Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus merupakan jurnal yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UNP sebagai sarana publikasi ilmiah di bidang Pendidikan Kebutuhan Khusus. Jurnal akan terbit dua kali dalam satu tahun (bulan April dan November).
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus merupakan jurnal publikasi dibidang penelitian, khususnya pada penelitian anak-anak berkebutuhan khusus. Fokus pada jurnal ini diantaranya yaitu: identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus, intervensi dini bagi anak berkebutuhan khusus, pengembangan teknologi pembelajran bagi anak berkebutuhan khusus, strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, program pembelajaran serta layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Articles
256 Documents
Pembelajaran Keterampilan Membuat Ikan Bakar Bagi Anak Hambatan Pendengaran
Rila Muspita;
Safaruddin Safaruddin;
Ardisal Ardisal;
Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v2i2.526
Penelitian ini didasari dari kurangnya ketersedian lapangan pekerjaan bagi anak dengan hambatan pendengaran. Sementara pemerintah yang tertuang undang-undang sudah berupaya penuh untuk memfasilitasi dalam pengembangan penyandang disabilitas pada umumnya dan anak dengan hambatan pendengaran khususnya. Selain itu kurikulum juga sudah mendukung untuk terlaksananya pembelajaran yang berbasis soft skill dalam bentuk keterampilan vokasional sehingga pengkajian mengenai model untuk pembelajaran dirasa perlu terus dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan model pembelajaran keterampilan membuat ikan bakar yang dilakukan di sekolah sehingga nanti akan menemukan acuan untuk mengembangkan model pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Mengingat bahwasanya model merupakan seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran. Sehingga target pembelajaran dapat terlaksana dan tertata dengan jelas. Penelitian ini berangkat dari paradigma post-positivistik dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan dan metode ini dipilih dengan mempertimbangkan bahwa pendekatan dan metode ini lebih membuka peluang untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang proses dan dapat mengembangkan sebuah model pembelajaran.
Disleksia dan Metode Penanganannya dalam Film Taare Zameen Par (Sebuah Tinjauan Psikolinguistik)
Pramudita Septiani;
Tia Pratiwi;
Triana Ulfah;
Sumarlam Sumarlam
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.529
This study discusses how the method of handling the type of dyslexic language acquisition inability in Taare Zameen film Par. Dyslexia is one type of learning difficulties in children, namely reading disability. The method used in this study is a descriptive method with the presentation of data from research results presented through words. The discussion presented includes (1) the characteristics of dyslexia; (2) learning solutions to the type of dyslexia; (3) solutions to the treatment of dyslexia. The results obtained in this study show that dyslexia can be treated using multisensory methods. The multisensory method utilizes visual abilities or students' visual abilities and kinesic hearing abilities at this level, namely awareness of movement and touch on students. Thus this method can assist in the implementation of learning for dyslexic children and in the future there will no longer be dyslexic children who are unable to write, read, and count. This study discusses how the method of handling the type of dyslexic language acquisition inability in Taare Zameen film Par. Dyslexia is one type of learning difficulties in children, namely reading disability. The method used in this study is a descriptive method with the presentation of data from research results presented through words. The discussion presented includes (1) the characteristics of dyslexia; (2) learning solutions to the type of dyslexia; (3) solutions to the treatment of dyslexia. The results obtained in this study show that dyslexia can be treated using multisensory methods. The multisensory method utilizes visual abilities or students' visual abilities and kinesic hearing abilities at this level, namely awareness of movement and touch on students. Thus this method can assist in the implementation of learning for dyslexic children and in the future there will no longer be dyslexic children who are unable to write, read, and count.
Identifikasi Pengaruh Minat Belajar dengan Hasil Belajar Tematik Siswa Slow Learner di SD Inklusi Kota Bandung
Fajar Indra Septiana;
Ahmad Barnes E.K;
Tri Rahmawati
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i1.530
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dan hasil belajar tematik siswa slow learner kelas I di SD Inklusi Kota Bandung. Faktor-faktor munculnya hasil belajar salah satunya adalah minat belajar. Siswa slow learner memiliki salah satu kecenderungan menurunnya minat dan motivasi belajar, serta kehilangan kesempatan dan tidak bisa menyampaikan apa yang telah mereka pelajari. Penelitian ini dilaksanakan di 12 SD Inklusi Kota Bandung yang terdata oleh Dinas Pendidikan tahun 2015 yang terdiri dari 25 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instumen pengumpul data yang digunakan yaitu angket dan analisis korelasional. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kecendrungan minat belajar berada pada kategori sedang sama halnya dengan kecendrungan hasil belajar yang berada pada kategori sedang namun tidak ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dan hasil belajar karena nilai koefisien determinasi yang diperoleh hanya sebesar 7%. Sehingga sisanya yaitu sebesar 93% merupakan faktor lain.
Pengaruh Reinforcement dalam Mengurangi Perilaku Negatif pada Anak Gangguan Perilaku
Melly Syahara Firdiana;
Novi Tiahirani;
Nabila Simah Bengi;
Anisa Anisa;
Nadia Ariska;
Safaruddin Safaruddin
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v4i1.531
This research is motivated by a problem found in children who experience difficulties in social behavior, namely often leaving the classroom without a clear purpose. This study aims to change the behavior of children which can interfere with the teaching and learning process in school. The research method used was Single Subject Reserch (SSR) through positive reinforcement with the design of A-B-A, A (baseline) before intervention. B (intervention) and A are the results of intervention. The results showed changes in behavior of children. The initial research recorded the highest score reaching 11 times to get out of the class and the final result was a significant change, with a stable score estimated at four and the lowest score in the second place. Suggestion Researchers to teachers to use positive reinforcement in changing children's behavior.
Implementasi Model Pembelajaran Dinamika Kelompok dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi Bidang Non Akademik Anak Berkebutuhan Khusus di SLB YPAC Pangkalpinang
Diah Rina Miftakhi;
Maulina Hendrik
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.536
This research is important because it is to determine the level of dissability children’s achievement motivation through the implementation of group dynamics learning models. The purpose of this study is to find out: the implementation of group dynamics learning models to the learning achievement, the process of learning activities carried out using group dynamics learning models, the level of creativity in non-academic fields. The method used in this study is a qualitative descriptive approach with research data sources consisting of: primary data sources and secondary data sources. Techniques for collecting data through observation, interviews, and documentation. The learning model used in YPAC Pangkalpinang SLB is to provide students with practical activities outside the classroom. Learning done were 75% practice and 25% theory. The practice of learning was done by using group dynamics programs with the aim of being able to improve students' non academic achievements. Some of the learning practices include: batik, cooking, makeup, making handicrafts from used materials, and making wedding delivery baskets.
Peningkatan Aktifitas dan Hasil Belajar SBDP melalui Media Bekas Bungkus Kopi dI Kelas VI Tunagrahita SLB Budi Karya Talago
Mahdalena Amir
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.538
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar SBDP melalui penggunaan media bekas bungkus kopi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus . Tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dimulai dengan perencanaan , Pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Alat Pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi , catatan lapangan dan hasil tugas siswa yang dianalisis secara kualitatif. Selama penelitian berlangsung kolaborator selalu mengamati guru dan siswa serta membuat catatan lapangan. Semua catatan yang diperoleh selama pengamatan tersebut dijadikan bahan perenungan atau diskusi untuk melakukan tindak lanjut kegiatan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan media bekas bungkus kopi dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VI Tunagrahita SLB Budi Karya Talago
Upaya Meningkatkan Budaya Menulisa Siswa Tunagrahita pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Kamus Bergambar di Kelas VII-VIII. C SLB Al-Azhar Bukittinggi
Yunilda Yunilda
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.539
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan Proses pembelajaran menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dilaksanakan selama ini untuk siswa Berkebutuhan Khusus kategori tunagrahita ringan masih dalam taraf menulis nama benda atau kalimat yang sangat sederhana sehingga siswa tidak mempunyai kesempatan untuk membangun sendiri ide-idenya dan mengaitkan materi dengan kehidupan siswa, terlihat bahwa pada umumnya siswa tunagrahita dikelas tersebut mampu membaca dan menulis tetapi masih sulit dalam menulis sesuatu yang ia lihat atau rasakan. Sehubungan dengan permasalahan diatas, melalui Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan, penerapan media Musbar (Kamus Bergambar) dapat meningkatkan budaya menulis siswa tunagrahita pada mata pelajaran bahasa Indonesia karena pembelajaran bagi anak tunagrahita membutuhkan media yang kongret beranjak ke media semi kongrit dan mendekati abstrak yang menarik berisi gambar-gambar yang berkaitan dengan kehidupan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diawali dengan perencanaan tindakan, penerapan tindakan, mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan, dan melakukan refleksi, dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan. Keempat tahap tersebut dilaksanakan dalam 2 siklus penelitian, dimana setiap siklus difokuskan tentang menulis pengalaman/karangan sederhana dan menulis puisi yang berkaitan dengan gambar. Penelitian ini dilaksanakan di SLB Al-Azhar Bukittinggi dengan subjek penelitian kelas VII-VIII.C yang terdiri dari siswa tunagrahita ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan budaya menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan upaya peningkatkan budaya menulis ini dengan melaksanakan 2 program yaitu : 1). To week’s story, (Kegiatan ini merupakan pembiasaan siswa tunagrahita untuk menulis menulis pengalamannya dalam bentuk karangan singkat satu minggu satu karangan, 2). One week one poety, (satu minggu satu puisi) dan hasil terbukti dari hasil ditunjukkannya peningkatan hasil dari observasi awal tidak ada yang mampu dan hanya 1 orang siswa (25%) yang kurang mampu pada siklus I 1 Orang siswa (25%) yang mampu dan pada siklus II meningkat menjadi 3 orang (75%) yang mampu dan 1 orang (25%) yang kurang mampu. dari jumlah keseluruhan 4 orang siswa. Berdasarkan standar tersebut, penelitian tindakan kelas ini menunjukkan hasil.
KEPULAUAN MENTAWAI DAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Irdamurni Irdamurni;
Mega Iswari;
Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.540
The problem in the pejat old village, namely the number of children with special needs who have not had the opportunity in proper education, this is in the teachers do not have the competence in spending children with special needs in inclusive settings. The purpose of this service is to increase teacher competence in improving inclusive education in primary schools. The method in organizing PKM uses multiple methods, namely lecture and question and answer methods for inclusive education materials and children with special needs. Furthermore, using demonstration methods, methods of practice and practice on material on how to conduct discussions and assessments of children with special needs, as well as developing learning programs (RPP) in inclusive settings, all training implementation uses the principles of learning for adults (andragogic). The implementation of this PKM received a very enthusiastic welcome from the teachers. It is expected that trainees can provide their experiences to other teachers in their respective schools, and be able to work closely with SLB teachers and parents of children with special needs in the learning of children in inclusive schools.
Kemampuan Pragmatik dalam Interaksi Sosial Anak Tunarungu Melalui Penggunaan Metode Komunikasi Total
Dimy Mullyana;
Asri Wijiastuti
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.541
ABSTRACT This research aims to determine the pragmatic ability of the deaf child in the aspect of social interaction with the use of the total communicational supporting aspects (oral, aural and manual). One aspect of pragmatic ability to do two-way communication with interaction. This research in SLB-B Kab. Sidoarjo consisting of 8 research subjects and 5 informant. The research method used is a qualitative descriptive with the instrument of the data collector used i.e. observation, interviews and documentation. The results of the research obtained is the ability of deaf children in initiating, maintaining and ending communication politely in domination with oral (speech), manual (gesture, finger spelling, gesture, and expression) and the use of 1-3 words. Keywords: pragmatic;interaction social; total communication;
Program Pelatihan Menggosok Gigi Dalam Meningkatkan Keterampilan Bina Diri Siswa Tunagrahita di SLB se-Kota Padang
Safaruddin Safaruddin;
Fatmawati Fatmawati;
Setia Budi
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.542
Education is a basic right that every child in general must have without exception. Academic, social and emotional abilities can develop well through education. The curriculum used in Indonesia at the moment was the 2013 curriculum. One of the schools that carries out educational activities was the Extraordinary School (SLB). SLB was one of the place whom expected to develop the development of mentally retarded children. Through Special School, mentally retarded children got academic and non-academic education that suits their needs. One of the skills that must be taught is the ability to brush your teeth. Retarded students in the moderate category still find it difficult to brushed parts of teeth that were located inside such as right and left teeth and inner teeth. In addition to the position of the teeth, the frequency and time of tooth brushing was also a problem for the mentally retarded child. based on the activities that have been carried out, it appears that the ability of teachers to brush their teeth has improved, this is expected to help their students to brush their teeth properly.