cover
Contact Name
Archana Universa
Contact Email
Archana Universa
Phone
-
Journal Mail Official
archanauniversa@an1mage.net
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
An1mage Jurnal Studi Kultural
Published by An1mage
ISSN : 24773492     EISSN : -     DOI : -
An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan pikiran kritis, pikiran kreatif, pikiran dengan analisis yang kuat dan membangun mental kita semua agar menjadi sepadan apa pun gendernya (gender equality). AJSK tidak hanya untuk sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru. Terobosan baru dalam teknik di bidang apa pun juga AJSK menerimanya.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Upacara Adat Lepa Bura pada Masyarakat Lamaholot di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Flores Timur Niron, Benediktus Belang
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.194 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu kajian terhadap kearifan lokal yang dimiliki oleh Masyarakat Etnik Lamaholot di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur yang berjudul Upacara Adat Lepa Bura (UALB) yang dikaji dalam perspektif budaya. Permasalahan yang dimunculkan pada penelitian ini meliputi tiga aspek, yaitu aspek (1) bentuk, (2) fungsi, dan (3) makna UALB. Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk mengkaji Kearifan-kearifan Lokal Masyarakat Desa Sulengwaseng sebagai suatu kekuatan budaya lokal untuk mempertahankan ataupun melestarikan Budaya Masyarakat Etnik Lamaholot yang ada di Desa Sulengwaseng secara aktif, selektif, dan adaptif. Dalam konteks ini, UALB mengandung kearifan lokal seperti media integrasi antar warga dengan warga, warga dengan lingkungan alam, warga dengan roh leluhur dan maha pencipta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) teori Religi, (2) teori Konflik, (3) teori Fungsional Struktural, (4) teori Simbol.
Tato dalam Seni dan Pariwisata di Bali Setiawan, I Nyoman Anom Fajaraditya
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.314 KB)

Abstract

Pariwisata di Bali sangat mengandalkan sajian seni dan budaya selain dari pada wisata alam serta wisata spiritual, dalam hal ini seni memiliki tempat dan pasar tersendiri bagi Pariwisata Bali.  Pengemasannya, seni dan pariwisata di Bali kebanyakan lebih mengarah pada seni pertunjukan, seni lukis, patung serta seni kerajinannya dan sejenisnya. Pada sisi lain, dalam globalisasi saat ini, seni tato juga dapat dikatakan sebagai satu daya tarik dalam pariwisata. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya studio-studio tato di sekitar tempat-tempat pariwisata yang strategis. Selain dari pada Budaya asli Indonesia, tato juga masuk sebagai mata pencaharian yang sangat menjanjikan dalam pariwisata. Banyak pemberitaan yang menjelaskan bahwa tato di Bali menjadi incaran wisatawan-wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Sisi lainnya masih saja ada stigma negatif tentang tato, walau tato itu dapat memberikan penghasilan yang lumayan dalam usaha terkait pariwisata. Dalam beberapa kesempatan, seniman tato yang memiliki wilayah strategis dalam pasar pariwisata menyebutkan penggemar tato dari manca negara bahkan rela datang hanya untuk bertato. Mungkin hal ini perlu untuk dikaji lebih dalam, tentang fenomena yang menyelimuti tato dalam kaitan seni dan pariwisata di Bali
Wisata Melukat: Perspektif Air Pada Era Kontemporer Anadhi, I Made Gede
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.794 KB)

Abstract

Melukat yang sudah menjadi Gaya Hidup Masyarakat Bali Tradisional rupanya kembali dilirik sebagai gaya hidup baru bagi kaum metropolis. Kegiatan berbau spiritual ini rupanya dipandang mampu menjawab kedahagaan Masyarakat Kontemporer Bali akan kebutuhan hakiki hidup mereka. Ramainya kedatangan mereka pada sentra-sentra air suci berupa pancuran untuk melukat atau sekedar berekreasi ditangkap sebagai sebuah peluang usaha baru bagi desa-desa yang memiliki potensi air tersebut. Wisata melukat-pun kemudian menjadi ikon yang dipromosikan lewat berbagai media dan berproses dalam berbagai bentuk sebagai wujud komodifikasi air. Perspektif Masyarakat Bali era tradisional yang sangat mensakralkan air sebagai bagian dari setiap jenjang kehidupannya. Bahkan disetiap upacara keagamaan keberadaan air selalu menyertai sebagai suatu komponen utama yang harus ada. Zaman bergerak terus, globalisasi tidak terbendung memengaruhi berbagai Sendi Kehidupan Masyarakat Bali termasuk sisi ritual keagamaannya. Perubahan epistemologi sosial ini rupanya telah menggeser Kognitif Masyarakat Bali dari perspektif sakral menjadi profan. Air dengan segala komponen ikutannya kemudian dipandang sebagai objek yang potensial untuk dikelola sebagai komoditi. Ritual yang melibatkan air pun kemudian tidak luput dari komodifikasi.
Komodifikasi Penjor sebagai Sarana Persembahyangan Umat Hindu Pratama, Ketut Hery Sony; Marbun, Saortua
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.704 KB)

Abstract

Menurut Ajaran Agama Hindu di Bali, penjor dimaknai sebagai pemberian persembahan atau sebagai ungkapan terimakasih kepada bumi atau pertiwi yang sudah memberikan tempat hidup dan kesejahteraan manusia, mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan manusia untuk mencapai kemenangan dharma melawan adharma. Penjor dibuat dari bahan-bahan alam yakni sebatang bambu yang ujungnya melengkung lalu dihiasi dengan berbagai jenis reringkitan, variasi dari daun janur atau daun enau yang masih muda. Seiring dengan berjalannya waktu, penjor pun mengalami pergeseran makna bagi Masyarakat Hindu dikarenakan semakin banyak generasi muda yang tidak memahami makna penjor yang sebenarnya. Di sisi lain, penjor telah diperjualbelikan beserta dengan kelengkapan-kelengkapannya. Komodifikasi penjor membuat masyarakat merasa dimudahkan mengingat bahan-bahan pembuatan penjor seperti janur, bambu, dan bahan lainnya saat ini sudah mulai langka di daerah perkotaan.  Bertambahnya penjual penjor di Kawasan Denpasar membuat masyarakat cenderung memilih membeli perlengkapan penjor atau pun penjor yang sudah jadi.
Pengaruh Modernisasi Terhadap Perkembangan Komodifikasi Mukena Mirantika, Noni; Marbun, Saortua
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.874 KB)

Abstract

Pada abad ke-14 Walisongo memperkenalkan mukena seiring dengan penyiaran Agama Islam di Jawa. Saat itu mukena digunakan untuk menutupi Bagian Tubuh Wanita Jawa yang hanya memakai kemben. Komodifikasi mukena terjadi setelah abad ke-20. Kondisi ini disebabkan oleh karakteristik mukena sebagai barang ekonomi, semakin banyak wanita muslimah yang menggunakan mukena dan meluasnya ideologi pasar sehingga seseorang merasa lebih nyaman membeli mukena dari pada membuatnya secara swadaya. Kondisi ini memberikan peluang bagi penjahit atau produsen untuk mengembangkan industri penjualan perlengkapan salat. Hal ini terkait pula dengan ideologi yang berlaku pada industri pembuat mukena, yakni ideologi pasar sehingga mereka melihat mukena sebagai sumber keuntungan. Posisi produsen lebih kuat daripada konsumen mukena karena produsen menguasai aneka modal, yaitu modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik secara bersinergi. Gejala ini tercermin pada semakin berkembangnya produk dan pasar mukena.
Industri Kreatif Ulos pada Masyarakat Pulau Samosir Siregar, Mangihut
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.92 KB)

Abstract

Ulos identik dengan Orang Batak, di mana ada Orang Batak di situ ada ulos. Segala upacara adat selalu menggunakan perlengkapan ulos. Karena keperluannya yang sangat penting sehingga mereka berusaha menenun untuk keperluan masing-masing. Dulu hampir semua Orang Batak dapat menenun ulos.   Masuknya modernisasi menggeser produksi ulos dari tenunan tangan (tradisional) ke tenunan mesin. Ulos menjadi industri budaya, di mana komoditi ini diproduksi secara massal dan kegunaannya untuk dijual. Hasil tenunan mesin semakin kreatif dan lebih murah sehingga tradisi menenun secara tradisional semakin hilang. Produksi ulos yang dilakukan secara massal berimplikasi terhadap banyaknya ulos di pasaran dan menyebabkannya bukan lagi barang langka atau sakral. Dari segi pembuatannya memang tidak ada upacara khusus untuk menenun ulos, namun karena kegunaannya untuk keperluan ritual adat sehingga menjadikan benda ini menjadi benda sakral. Banyaknya ulos di pasaran menjadikan suatu peluang bagi Orang Batak untuk mengkreasikan ulos sebagai industri kreatif. Fungsi komoditi ulos semakin berkembang yang awalnya dimaknai sebagai penghangat badan lalu menjadi industri budaya. Dari industri budaya lalu dikembangkan menjadi industri kreatif. Hal ini mereka lakukan untuk menambah pendapatan dari segi ekonomi.
Motif dan Kelembagaan Konflik Supporter Sepak Bola pada AREMANIA Hilman, Yusuf Adam
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.851 KB)

Abstract

Seharusnya sepak bola dapat memberikan tontonan yang mengasyikan, memberikan suguhan yang atraktif, menghibur, dan juga bisa memberikan kepuasan bagi para penikmatnya, akan tetapi sepak bola yang ada di Indonesia selama ini lebih cenderung menggambarkan kondisi yang tidak baik, karena berita sepak bola dihiasi dengan persoalan korupsi, dualisme, hingga perkelahian supporter, terkait hal tersebut, seharusnya kita bisa mencermati, kenapa hal tersebut dapat terjadi, khususnya persoalan yang terkait dengan rivalitas sepak bola, ataupun konflik antar supporter, yakni konflik AREMANIA dengan BONEKMANIA. Fenomena kekerasan suporter yang ada di Indonesia, hal ini jika kita pahami dengan asumsi konflik maka akan memiliki bentuk dan pola, sehingga kita dituntut untuk mengetahui dan memahami kondisi tersebut supaya dapat menyelesaikan persolan itu. Kondisi ini perlu dikaji secara kontekstual di mana fakta–fakta tersebut akan dikaji secara kualitatif, menggunakan pendekatan kepustakaan (library Research), hal ini penting mengingat konflik yang sedang terjadi tidak memungkinkan untuk dilakukan suatu penelitian yang sifatnya observasi, maka penulis merasa sangat tertarik untuk mengkaji persoalan tersebut secara kritis. Dari hasil analisis penulis dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa konflik yang sedang terjadi antara Aremania dan juga Bonekmania, bukan persoalan tentang perihal salah dan benar, akan tetapi bagaimana para supporter memaknai konflik tersebut, sebagai reaksi atas berbagai peristiwa terkait proporsi keadilan, mengingat pada hakikatnya supporter itu menginginkan kompetisi yang berkualitas, prestasi yang membanggakan dari klub sepak bolanya, sehingga perlu pendewasaan terhadap perilaku atau tindak tanduk supporter baik di dalam maupun di luar lapangan, akibat rasa kecintaan, loyalitas, terhadap klub kesayangannya.
Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun dalam Kacamata Kultur Patriarki Hana, Lidwina
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1598.248 KB)

Abstract

Kasus pemerkosaan yang berujung dengan tindakan pembunuhan seringkali menimpa Perempuan Indonesia. Pemerkosaan merupakan tindakan subordinasi perempuan, suatu simbol di mana kedudukan perempuan dengan laki-laki belum setara dalam kultur patriarki. Yuyun usia empat belas tahun, siswi kelas VII SMPN 5 Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh empat belas pelaku pada 2 April 2016 saat perjalanan pulang sekolah. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menilai bahwa perbuatan asusila yang berujung pada hilangnya nyawa ini merupakan akibat dari pengaruh minuman keras (miras) dan video porno sehingga beliau mendorong penutupan situs pornografi juga larangan peredaran minuman keras secara bebas, serta menyiapkan regulasi khusus mengenai proteksi perempuan dan anak-anak
History in Cultural Studies. War Excesses in the Former Dutch Indies Westerlaken, Rodney
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.376 KB)

Abstract

Currently the excesses of the colonial war between The Netherlands and Indonesia in the former Dutch Indies are being re-evaluated and interpreted in The Netherlands. More and more reports, photos and confessions appear showing a different truth than the one that is generally accepted in The Netherlands.  Marx said that people make history, but never in conditions of their own making. This essay evaluates the perspective of cultural studies in a historical context.
Wisata Militer Taebaek dari Drama Descendants of the Sun Korea Selatan Hana, Lidwina
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.787 KB)

Abstract

Promosi pariwisata biasanya dilakukan dengan menonjolkan keindahan alam atau tradisi yang sifatnya turun-temurun dari lokasi yang dipasarkan. Namun berbeda dengan Korea Selatan, magnet wisata justru menarik wisatawan mancanegara lewat drama. Salah satu drama terpopuler tahun 2016 adalah Descendants of the Sun. Drama ini menceritakan kisah percintaan antara tentara Korea Selatan Selatan Yoo Shi Jin (Song Joong Ki) dan dokter Kang Mo Yeon (Song Hye Kyo) yang sama-sama terlibat dalam tugas kemanusiaan dalam perang fiksi di Negara Uruk. Penelitian ini melihat drama sebagai media penyebaran informasi yang tidak netral. Drama Descendants of the Sun sebagai bagian dari budaya pop dipandang sebagai agen konstruksi yang menyelipkan nilai-nilai dan pencitraan dalam kontennya yang memberikan dampak yang signifikan bagi Hallyu atau Korean Wave yang kemudian mendongkrak kunjungan turis ke Korea Selatan.