cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Perbedaan Semangka dan Mentimun Terhadap Indeks Debris Pada Siswa Siswi SMA Tri Sukses Natar Lampung Selatan RATNASARI DYAH P; ARIANTO ARIYANTO
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.15 KB) | DOI: 10.26630/jak.v5i1.454

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut tidak lepas dari penilaian debris  rongga mulut. Banyak upaya  dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut diantaranya makanan berserat dan berair selain bagus untuk kesehatan tubuh juga bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Menurut  McDonald dan Avery, makanan berserat dan berair secara fisiologis akan meningkatkan intensitas pengunyahan. Proses pengunyahan  akan merangsang produksi saliva, dapat mendorong sekresi ludah, dan secara fisiologis dapat melakukan self cleansing dalam rongga mulut membantu membilas gigi dari partikel – partikel makanan yang melekat pada gigi, juga melarutkan komponen gula dari sisa makanan yang terperangkap dalam sela  pit dan fissure sehingga dapat mempengaruhi indeks debris seseorang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperiman dengan rancangan one group pretest-postest design. Populasi penelitian   siswa SMA Trisukses Natar Lampung Selatan. Sampel penelitian ini  berjumlah 45 orang. Berdasarkan uji statistik mengunyah buah semangka dan sayur mentimun  didapat nilai probabilitas .000. oleh karena .000 < 0.05, maka Ho ditolak, yang berarti bahwa debris  sebelum dan sesudah mengunyah semangka dan mentimun adalah  tidak sama atau berbeda nyata. Artinya kedua buah ini sama-sama efektif dalam menurukan angka debris. Disarankan  untuk mengkonsumsi buah berserat dan berair sesudah makan maupun untuk keseharian karena dapat menurunkan angka debris.
Gambaran Aktifitas Enzim SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung NURMINHA NURMINHA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.321 KB) | DOI: 10.26630/jak.v2i2.434

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot atau nyeri sendi yang disertai lekopeni, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diathesis hemoragic. Peningkatan enzim transaminase serta hepatomegali merupakan tanda yang sering ada pada penderita DBD. Hal ini memperkuat dugaan bahwa hati merupakan tempat replikasi virus yang utama. Pada DBD keterlibatan hati merupakan tanda khas bahwa penyakit ini akan menjadi fatal. Enzim transaminase digunakan untuk mengukur level enzim hati, yaitu SGOT dan SGPT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktifitas enzim SGOT dan SGPT pada penderita DBD. Penelitian ini bersifat deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 pasien yang dirawat di RSUD dr, Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.  Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juli 2013. Hasil penelitian didapatkan rata-rata aktifitas enzim SGOT pada penderita DBD derajat I adalah 124,95 U/L,  DBD II adalah 87,5 U/L, dan  pada DBD derajat III adalah 89,6 U/L. Sedangkan rata-rata aktifitas enzim SGPT pada penderita DBD derajat I adalah 45,72 U/L,  DBD derajat II adalah 59,3 U/L dan DBD derajat III adalah 110 U/L. Kesimpulan bahwa aktifitas enzim SGOT dan aktifitas enzim SGPT pada penderita DBD derajat I, II dan III diatas normal.
Serapan Zat Besi Dalam Minuman Teh Kemasan Menggunakan Spektrofotometer Sariyanto, Iwan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.906 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i1.1641

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan diderita lebih dari 600 juta manusia. Perkiraan prevalensi anemia secara global sekitar 51%. Anemia defisiensi besi lebih cenderung berlangsung di negara sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju. Hal itu berakar pada asupan yang tidak adekuat. Anemia kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh konsumsi besi yang kurang atau dikonsumsi bersamaan dengan zat yang dapat menghambat serapan besi. Teh merupakan minuman yang banyak bermanfaat sebagi antioksidan, tetapi juga mempunyai zat anti gizi tanin yang dapat menghambat penyerapan besi apabila dikonsumsi dalam waktu yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan zat besi (Fe) dalam minuman teh kemasan yang beredar dipasaran. Jenis penelitian ini bersifat ekperimental dengan menambahkan  larutan Fe 1% kedalam minuman teh kemasan. Pengukuran serapan Fe menggunakan methode spektrofotometri. Hasil penelitian yang dilakukan pada 10 macam minuman teh kemasan menunjukkan bahwa seluruh minuman teh kemasan menyerap larutan Fe 1%  dengan intensitas yang berbeda.Teh kemasan TG merupakan teh yang menyerap Fe paling sedikit yaitu sebesar 3,72 ppm. Sedangkan teh kemasan MT yang menyerap Fe paling banyak yaitu sebesar 37,08 ppm.
Keseragaman Bobot Resep Racikan Serbuk Bagi (Pulveres) Di Apotek Kota Bandar Lampung Tahun 2017 Rahayu, Pudji; Chaniago, Yusrizal
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.662 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i1.1642

Abstract

Serbuk terbagi (pulveres) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang kurang lebih sama yang dibungkus menggunakan bahan pembungkus yang cocok dan digunakan untuk sekali minum (dosis tunggal). Bahan pembungkus yang digunakan dapat berupa kertas perkamen  atau kapsul   disesuaikan  dgn usia dan kondisi pasien. Salah satu syarat serbuk bagi (pulveres) yang baik yaitu harus memenuhi persyaratan keseragaman bobot.  Faktor pelaksana dan penguasaan terhadap teknik peracikan khususnya pembuatan serbuk bagi akan menyebabkan variasi bobot dan kandungan. Variasi yang terlalu lebar akan menyebabkan dosis terlalu rendah atau terlalu tinggi dari permintaan penulis resep. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran keseragaman bobot dan keseragaman kandungan parasetamol dalam resep sediaan serbuk bagi (pulveres) bungkus di  apotek  Kota Bandar Lampung dibandingkan persyaratan pada Farmakope Indonesia. Jenis penelitian deskriftif dengan desain Cross sectional. Kegiatan penelitian diawali penebusan  resep dokter di apotek kemudian melakukan penimbangan dan menghitung keseragaman bobot . Analisa data menggunakan persentase, data disajikan dalam bentuk diagram. Hasil penelitian menunjukkan  95,24% sediaan serbuk tidak memenuhi keseragaman bobot.  Sesuai dengan keseragaman bobot sediaan dengan berat 150-300 mg maka tidak boleh satupun sediaan mempunyai berat menyimpang 15% dari bobot rata-rata sediaan.
Hubungan Antara Peningkatan Kadar Asam Urat Darah Dengan Kejadian Hipertensi Di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tahun 2018 Febrianti, Elza; Asrori, Asrori; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.182 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i1.1643

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal. Pada penderita hipertensi terjadi penyumbatan kristal asam urat dalam pembuluh darah menyebabkan ginjal beralih fungsi untuk menurunkan tekanan darah sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar asam urat pada penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin, umur, tingkatan obesitas, dan riwayat keluarga (genetik). Sampel penelitian adalah 33 pasien hipertensi. Hasil penelitian didapatkan kadar asam urat rata-rata 6,3 mg/dl, Sebanyak 17 responden (51,5%) kadar asam urat normal dan 16 responden (48,5%) kadar asam urat tinggi.  Penderita hipertensi laki-laki kadar asam urat tinggi 50,0% dan perempuan 47,4%.  Persentasi penderita hipertensi dengan kadar asam urat tinggi pada responden dewasa 50,0%;  lansia 31,3%;  manula 66,7; kategori pre-obesitas 55%; Obesitas I  33,3% dan obesitas II 100%.  Terdapat riwayat penyakit asam urat dalam keluarga 57,1%  dan tidak ada riwayat penyakit asam urat 33,3%. Hasil uji statistik chi square menunjukkan  tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p value 0,100), umur (p value 0,143) , tingkatan obesitas (p value 0,286), dan riwayat keluarga (p value 0,340) dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Studi Deskriptif Pemberian Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Tanjungsari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Chaniago, Yusrizal; Ardini, Dias
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.552 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i1.1644

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering di temukan di Indonesia. Dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistolik  >140 mmHg dan tekanan distolik >90 mmHg. Tujuan pengobatan  hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah dengan maksud mencegah komplikasi penyakit. Tujuan penelitian adalah bersifat observasional yang deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data penderita hipertensi dalam buku register pasien hipertensi di puskesmas Tanjungsari pada bulan Januari-April 2018. Jumlah pasien penderita hipertensi berjumlah 265 orang. Hasil penelitian di Puskesmas Tanjungsari dapat dilihat bahwa penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa perempuan (71,13%)  lebih  banyak menderita hipertensi dibandingkan laki-laki, kategori umur  terbanyak  pada usia >40 tahun, berdasarkan stadium hipertensi, ringan (69,05%), hipertensi sedang (29,05%) dan hipertensi stadium berat (1,99%), kategori distribusi frekuensi jumlah obat adalah 2 obat hipertensi yaitu captopril dan amlodipin, kategori frekuensi tekanan darah dan penggunaan obat  bahwa hipertensi ringan, sedang hingga berat diberikan hanya dengan 2 obat hipertensi,  dibuktikan dari data yang di dapatkan adalah diberikan nya Captopril (60%) pada pasien hipertensi ringan sedang hingga (1%)  pada pasien hipertensi berat. Pada obat amlodipin di berikan kepada pasien hipertensi ringan sedang ( 38%) hingga pasien hipertensi berat sebanyak (1,5%).
Hubungan Higiene Sanitasi Terhadap Telur Nematoda Usus Pada Lalapan Mentah di Warung Pecel Lele Sepanjang Jalan Z.A Pagar Alam Bandar Lampung Wantini, Sri; Sulistianingsih, Eka
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.958 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i1.1640

Abstract

Kebiasaan mengkonsumsi sayuran mentah perlu hati-hati terutama jika dalam pencucian kurang baik sehingga kemungkinan masih terdapat telur cacing pada sayuran tersebut. Pada umumnya pedagang kaki lima menjual menu andalannya dengan cara membuka tempat yang tidak permanen di pinggir jalan, sehingga kebersihan tempat perlu dijaga. Cara penularan telur cacing Soil Transmitted Helmints ke manusia dapat dikarenakan memakan sayuran yang kurang matang, dan tidak dicuci dengan bersih menggunakan air mengalir secara langsung, serta meminum air yang terkontaminasi telurcacing. Hampir seluruh penduduk Indonesia mengkonsumsi sayuran. Jenis penelitian kuantitatif desain penelitian cross sectional dengan Uji Chi Square, untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi terhadap telur cacing nematoda usus pada lalapan mentah di warung sepanjang jalan Z.A.Pagar Alan Bandar lampung. Hasil Penelitian univariat dari 12 warung yang memiliki higiene sanitasi baik sebanyak 5 (41,7%) dan yang memiliki higiene sanitasi buruk sebanyak 7 (58,3%). Pada sampel kemangi ditemukan telur Ascaris lumbricoides sebanyak 1 ( 8,3%) sedangkan paada kubis ditemukan telur Ascaris lumbricoides sebanyak 4(33,3%) dan telur  Trichuris trichiura sebanyak 1 (8,3%). Hasil penelitian bivariat didapatkan nilai p value 0,014 < α 0,05 yang artinya ada hubungan  higiene sanitasi terhadap telur nematoda usus pada lalapan mentah di warung pecel lele sepanjang jalan Z.A. Pagar Alam Bandar Lampung.
Studi Perbandingan Jumlah Plasmodium Malaria Menggunakan Variasi Volume Di Laboratorium RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Puasa, Roni
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.487 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i2.1859

Abstract

Pemeriksaan malaria yang merupakan Gold Standart adalah dengan menggunakan mikroskop. Dignosa malaria secara mikroskopis dapat dilakukan dua cara yaitu  dengan menghitung jumlah Plasmodium secara semikuantitatif dan kuantitatif. Cara kuantitatif dilakukan dengan menghitung jumlah Plasmodium malaria bersamaan dengan menghitung  jumlah leukosit, bila jumlah Plasmodium telah mencapai 100 sel dan  leukosit telah mencapai 200 maka dihentikan, bila  Plasmodium belum mencapai 100 sel maka leukosit dihitung  hingga mencapai 500 sel leukosit. Volume sampel  darah  yang digunakan untuk pembuatan sediaan darah tebal adalah 6 µl, 10 µl, 16 µl dan 20 µl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan  jumlah Plasmodium malaria dari setiap variasi volume sampel darah tebal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian Studi Perbandingan  (Comparatif Study) dan dianalisa menggunakan Uji Anova. Jumlah sampel 1 (satu), kemudian sampel tesebut di multipikasi menjadi 120 sediaan darah. Hasil penelitian  menggunakan analisa statistik dengan derajat kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan setiap variasi volume  baik 10µl, 16µl dan 20µl pada sediaan darah tebal dengan nilai 0.000  < 0.005, maka hipotesa Ha diterima. Kesimpulan adalah ada perbedaan  yang signifikan antara lama volume standar 6µl dengan variasi volume 10 µl, 16 µl dan 20 µl.
Pengaruh Waktu Perendaman Air Garam Terhadap Penurunan Kadar Formalin Pada Cumi- Cumi Asin Sugiarti, Mimi; Aminah, Siti
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.582 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i2.1864

Abstract

Meski secara resmi formalin dilarang digunakan sebagai pengawet makanan namun kenyataan masih sering ditemukan makanan yang mengandung formalin. Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa lama perendaman air garam  yang paling baik untuk menghilangkan formalin. Penelitian dilakukan secara pra eksperimen dengan one-group pretest post test design. Penelitian ini dilakukan dengan merendam cumi-cumi asin yang mengandung formalin menggunakan air garam, dengan variasi waktu 15 menit, 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Penelitian dilakukan di laboratorium Toksikologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Tanjungkarang. Pengukuran kadar formalin menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan kadar formalin setelah direndam dengan air garam selama 15 menit, 30 menit, 60 menit dan 90 menit, yaitu 37,3105%, 49,3890 %, 54,7773 %, 72,1172 %.
Pengaruh Menstruasi Terhadap Profil Hematologi Pada Siswi SMPN 22 Bandar Lampung Tuntun, Maria; Rahayu, Pudji
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.055 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i2.1860

Abstract

Siklus menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan remaja putri, seperti ketidakteraturan menstruasi, menoragia, dismenorea dan lain-lain. Tujuan penelitian ini  mengetahui pengaruh menstruasi terhadap profil hematologi pada siswi SMPN 22 Bandar Lampung. Penelitian dilakukan di SMPN 22 Kota Bandar Lampung, dan pemeriksaan profil hematologi dilakukan di laboratorium  rumah sakit Dr.H.Abdoel Muluk Bandar Lampung, pada bulan Oktober – November 2016. Pemeriksaan profil hematologi meliputi jumlah lekosit, jumlah trombosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, kadar hematokrit Populasinya adalah seluruh siswi kelas VIII SMPN 22 Kota Bandar Lampung, dan sampelnya sebanyak 68 siswi, yang bersedia di ambil darah venanya. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan (p > 0,05) antara lama menstruasi dengan profil hematologi, yaitu makin lama menstruasi maka makin sedikit jumlah lekosit, dan makin rendah kadar hemoglobin, tetapi  makin banyak jumlah trombosit, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Sedangkan hubungan siklus menstruasi dengan jumlah lekosit, jumlah trombosit, dan  jumlah eritrosit menunjukkan korelasi yang sangat lemah. Tetapi hubungan siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin dan kadar hematokrit menunjukkan korelasi yang kuat walaupun tidak signifikan (p > 0,05). Korelasi yang signifikan terjadi antara siklus menstruasi dengan jumlah lekosit dan jumlah eritrosit, karena nilai p < 0,05.

Page 9 of 18 | Total Record : 179