cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Efektivitas Ekstrak Bunga Cengkeh (Eugenia aromatica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Misbahul Huda; Rodhiansyah Djayasinga; Devi Sulistia Ningsih
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v7i1.934

Abstract

Staphylococcus aureus  menyebakan  infeksi kulit (bisul, impetigo, furunkel, infeksi luka), infeksi pernapasan (pneumonia, abses paru), Invasif (septikemia, abses dalam, sindrom syok toksik), traktus gastrointestinal, dan infeksi terkait alat. Salah satu tanaman tradisional yang sering digunakan sebagai obat tradisional adalah bunga cengkeh. Kandunga senyawa antibakteri di dalam bunga cengkeh yaitu flavonoid, tannin, alkoloid, dan euganol.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah experimental dengan rancangan penelitian acak lengkap (RAL). Variabel bebasnya adalah ekstrak bunga cengkeh (Eugenia aromatica)  dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% dan variabel terikatnya adalah uji daya hampat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Analis Kesehatan  Poltekkes Tanjung karang pada bulan April – Juni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga cengkeh konsentrasi 10% sampai dengan 100% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureu. Konsentrasi terendah dari ekstrak bunga cengkeh (Eugenia aromatica) yang dapat menghambat adalah konsentrasi 10% dengan rerata 15,87 mm.dan konnsentrasi tertinggi ekstrak bunga cengkeh (Eugenia aromatica) konsentrasi 100% didapatan  rerata 21,40. Sedangkan ekstrak bunga cengkeh pada konsentrasi 70% dengan rerata 19,16 mm sudah efektif menghambat pertumbuhan bakteri apabila dibandingkan dengan kontrol positif antibiotik amikasin dengan rerata 18,8 mm.
Perbandingan Efektifitas Dan Daya Larvasida Infusa Daun Sirih (Piper betle L.) dan Infusa Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti ANI HARTATI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 1 (2015): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v4i1.418

Abstract

Pemberantasan nyamuk Aedes aegypti sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengan menggunakan insektisida sintesis mempunyai kekurangan, salah satunya adalah insektisida tersebut sukar didegradasi oleh alam. Untuk itu diusahakan pencarian insektisida alami yang berasal dari tanaman. Tanaman sirih dan sirsak merupakan dua tanaman yang berasal dari famili yang potensial sebagai insektida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui LC90 dari infusa daun sirih dan infusa daun sirsak, dan mengetahui efektivitas dari kedua infusa dibandingkan dengan temefos (Abate®) sebagai insektisida sintesis yang banyak digunakan sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Digunakan lima konsentrasi infusa masing-masing daun yang dibuat, yaitu 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%, dengan kontrol negatif adalah akuades dan kontrol positifnya adalah temefos 1 ppm. Kematian larva dicatat tiap jam selama 6 jam, dan jam ke-12. Percobaan dilakukan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun sirih dan infusa daun sirsak keduanya mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. LC90 pada 6 jam dari infusa daun sirih adalah 6,18% sedangkan daun sirsak 9,59%. Keduanya kurang efektif dibandingkan dengan temefos. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara infusa daun sirih dibandingkan daun sirsak meskipun LC90 berbeda. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang daya larvasida pada stadium larva yang berbeda dan kandungan kimia dari kedua daun yang bersifat insektisida.
Kualitas Mikrobiologi Minuman Jajanan (Es Sirup) Pada Kantin SD Negeri Di Wilayah Kota Bandar Lampung MARHAMAH MARHAMAH; MISBAHUL HUDA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.619 KB) | DOI: 10.26630/jak.v3i1.443

Abstract

Minuman jajanan es sirup   banyak digemari oleh anak-anak Sekolah Dasar, namun mereka tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh minuman jajanan es sirup yang tidak higenienis, yaitu dapat menyebabkan penyakit diare. Berdasarkan data dari koran Lampost pada November 2011; di RSUAM (Rumah Sakit Umum Dr. Abdoel Moeloek) Kota Bandar Lampung, setiap tahun terjadi kematian anak   karena diare sebesar 10%, dari 10 anak  yang terkena diare, ada 1  anak  meninggal setiap tahunnya.   Indikator kualitas minuman jajanan berdasarkan Mikrobiologi dapat dilihat dari adanya bakteri Coliform dan Colitinja pada minuman tersebut. Kehadiran bakteri Coliform dan Colitinja pada minuman merupakan indikator terdapatnya bakteri patogen yang menyebakan penyakit, tiphus, muntah dan diare. Tujuan dari penelitian nin adalah untuk mengetahui kualitas minuman jajanan (es sirup) pada kantin Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kota Bandar Lampung ditinjau dari Mikrobiologi. Hasil penelitian didapatkan bahwa Jumlah bakteri Coliform dan Colitinja pada minuman jajanan es sirup di kantin SD Negeri  Wilayah Kota Bandar Lampung adalah 0/100 ml sampel sampai dengan ≥979/100 ml sampel. Kualitas minuman jajanan es sirup di kantin SD Negeri Wilayah Kota Bandar Lampung 100% tidak memenuhi syarat Kepmenkes RI No. 492/MENKES/ PER/IV/2010.
Perbedaan Nilai PDW, MPV, Dan Jumlah Trombosit Pada Pre Dan Post Hemodialisa Pasien Gagal Ginjal Kronik Ujiani, Sri; Tuntun, Maria; Rentha Hasibuan, Tiatira Magdalena
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v7i1.911

Abstract

Perbandingan Daya Analgetika Infusa Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L) Dan Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Pada Mencit Putih (Mus musculus) Pudji Rahayu
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v4i2.269

Abstract

Temu kunci (Boesenbergia rotunda L) dan Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) adalah dua  dari banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dengan kandungan kimia antara lain saponin,  alkaloid, dan flavonoid. Kandungan flavonoid berperan untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, antiinflamasi dan analgetik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya analgetika Infusa Temu kunci (Boesenbergia rotunda L) dan Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)  dan membandingkannya dengan  asam mefenamat. Jenis penelitian adalah eksperimen. Variabel bebas adalah Infusa rimpang temu kunci dan infusa daun mahkota dewa dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 50%  dan variable terikatnya  lama waktu reaksi mencit memberikan respon.  Jumlah perlakuan 8 dengan pengulangan 4 kali. Data dianalisis dengan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Benferroni. Hasil uji diketahui bahwa semua konsentrasi infusa rimpang temu kunci dan daun mahkota dewa mempunyai efek analgetika. Efek analgetika rata-rata Infusa Rimpang temu kunci lebih tinggi dari Infusa daun mahkota dewa.  Konsentrasi Infusa 50% mempunyai kemampuan analgetika lebih tinggi dibanding asam mefenamat. 
Perbedaan Kadar SGOT, SGPT, Ureum, dan Kreatinin Pada Penderita TB Paru Setelah Enam Bulan Pengobatan AMINAH, SITI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v2i2.432

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia. WHO 2010 melaporkan Indonesia di peringkat kelima dengan jumlah terbesar insiden TB di dunia. Tahun 2011 Kota Bandar Lampung memiliki 1314 kasus TB . Pengobatan TB diberikan paket OAT-KDT. Penggunaan OAT dalam jangka panjang   mempunyai risiko   hepatotoksisitas ditandai dengan peningkatan enzim transaminase dan gangguan fungsi ginjal. Mengetahui distribusi frekuensi dan perbedaan kadar SGOT, SGPT, Ureum dan Kreatinin pada penderita TB Paru setelah 6 bulan pengobatan .Jenis penelitian eksperimen   rancangan One Group Pretest- Posttest. Variabel bebas Penderita TB Paru yang menjalani pengobatan 6 bulan dan variabel terikat SGOT, SGPT, Ureum dan Kreatinin, dilakukan pada September 2012- Juni 2013, jumlah sampel 75 orang. Diperoleh hasil jumlah penderita  yang mengalami peningkatan  kadar setelah 6 bulan pengobatan pada SGOT  56,0%, SGPT 49,3%, Ureum 54,6% dan Kreatinin 40,0%. Pada uji statistik didapatkan  P value SGOT(0,049), SGPT (0,159), Ureum (0,005) dan Kreatinin (0,133) dapat   disimpulkan,   ada perbedaan kadar SGOT dan Ureum, tetapi  tidak tidak ada  perbedaan kadar  SGPT  dan  Kreatinin pada  penderita TB  Paru  setelah enam bulan pengobatan. Sebagian besar kadar meningkat  namun    dalam batas normal sehingga penggunaan OAT-KDT yang direkomendasikan oleh pemerintah masih aman untuk digunakan sesuai aturan dan diawasi oleh petugas kesehatan
Gambaran Jamur Aspergillus Flavus Pada Kecap Manis Hasil Industri Rumahan Yang Dijual Di Pasar Kipondo Dan Pasar Margorejo Kota Metro WANTINI, SRI; Sari, Nur May
Jurnal Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v6i1.793

Abstract

Aspergillus flavus adalah salah satu jamur yang sering mengkontaminasi makanan. Jamur ini dapat menyebabkan Aspergillosis yang dapat  menghasilkan aflatoksin dan dapat menyebabkan kanker hati. Jamur Aspergillus flavus  umumnya mengkontaminasi biji-bijian seperti kedelai yang merupakan bahan baku untuk membuat kecap manis. Di Kota Metro terdapat pasar tradisional yang menjual kecap manis, beberapa kios pedagang ditemukan 6 merk kecap manis hasil industri rumahan, kondisinya kurang baik, terdapat butiran-butiran pada dinding plastik, cair tidak kental, dan aroma tidak sedap. Tempat penyimpanan dalam ruangan yang tidak memiliki ventilasi udara, serta bertumpuk dengan barang dagangan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya jamur Aspergillus flavus, dan persentase kecap manis hasil industri rumahan yang dijual di Pasar Kopindo dan Pasar Margorejo Kota Metro. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan variabel penelitian Aspergillus flavus. Populasi adalah kecap manis hasil industri rumahan berasal dari 27 kios. Pengambilan sampel dilakukan secara random sistematik/acak (satu sampel mewakili satu kios = 27 sampel).  Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Analis Kesehatan Tanjungkarang secara makroskopis dan mikroskopis. Didapatkan hasil, bahwa dari 27 sampel kecap manis hasil industri rumahan yang diperiksa terdapat 8 kecap manis  atau 29,6% yang terkontaminasi jamur Aspergillus flavus yang dijual di Pasar Kopindo dan Pasar Margorejo Kota Metro
Gambaran Kadar Nitrit pada Beberapa Produk Daging Olahan di Bandar Lampung Tahun 2014 SUGIARTI, MIMI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 1 (2015): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v4i1.423

Abstract

Daging tidak selalu dimasak dari daging segar, tetapi juga dapat dikonsumsi dalam bentuk yang sudah diolah dan diawetkan seperti korned sapi, burger dan daging giling. Pengawet yang digunakan adalah nitrit yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum.   Selain itu Nitrit juga berfungsi untuk mempertahankan warna  merah pada  daging  olahan tersebut. Batas  maksimum penggunaan Nitrit  menurut Permenkes RI No. 33 tahun 2012  yaitu 30 mg/kg. Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan, dan dapat membentuk senyawa nitrosamin yang bersifat karsinogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat natrium nitrit pada daging olahan   dan apakah kadar natrium nitrit pada daging olahan  memenuhi syarat. Penelitian bersifat deskriptif, yaitu menganalisa kadar natrium nitrit dalam daging olahan . Daging olahan yang diambil sebagai sampel adalah korned, burger dan daging giling. Pemeriksaan dilakukan dengan cara visual, uji warna, uji kualitatif, dan kuantitatif. Secara kuantitatif  menggunakan metode spektrofotometri. Data yang diperoleh merupakan data primer dan dianalisis menggunakan analisis univariat dengan mengukur nilai rata-rata, minimal, maksimal dan presentase kadar nitrit dalam daging olahan. Hasil penelitian dari 53 sampel daging olahan yang diperiksa 50( 94,33%) sampel mengandung nitrit dan 3(5,67%) sampel tidak mengandung nitrit.Kadar natrium nitrit tertinggi sebesar 19,408 mg/kg dengan rata- rata sebesar 11,249 mg/kg, terendah 1,606 mg/kg. Berdasarkan Permenkes RI No. 33 tahun 2012 maka 50 sampel yang positip 100% masih memenuhi batas aman penggunaan natrium nitrit yaitu dibawah 30 mg/kg.
Gambaran Kadar Kolesterol Total pada Pasien Terapi Bekam di tempat Pelayanan Kesehatan Tradisional Bekam Herbal Center (BHC) Kedaton Kota Bandar Lampung SUGIARTI, MIMI; RISANG SETO, YOGA RAHMANDA
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.739 KB) | DOI: 10.26630/jak.v5i1.459

Abstract

Bekam merupakan salah satu pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisonal (yankestrad). Bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, serta mengeluarkannya dari permukaan kulit dengan penyayatan/penusukkan yang kemudian ditampung di dalam gelas. Salah satu manfaat dari bekam yaitu berperan dalam penurunan kadar kolesterol total dalam darah. Dalam prosesnya, plak-plak kolesterol berlebih dalam darah akan terbawa keluar tubuh. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki sirkulasi darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada pasien terapi bekam di tempat Pelayanan Kesehatan Tradisional Bekam Herbal Center (BHC) Kedaton Kota Bandar Lampung.     Penelitian bersifat deskriptif dengan variabel penelitian adalah pasien terapi bekam dan kadar kolesterol total serum pasien bekam di tempat Pelayanan Kesehatan Tradisional Bekam Herbal Center (BHC) Kedaton Kota Bandar Lampung, sampel 30 orang dari keseluruhan populasi sebesar 292 orang pada bulan Juli 2015. Pengambilan darah vena pertama dilakukan sebelum pembekaman, pengambilan darah vena kedua dilakukan 1 hari setelah pembekaman pada sampel yang sama,  dibandingkan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total sebelum dan setelah pembekaman. Pemeriksaan kadar kolesterol total menggunakan metode fotometer enzimatik. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan kadar  kolesterol sampel sebelum bekam memiliki nilai terendah 128,3 mg/dL, nilai tertinggi 356,7 mg/dL, dan nilai rata-rata 206 mg/dL. Kadar kolesterol total sampel setelah bekam memiliki nilai terendah 119,9 mg/dL, nilai tertinggi 278,2 mg/dL, dan nilai rata-rata 177,5 mg/dL. Dari total 30 sampel, pasien terapi bekam 93,33% mengalami penurunan kadar kolesterol total dan 6,67% tidak mengalami penurunan (tetap) kadar kolesterol total.
Efektifitas Buah Semangka dan Jambu Biji Terhadap Nilai (OHIS) Pada Anak Usia 10-12 Tahun LIES ELINA PRASETYOWATI; SRI WAHYUNI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.95 KB) | DOI: 10.26630/jak.v5i1.450

Abstract

Kesehatan mulut penting bagi kesehatan tubuh, sangat mempengaruhi kualitas hidup termasuk fungsi bicara, pengunyahan, dan rasa percaya diri. Gangguan kesehatan mulut berdampak pada kinerja seseorang. Salah satu cara menghindari gangguan tersebut dengan menjaga kebersihan  gigi dan mulut yaitu menggosok gigi, memakan buah-buahan segar padat,berserat dan berair, akan meningkatkan intensitas pengunyahan sehingga  merangsang dan meningkatkan produksi saliva.  Sekresi ludah  secara fisiologis merupakan  self cleansing dalam rongga mulut untuk membersihakan gigi dan mulut.  Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh buah semangka dan jambu biji terhadap kebersihan gigi dan mulut. Jenis penelitian  adalah experimental dengan rancangan one group pretest-postest design, Pengambilan sampel adalah keseluruhan populasi yang diteliti. Lokasi penelitian dilakukan di SDN 01 Rajabasa Utama Bandar lampung. Analisis statistik bivariate untuk melihat pengaruh mengunyah buah Semangka dan Jambu biji terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHIS indeks) dengan uji-t independen. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik mengunyah buah Semangka dan Jambu biji  didapat nilai probabilitas .000. karena .000 < 0.05, maka Ho ditolak, artinya OHIS sebelum dan sesudah mengunyah Semangka dan Jambu biji adalah  tidak sama atau berbeda nyata. Artinya kedua buah ini sama-sama efektif dalam menurunkan angka OHIS.

Page 6 of 18 | Total Record : 179