cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Perbedaan Indeks Eritrosit Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Pre Dan Post Hemodialisa Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Sri Wantini; Airini Hidayati
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v7i1.919

Abstract

Penyakit ginjal kronik adalah gagal ginjal yang terjadi ketika ginjal tidak mampu mengangkut sisa metabolik atau melakukan fungsinya. Gagal ginjal kronik dengan derajat tertentu memerlukan terapi sebelum transplantasi ginjal, berupa hemodialisa. 80%-90% pasien penyakit gagal ginjal kronik mengalami anemia terutama disebabkan oleh defisiensi hormon eritropoietin yang dibentuk diginjal. Hormon eritropoietin digunakan dalam merangsang eritropoiesis dengan meningkatkan jumlah sel progenitor yang terikat untuk proses eritropoiesis. Indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) merupakan pemeriksaan untuk menentukan ukuran eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks eritrosit pada penderita gagal ginjal kronik pre dan post hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian yang dilakukan bersifat analitik, dengan desain penelitian adalah cross-sectional dan menggunakan analisa data uji t Paired sample test. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 30 sampel penderita gagal ginjal kronik pre dan post hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung bulan Mei 2017, hasil penghitungan uji t  didapatkan p value pre dan post hemodialisa MCV= 0,019 (p< 0,05), nilai MCH= 0,00 (p< 0,05), dan nilai MCHC= 0,002 (p< 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna nilai MCV, MCH, dan MCHC pada penderita gagal ginjal kronik pre dan post hemodialisa.
Gambaran Penggunaan Obat Dalam Upaya Swamedikasi Pada Pengunjung Apotek Pandan Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2014 Yusrizal Yusrizal
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v4i2.286

Abstract

Swamedikasi mempunyai kecenderungan untuk meningkat dan menjadi alternative yang diambil masyarakat karena swamedikasi dianggap lebih murah dan praktis dengan semakin banyaknya apotek dan toko obat yang mudah untuk dijangkau dan informasi mengenai obat yang mudah didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang “Gambaran Penggunaan Obat Dalam Upaya Swamedikasi Pada Pengunjung Apotek Pandan Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2014”. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang membeli obat di Apotek Pandan Desa Way Huwi Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang membeli obat tanpa resep yang memenuhi kriteria sampel. Hasil  dari penelitian ini adalah golongan obat yang dibeli oleh responden yang melakukan swamedikasi di Apotek Pandan Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Oktober tahun 2014 antara lain obat bebas sebesar 21,05%, obat bebas terbatas sebesar 42,10 %, Obat OWA sebesar 26,31%, dan obat keras sebesar 10,52 %. Kemudian persentase pola pemilihan obat berdasarkan penggolongan  oleh responden yang melakukan swamedikasi di Apotek Pandan Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Oktober tahun 2014 yang paling banyak adalah obat analgesik antipiretik dan anti-inflamasi nonsteroid (AINS)  27 orang sebesar 28.9 %, Persentase tepat cara penggunaan obat yang dibeli oleh responden sebesar 94,73, % (90), Persentase waktu cara penggunaan obat yang dibeli oleh responden sebesar 91.57 % ( 87 ), persentase tepat dosis obat yang dibeli oleh responden sebesar 87,36 % (83).
Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Termofilik Dari Sumber Air Panas Way Panas Bumi Natar Lampung Selatan MARIA TUNTUN SIREGAR; MISBAHUL HUDA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.9 KB) | DOI: 10.26630/jak.v3i1.439

Abstract

Sumber air panas adalah mata air yang dihasilkan dari kerak bumi setelah mengalami pemanasan geotermal. Sumber air panas merupakan media pertumbuhan yang cocok bagi bakteri termofilik. Bakteri termofilik merupakan kelompok bakteri yang beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang bersuhu tinggi, yaitu dengan suhu berkisar 45°- 90°C. Habitat alami bakteri termofilik tersebar luas di seluruh permukaan bumi, diantaranya pada sumber-sumber air panas,  kawah gunung berapi atau daerah vulkanik (Labeda, 1990 dalam Martharina,2010). Tujuan penelitian yaitu mengetahui adanya bakteri termofilik serta melakukan isolasi dan identifikasi karakteristik bakteri termofilik yang berasal dari sumber air panas Way Panas Bumi Natar Lampung Selatan. Metode penelitian ini adalah eksploratif. Penelitian dilakukan dengan 3 tahap, tahap pertama menumbuhkan bakteri pada media yang sesuai, tahap kedua melakukan isolasi dan tahap ketiga melakukan identifikasi untuk mengetahui karakteristik bakteri termofilik meliputi morfologi secara mikroskopi, morfologi koloni dan sifat-sifat biokimia. Hasil penelitian diperoleh 7 isolat bakteri termofilik, masuk kedalam genus Bacillus berdasarkan karakteristik fenotipik.  Sehingga perlu dilakukan identifikasi secara taksonomi numerik atau taksonomi genetik untuk mengetahui kesamaan genus atau spesies bakteri.
Hubungan Tingkat Keparahan Demam Berdarah dengan Kadar Hemoglobin, Hematokrit, Dan Trombosit di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis Bandar Lampung Maria Tuntun; Anisa Ayunani
Jurnal Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v6i2.787

Abstract

Kota Bandar Lampung merupakan salah satu  daerah endemis demam berdarah, pada tahun 2012 didapatkan penderita sebanyak 1.111 orang dan yang meninggal 11 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat keparahan demam berdarah dengan  hemoglobin, hematokrit, dan trombosit di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan dari medical record pasien demam berdarah yang memenuhi kriteria, yaitu sebanyak 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah  pasien demam berdarah pada derajat I (70,59%), derajat II (29,41%) dan tidak ada penderita pada derajat III dan IV. Berdasarkan umur pada derajat I didapatkan terbanyak pada umur balita (31,7%), sedang pada derajat II terbanyak pada umur dewasa (52,00%). Pasien laki-laki  (61,7%) paling banyak pada derajat I, dan pada derajat II paling banyak perempuan (56,00%). Rata-rata kadar hemoglobin pada derajat I (12,3) dan derajat II (13,2), hematokrit pada derajat I (44,78), pada derajat II (47,64), jumlah trombosit pada derajat I (130.000), pada derajat II (84.480). Didapatkan hubungan yang bermakna dan korelasi yang lemah antara derajat keparahan dengan kadar hemoglobin (p = 0,006; r = 0,297) dan kadar hematokrit (p = 0,035; r = 0,229). Hubungan derajat keparahan dengan jumlah trombosit bermakna (p = 0,000; r = -0,732), dan mempunyai korelasi yang kuat dengan arah negatif.
Pengaruh Waktu Kontak Dan Konsentrasi Rebusan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Penyebab ISPA MISBAHUL HUDA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 2, No 1 (2013): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v2i1.428

Abstract

Penggunaan tanaman obat sebagai bahan alami yang digunakan untuk menggantikan obat-obatan kimiawi mulai dilakukan, tetapi perlu pembuktian secara ilmiah. Salah satu   bahan alami tersebut adalah Rosella (Hibiscus sabdariffa L).Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh waktu kontak dan konsentrasi   rebusan kelopak bunga Rosella terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode randomized controlledtrial yaitu melakukan treatment, kemudian efeknya diukur pada akhir penelitian berapa lama waktu kontak   air rebusan kelopak bunga Rosella dengan bakteri Sreptococcus pyogenes yang efektif dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes penyebab ISPA, dan mengetahui konsentrasi   air rebusan kelopak bungan Rosella yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes penyebab ISPA,   serta mengetahui interaksi antara konsentrasi dengan lamanya waktu kontak air rebusan kelopak bunga Rosella yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes  penyebab  ISPA.  Sampel  adalah  air  rebusan  daun  kelopak  bunga  Rosella  dengan konsentrasi 10%, 20%, 3%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%,100% dengan 3 kali pengulangan dan 0% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsetrasi dan lamaya waktu kontak air rebusan kelopak bunga Rosella yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes adalah konsentrasi 60% dengan lama waktu kontak 60 detik.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif Pada Pasien Rawat Jalan Di UPT Puskesmas Wonosobo Kabupaten Tanggamus MARIA TUNTUN SIREGAR; Agus Setia Budi
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 2 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v5i2.464

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah  penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Penyakit TB disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu host, agent dan environment. Bakteri Mycobacterium tuberculosis berkembang pada lingkungan padat, daerah yang lembab, dan penularannya melalui udara. Tujuan penelitian ini mengetahui  hubungan  tingkat pengetahuan, perilaku merokok, kondisi sosial ekonomi, kelembaban, lantai rumah dan luas ventilasi rumah penderita TB terhadap kejadian kasus TB paru. Desain penelitian yaitu survei analitik dengan pendekatan case control.  Penelitian dilaksanakan April - Juli 2013. Populasi sebanyak 302 suspek kasus TB. Jumlah kasus 34 responden dengan hasil laboratorium BTA positif dan jumlah kontrol 34 responden dengan hasil laboratorium BTA negatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p value=0,015<0,05), lantai rumah (p value = 0,012<0,05) dan kelembaban (p value = 0,017<0,05) terhadap kejadian kasus TB BTA positif. Tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p value = 0,330>0,05) dan kondisi sosial ekonomi (p value = 0,153>0,05) terhadap  kejadian kasus TB BTA positif. Luas ventilasi rumah tidak dianalisis, karena tidak  memenuhi syarat Kepmenkes No 829/Menkes/SK/VII/1999.
Pengaruh Pemberian Kemoterapi Terhadap Peningkatan Kadar Asam Urat Penderita Kanker Payudara RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2015 SRI UJIANI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v5i1.455

Abstract

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal/terus menerus dan tak terkendali, dapat merusak jaringan sekitarnya serta dapat menjalar ke tempat yang jauh dari asalnya yang disebut metastatis. Salah satu bentuk penanganan kanker adalah kemoterapi. Dalam pelaksanaannya, kemoterapi menggunakan obat-obatan sitostatika. Sitostatika adalah kelompok obat (bersifat sitotoksik) yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Pemberian kemoterapi pada sel tumor yang sensitif akan berakibat terjadinya penghancuran “mendadak” sejumlah besar sel tumor sehingga terjadi degradasi asam nukleat, mengakibatkan katalisis hipoksantin dan xantin oleh xantine oksidase yang meningkatkan pembentukan asam urat (Jack, 2009). Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian kemoterapi terhadap peningkatan kadar asam urat penderita kanker payudara di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini bersifat kuantitatif,  desain penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh pasien kemoterapi penderita kanker payudara rawat inap di Poli Klinik penyakit dalam wanita RSUD dr. H. Abdul Moeloek provinsi Lampung, yang dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015. Data dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kemoterapi yang signifikan terhadap kadar asam urat  penderita kanker payudara RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
Pengaruh Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung EKA SULISTIANINGSIH; EFA TRISNA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 1 (2015): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.851 KB) | DOI: 10.26630/jak.v4i1.419

Abstract

Di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Propinsi Lampung terkait dengan jumlah penyakit hipertensi yang terdapat berdasarkan data buku registrasi pada bulan September-Desember tahun 2011 sebanyak 83 penderita hipertensi, pada tahun 2012 sebanyak 310 penderita hipertensi. Data dari puskesmas Raja Basa Indah jumlah penderita hipertensi sebanyak 2.417 (Profil Dinas Kesehatan Lampung 2011). Jumlah kasus hipertensi ini   menempati urutan ketiga setelah penyakit infeksi saluran nafas atas.   Dari hasil pre survei yang dilakukan terhadap 10 penderita hipertensi yang berobat ke Puskesmas dilakukan pemeriksaan kolesterol didapatkan data sebanyak 7 (70%) penderita hasil pemerikasaan kadar kolesterolnya melebihi batas normal. Rancangan penelitian ini adalah kuasi eksperimen   dengan pendekatan pre dan post test only design tanpa kontrol. Melalui desain ini dimaksudkan mencari hubungan sebab akibat dengan memberikan rebusan daun salam kepada penderita hyperkolesterol dan  kemudian dilakukan pengukuran sebelum  diberikan rebusan  daun  salam  dan  sesudah diberikan rebusan daun salam. Analisa penelitian yang di gunakan adalah analisa univariat dan bivariat menggunakan uji T. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh daun salam terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung Tahun 2014
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan SRI WANTINI; FERLIA SUSANTI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.252 KB) | DOI: 10.26630/jak.v3i1.444

Abstract

Penyakit   malaria  disebabkan  oleh  plasmodium  dan   ditularkan   oleh   nyamuk   Anopheles. Kasus malaria di   Lampung sebanyak 4.255 orang   dengan nilai AnnualParasite Incidence yaitu 0,61 perseribu penduduk. Kecamatan Rajabasa merupakan  salah satu wilayah endemis malaria di kabupaten Lampung Selatan. Penderita malaria di wilayah ini tahun 2012  menduduki peringkat pertama  yaitu 253 orang dengan persentase sebesar 83,5%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan     karakteristik     individu , faktor   perilaku dan lingkungan  rumah dengan kejadian malaria.    Metode     penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan casecontrol (retrospektif), analisa data dengan uji chi square.  Jumlah sampel  180 orang , terdiri dari 90 orang kasus dan kontrol 90 orang.  Hasil menunjukan bahwa jenis kelamin dan keberadaan tempat perindukan nyamuk berhubungan dengan kejadian malaria, dimana pada jenis kelamin dengan nilai P value=0,044 dan OR = 1,969, menunjukan bahwa laki – laki berisiko terkena penyakit malaria sebesar 1,969 kali dibandingkan perempuan dan keberadaan tempat perindukan nyamuk dengan nilai p value = 0,021 dan OR = 6, 127 , menunjukkan bahwa orang bertempat tinggal dekat dengan tempat perindukan nyamuk beresika terkena penyakit malaria sebesar 6,127 kali dibandingkan dengan orang-orang yang bertempat tinggal jauh dari tempat perindukan nyamuk. Variabel pendidikan, pekerjaan, pemakaian kelambu, pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah, keberadaan langit-langit rumah, konstruksi dinding rumah , dan konstruksi lantai rumah tidak berhubungan dengan kejadian malaria karena nilai P value > 0,05.
Identifikasi Potentially Inappropriate Medications (PIMs) Berdasarkan Kriteria STOPP START pada Pasien Geriatri Rawat Inap di RS Advent Bandar Lampung Siti Julaiha
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v7i1.912

Abstract

Identifikasi peresepan obat pada populasi geriatri sangat penting untuk terus dilakukan karena peresepan yang membahayakan pada populasi ini akan berasosiasi dengan peningkatan morbiditas, terjadinya kejadian yang tidak diinginkan terkait obat, dan mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi PIM (Potentially Inappropriate Medication) pada pasien geriatri rawat inap di RS Advent Bandar Lampung pada tahun 2016 berdasarkan Kriteria STOPP START. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien geriatric yang berobat rawat inap di RS Advent Bandar Lampung tahun 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 72 rekam medik. Uji statistic yang digunakan adalah  uji Chi square. Identifikasi penggunaan PIM disesuaikan dengan criteria STOPP START. Hasil analisis univariat menunjukkan tiga jenis PIM terbanyak pada pengobatan pasien geritari di RS Advent Bandar Lampung adalah tidak digunakannya statin pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan cerebral vascular disease (51,28%), adanya duplikasi kelas obat (17,95%), dan penggunaan benzodiazepine pada pasien yang berisiko jatuh (11,43%).  Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan secara bermakna antara kejadian PIM dengan jenis kelamin, usia, jumlah obat yang diberikan, komorbid, dan lama rawat.

Page 7 of 18 | Total Record : 179