cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
Hendra Stevani
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasipoltekkesmks@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Farmasi
ISSN : 02162083     EISSN : 26220962     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Gambaran Penggunaan Fibrinolitik Pada Pasien Stemi (St-Segment Elevation Myocardial Infarction) Di Rumah Sakit “X” Di Kota Tarakan Marizka Anggreani; Irma Novrianti; Sari Wijayanti
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2450

Abstract

Fibrinolytics Administration To Patients With Stemi (St-Segment Elevation Myocardial Infarction)Although non-communicable, cardiovascular diseases cause the highest global mortality rate, i.e., 16.6%. Tarakan is one of the cities in the province of North Kalimantan. Based on the results of the 2018 Riskesdas, the highest prevalence of coronary heart disease (CHD) is in the province of North Kalimantan. Cardiac catheterization laboratory facilities are not yet available, so fibrinolytic therapy is still the first line of reperfusion therapy for STEMI. This research is aimed at analyzing fibrinolytics administration at “X” Hospital in Tarakan. This is descriptive retrospective research to examine fibrinolytics administration in 39 in-patients with STEMI at “X” Hospital in Tarakan,  on January 2017-December 2018. The fibrinolytic agents used were fibrin-specific and non-fibrin-specific. Alteplase was administered to 13 patients (33.33%). Alteplase was administered in three dosages, i.e., 15 mg administered in a bolus in the early stage, 50 mg administered by an intravenous infusion for 30 minutes, and 35 mg administered for 60 minutes. 26 patients (66.66%) were administered Streptokinase. Streptokinase was intravenously administered at 1.5 million IU in 100 mL of salt solution for 30-60 minutes. The result demonstrates that the non-fibrin-specific agent, administered to 26 patients (66.66%), was mostly used here.KEYWORDS: fibrinolytics, Alteplase, Streptokinase, STEMIPenyakit kardiovaskuler adalah penyakit tidak menular yang menyebabkan angka kematian tertinggi di dunia mencapai 16,6 %. Kota Tarakan merupakan salah kota yang berada di provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil data Riskesdas Tahun 2018, prevalensi penyakit jantung koroner paling tinggi berada di provinsi Kalimantan Utara. Fasilitas laboratorium kateterisasi jantung belum tersedia, sehingga terpai fibrinolitik masih merupakan terapi reperfusi utama untuk pasien STEMI. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran penggunaan fibrinolitik di Rumah Sakit “X” di Kota Tarakan. Metode penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif retrospektif untuk mengetahui penggunaan fibrinolotik pada pasien penyakit STEMI yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit ‘X” di Kota Tarakan periode Januari 2017 – Desember 2018. Berdasarkan penelitian diperoleh sebanyak 39 pasien yang didiagnosa STEMI. Golongan fibrinolitik yang digunakan adalah golongan spesifik fibrin dan golongan  non spesifik fibrin. Penggunaan obat Alteplase sebanyak 13 pasien (33,33%).  Pemberian Alteplase dibagi menjadi 3 dosis yaitu  15 mg diberikan secara bolus pada tahap awal, selanjutnya 50 mg diberikan secara infus intravena dengan dosis 50 mg selama 30 menit, dan terkahir 35 mg selama 60 menit. Pasien yang menggunakan Streptokinase sebanyak 26 orang (66,66%), penggunaan Streptokinase diberikan secara intravena dengan dosis 1,5 juta IU dalam 100 mL larutan NaCl selama 30-60 menit. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa fibrinolitik yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah golongan non-spesifik fibrin sebanyak 26 pasien (66,66%).Kata kunci : fibrinolitik, Alteplase, Streptokinase, STEMI
Formulasi Dan Stabilitas Fisik Sediaan Lip Balm Dari Buah Stroberi (Fragaria vesca L) Arisanty Arisanty; Djuniasti Karim; Dwi Rachmawaty Daswi; Adwitiya Widyatna E
Media Farmasi XXX Vol 17, No 2 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i2.2298

Abstract

Formulation and Physical Stability of Lip Balm from Strawberry (Fragariavesca L)Strawberries are rich in anthocyanin compounds, anthocyanins from strawberries are the main content of polyphenolic compounds with high antioxidant effects, so a formula that is more practical to use, more durable and effective, is one of the lip balm preparations. This study aims to formulate lip balm from strawberries (Fragaria vesca l) with various combination of emulsifier tween 80 and span 80: 5% w/v, 7.5% w/v and 10% w/v and to determine the physical quality of the emulsifier. the lip balm preparation. Strawberry juice is extracted by means of a juicer without being concentrated, lip balm formulation test with additives and physical quality tests were done before and after the accelerated stability test including organoleptic, homogeneity test, pH test and melting temperature test. The results showed that strawberry juice could be formulated into lip balm dosage forms with various concentrations of emulsifier tween 80 and span 80: 5% w/v, 7.5% w/v and 10% w/v with qualified physical skills. For the organoleptic test, the three formulas only showed a color change after the stability test, while in the pH test the preparations showed differences after the stability test, namely 6.3: 6.4 and 62 to 6.2: 6.3 and 6.2 respectively for the formula 1, II and III. The stability test for the melting temperature was also the same, where the lipbalm formulas I, II and II with melting temperatures of 53, 54 and 55 minutes became 54,55 and 54 minutes, respectively. While in the homogeneity test there was no visible change after the accelerated stability test. At a concentration of 10% w/v emulsifier lip balm preparation from strawberry juice has the best physical quality stability where there is no significant difference in the results of the study before and after accelerated storage (p < 0.05). Keywords : Strawberry Fruit, Lip Balm, Tween 80 and Span 80Buah stroberi kaya akan senyawa antosianin, dengan kandungan utama senyawa polifenol dengan khasiat antioksidan yang tinggi yang berpotensi dikembangkan sebagai sediaan yang lebih mudah digunakan, lebih stabil dan efektif dalam penyimpanan, seperti sediaan lip balm. Tujuan penelitian untuk memformulasikan sediaan lip balm dari buah stroberi (Fragaria vesca l) dengan variasi kombinasi emulgator tween 80 dan span 80: 5% b/v, 7,5% b/v dan 10% b/v dan untuk mengetahui mutu fisik dari sediaan lip balm tersebut. Buah stroberi diambil sarinya dengan cara dijuicer tanpa dipekatkan, formulasi lip balm dengan bahan tambahan dan pengujian mutu fisik dilakukan sebelum dan setelah uji kestabilan dipercepat meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji suhu lebur. Hasil penelitian menunjukkan sari buah stroberi dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi emulgator tween 80 dan span 80: 5% b/v, 7,5% b/v dan 10% b/v dengan stabilitas mutu fisik yang memenuhi syarat. Untuk uji organoleptis ketiga formula hanya memperlihatkan perubahan warna setelah uji stabilitas, sedangkan pada uji pH sediaan menunjukkan perbedaan setelah uji stabilitas yaitu 6,3: 6,4 dan 6,2 menjadi 6,2: 6,3 dan 6,2 berturut-turut untuk formula 1, II dan III. Pengujian kestabilan untuk suhu lebur juga demikian , dimana lip balm formula I, II dan II dengan suhu lebur 53, 54 dan 55 menit menjadi 54,55 dan 54 menit berturut-turut. Sedangkan pada uji homogenitas tidak ada perubahan yang tampak setelah uji kestabilan dipercepat. Pada konsentrasi emulgator 10% b/v sediaan lip balm dari sari buah stroberi memiliki kestabilan mutu fisik yang paling baik dimana tidak ada perbedaan signifikan pada hasil penelitian sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat (p< 0,05)Kata kunci : Buah Stroberi, Lip Balm, Tween 80 dan Span 80
Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap Pertumbuhan Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii St. Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Dwi Rachmawaty Daswi; Arisanty Arisanty
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2666

Abstract

Potential Anti-Bacterial Ethanol Extract Of Collature Leaves (Centella asiatica (L.) Urban) On The Growth Of Enterococcus faecalis and Citrobacter freundiiEnterococcus faecalis and Citrobacter freundii are bacteria that can be found in the digestive sistem like Escherichia coli and can enter the digestive tract with food and drinks containing these bacteria. The phytochemical content of Pegagan Leaves (Centella asiatica (Linn.) Urban) is tannins, flavonoids, steroids, terpenoids, and alkaloids, which have been shown to have antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the antibacterial potential of the ethanol extract of Pegagan Leaf (Centella asiatica (L.) Urban.) on the growth of Enterococcus faecalis and Citrobacter freundii. Pegagan leaf simplicia was extracted using the maceration method with 96% ethanol as a solvent, then tested for its antibacterial potential using the disc diffusion method. The results showed that the optimal concentration of ethanol extract of Gotu kola for both test bacteria was 8%. The conclusion of this study, ethanol extract of Pegagan Leaf has antibacterial potential against Enterococcus faecalis and Citrobacter freundii.Keywords: Gotu Kola Leaf; Enterococcus faecalis and Citrobacter freundii; Antibacterial potentialEnterococcus faecalis dan Citrobacter freundii merupakan bakteri yang dapat ditemukan dalam sistem pencernaan sama seperti Escherichia coli dan dapat memasuki saluran pencernaan bersama makanan dan minuman yang mengandung bakteri tersebut. Kandungan fitokimia dari Daun Pegagan (Centella asiatica (Linn.) Urban) yaitu tannin, flavonoid, steroid, terpenoid, dan alkaloid,  yang telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antibakteri ekstrak etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii. Simplisia Daun Pegagan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai cairan penyari, kemudian diuji potensi antibakterinya dengan metode disc diffution. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi optimal ekstrak etanol Daun Pegagan untuk kedua bakteri uji adalah 8%. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak etanol Daun Pegagan memiliki potensi antibakteri terhadap Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii.Kata Kunci : Daun Pegagan; Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii; Potensi antibakteri
Efek Kombinasi Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosipon aristatus) Dan Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mencit (Mus musculus) Irenewati Somalangi; Sisilia Rosmala Dewi; Santi Sinala
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2662

Abstract

The Effect Of Combination Of Cat Wrish (Orthosipon aristatus) and Soursop (Annona muricata L.) Leave Extract On Decreasing The Blood Sugar Levels Of Mice (Mus musculus)Orthosiphon aristatus and Annona muricate L are traditional medicines used in the treatment of diabetes in Indonesia. Orthosiphon aristatus in the treatment of diabetes and its complications mainly include inhibiting the activity of -amylase and -glucosidase, antioxidant and anti-inflammatory activity, regulating lipid metabolism, increasing insulin secretion, improving insulin resistance, increasing glucose absorption, promoting glycolysis, inhibiting gluconeogenesis, promoting glucagon secretion. -likepeptide-1 (GLP-1) and antiglycation activity. Phenolic acids, flavonoids and triterpenoids may be the main components for the hypoglycemic effect on O. aristatus. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of cat whiskers leaf extract (EDK) and soursop leaf extract (EDS) on reducing blood sugar levels in mice (Mus musculus). This study is an experimental study with a randomized control trial pre and post test design using the glucose tolerance method. The test animals used were 15 male mice (Mus musculus) which were divided into 5 groups, namely group 1 control with 1% sodium carboxy methyl salicylic suspension, group 2, comparison group with 0.0065% glibenclamide suspension, group 3 combination EDK 3.5% (0.35 g/kgBW) and EDS 1.05% (105 mg/kgBW), group 4 combined EDK 7% (0.7 g/kgBW) and EDS 0.7% (70 mg/kgBW ), and group 5 a combination of 10.5% EDK (1.05 g/kgBW) and 0.35% EDS (35 mg/kgBW g) which was administered orally with a volume of 0.2 ml/20gBW in mice. The results showed that all treatment groups experienced a decrease in blood sugar levels at 120 minutes but only the combination group of 0.7% EDS and 7% EDK had a greater decrease than Na CMC and was comparable to glibenclamide.Keywords: Blood glucose, Combination of Cat's Whisker Leaf Extract (EDK) and Soursop Leaf Extract (EDS), Mice (Mus musculus)Orthosiphon aristatus  dan Annona muricate L adalah obat tradisional yang digunakan dalam pengobatan diabetes di Indonesia. Orthosiphon aristatus dalam pengobatan diabetes dan fungsinya komplikasi terutama termasuk menghambat aktivitas -amilase dan -glukosidase, antioksidan dan aktivitas anti-inflamasi, mengatur metabolisme lipid, meningkatkan sekresi insulin, memperbaiki resistensi insulin, meningkatkan penyerapan glukosa, mempromosikan glikolisis, menghambat glukoneogenesis, mempromosikan sekresi glukagon-likepeptide-1 (GLP-1) dan aktivitas antiglikasi. asam fenolat, flavonoid dan triterpenoid mungkin menjadi komponen utama untuk efek hipoglikemia pada O. aristatus. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek kombinasi ekstrak daun kumis kucing (EDK) dan Ekstrak daun sirsak (EDS) terhadap penurunan kadar gula darah mencit (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain randomize control trial pre and post test dengan metode toleransi glukosa. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan (Mus musculus) sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok 1 kontrol dengan suspensi Natrium Carboksimetilselulosa 1%,kelompok 2 yaitu kelompok pembanding dengan suspensi glibenklamid 0,0065%, kelompok 3 kombinasi EDK  3,5 % (0,35 g/kgBB) dan EDS 1,05 % (105 mg/kgBB), kelompok 4 kombinasi EDK 7 % (0,7 g/kgBB) dan EDS 0,7 % (70 mg/kgBB) , dan kelompok 5 kombinasi EDK 10,5 % (1,05 g/kgBB) dan EDS 0,35 % (35 mg/kgBB g) yang dimasukkan melalui per oral dengan volume 0,2 ml/20gBB mencit. Hasil penelitian menunjukkan seluruh kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar gula darah pada menit ke 120 namun hanya kelompok kombinasi EDS 0,7% dan EDK 7% yang memiliki penurunan lebih besar dari Na CMC dan sebanding dengan glibenklamid.Kata Kunci : Glukosa darah, Kombinasi Ekstrak Daun Kumis Kucing  dan Ekstrak Daun Sirsak , Mencit (Mus musculus)
Hubungan Usia, Pendidikan, dan Lama Bekerja dengan Pengetahuan Tenaga Kesehatan tentang Inkompatibilitas Sediaan Intravena Rizta Widya Pangestika
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2693

Abstract

Relationship of Age, Education, and Length of Work with Knowledge of Health Workers about Intravenous Drug IncompatibilitiesIntravenous drug administration at Hospital X Malang is common. One of the risk intravenous drug administration is incompatibility between the drugs given. In connection with the safe use of intravenous drugs, health workers in hospitals are required to have more skills and knowledge. The purpose of this study was to determine the relationship between age, education and length of work on the knowledge of health workers about the incompatibility of intravenous preparations. The research was conducted in the form of analytic observation with a cross-sectional approach. The location of the research is located at Hospital X Malang. The data collection instrument was in the form of a questionnaire through the google form media. Spearman correlation test used for data analysis. There are 79 respondents according to the inclusion criteria of the study. The results of the analysis of the relationship between age and knowledge level showed a significance value of 0.777 and r = -0.32. The results of the analysis of the relationship between education level and knowledge level showed a significance value of 0.530 and r = -0.72. The results of the analysis of the relationship between length of work and knowledge level showed a significance value of 0.639 and r = -0.54. The results of this study concluded that there was no correlation between age, education and length of work with the knowledge of health workers about the incompatibility of intravenous preparations at Hospital X Malang.Keywords : Age, education, length of work, knowledge, intravenous incompatibilitiesPemberian obat intravena di Rumah Sakit X Malang umum dilakukan. Salah satu risiko dari pemberian obat intravena adalah inkompatibilitas antara obat yang diberikan. Sehubungan dengan penggunaan obat intravena yang aman, tenaga kesehatan di Rumah Sakit dituntut mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang lebih. Tujuan penelitian yang dilakukan guna mengetahui hubungan usia, pendidikan dan lama bekerja dengan pengetahuan tenaga kesehatan tentang inkompatibilitas sediaan intravena. Penelitian yang dilakukan berupa observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian yang dilakukan bertempat di Rumah Sakit X Malang. Instrumen pengumpulan data berupa kuisioner melalui media google form. Pengujian korelasi Spearman yang digunakan untuk analisis data. Terdapat 79 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Hasil analisis hubungan usia dengan tingkat pengetahuan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,777 dan r = -0,32. Hasil analisis hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,530 dan r = -0,72. Hasil analisis hubungan lama bekerja dengan tingkat pengetahuan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,639 dan r = -0,54. Hasil penelitian ini menyimpulkan tidak adanya hubungan antara usia, pendidikan dan lama bekerja dengan pengetahuan tenaga kesehatan tentang inkompatibilitas sediaan intravena di Rumah Sakit X Malang.Kata kunci : Usia, pendidikan, lama bekerja, pengetahuan, inkompatibilitas intravena
Perbandingan Kadar Flavonoid Simplisia Buah Pare (Momordica charantia L) Pada Temperatur 60°C, 80°C Dan 100°C Dengan Memakai Spektrofotometri Uv-Vis Sugiyanto Sugiyanto; Luluk - Anisyah
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2591

Abstract

Comparison Of Flavonoid Levels Of Pare (Momordica charantia L) Simplicia  (Momordica charantia L) With Temperatures Of 60°C, 80°C And 100°C Using Uv-Vis SpectrophotometryThe bitter melon plant is empirically often used, starting from the roots, leaves, fruit and seeds which are used as appetite medicine, launching bowel movements, worming medicine, diabetes, anti-bacterial. The part of the bitter melon plant that is often used is bitter melon which contains a lot of flavonoids. The use of bitter melon as a traditional medicine can be used in the form of simplicia. In making simplicia, it is necessary to pay attention to the drying temperature to get simplicia that is not easily damaged so that it can be stored for a long time. The purpose of this study was to compare the effect of drying temperature on simplicia bitter melon with flavonoid content. This research method uses laboratory observations where there are two groups, namely different drying temperatures of 60°C, 80°C and 100°C and flavonoid levels which are carried out three times each. The results of this study showed that simpilsia Pare (Momordica charantia L) (Momordica charantia L) dried at a temperature of 60°C obtained flavonoid levels of 16.370 mg/g, at 80°C the flavonoid content was 15.220 mg/g, and at 100°C the flavonoid content was 17.702 mg/g. The conclusion from the results of the study was that simplicia heated at a temperature of 1000C had the highest flavonoid content, namely 17.702 mg/gKeywords: Momordica charantia L, temperature, flavonoid contentBagian tumbuhan pare (Momordica charantia L) yang digunakan secara turun temurun mulai dari akar, daun, dan buah digunakan sebagai obat nafsu makan, melancarkan buang air besar, obat cacing, kencing manis, anti bakteri. Tumbuhan Pare (Momordica charantia L) yang sering dipakai adalah buah pare (Momordica charantia L) dimana banyak mengandung flavonoid. Penggunaan buah Pare (Momordica charantia L) sebagai  obat tradisional biasa digunakan dalam bentuk simplisia. Dalam pembuatan simplisa perlu diperhatikan temperatur pengeringan untuk membantu simplisia supaya tidak busuk sehingga waktu simpannya akan lebih lama. Tujuan penelitian ini membandingkan pengaruh temperatur pengeringan simplisia buah pare (Momordica charantia L) yang mengandung flavonoid. Desain penelitian ini menggunakan observasi laboratorium dimana ada tiga kelompok yaitu temperatur pengeringan yang berbeda 60°C, 80°C dan 100°C dan kadar flavonoid dimana dilakukan masing-masing tiga kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia  buah Pare (Momordica charantia L) yang dikeringkan pada temperatur 60°C didapatkan kadar flavonoid 16,370 mg/g, temperatur 80°C didapatkan kadar flavonoid 15,220 mg/g, dan temperatur 100°C didapatkan kadar flavonoid sebesar 17,702 mg/g. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan simplisia yang dipanaskan pada temperatur 1000C mempunyai kadar flavonoid yang tertinggi yaitu 17,702 mg/g.Kata kunci : Momordica charantia L, temperatur, kadar flavonoid
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Masker Gel Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Nurhayana Nurhayana; Hendra Stevani; Hesty Setiawati; Ratna Sari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2747

Abstract

Formulation And Physical Stability Test For The Preparation Of Orange Leaf Extract Gel Mask (Citrus hystrix D.C)Phonolic content of Kaffir lime leaf (Citrus hystrix DC). efficacious as an antioxidant but its use is still traditional so it needs to be developed into pharmaceutical products such as gel masks. The purpose of this study was to formulate kaffir lime leaf extract (Citrus hystrix DC) in the form of a gel mask and to test its physical stability. Kaffir lime leaf (Citrus hystrix DC) were macerated using 96% ethanol solvent and then formulated in 3 concentrations with variations in PVA concentrations of 5%, 10% and 15%. Physical tests were carried out before and after accelerated storage which included organoleptic tests, homogeneity, pH, dispersion and drying time of the preparation as well as viscosity. Based on the results of the study, the average pH of the formula 5%, 10% and 15% before the accelerated test was 5.17, 5.67, and 6.17 and after the accelerated test was 6, 6.17, and 6.33. The results of the research average dispersion formula 5% 10% 15% before the accelerated test by 8.1 cm 6.7 cm and 5.1 cm then after the accelerated test 8.3 cm 7.1 cm and 5, respectively, 3 cm. The results of the average drying time for the formula 5% 10% 15% before the accelerated test were 9 minutes 55 seconds, 17 minutes 13 seconds and 22 minutes 7 seconds, then after the accelerated test was 9 minutes 22 seconds, 16 minutes4 seconds and 20 minutes 33 seconds. The results of the average viscosity formula 5% 10% 15% before the accelerated test were 18000 cps, 37500 cps, 40000 cps and after the accelerated test were 14000 cps, 36000 cps, 38000 cps, so it can be concluded that the Leaf Extract Kaffir lime (Citrus hystrix DC) can be formulated as a gel mask preparation and gel mask that meets the requirements and is stable in storage, namely in formulation 3 with a PVA concentration of 15%.Key words : Kaffir lime leaf extract gel mask, physical stabilityKandungan fenolik Daun Jeruk purut (Citrus hystrix DC). berkhasiat  sebagai antioksidan namun penggunaannya masih secara tradisional sehingga perlu dikembangkan menjadi produk kefarmasian seperti masker gel. Tujuan dari penelitian ini  untuk memformulasikan ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dalam bentuk Masker Gel dan menguji stabilitas fisiknya. Daun Jeruk Purut dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diformulasikan dalam 3 konsentrasi dengan variasi pada konsentrasi PVA yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian fisik dilakukan sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan waktu sediaan mengering serta viskositas. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil rata-rata pH formula 5%, 10% dan 15% sebelum uji dipercepat yaitu 5,17, 5,67, dan 6,17 dan setelah uji dipercepat sebesar 6, 6,17, dan 6,33. Hasil rata-rata penelitian daya sebar formula 5% 10% 15% sebelum uji dipercepat sebesar 8,1 cm 6,7 cm dan  5,1 cm lalu setelah uji dipercepat berturut-turut sebesar 8,3 cm 7,1 cm dan 5,3 cm. Hasil rata-rata waktu sediaan mengering formula 5% 10% 15% sebelum uji dipercepat berturut-turut sebesar 9 menit 55 detik, 17 menit 13 detik dan 22 menit 7 detik lalu setelah uji dipercepat berturut-turut sebesar 9 menit 22 detik, 16 menit4 detik dan 20 menit 33 detik. Hasil rata-rata viskositas formula 5% 10% 15% sebelum uji dipercepat berturut-turut sebesar 18000 cps, 37500 cps, 40000 cps dan setelah uji dipercepat berturut-turut sebesar 14000 cps, 36000 cps, 38000 cps, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) dapat diformulasikan sebagai sediaan masker gel serta masker gel yang memenuhi syarat dan stabil dalam penyimpanan yaitu pada formulasi 3 dengan konsentrasi PVA 15%.  Kata kunci : Masker Gel Ekstrak Daun Jeruk Purut, Stabilitas Fisik
Evaluasi Penggunaan Obat Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Jongaya Kota Makassar Raimundus Chalik; Hidayati Hidayati; La Sakka; Haryuni Haryuni
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2709

Abstract

Evaluation of medication use among pregnant women at working area of Primary Health Center of Jongaya Makassar CityMedication taken by pregnant women deserved attention, because it can affect the fetus they are carrying. There was still a few research related to the evaluation of medication use among pregnant women in Makassar City. The objective of this study was to evaluate the medication use among pregnant women at working area of Primary Health Center of Jongaya based on safety parameters according to the FDA categories, the most widely used drug class, the regularity of taking medication, the relationship between the amount of medication and the regularity of taking medication, the relationship between the number of complaints and self-medication, and the relationship between the parity and self-medication. This research was descriptive analytic with cross sectional study approach. Data collection was carried out in June-August 2021. The number of samples was 76 respondents by using total sampling. The subjects were pregnant women at working area of the Primary Health Center of Jongaya. The instrument used in this study was the Briggs standard book for medication use among pregnant women. Statistical analysis using SPSS 20.0 software for Windows. The results of this study found that various classes of drugs that were often used were iron tablets (94.74%), vitamins (B12, B Comp, C) 80.26%, calcium (63.16%), analgesics (14.47%), supplements (10.53 %), and nausea drugs (6.68%). Some drugs, supplements whose use was not known, the irregularity in taking medication (40.8%), the relationship between the number of drugs and the regularity of taking medication was found to be not significant (p>0.05), the number of complaints, parity to self-medication was also not significant (p>0.05). The results of this study concluded that drugs used during pregnancy both with a doctor's prescription and self-medication are generally safe, but there are several drugs and supplements whose safety category is C and also unknown (N) according to the FDA.Keywords : evaluation of medication use, pregnant women, self-medication, Primary Health Center of Jongaya Makassar CityObat yang diminum oleh ibu hamil patut mendapatkan perhatian, karena obat yang diminum dapat mempengaruhi janin yang dikandungnya. Penelitian terkait evaluasi pengguanaan obat pada ibu hamil masih sedikit dilakukan di Kota Makassar. Tujuan dari penelitian adalah untuk untuk mengevaluasi penggunaan obat pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Jongaya berdasarkan parameter keamanan menurut kategori FDA, golongan obat yang paling banyak digunakan, keteraturan minum obat, hubungan antara jumlah obat dan keteraturan minum obat, hubungan antara jumlah keluhan dan swamedikasi, dan hubungan antara paritas dan swamedikasi. Penelitian ini adalah deskriptik analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2021. Jumlah sampel sebanyak 76 responden. Sampel menggunakan total sampling. Subyek penelitian adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jongaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Buku standar Briggs untuk penggunaan obat pada ibu hamil. Analisis statistik menggunakan bantuan software SPSS 20,0 for Windows. Hasil penelitian menemukan terdapat golongan obat yang sering digunakan adalah tablet tambah darah (94,74 %), Vitamin (B12, B Comp, C) 80,26 %, kalsium (63,16 %), analgesik antipiretik (14,47 %), suplemen (10,53 %), dan obat mual (6.68 %). Beberapa obat, suplemen yang keamanan penggunaannya belum diketahui, ketidakteraturan minum obat (40,8%), hubungan antara jumlah obat dan keteraturan minum obat ditemukan tidak bermakna (p>0.05), jumlah keluhan, paritas terhadap swamedikasi juga tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0.05). Hasil penelitian ini menyimpulkan obat-obat yang digunakan selama kehamilan baik dengan resep dokter maupun secara swamedikasi umumnya aman, namun terdapat beberapa obat, suplemen yang kategori keamanannya C dan juga belum diketahui (N) menurut FDA.Kata kunci:  evaluasi penggunaan obat, ibu hamil, swamedikasi, Puskesmas Jongaya Kota Makassar
Formulasi Pasta Gigi Berbahan Aktif Herbal Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dan Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita) Sebagai Anti Mikroba Pada Gigi Dan Mulut Jumain Jumain; Syamsuddin Abubakar; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2584

Abstract

Formulation Of Dental Pass With Active Herbal Leaf Extract Combination Of Red Betel Leaf (Piper crocatum Ruiz & Pav.) and Mint (Mentha piperita) Leaf Extract As Anti-Microbial On The Tooth And MouthBacteria are normal flora in the oral cavity, including Streptococcus mutans, when there is an increase in population, it causes the formation of dental caries. Various ways are done to prevent the formation of dental caries, namely the use of toothpaste to inhibit the bacteria that cause dental caries. This study aims to make a toothpaste with the active ingredients of red betel leaf extract in combination with mint leaf extract. The research sample was red betel leaf and mint leaf obtained in Lajoa Kab. Soppeng and Makassar city, the extract was obtained by means of sample extraction by Maceration using 70 %v/v ethanol. The extracts were tested for heavy metal contamination, moisture content, total ash content and acid insoluble ash content. Toothpaste is made with a variety of active ingredients formulas: F1 (Ex. SM 20 %), F2 (Ex. DM 20 %), F3 (Ex. SM 10% and Ex. DM 10 %), F4 (Ex. SM 15% ) and Ex. DM 5 %), F5 (Ex. SM 5 % and Ex. DM 15 %) and F6 (+). Physical Quality Testing: Organoleptic, Homogeneity, pH, and Viscosity. The results showed that the quality of the extract met the requirements of FH. Physical quality test Toothpaste, statistically analyzed showed no significant difference with variations in sample concentration and storage time (p>0.05) meaning all formulas met the physical quality requirements.Keywords: Red betel leaf, Mint leaf, Toothpaste, dental and oral disease.Bakteri merupakan flora normal di rongga mulut antara lain Streptococcus mutans, bila terjadi peningkatan populasi menyebabkan terbentuknya karies gigi. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terbentuknya karies gigi yaitu penggunaan pasta gigi untuk menghambat bakteri penyebab karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat pasta gigi dengan bahan aktif ekstrak daun Sirih merah kombinasi ekstrak daun Mint. Sampel penelitian adalah daun sirih merah dan daun mint diperoleh di Lajoa Kab. Soppeng dan kota Makassar, ekstrak diperoleh dengan cara ekstraksi sampel secara Maserasi menggunakan etanol 70 %v/v.  Ekstrak diuji cemaran logam berat, kadar air, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut asam. Pasta gigi di buat dengan variasi bahan aktif formula: F1 (Eks. SM 20 %), F2 ( Eks. DM 20 % ), F3 (Eks. SM 10 % dan Eks. DM 10 %), F4 (Eks. SM 15 % dan Eks. DM 5 %),F5 (Eks. SM 5 % dan Eks. DM 15 %) dan F6 (+). Pengujian Mutu fisik : Organoleptis, Homogenitas,  pH, dan Viskositas. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas ekstrak memenuhi syarat FH. Pengujian mutu fisik Pasta gigi,dianalisis statistik  menunjukkan tidak ada perbedaan  bermakna dengan Variasi konsentrasi sampel dan lama penyimpanan (p>0.05) berarti semua formula memenuhi syarat mutu fisik.Kata Kunci : Daun sirih merah, Daun mint, Pasta gigi, penyakit gigi dan mulut.
Cover Media Farmasi Hendra Stevani
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract