cover
Contact Name
Archana Universa
Contact Email
Archana Universa
Phone
-
Journal Mail Official
archanauniversa@an1mage.net
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
An1mage Jurnal Studi Kultural
Published by An1mage
ISSN : 24773492     EISSN : -     DOI : -
An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan pikiran kritis, pikiran kreatif, pikiran dengan analisis yang kuat dan membangun mental kita semua agar menjadi sepadan apa pun gendernya (gender equality). AJSK tidak hanya untuk sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru. Terobosan baru dalam teknik di bidang apa pun juga AJSK menerimanya.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Mitos dalam Hak Cipta di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.809 KB)

Abstract

Hak cipta dipahami dengan banyak versi dan bahkan menjadi mitos-mitos yang membuat para pembuat karya menjadi ketakutan dan tidak mengerti apa sesungguhnya yang disebut hak cipta di Indonesia, sehingga hak cipta persepsi oran awam kenyataannya jauh berbeda dengan kenyataannya secara hukum. Di sini dijelaskan apa hak cipta itu sesungguhnya serta kekeliruan apa yang terjadi di pemahaman masyarakat di Indonesia tentang hak cipta sehingga tercipta mitos-mitos yang kini beredar dan dianggap sebagai kebenaran dan usulan dari penulis untuk membuat simbol baru bagi hak cipta (authorship) dengan hak copy (copyright).  
Industri Budaya dan Kontes Prestige: Terpinggirnya Pemuatan Laporan Penelitian di Jurnal yang Tidak Terindeks Scopus di Indonesia Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.498 KB)

Abstract

Menyoroti, mengkritisi, mendekonstruksi keterpinggiran jurnal nonindeks di Scopus dan bobot penelitian seorang peneliti apakah karena dapat masuk ke jurnal yang terindeks oleh Scopus? Ataukah karena bobot yang berkualitas karena penelitian itu sendiri walaupun tidak masuk ke jurnal yang tidak terindeks oleh Scopus? Industri budaya yang dibisniskan dalam laporan penelitian di bidang pendidikan, Indeks Scopus serta munculnya kontes prestige, keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam mendukung hegemoni tersebut yaitu dengan adanya program meraih gelar doktor sebagai salah satu syaratnya adalah laporan penelitian calon doktor tersebut masuk ke dalam jurnal yang terindeks di Scopus saat studi ini dilaporkan.  
Story Waveform Model sebagai Alternatif lebih Baik dari Story Mountain Model dalam Mendesain Cerita agar Lebih Mudah Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.624 KB)

Abstract

Tidak semua orang dapat membuat cerita. Namun, banyak orang dapat bercerita secara lisan. Untuk itu, penelitian ini akan memberikan tambahan dan pengayaan bagaimana cara membuat cerita dengan lebih mudah, studi ini juga menawarkan pendekatan model baru yang disebut Story Waveform Model. Pendekatan ini konsepnya berbeda dengan pendekatan penyusunan Story Mountain Model yang selama ini banyak digunakan. Story Waveform Model ini dapat menjadi acuan yang lebih mudah dalam menjelaskan suatu struktur cerita dan dalam membuat kerangka cerita atau plot, di mana plot tersebut dapat dijadikan bab atau subbab.
Literasi Visual Tokoh Hanoman Bali dengan Pendekatan Augmented Reality Yusa, I Made Marthana; Putra, I Nyoman Agus Suarya
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.926 KB)

Abstract

Artikel ilmiah ini merupakan bagian dari penelitian tim penulis pada skema Penelitian Dosen Pemula Ristek Dikti dengan judul 'Imagologi Hanoman Melalui Literasi Media Dengan Pendekatan Augmented Reality'. Penelitian ini mengungkap imagologi Hanoman kemudian menyampaikannya sebagai representasi kesetiaan, pengabdian dan patriotisme melalui literasi media cerita bergambar yang disajikan menggunakan pendekatan augmented reality kepada anak-anak usia 5-11 tahun, sesuai segmentasi Masa Kanak-kanak menurut Profil Kesehatan Indonesia (Depkes RI, 2009). Langkah-langkah metodologis yang dijalani dimulai dari pengumpulan data mengenai Imagologi Hanoman, literasi media dan augmented reality. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara dilakukan dengan narasumber terkait yang banyak mengkaji karakter Hanoman. Pada progres penelitian, tim peneliti telah melakukan wawancara dengan I Nyoman Arcana, Pelukis Tradisional Bali bergaya Kamasan, Klungkung. Pada proses wawancara berkembang menjadi partisipatory, dengan melibatkan penulis dalam proses penghayatan karakter Hanoman melalui kegiatan melukis, yang dibimbing langsung oleh narasumber (I Nyoman Arcana). Dokumentasi dilakukan pada proses observasi, melihat dan merekam sosok Hanoman dalam Seni Tari dan Seni Rupa. Data yang terkumpul dianalisa dengan pendekatan kualitatif. Selanjutnya dilakukan perancangan buku pendek tentang literasi visual Hanoman. Selanjutnya sistem augmented reality diimplementasikan pada gambar yang ditampilkan di buku. Pada proses perancangan tersebut juga ditampilkan aset virtual Hanoman untuk ditampilkan ketika layar smartphone diarahkan ke halaman buku. Pendekatan augmented reality memungkinkan menampilkan sosok virtual Hanoman pada layar perangkat smartphone, ketika diarahkan ke bidang gambar cerita bergambar. Wujud virtual Hanoman akan ditampilkan dengan tanda-tanda visual dan berbagai variasi pengembangan visualisasi dari asalnya di India. Media yang diwujudkan dalam penelitian ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengenali tanda-tanda visual Hanoman. Anak-anak juga bisa memahami dan meresapi sikap kesetiaan, pengabdian dan patriotisme Hanoman melalui literasi media, membaca dan mengkaji cerita kepahlawanannya.
Membongkar Mitos Jurnal Ber-ISSN Wajib Terakreditasi Dikti yang Hanya Mendapatkan Nilai Kumulatif bagi Dosen di Indonesia Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.729 KB)

Abstract

International Standard Serial Number (ISSN) yang berawal dari International Organization for Standardization (ISO) sebagai standar internasional untuk penyusunan secara urut, pembuatan katalog, memudahkan peminjaman antarperpustakaan, dan hal-hal yang membuat mudah lainnya dalam literatur secara serial. Pertama kali diusulkan pada tahun 1971 kemudian diterbitkan sebagai ISO 3297 pada tahun 1975. ISSN digunakan secara luas untuk majalah, terbitan berseri lainnya dan jurnal. ISSN internasional berpusat di Paris dan memiliki website yang dapat diakses secara mudah di www.issn.org di Indonesia seperti negara lainnya juga memiliki pelayanan ISSN ini yang dapat diakses di http://issn.lipi.go.id/ Dalam beberapa puluh tahun terakhir muncul mitos bahwa jurnal yang sudah memiliki ISSN tidak berharga karena tidak memiliki nilai dalam pengajuan jenjang jabatan akademik (JJA) dosen karena yang mendapatkan nilai kumulatif untuk pengurusan JJA tersebut hanya jurnal ber-ISSN yang sudah terakreditasi oleh pendidikan tinggi (Dikti) di Indonesia. Studi ini bertujuan membongkar, mendekonstruksi, dan atau memecahkan mitos tersebut dan memberikan pencerahan agar para dosen tetap dapat terus berkarya dalam membuat laporan penelitian dengan nyaman tanpa dibebani apakah jurnal tersebut terakreditasi oleh Dikti atau tidak, sebab selama jurnal tersebut memiliki ISSN, maka sudah pasti mendapatkan nilai kumulatif tertentu yang disesuaikan dengan bidang ilmu para dosen tersebut.
Menyoal Risiko dan Kontingensi Pengetahuan dalam Masyarakat Pengetahuan Kontemporer Putranto, Hendar
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.681 KB)

Abstract

“Guru (dosen) adalah pengabdi masyarakat tanpa tanda jasa”, maka tidak perlu berharap terlalu banyak bahwa ada pihak lain yang akan memerhatikan, apalagi memperjuangkannya secara konkret, dalam bentuk pelbagai kebijakan (politis, ekonomis) yang tujuannya untuk mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan para guru dan dosen. Selain itu, sebenarnyalah dosen merupakan sumber daya manusia yang diadakan untuk menjalankan sistem kerja lembaga pendidikan tinggi, yang meliputi universitas, institut, akademi dan sekolah tinggi. Dosen merupakan pelaksana kerja yang harus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas kerjanya, moralitas, kedisiplinan serta tingkat kesejahteraannya, yang kelak menciptakan kondisi dan situasi yang nyaman dalam bekerja, sehingga pada gilirannya setiap dosen mempunyai rasa memiliki, menyayangi dan persaudaraan yang kuat antar sesama dosen, dengan menyadari betapa pentingnya proses produksi pengetahuan yang diharapkan mampu mewujudkan lembaga pendidikan tinggi tingkat dunia (world-class university) berdasarkan kebijakan kualitas (quality policy) sebagai salah satu pendukung pencerdasan kehidupan bangsa.
Perayaan Kematian dalam Tinjauan Desain dan Gaya Hidup Yusa, I Made Marthana
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.025 KB)

Abstract

Studi ini meninjau aspek-aspek dalam konteks desain dan gaya hidup mengenai pelaksanaan ritual kematian yang dikonstruksi dalam terminologi perayaan kematian. Sepanjang peradaban manusia telah ditemukan peninggalan berupa artefak, kebudayaan dan sastra yang berhubungan dengan cara manusia memaknai kematian. Kematian sebagai bagian dari kehidupan dimaknai dengan berbagai cara. Pada studi ini, penulis mengungkap bagaimana manusia—secara khususnya masyarakat di Indonesia —merayakan kematian dengan berbagai cara. Cara-cara tersebut berhubungan dengan kepercayaan dan pola perayaan kematian. Perayaan kematian yang dipengaruhi hasrat untuk hadir, dikenali, dihormati, dan memosisikan diri atau golongan tertentu pada suatu tataran sosial budaya tertentu akhirnya memiliki kecenderungan untuk membentuk suatu kebiasaan yang mengarah pada suatu gaya hidup. Penulis mengkaji perayaan kematian dari berbagai filsafat kematian menurut berbagai pemikiran filsuf, psikologi kematian, perayaan kematian dalam sudut pandang kepercayaan/agama, dan studi kasus tentang peringatan kematian seperti pada prosesi mengantar roh orang mati (atman) menuju alam baka pada tradisi di Bali (ngaben), berita kematian pada surat kabar (obituary), hingga homology instrumentasi pendukung ”perayaan kematian” seperti atribut dan busana.
Singer sebagai Ujud Tertib Hidup, Damai, dan Keseimbangan di Kalangan Etnis Dayak Ngaju Murhaini, Suriansyah
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.712 KB)

Abstract

Setiap hukum, peraturan, juga norma-norma moral lahir dari konteks sosial suatu komunitas/etnis tertentu. Demikian pula halnya dengan singer merupakan produk yang mencerminkan tertib hidup, damai, dan keseimbangan di kalangan etnis Dayak Ngaju, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Singer ialah denda adat. Artikel ini membahas singer dalam konteks hukum keseimbangan sosial. 
Proyeksi Kritis: Kesetaraan Gender di Masa Depan Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.488 KB)

Abstract

Proyeksi Gender dan implikasi yang akan terjadi di masa depan. Pada dasarnya cita-cita kesetaraan gender menjadi acuan dewasa ini, namun transformasi dari pemikiran religius, serta kebudayaan suatu area ke pemikiran kesetaraan gender memberikan celah pemikiran yang berbeda tentang kesetaraan gender yang dimaksud, sehingga pengejaran kesetaraan gender malah dimanipulasi oleh golongan yang dianggap sebagai “korban’ dari ketidaksetaraan gender sebelumnya yaitu para wanita. Para wanita ditengah transformasi pemikiran kesetaraan gender tersebut malah ada yang salah persepsi sehingga para wanita dengan ketidakmengertiannya tersebut malah secara sengaja atau tidak menjadi membalik dan memarginalkan pada beberapa pria yang mulai menerima “apa arti kesetaraan gender tersebut”, tetapi para pria malah terjebak dengan keadaan merugikan mereka yang tidak pernah dipikirkannya akan terjadi sebelumnya. Di sini dibahas proyeksi apa saja yang akan menjadi isu dan potensi konflik kemungkinan-kemungkinan dari implikasi kesetaraan gender ke depannya serta usulan solusinya yang memungkinkan.    
Dialektika Budaya Dayak Atok, Kristianus
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.307 KB)

Abstract

Orang Dayak Kayaan mengikuti liturgi  misa  dalam Bahasa Kayaan sudah selama tiga dekade. Penulis mengkaji pengaruh inkulturasi ini terhadap Budaya Dayak Kayaan dalam hal sistem kepercayaannya. Penelitian ini menggunakan metode ethnografi, data diambil melalui wawancara yang mendalam dan tinggal bersama responden. Temuan penelitian ini adalah bahwa terjadinya enkulturasi pada Budaya Dayak  Kayaan telah mengubah  Ritual Adat Kayaan. Ritual Adat Kayaan saat ini menyerupai ritual dalam Agama Katolik. Studi ini juga memperlihatkan bahwa proses enkulturasi ini telah menghilangkan Agama Kayaan (agama asli), yang tersisa hanyalah sebutan Tanangaan untuk sebutan tuhan dalam bahasa asli. Penggunaan Bahasa Kayaan yang sebelumnya terbatas pada acara-acara tertentu saja sekarang mewarnai proses liturgi . Yang paling menarik dari proses enkulturasi ini adalah adat dan sastranya menggunakan padanan kata yang berbunyi mirip dalam doa-doa di Katolik. Pesta Budaya Dange walaupun menyajikan sesajian ala Dayak Kayaan tetapi doa-doa yang disampaikan bermuatan ajaran agama yaitu Katolik. Jadi dialektika enkulturasi Agama Katolik dengan Budaya Kayaan, Ibarat kontestasi yang tidak seimbang, kemenangan berada dalam Gereja Katolik. Reproduksi nilai dasar Katolisisme dalam bidang pendidikan dan pembangunan sosial, sudah merembet ke bidang yang sangat mendasar yakni agama tradisional. Bahkan Agama Kayaan sudah hilang. Penelitian ini perlu dilanjutkan mengingat aspek enkulturasi itu luas dan telah menampilkan Orang Kayaan yang baru.