cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
PENYUTRADARAAN LAKON ORANG GILA DIATAS ATAP KARYA KIKUCHI KAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN REALISME SUGESTIF Ambar Febriani; Yusril Yusril; Sahrul N
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.698

Abstract

Artikel berjudul Penyutradaraan Lakon Orang Gila di Atas Atap karya Kikuchi Kan menggunakan pendekatan realisme sugestif. Lakon merupakan karangan dari seorang penulis Jepang yang kritis terhadap situasi yang sedang terjadi masyarakat.  Alasan pengkarya memilih naskah ini karena naskah Jepang ini jarang dipentaskan di Indonesia dan tema yang diangkat dalam lakon sangat dekat dengan pengkarya sehingga memudahkan analisis terhadap lakon. Pengkarya menggunakan pendekatan realisme sugestif dalam  untuk mewujudkan lakon ke atas pentas. Pendekatan ini pengkarya gunakan guna memberikan peluang baru dalam pencapaian artistik dan bloking aktor tanpa menghilangkan makna dari lakon.Set panggung yang di jelaskan dalam naskah Orang Gila di Atas Atap adalah sebuah rumah dan halaman belakangnya.  Seiring berjalannya proses penyutradaraan lakon Orang Gila di Atas Atap karya Kikuchi Kan menggunakan pendekatan realisme sugestif, banyak kemungkinan-kemungkinan positif yang bisa ditemukan seperti bloking aktor yang tidak membelakangi penonton, panggung bisa dibagi menjadi beberapa titik namun masih dalam satu peristiwa dan panggung bisa digunakan lebih luas sehingga bloking aktor bisa lebih lebar. Dapat disimpulkan bahwa realisme sugestif bisa memberikan efek tontonan  yang menarik untuk sebuah pertunjukan teater
TARI TAMPURUANG DI SANGGAR KABUPATEN SOLOK SELATAN Fitri, Mira Eka; Erlinda, Erlinda; Loravianti, Susas Rita
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1502

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membahas tari Tampuruang di Sanggar Bundo Kanduang Nagari Koto Baru Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat dengan fokus kajian tentang kehadiran penari wanita pada tarian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori gender oleh Remiswal, dimana gender adalah tipe atau jenis yang merupakan sifat dan perilaku secara sosial dan budaya. Disekitar Sanggar Bundo Kanduang ini terdapat salah satu rumah gadang yaitu Rumah Gadang Koto Piliang yang memiliki semboyan mambasuik dari bumi yang artinya bumi merdeka, dimana dengan bumi merdeka ini wanita di Kawasan Saribu Rumah Gadang khususnya Sanggar Bundo Kanduang diperbolehkan menari sebagai media untuk memperomosikan objek wisata Kawasan Saribu Rumah Gadang.Kata Kunci : Tari Tampuruang, wanita dan sanggar Bundo kanduang
TARI JERAMBAH PATAH SEBAGAI REFLEKSI KEINDAHAN MASYARAKAT RANTAU PANJANG KAB. MERANGIN, PROV. JAMBI Elsa Arina; Erlinda Erlinda; Asmaryetti Asmaryetti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.774

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu mengetahui bentuk penyajian dan estetika pada tari Jerambah Patah. Tari Jerambah Patah menceritakan muda-mudi yang menjalin hubungan kasih dengan harapan tidak berakhir dan berlanjut hingga ke pernikahan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai ajang mengingatkan kembali tradisi yang ada pada masyarakat Rantau Panjang yakni batandang dan magih tando ditampilkan dalam acara adat memantai. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori tentang estetika oleh A.A.M Djelantik dan teori bentuk oleh Alma M.Hawkins.
INTERPRETASI REPERTOAR: SEBUAH UPAYA KONSEPTUALISASI KARAKTER SOLIS Putra, Diki Pratama; Sina, Ibnu; Yulika, Febri
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1536

Abstract

 The cello solis performance is an instrumental show that places great importance on the maturity of a solist in presenting the repertoires which he will present in the form of a recital examination. The cello is a stringed instrument just like the violin. The current cello is called the modern cello. The modern cello is a development of the previous Cello such as the viola da gamba, viola da spalla, viola da bracchio and bass viol. Initially, the Cello served as the bass in a musical foundation. In the 17th century, composers such as Domenico Gabrielli and Giuseppe Colombi created works for single Cello or Cello solo without accompaniment. This paper aims to inform the performance of a Solis Cello instrument, by using the interpretation, maturity and mastery of the presenter's skills to the techniques contained in each repertoire that is performed. Where a solist performs the repertoire, through the appearance of the individuality of the virtuosity of his instrument. The achievement of a presenter's skills is intended so that aesthetic values can be presented in a show.Key words: study analysis, recital, cello, repertoire.ABSTRAKPertunjukan solis cello merupakan sebuah pertunjukan instrumental yang sangat mementingkan kematangan bagi seorang solis dalam membawakan repertoar-repertoar yang akan disajikannya dalam bentuk ujian resital. Cello merupakan instrumen gesek sama seperti biola.  Cello yang ada sekarang disebut modern cello. Cello modern merupakan pengembangan dari Cello yang sebelumnya hadir seperti viola da gamba, viola da spalla, viola da bracchio dan bass viol. Pada awalnya, Cello berfungsi sebagai bas dalam sebuah fondasi musik. Pada abad ke-17, komposer seperti Domenico Gabrielli dan Giuseppe Colombi membuat karya-karya untuk Cello tunggal atau solo Cello tanpa iringan. Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan permainan seorang Solis instrumen Cello, dengan menggunakan interpretasi, kematangan dan penguasaan skill penyaji terhadap teknik-teknik yang terdapat pada setiap repertoar yang dibawakan. Dimana seorang solis mempertunjukan repertoar tersebut, melalui penampilan individualitas virtuositas instrumen nya. Pencapaian skill seorang penyaji bertujuan, agar nilai estetis dapat dihadirkan dalam sebuah pertunjukan.Kata kunci: studi analisis, resital, cello , repertoar.  
SILEK GALOMBANG SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN TAMU PADA MASYARAKAT PAGARUYUNG TANAH DATAR SUMATERA BARAT Syara Apprellisa; Adriana Gusti; Nurmalena Nurmalena
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas Silek Galombang sebagai tari penyambutan tamu pada masyarakat Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data lapangan dihimpun dan dijabarkan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan penelitian. Teori yang digunakan adalah teori bentuk oleh Y. Sumandio Hadi. Berdasarkan data lapangan, Silek Galombang hanya ditampilkan saat acara-acara adat seperti Batagak Gala dan Batagak Panghulu. Silek Galombang memiliki keunikan dan menjadi identitas masyarakat setempat yang berbeda dengan tari penyambutan tamu yang terdapat di daerah lainnya. Penarinya hanya terdiri dari laki laki saja dengan jumlah 11 orang.
PENCIPTAAN TOKOH GUSTI BIANG DALAM LAKON BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA Desi Susanti; Nanik Yuliani
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.699

Abstract

Pemeranan merupakan proses kreatif yang dilalui pemeran untuk mewujudkan tokoh ke atas panggung. Pemeranan tokoh Gusti Biang adalah proses perwujudan tokoh dalam naskah menuju panggung pertunjukan. Daalam proses perwujudan tokoh Gusti Biang berlandaskan pada analisis penokohan dan analisis terhadap naskah drama. Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya tergolong naskah yang bergaya realisme. Akting realis adalah upaya meyakinkan penonton dengan laku yang natural. Untuk memerankan tokoh Gusti Biang, diperlukan metode yang mampu memproyeksikan suatu keaktoran dan menyatukan karakter pemeran dengan kebutuhan karakter tokoh yang diperankan. Metode yang paling relevan untuk mewujudkan tokoh dalam naskah realis adalah to be yang digagas oleh Stanislavsky
BAKAYAIK DALAM UPACARA KEMATIAN MAATUIH HARI DI NAGARI ANDURING KEC. 2X11 KAYUTANAM KAB. PADANG PARIAMAN Irma Yeni Oktavia; andar indra sastra; Desmawardi Desmawardi
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.775

Abstract

Bakayaik adalah suatu seni vocal bernafaskan Islam yang rutin dilakukan saat upacara memperingati seratus hari meninggalnya seseorang, dalam masyarakat Nagari Anduring Kecamatan 2X11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Pada malam maatuih hari dipertunjukan kesenian badikie dan ratik tagak kemudian dilanjutkan dengan bakayaik dan diakhiri dengan do’a mauluik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bakayaik dalam maatuih hari, dengan metode kualitatif memakai pendekatan sosial antropologis. Aspek-aspek yang dikaji meliputi konteks dan teks serta gaya bakayaik dalam kebudayaan Minangkabau, khususnya seni bernuansa Islam dalam masyarakat “kaum kuno” di Padang Pariaman. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya suatu kelompok musik bakayaik disebabkan adanya waktu luang diantara lagu-lagu yang ada atau panjangnya jedah dalam pertunjukkan dikie mauluik pada upacara kematian maatuih hari. Ditinjau dari struktural pertunjukkannya bakayaik adalah menceritakan riwayat Nabi Muhammad Salallahu’Alaihi Wa Sallam mulai dari dalam kandungan ibunya sampai dengan perjuangan Nabi meneggakkan Islam. Adapun teks dari bakayaik tersebut terdiri dari bahasa Arab dan bahasa Minang.
PENGEMBANGAN AYUAK PADA DENDANG RATOK PANINGGAHAN Anita Wahyuni; Misda Elina; Alfalah Alfalah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1540

Abstract

ABSTRAKKomposisi musik “Singgah Saja-Nak” merupakan sebuah karya komposisi yang bersumber dari sistem permainan singgah pada repertoar talempong pacik lagu panyinggahan dimana pemain talempong pacik induak melakukan singgah ke salah satu talempong dari talempong anak. Penggarapan komposisi menggunakan pendekatan musik tradisi. Garapan tersebut memanfaatkan instrument tradisi, yaitu talempong dan gandang katindiak.Tujuan penggarapan musik ini untuk mewujudkan bentuk komposisi baru yang bersumber dari talempong pacik lagu panyinggahan. Hasil yang di dapat dari penggarapan karya ini adalah perubahan komposisi yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama perkembangan pola ritme pada masing-masing pasangan talempong pacik dan bagian kedua pengembangan jalinan melodi yang dihasilkan talempong pacik induak ke talempong pacik anak dengan media ungkap, yaitu; talempong, canang, talempong ketek, gandang katindiak, dan gitarbass tanpa menghilangkan ciri khas dari kesenian talempong pacik lagu panyinggahan.
PENCIPTAAN KOMPOSISI MUSIK TRILOGI OF SI JOBANG Arief Rahman; Ferry Herdianto; Nofridayati Nofridayati
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.769

Abstract

Trilogi of Si Jobang merupakan sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari salahsatu kesenian tradisi payakumbuh Kabupaten 50 Kota yaitu, Si Jobang. Komposisi ini merupakan bentuk lagu tiga bagian (three part song form) yang dirajut untuk formasi orkestra. Pengkarya mengambil tiga motif melodi dan pola ritme dari kesenian lisan Dendang Si Jobang yang hidup di masyarakat nagari Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh. Motif yang di ambil dari musikal kesenian tradisi Si Jobang ini dilakukan pengolahan kembali, sehingga menjadi sebuah komposisi bentuk baru dengan menggunakan teknik penggarapan komposisi musik seperti; sequen, diminusi, augmentasi, canon, dan modes terwujudnya karya ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pelestarian kesesenian tradisi di Payakumbuh Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat.
TARI SALENDANG DALAM PERTUNJUKAN INDANG TAGAK JORONG SAMPU NAGARI LUBUK GADANG UTARA KEC. SANGIR KAB. SOLOK SELATAN PROV.SUMATERA BARAT Ade Sukaesih; Ninon Syofia; Hartati Hartati
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tari Salendang dalam pertunjukan kesenian Indang Tagak di Jorong Sampu Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Propinsi Sumatera Barat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis. Teori yang digunakan sebagai kerangka dasar adalah teori bentuk oleh  Y Sumandiyo Hadi dan teori fungsi oleh James R. Brandon yang dikutip oleh Soedarsono. Tari Salendang dalam pertunjukan kesenian Indang Tagak merupakan satu kesatuan struktur yang tidak bisa dipisahkan. Tari Salendang ditampilkan pada akhir rangkaian pertunjukan kesenian Indang Tagak, untuk memberi tanda bahwa pertunjukan tersebut akan berakhir. Tari Salendang dengan  menggunakan salendang sebagai property memiliki keunikan pada keahlian penari dalam memainkan salendang dan sebagai tarian hiburan.

Page 10 of 16 | Total Record : 158