicating that respiratory adjustment may require a longer recovery period. Feeding responses emerged in several acclimatization units at T24. Survival rates during the first 24 hours ranged from 80% to 100%, with an overall survival rate of approximately 92%. Water quality remained within tolerable ranges for Channa striata and was not considered a primary factor of behavioral variation or mortality. These results indicate that the first 24 hours post-transport represent a critical phase characterized by behavioral responses. Behavioral indicators, combined with feeding response and survival, provide a practical and non-invasive approach to assessing acclimatization success and fish welfare during the early post-transport period in snakehead broodstock
Peranan suplementasi multi asam amino terhadap peningkatan sintasan dan ketahanan stress larva rajungan (Portunus pelagicus) Z, Zulfiani; Yuniati, Dewi; D, Darsiani; Mutmainnah, Nurul; Abdurachman, Muhammad Haikal
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 10, No 1 (2026): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v10i1.28710

Abstract

Rendahnya tingkat ketahanan stres dan kelangsungan hidup (survival rate) larva rajungan (Portunus pelagicus), khususnya pada fase zoea hingga megalopa, menjadi kendala utama dalam pengembangan teknologi pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian asam amino dalam media pemeliharaan terhadap ketahanan stres dan sintasan larva, serta menentukan dosis optimal. Penelitian dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dosis asam amino (0, 150, 200, 250 ppm) dan tiga ulangan. Larva zoea-1 dipelihara dalam 24 baskom plastik hitam berkapasitas 40 L, diisi air bersalinitas 32 ppt. Pakan berupa rotifer dan Artemia salina. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian asam amino berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap ketahanan stres dan tingkat sintasan. Dosis 250 ppm memberikan hasil terbaik dengan CSI terendah (99) dan sintasan tertinggi (30,45%), sementara dosis 0 ppm menunjukkan hasil terendah (CSI 130; sintasan 11,67%). Suplementasi asam amino dosis 250 ppm berpotensi meningkatkan keberhasilan pembenihan rajungan melalui peningkatan ketahanan stres dan sintasan larva
Efek Penambahan Cangkang Telur Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) Terhadap Moulting dan Pertumbuhan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Yuniati, Dewi; Deviyanti, Rizky Aulia; Noor, Rahmat Januar; Mahfud, Chairul Rusyd; Nur, Fauzia; Darsiani, Darsiani
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 10, No 1 (2026): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v10i1.28835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang telur ayam kampung (Gallus gallus domesticus) terhadap moulting dan pertumbuhan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2024, selama 30 hari di Laboratorium Perikanan SMKN Rea Timur, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan meliputi perlakuan A (0% cangkang telur (kontrol), perlakuan B (5% cangkang telur), perlakuan C (10% cangkang telur) dan perlakuan D (15% cangkang telur). Parameter uji yang digunakan meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, frekuensi moulting dan feed convertion ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang telur ayam kampung memberikan pengaruh nyata terhadap frekuensi moulting lobster air tawar (P<0,05), dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup dan feed convertion ratio (P>0,05). Frekuensi moulting tertinggi yaitu pada perlakuan C dengan penambahan 10% cangkang telur yaitu sebesar 1,4 kali/ekor.Kata Kunci: Cangkang Telur Ayam Kampung, Lobster Air Tawar, Kelangsungan Hidup, Moulting, Pertumbuhan
Evaluating the Effects of Sonneratia alba Leaf in Feed on Growth Performance and Clinical Manifestations in Milkfish (Chanos chanos) Exposed to Vibrio harveyi Linayati, Linayati -; Mardiana, Tri Yusufi; Maghfiroh, Maghfiroh; Nurussalam, Wildan; Samara, Syifania Hanifah; Quynh Anh, Nguyen Duc; Purnama, Candra Adi
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 10, No 1 (2026): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v10i1.30798

Abstract

Milkfish (Chanos chanos) cultivation faces challenges related to high feed costs and disease outbreaks caused by Vibrio bacteria. The use of natural ingredients containing bioactive compounds, such as Sonneratia alba mangrove leaves, as feed additives may serve as an effective solution. This study aimed to determine the effect of adding Pidada (S. alba) leaf extract at different doses to feed on growth performance and survival rates after infection with Vibrio harveyi. The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatments included: A (control, artificial feed without extract), B (75 ppm per 500 g feed), C (125 ppm per 500 g feed), and D (170 ppm per 500 g feed). Treatment B produced the best biomass gain of 8.4 g, the best feed conversion ratio (FCR) of 1.16, and a feeding efficiency of 86.52 percent. The addition of S. alba leaf extract significantly improved growth and survival of milkfish infected with V. harveyi, with treatments B, C, and D maintaining a 100 percent survival rate after infection. Treatment A showed the lowest growth and survival, indicating that S. alba leaf extract positively supports fish health and enhances milkfish cultivation outcomes