cover
Contact Name
Archana Universa
Contact Email
Archana Universa
Phone
-
Journal Mail Official
archanauniversa@an1mage.net
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
An1mage Jurnal Studi Kultural
Published by An1mage
ISSN : 24773492     EISSN : -     DOI : -
An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan pikiran kritis, pikiran kreatif, pikiran dengan analisis yang kuat dan membangun mental kita semua agar menjadi sepadan apa pun gendernya (gender equality). AJSK tidak hanya untuk sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru. Terobosan baru dalam teknik di bidang apa pun juga AJSK menerimanya.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Cultural Design Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.976 KB)

Abstract

Cultural is a construction runs on an ongoing basis from a bad to a better direction from and for humans in an environment to achieve prosperity, happiness and peace of all people in an area. Clash of cultural is a necessity that is inevitable in the era of information and globalization. There is a strong cultural dominance in globalization to imply a false consciousness to the younger generation and its hegemonic. Even some people being hegemony information slaves (hegeformaslaves) by cultural and sadly they do not even realised it. There is a cultural resistance, adaptation, and acculturation occur. When thinking about the need for a strong cultural identity, the need for redigging, reshaping, and finding again the ancestral identity to be used as construction of new cultural identities as a unifying with the goal of unity, prosperity, happiness and peace in a community.   This globalization era required a local merger with global thought that does not cancel each other out, but belong together and complete it. Thinking "local go global" resulting in a mix of local and global (Locglo). Instead of thinking global-local (Glocal), global tends to intimidate and repress local in the sense that the main priority is global and not local. Locglo is thought that promotes local equivalent to the global. Dayak in the need of reconstructing a better cultural identity requiring comparative studies with people on the island of Bali that measures future construction design thinking this culture can be projected and used as a cultural construction for the Dayak's new better culture based on humanity and speciesity in achieving the noble values of the ancestors of togetherness, welfare, and peace for Dayak locally and globally.
Memahami Ritual Aci Keburan Melalui Sajian Multimedia Ariningsih, Kadek Ayu; Adnyana, I Nyoman Widhi
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.877 KB)

Abstract

Keberadaan teknologi memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Masyarakat tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi dan membawa manusia kepada era modern. Masyarakat Desa Pakraman Kelusa ikut dibawa dalam pengaruh gencarnya perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi saat ini yang berpengaruh besar dalam tatanan hidup masyarakatnya. Masyarakat Desa Pakraman Kelusa banyak yang mengalami pengaburan makna tentang makna pelaksanaan ritual Aci Keburan di Pura Hyang Api. Makna Ritual Aci Keburan disampaikan kembali dengan menggunakan teknologi dalam sajian multimedia. Dipilihnya multimedia mengingat sifat dari sajian multimedia adalah mengatasi keterbatasan ruang dan daya indera. Sehingga diharapkan masyarakat Desa Pakraman Kelusa memahami kembali makna pelaksanaan ritual Aci Keburan yang sebenarnya. 
Teori: G-Engine dengan Super Magnet dan Magnet Shielding System Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.734 KB)

Abstract

G-Engine dari kata generator dan engine. Menggabungkan kata generator yang tujuannya menghasilkan listrik dan engine yang berarti mesin atau motor yang berotasi. Teori mesin yang menggunakan material super magnet dan material magnet shielding sytem. Teori mesin ini diharapkan terwujud pada saat penulis mendapatkan dana penelitian selanjutnya. Harapan adanya G-Engine ini akan membuat perubahan pada keperluan energi yang terjangkau dan dapat digunakan diberbagai tempat karena dapat dibuat portable (mudah dibawa) dengan skala ukuran tertentu sesuai keperluan. Dalam teori G-Engine ini penulis tidak akan membahas hitungan secara matematika dan fisika, tetapi penguatan pada ide dasar dan logikanya sebagai satu kesatuan sistem yang diperlukan dalam memahami mesin tersebut.  
Dayak Ngaju dalam Pusaran Kehadiran Agama-agama Wilson, Wilson
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.126 KB)

Abstract

Ngaju adalah salah satu Subsuku Dayak yang banyak tinggal dan berada di Kalimantan Tengah. Hasil akhir dari pusaran kehadiran agama-agama baru ini sangat ditentukan oleh kesejatian di Dayak Ngaju itu sendiri, yang terpantul dari karakteristik keterbukaan terhadap pengaruh luar, penghargaan pada harkat dan martabat manusia, toleransi pada keberagaman etnik, agama, dan ras. Dalam pusaran perubahan sosial tersebut, Dayak Ngaju tetap berusaha mempertahankan identitas etnik.
Journal Indexing: Pemarginalan Terstruktur dari Pemerintah kepada Dosen di Indonesia Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.857 KB)

Abstract

Journal indexing atau pengindeksan jurnal telah menjadi kendala bagi para dosen untuk menjadi aktif menulis dan secara sadar atau tidak sadar berbalik mengurangi maraknya manuscript atau publikasi laporan penelitian di Indonesia yang seharusnya banyak bermunculan. Pengindeksan jurnal saat laporan penelitian ini dibuat telah menjadi bumerang dan sedihnya lagi laporan penelitian bagi calon doktor dan profesor wajib masuk ke dalam jurnal yang diindeks oleh beberapa penerbit besar di Bumi yang awal tujuan untuk mengindeks terbitan jurnal penerbit itu sendiri. Kini para penerbit besar di Bumi tersebut telah melakukan komodifikasi negatif dengan mengomersialkan journal indexing mereka dengan mengkonstruksi bahwa jurnal yang baik adalah jurnal yang berada di dalam indeks sistem mereka. Konstruksi tersebut menguat karena para penerbit besar tersebut memiliki media siar berupa media cetak kertas sebelumnya dan kini media digital dengan sistem journal indexing secara website. Para penerbit besar di Bumi tersebut menyebarkan dominasi informasi mereka melintasi negara lainnya melalui dominasi media cetak dan media digital yang mengakibatkan negara-negara yang kurang maju dan terbelakang cara berpikirnya menjadi korban ideologi dari komodifikasi journal indexing tersebut, ini yang disebut dengan nama hegemoni di masa ini. Korban ini terjadi karena orang-orang di negara terbelakang merasa inferior, tidak percaya diri, dan merasa tertinggal, oleh karenanya timbul keinginan yaitu bila dapat bergabung dalam jurnal indexing tersebut maka negara-negara berkembang ini “merasa” menjadi setara dengan negara yang sudah maju. Orang-orang di negara terbelakang ini menjadi budak informasi dan hegemoni dari dominasi informasi negara-negara maju, penulis menyebut hal ini dengan istilah hegemony information slaves dan penulis singkat menjadi hegeformaslave untuk kata sifatnya, untuk kata kerjanya menjadi hegeformaslaving, dan pelakunya disebut dengan nama hegeformaslaver untuk satu orang, menjadi hegeformaslavers untuk pelaku lebih dari satu orang, sedangkan korbannya disebut dengan nama hegeformaslave untuk penyebutan satu orang kemudian hegeformaslaves untuk penyebutan lebih dari satu orang, sistemnya disebut dengan nama hegeformaslavery.
Perdagangan Emisi: Solusi Kapitalis atas Global Warming Hana, Lidwina
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.11 KB)

Abstract

Pemanasan global (Global Warming), perubahan iklim (Climate Change), dan pencemaran lingkungan yang diakibatkan gas rumah kaca (Green house Gases) mendorong terbentuknya perdagangan emisi yang konon bertujuan memperlambat laju pemanasan Bumi. Perdagangan emisi memungkinkan negara industri membeli Certified Emission Reduction (CER) dari negara berkembang. Sementara negara berkembang diharapkan menjaga hutannya dari uang yang dihasilkan melalui CER. Meskipun seolah terjadi kerja sama antara negara industri dengan negara berkembang, namun kesepakatan ini belum menunjukkan hasil signifikan atas pemanasan global. Oleh karenanya penelitian ini menguji sistem pasar berdasarkan ideologi kapitalis dari perdagangan emisi yang digunakan untuk permasalahan yang berhubungan dengan alam dan memberi solusi atas permasalahan yang ditemukan.
Perempuan dan Kejahatan Cyber: Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Perempuan di Media Sosial Setyorini, Nurul
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.36 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kejahatan cyber dalam pemberitaan perempuan di media sosial; (2) praktik wacana pemberitaan perempuan di media sosial; dan (3) praktik sosial wacana pemberitaan perempuan di media sosial. Wacana pemberitaan perempuan di media sosial.  Teori yang digunakan adalah teori dari Fairclough tentang Analisis Wacana Kritis. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode tiga dimensi dari Fairclough yang terdiri dari deskripsi, interprestasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini terdiri dari tiga bahasan, yaitu (1) kekerasan cyber dalam media sosial, (2) praktik wacana, dan (3) praktik sosial. (1) Kekerasan cyber dalam media sosial berupa komentar kasar, komentar seks, argumen yang memberikan stigma tentang perempuan, memarginalkan perempuan dan penyebaran kebencian. (2) Praktik wacana menyoal tentang media berita online melihat perempuan sebagai masyarakat paling banyak menggunakan media sosial. Selanjutnya, media sosial, pada saat ini bukan suatu konsumsi bagi masyarakat menengah ke atas, tetapi semua kalangan dapat menikmatinya. (3) Sosial praktik menyoal kehidupan masyarakat yang mempunyai perspektif bahwa perempuan adalah objek menarik untuk dieksploitasi. Dengan demikian, masyarakat yang patriarki ini diimplementasikan dalam wujud berita online sehingga argumen pembaca mengarahkan pada kasus-kasus perempuan.
Transformasi Fisik Musik Dol sebagai Musikalitas Ritual Tabot di Bengkulu Parmadie, Bambang; Kumbara, A. A. Ngurah Anom
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 3 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.385 KB)

Abstract

Musik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, entah itu digunakan untuk kepentingan upacara, hiburan ringan dalam bentuk senandung disadari atau tidak atau untuk keperluan religius. Ekspresi dan kreatifitas berasal dari apa yang ada di sekeliling kita yang menjadi kemasan karya yang dinamakan dengan seni musik. Senada dengan kalimat di atas artinya berbicara musik pasti berbicara bunyi, karena bahan dasar dari musik adalah bunyi. Ilmu musik secara umum terbagai atas musik tradisional dan musik modern (Barat). Proses transformasi dikarenakan dorongan yang kuat dari luar membuat musik dol sakral menjadi sekuler atau profan, salah satunya terjadi pada pola garapan penyajian dan komposisi musikal pada musik dol. Setiap ritual mempunyai struktur penyajian musik dol dengan penggunaan pola ritme irama yang sama di setiap ritualnya. Karena pada tiap-tiap satu repetoar mempunyai makna filosofi tersendiri yang ada pada keluarga Tabot Musik dol sakral yang hanya memiliki pola ritme pukulan dengan pakem tiga pola ritme suweri, tam atam, suwena. Pola ritme tersebut mengalami pengembangan menjadi banyak variatif pola ritme pukulan dalam pakem musik dol sekuler. Selain itu perkembangan perubahan musik dol mengalami komodifikasi perubahan bentuk perlakuan pada instrumennya. Eksploitasi pada musik dol menjadi sangat bebas untuk menjadi bahan kreatifitas . Dol yang dulunya di sakralkan dan diagungkan saat ini telah menjadi bahan ekplorasi musikal tujuan budaya populer untuk estetika pertunjukan dan garapan (kreasi).
Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 “Suatu Paradoks” Siregar, Mangihut
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 3 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.921 KB)

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing telah disahkan. Berlakunya Peraturan Presiden (Perpres) ini mengalami kontroversi di tengah masyarakat. Sebagian masyarakat mendukung dan sebagian menolak. Kontroversi timbul akibat sudut pandang yang berbeda dari masing-masing pihak.   Kelompok yang mendukung Perpres ini berpandangan, dibukanya peluang tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia akan berdampak positif. Mereka akan membawa kemajuan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sekaligus membawa modal ekonomi untuk berbisnis di Indonesia. Apabila ini yang terjadi maka kedatangan tenaga kerja asing menjadi pembebas dari ketertinggalan Indonesia dari negara maju. Sebagian lain melihat, Perpres ini sebagai ancaman bagi Indonesia. Kedatangan tenaga kerja asing menjadi suatu penjajahan baru akan tenaga kerja di Indonesia. Persaingan tenaga kerja akan terjadi dan pemenangnya adalah orang asing karena hubungan mereka dengan negara asal. Demikian juga tentang pendapatan masing-masing tenaga kerja akan mengalami ketidakadilan di mana tenaga kerja asing diukur menurut negara asalnya, sedangkan tenaga kerja dari  Indonesia sendiri berdasarkan aturan standar di Indonesia. Untuk itu perlu dicari solusi sehingga Perpres nomor 20 Tahun 2018 dapat berjalan secara efektif.
Cultural Design: Usulan Pengembalian Pajak Penghasilan Perseorangan dari Pemerintah kepada Wajib Pajak sebagai Hak Pensiun, Asuransi, Pendidikan, dan Saat Tidak Mendapatkan Pekerjaan di Indonesia Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 3 No 2 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.294 KB)

Abstract

Pajak merupakan kewajiban bagi setiap warga negara dan atau lembaga yang memiliki kategori masuk ke dalam wajib pembayar pajak. Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah, dan setiap orang adalah subjek bagi wajib pajak. Wajib pajak mulai muncul ketika seseorang subjek pajak memiliki kekayaan dan penghasilan dalam ragam dan bentuk apa pun dalam kategori terkena pajak. Selama ini pemerintah gencar menyebarkan slogan “orang bijak bayar pajak” di mana pajak merupakan kewajiban setiap wajib pajak, dan membayar pajak merupakan langkah yang bijak agar tidak terkena sangsi dari pemerintah.  Pemerintah bahkan mengingatkan setiap warga negara dan lembaga wajib pajak untuk selalu membayar pajak tepat waktu, beserta sangsi secara administratif dan atau pidana sesuai dengan kasusnya. Membayar pajak, apa untungnya bagi si wajib pajak? Pernahkah terlintas pemikiran tersebut? Kemana penghasilan pajak dari rakyat selama ini digunakan oleh pemerintah? Tentu saja jawaban dari pemerintah sangat klasik. Pendapatan dari pajak digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana umum bagi warga, dan juga kepentingan pemerintah lainnya untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini dikuati oleh  Undang-undang  nomor 28 tahun 2007  pasal 1 ayat 1 dari pemerintah yang menyatakan “Pajak adalah kontribusi wajib rakyat kepada negara yang terutang, baik sebagai orang pribadi atau badan usaha yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Hal tersebut dapat berlaku pada pajak kendaraan, pajak tanah, pajak rumah, pajak kekayaan lainnya yang nonpajak penghasilan. Tetapi menjadi pertanyaan saat pemerintah mengambil pajak penghasilan perseorangan, di mana mengambil pajak penghasilan perseorangan kepada seorang wajib pajak, akan diikuti oleh hak yang diperoleh si wajib pajak tersebut.